<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; christinaayuni</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/christinaayuni</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; christinaayuni</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Blemantung: Hidden Gem  3 Air Terjun Cantik dalam Satu Lokasi, Spot Healing Terbaik di Kaki Gunung Batukaru</title>
        <link>https://budayabali.com/id/blemantung-hidden-gem-3-air-terjun-cantik-dalam-satu-lokasi-spot-healing-terbaik-di-kaki-gunung-batukaru</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/blemantung-hidden-gem-3-air-terjun-cantik-dalam-satu-lokasi-spot-healing-terbaik-di-kaki-gunung-batukaru</guid>
        <description><![CDATA[ Healing, begitulah kalangan generasi Z saat ini menyebutnya. Sebuah ungkapan yang mencerminkan kebutuhan untuk meredakan penat dan menemukan ketenangan. Air Terjun Blemantung merupakan salah satu pilihan wisata yang tepat, ketika Anda ingin melakukan healing. Air terjun yang terletak diantara perkebunan kopi di kaki Gunung Batukaru ini tergolong unik. Dimana dalam satu lokasi, tak hanya terdapat satu buah air terjun. Namun, totalnya terdapat tiga buah air terjun sekaligus dengan pesona yang sangat memanjakan mata. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202311/image_870x580_65682b6f91c88.jpg" length="138150" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 20 May 2024 08:26:06 +0800</pubDate>
        <dc:creator>christinaayuni</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menelisik Perjalanan Desa Adat Tua Mengwitani</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-adat-mengwitani-menelisik-sejarah-desa-tua-asal-mula-perkembangan-wilayah-mengwi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-adat-mengwitani-menelisik-sejarah-desa-tua-asal-mula-perkembangan-wilayah-mengwi</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Adat Mengwitani terletak di pusat Kota Mangupura, tepatnya Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Berakar pada sistem pemerintahan Bali kuno, Desa Adat Mengwitani mencerminkan perpaduan yang harmonis antara tradisi dan modernitas. Didirikan sebelum abad ke-10, desa ini terkenal dengan Pura Kahyangan Tiganya yang unik, termasuk Gedong Madu dan Ukiran Candra Bulan yang langka. Pura Penataran Desa Adat Mengwitani yang bersejarah juga menjadi bukti bahwa desa adat ini merupakan salah satu desa tua di Bali. Selain pelestarian budaya, desa ini juga secara aktif berkontribusi pada ekonomi lokal melalui inisiatif seperti Warung Yadnya Bupda Astagina dan Agrowisata Buah Naga Organik. Mengwitani bukan hanya sebuah tempat tinggal, desa ini merupakan bukti nyata dari warisan budaya, yang mewujudkan kekayaan tradisi desa tua di Bali. Tak sampai disana saja, masih banyak lagi keunikan-keunikan lain yang terdapat pada desa adat ini. Penasaran apa saja keunikannya? Mari simak dan saksikan video berikut untuk mengikuti perjalanan kami di Desa Adat Mengwitani! ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a7497c38ee2.jpg" length="127207" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 29 Feb 2024 08:47:58 +0800</pubDate>
        <dc:creator>christinaayuni</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Entil Pupuan, Makanan Tradisional Kaya Filosofi Jadi Oleh&amp;Oleh Leluhur saat Rahina Ulihan?</title>
        <link>https://budayabali.com/id/entil-pupuan-makanan-tradisional-oleh-oleh-leluhur-saat-rahina-ulihan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/entil-pupuan-makanan-tradisional-oleh-oleh-leluhur-saat-rahina-ulihan</guid>
        <description><![CDATA[ Ulihan, hari suci istimewa di Bali yang dipercaya sebagai momen &quot;pulangnya&quot; para leluhur. Di Desa Pupuan, masyarakat melakukan sesuatu yang unik dengan menciptakan hidangan khusus yang dianggap sebagai &quot;buah tangan&quot; bagi leluhur mereka. Meskipun memiliki tampilan sekilas mirip ketupat dan penyajian mirip bubur, tak membuat keunikan hidangan ini berkurang. Bagaimana tidak? hidangan ini terbuat dari daun dan diikat dengan tali yang hanya dapat ditemukan di wilayah Pupuan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64feb07f4186b.jpg" length="106027" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 07 Nov 2023 14:43:21 +0800</pubDate>
        <dc:creator>christinaayuni</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Hanya Sekali Setahun: Sakralnya Rejang Ayunan, Menari Berayun di Pohon Cempaka Desa Pupuan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/hanya-sekali-setahun-sakralnya-rejang-ayunan-menari-berayun-di-pohon-cempaka</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/hanya-sekali-setahun-sakralnya-rejang-ayunan-menari-berayun-di-pohon-cempaka</guid>
        <description><![CDATA[ Rejang Ayunan merupakan sebuah persembahan budaya yang unik nan sakral di Desa Pupuan, Tabanan, Bali. Penarinya berasal dari &quot;Dehe Teruna&quot;,  remaja laki-laki yang baru beranjak dewasa. Tarian dengan prosesi unik yakni berayun di Pohon Cempaka ini hanya ditarikan sekali setiap setahun. Dibalik keunikannya, tersimpan cerita sejarah yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Pupuan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64fc3567e6ec5.jpg" length="79812" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 10 Sep 2023 12:53:49 +0800</pubDate>
        <dc:creator>christinaayuni</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>