<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Gde Santha Wijaya</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/gde-santha-wijaya</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Gde Santha Wijaya</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Babad Wisnuwangsa: Jejak Keturunan dari Medang Kemulan hingga Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Wisnuwangsa merupakan naskah babad yang berasal dari koleksi Geria Kawan Sibetan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuno dengan huruf Bali dan terdiri atas 38 lembar. Kisahnya diawali dengan sloka berbahasa Sanskerta beserta penjelasannya dalam bahasa Jawa Kuno, kemudian berlanjut pada turunnya Bhatara Hyang Dimaharaja Manu ke Medang Kemulan pada tahun Çaka 530 (608 M) atas perintah Sri Bhatara Guru. Dari Manu, kisah menelusuri rangkaian silsilah Wisnuwangsa melalui sejumlah tokoh, di antaranya Sri Dharmawangsa, Sri Kameswara, Sri Erlangga, Sri Jayabaya, dan Sri Jayasaba. Perjalanan keturunan kemudian berlanjut hingga Sirarya Kepakisan yang turun ke Bali atas perintah Patih Gajah Mada dan menjadi patih adipati Sri Kresna Kepakisan di Samprangan. Dari Sirarya Kepakisan, garis keturunan berkembang melalui Pangeran Asak dan Pangeran Nyuhaya. Keturunan Pangeran Asak kemudian berlanjut hingga raja-raja Mengwi, sedangkan garis Pangeran Nyuhaya berkembang melalui sejumlah keturunan yang terhubung dengan Karangasem, Sibetan, dan Klungkung. Babad ini dengan demikian menelusuri perjalanan panjang silsilah Wisnuwangsa dari Medang Kemulan hingga berkembang dalam berbagai garis keturunan di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904c0e37199.jpg" length="805482" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Gde Santha Wijaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>