<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Ida Ayu Ratih Widya Paramitha</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/ida-ayu-ratih-widya-paramitha</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Ida Ayu Ratih Widya Paramitha</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Munjung ke Setra: Tradisi Unik Pagerwesi di Buleleng yang Jarang Diketahui</title>
        <link>https://budayabali.com/id/munjung-ke-setra-tradisi-unik-pagerwesi-di-buleleng-yang-jarang-diketahui</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/munjung-ke-setra-tradisi-unik-pagerwesi-di-buleleng-yang-jarang-diketahui</guid>
        <description><![CDATA[ Di banyak tempat di Bali, Pagerwesi berlalu dengan tenang dan sederhana. Tapi di Buleleng, ceritanya jauh berbeda. Hari suci ini justru terasa besar dan hidup sampai-sampai sering disebut sebagai “Galungan”-nya orang Buleleng. Ada sesuatu yang membuat Pagerwesi di Bali Utara tidak pernah terasa biasa. Bukan sekadar soal upacara, tapi tentang ikatan dengan leluhur, peneguhan jati diri, dan warisan keyakinan yang dijaga turun-temurun. Perayaan ini menyimpan jejak sejarah, spiritualitas, dan cara pandang hidup yang hanya bisa dipahami ketika melihatnya dari dekat. Mengapa satu hari suci yang sama bisa dirayakan dengan rasa yang begitu berbeda? Apa yang membuat orang Buleleng memperlakukannya dengan penuh kesungguhan? Di situlah letak pesona Pagerwesi yang menyimpan makna yang dalam dan membuat siapa pun ingin tahu lebih jauh. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c69e8f06182.jpg" length="137314" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Jan 2026 05:52:14 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ida Ayu Ratih Widya Paramitha</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Dewa Ganesha: Dewa Berkepala Gajah Simbol Kebijaksanaan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dewa-ganesha</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dewa-ganesha</guid>
        <description><![CDATA[ Ganesha, dewa berkepala gajah, diciptakan oleh Dewi Parvati dari pasta yang diambil dari tubuhnya saat ia hendak mandi. Namun takdir membawanya pada takdir yang mengejutkan. Ketika ayahnya, Dewa Siwa, tanpa sengaja memenggal kepalanya, nasib Ganesha seolah berakhir. Namun, di balik tragedi itu, sebuah keajaiban terjadi, Ganesha dihidupkan kembali dengan kepala gajah, menjadikannya simbol kebijaksanaan dan kekuatan yang tak tertandingi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202410/image_870x580_671a57d906a42.jpg" length="154129" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 10 Apr 2025 06:09:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ida Ayu Ratih Widya Paramitha</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>