<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; KadekIndra</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/kadekindra</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; KadekIndra</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Prapen, Situs Peninggalan Nenek Moyang Pande Di Desa Tihingan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/prapen-situs-peninggalan-nenek-moyang-pande-di-desa-tihingan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/prapen-situs-peninggalan-nenek-moyang-pande-di-desa-tihingan</guid>
        <description><![CDATA[ Prapen merupakan nama dari sebuah situs peninggalan yang terdapat di Desa Adat Tihingan, Kabupaten Klungkung. Situs ini ditemukan di tahun 2004 ketika pihak desa bersama dengan ABRI melakukan pemerataan tanah di areal Jaba Pura Dalem Silaparang. Karena kondisi situs perapian atau Prapen ini ditemukan di dekat sungai maka orang-orang di Desa Adat Tihingan percaya bahwa situs ini adalah peninggalan nenek moyang orang-orang Pande di Desa Adat Tihingan. Ini juga melatarbelakangi Desa Adat Tihingan menjadi surganya profesi Pande yang mahir dalam menciptakan alat musik tradisional. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a0abf2564b8.jpg" length="93545" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 09:31:37 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KadekIndra</dc:creator>
        <media:keywords>Pande, Tihingan, Situs, Logam, Prapen</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tiga Naga Sakti Pelindung Alam Semesta</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tiga-naga-sakti-pelindung-alam-semesta</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tiga-naga-sakti-pelindung-alam-semesta</guid>
        <description><![CDATA[ Tiga Naga Sakti, yaitu Antaboga, Basuki, dan Taksaka, lahir dari telur Dewi Kadru dalam kepercayaan Hindu Nusantara sebagaimana tertulis dalam kitab Mahabharata, khususnya Adi Parwa. Persaingan antara Dewi Winata dan Dewi Kadru, kutukan Sang Aruna, dan kemunculan Sang Garuda menjadi elemen kunci dalam perjalanan hidup mereka. Sang Garuda, sebagai pelindung ibunya, terlibat dalam pertarungan dan kesepakatan dengan para Naga, serta menerima tawaran Dewa Wisnu dan Dewa Indra. Selain itu, Tiga Naga Sakti juga berinteraksi dengan tokoh Mahabharata dan dihormati di tempat-tempat suci di Nusantara. Mereka dianggap sebagai penopang alam semesta dengan peran masing-masing di Kahyangan, Bumi, dan Patala. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202312/image_870x580_658d404129491.jpg" length="96485" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 10 May 2024 08:38:07 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KadekIndra</dc:creator>
        <media:keywords>Naga, Garuda, Nusantara, Ular, Kisah</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tumpek Wayang, Kisah Bhatara Kala akan memangsa Bhatara Kumara, sampai Wayang Sapuh Leger</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tumpek-wayang-aksi-kejar-kejaran-bhatara-kala-dan-bhatara-kumara</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tumpek-wayang-aksi-kejar-kejaran-bhatara-kala-dan-bhatara-kumara</guid>
        <description><![CDATA[ Dari generasi ke generasi, warga Bali telah menerapkan tradisi unik dalam menentukan hari baik dan buruk berdasarkan kisah masa lalu, seperti Tumpek Wayang yang terkait dengan Dewa Bhatara Kala. Kisah epik ini melibatkan teka-teki, kejar-kejaran, dan upacara Sapuh Leger yang menarik, yang harus dilaksanakan oleh siapa pun yang lahir pada Tumpek Wayang. Kisah ini, selain menjadi bagian dari mitologi Bali, juga mengajarkan pelajaran mendalam tentang mengendalikan sifat negatif dalam diri kita, menjadikannya sebagai inti dari warisan budaya Bali yang penuh misteri dan makna mendalam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_6502c851e4c34.jpg" length="81254" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 30 Sep 2023 14:58:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KadekIndra</dc:creator>
        <media:keywords>Melik, Tumpek Wayang, Sapuh Leger</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sang Penjaga Tanah Ubud, Ida Ratu Gede Amerika</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sang-penjaga-tanah-ubud-ida-ratu-gede-amerika</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sang-penjaga-tanah-ubud-ida-ratu-gede-amerika</guid>
        <description><![CDATA[ Ida Ratu Gede Amerika, awalnya sebuah topeng celuluk, menjadi sosok gaib yang dihormati di Ubud, Bali, setelah diberikan sebagai hadiah kepada wisatawan asing dan kembali ke Bali setelah pengalaman mistis. Ia &quot;tinggal&quot; dalam topeng tersebut, menjaga Ubud, dan menjadi sosok penting dalam upacara-upacara di sana, mencerminkan spiritualitas dan penghargaan Bali terhadap alam lokal. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64fabfccb4d8e.jpg" length="102241" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 09 Sep 2023 06:23:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KadekIndra</dc:creator>
        <media:keywords>Ubud, mistis</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>