<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Indraudayana</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/indraudayana</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Indraudayana</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Selonding, Gamelan Sakral yang Tetap Lestari di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/selonding-gamelan-sakral-yang-tetap-lestari-di-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/selonding-gamelan-sakral-yang-tetap-lestari-di-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Gamelan Selonding merupakan salah satu gamelan sakral tertua di Bali yang memiliki nilai spiritual, historis, dan budaya yang sangat tinggi. Gamelan ini digunakan secara khusus dalam upacara adat dan keagamaan masyarakat Bali Aga serta tidak dimainkan untuk kepentingan hiburan. Terbuat dari bilah-bilah besi yang disusun di atas pelawah kayu dengan sistem laras pelog, Selonding menghasilkan bunyi yang sederhana, tegas, dan bernuansa sakral. Keberadaannya dipercaya sebagai sarana penghubung antara manusia, leluhur, dan Tuhan, sehingga diperlakukan sebagai pusaka desa yang disucikan serta dijaga dan diwariskan secara turun-temurun sebagai wujud kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_697602976e779.jpg" length="143556" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 17 Apr 2026 05:58:03 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Indraudayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Arya Brangsinga: Kisah Sekretaris Kerajaan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-arya-brangsinga-kisah-skretaris-kerajaan-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-arya-brangsinga-kisah-skretaris-kerajaan-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Pura arya brangsinga merupakan pura kawitan yang terletak di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Pada bagian utama mandala pura terdapat beberapa pelinggih  dan juga beberapa bale. Bagian madya mandala atau jaba Tengah yang hanya terdapat satu bangunan yaitu bale yang biasa dinggunakan untuk membuat banten. Dan juga pada bagian Nista mandala pura terdapat gapura jalan manuju masuk ke pura. Pura ini terletak di dalam gang dan dikelilingi perumahan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a3b5286cbf9.jpg" length="179924" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 01 Jul 2024 14:23:43 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Indraudayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ida Ratu Ayu Mas Manik Anglayang: Layangan Janggan Pelindung YangBatu Kangin</title>
        <link>https://budayabali.com/id/layangan-janggan-pelindung-krama-banjar-yangbatu-kangin-ida-ratu-ayu-mas-manik-anglayang</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/layangan-janggan-pelindung-krama-banjar-yangbatu-kangin-ida-ratu-ayu-mas-manik-anglayang</guid>
        <description><![CDATA[ Ida Betara Ratu Ayu Mas Manik Anglayang, yang dahulunya tapel (kepala) layangan janggan, sekarang di puja oleh krama banjar yangbatu kangin. Tapel tersebut dilinggihkan karena pada suatu hari pada saat layangan janggan tersebut di naikan dan layangan tersebut mengeluarkan sinar yang cukup terang, dan juga layangan janggan tersebut telah melindungi krama banjar yangbatu kangin dari wabah penyakit yang pada saat itu terjadi wabah cacar dan campak. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_6509b15011c8a.jpg" length="175511" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 17 Oct 2023 14:54:25 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Indraudayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sejarah Unik Berdirinya Desa Adat Yangbatu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sejarah-unik-berdirinya-desa-adat-yangbatu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sejarah-unik-berdirinya-desa-adat-yangbatu</guid>
        <description><![CDATA[ Denpasar merupakan ibu kota dari provinsi bali. Yang dimana kota denpasar memilika berbagai macam budaya, tradisi, dan sejarah. Denpasar juga terbagi atas 4 kecamatan dan 27 desa yang terdapat di denpasar. Salah satu desa yang berada di denpasar timur memiliki sejarah yang cukup unik atas berdirinya desa adat tersebut. Desa itu bernama desa adat yangbatu. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64fdd4ee6ae84.jpg" length="151490" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 23 Sep 2023 16:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Indraudayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>