<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; komangmarsyani</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/komangmarsyani</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; komangmarsyani</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Mengeksplor Keunikan dan Sejarah Perjuangan Merebut Kembali Desa Adat Saba</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mengeksplor-keunikan-dan-sejarah-perjuangan-merebut-kembali-desa-adat-saba</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mengeksplor-keunikan-dan-sejarah-perjuangan-merebut-kembali-desa-adat-saba</guid>
        <description><![CDATA[ Desa adat di Bali merupakan suatu bentuk komunitas lokal yang mengikuti tatanan budaya dan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu dan telah diwariskan oleh para leluhur. Desa Adat Saba merupakan bentuk perjuangan I Gusti Gede Padang dalam merebut kembali wilayah Alas Rengked dari Kerajaan Sukawati. Kekayaan sejarahnya tercermin dalam suatu keris dan transformasi dari Alas Rengked hingga menjadi Desa Adat Saba. Memiliki 5 pura kahyangan tiga sebagai stana Dewa Tri Murthi dengan rumpun masyarakat yang beragam serta gelang dan kalung benang merah sebagai simbol identitas khas Desa Adat Saba membuatnya berbeda dengan desa adat lainnya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_659b5979241f0.jpg" length="149534" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 05 Jul 2025 06:14:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>komangmarsyani</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menelusuri Pura Agung Luhur Camenggaon di Wilayah yang Ditinggalkan Arya Cameng</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menelusuri-pura-agung-luhur-camenggaon-di-wilayah-yang-ditinggalkan-arya-cameng</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menelusuri-pura-agung-luhur-camenggaon-di-wilayah-yang-ditinggalkan-arya-cameng</guid>
        <description><![CDATA[ Pura kawitan merupakan salah satu jenis pura di Bali yang bersifat spesifik karena seluruh kegiatan keagamaan dan persembahyangan di pura tersebut dilakukan oleh kumpulan atau kelompok keturunan keluarga tertentu. Hal ini akan diikuti secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Salah satu pura kawitan yang digunakan sebagai tempat pemujaan para leluhur adalah Pura Agung Luhur Camenggaon.  Pura ini mengandung sejarah menarik mengenai keluarga Arya Cameng serta penamaan dari Pura Agung Luhur Camenggaon itu sendiri. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202312/image_870x580_656cbb280f37c.jpg" length="93643" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 12 Jan 2024 14:34:14 +0800</pubDate>
        <dc:creator>komangmarsyani</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Yeh Pulu: Jejak Peradaban Bali Kuno dalam Relief Pahatan Kebo Iwa</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-yeh-pulu-jejak-peradaban-bali-kuno-dalam-relief-pahatan-kebo-iwa</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-yeh-pulu-jejak-peradaban-bali-kuno-dalam-relief-pahatan-kebo-iwa</guid>
        <description><![CDATA[ Sebagai Pulau Dewata, Pulau Bali memiliki sejumlah pura yang dijadikan sebagai tempat persembahyangan umat Hindu. Dalam kebudayaan Bali, berdirinya suatu pura biasanya tidak akan terlepas dari adanya penemuan tertentu ataupun peristiwa bersejarah yang pernah terjadi sebelumnya. Seperti halnya Pura Yeh Pulu dengan temuan sumber mata air suci yang mengalir dari dalam tempayan serta relief yang menggambarkan peradaban masyarakat Bali Kuno pada masa pemerintahan Raja Bedahulu.  Penemuan-penemuan inilah yang mengungkapkan kehidupan masyarakat pada masa tersebut serta bagaimana kebudayaan Hindu tumbuh dan berkembang dalam masyarakat hingga saat ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_650e693dc9d21.jpg" length="133109" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 11 Nov 2023 19:11:11 +0800</pubDate>
        <dc:creator>komangmarsyani</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Samuan Tiga: Warisan Spiritual Kahyangan Tiga di Pulau Dewata</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-samuan-tiga-warisan-spiritual-kahyangan-tiga-di-pulau-dewata</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-samuan-tiga-warisan-spiritual-kahyangan-tiga-di-pulau-dewata</guid>
        <description><![CDATA[ Bali dengan mayoritas penduduk beragama Hindu membuat pulau ini dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura, mengingat pulau kecil yang menjadi destinasi wisata dunia ini memiliki sejumlah pura sebagai tempat ibadah umat Hindu Bali di setiap wilayahnya. Salah satu pura yang keberadaannya sangat berpengaruh terhadap budaya dan tradisi Bali yang ada saat ini adalah Pura Samuan Tiga. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64fb13107d9e1.jpg" length="159890" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 09 Sep 2023 13:25:23 +0800</pubDate>
        <dc:creator>komangmarsyani</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>