<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; krisnap770@gmail.com</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/krisnap770gmailcom</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; krisnap770@gmail.com</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Pura Tua Desa Pedawa: Jejak Sejarah Leluhur Bali Aga</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-tua-desa-pedawa-jejak-sejarah-leluhur-bali-aga</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-tua-desa-pedawa-jejak-sejarah-leluhur-bali-aga</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Tua Desa Pedawa, yang terletak di Kabupaten Buleleng, Bali, adalah tempat suci bagi masyarakat Bali Aga yang mempertahankan tradisi leluhur mereka sejak zaman prasejarah. Pura ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol sejarah panjang dan identitas budaya masyarakat setempat. Dengan ritual adat seperti Saba Muja Binih, pura ini mencerminkan hubungan erat antara manusia, alam, dan leluhur, serta berperan penting dalam pelestarian budaya Bali Aga. Masyarakat Desa Pedawa secara aktif terlibat dalam pemeliharaan pura dan upacara adat, menjadikannya pusat kegiatan spiritual dan budaya yang menjaga warisan leluhur di tengah modernisasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_67933e8488f5f.jpg" length="108842" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 09 Sep 2025 05:53:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnap770@gmail.com</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Keindahan Rumah Adat Desa Pedawa: Perpaduan Harmoni Alam, Budaya, dan Kearifan Lokal yang Lestari</title>
        <link>https://budayabali.com/id/keindahan-rumah-adat-desa-pedawa-perpaduan-harmoni-alam-budaya-dan-kearifan-lokal-yang-lestari</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/keindahan-rumah-adat-desa-pedawa-perpaduan-harmoni-alam-budaya-dan-kearifan-lokal-yang-lestari</guid>
        <description><![CDATA[ Rumah Adat Bandung Rangki di Desa Pedawa, Bali, adalah simbol harmonisasi antara alam, budaya, dan kearifan lokal yang telah dipertahankan oleh masyarakat Bali Aga selama ratusan tahun. Dengan arsitektur sederhana namun bermakna, rumah adat ini mencerminkan filosofi keseimbangan hidup, di mana ruang belakang digunakan untuk tidur dan pemujaan, sementara ruang depan untuk aktivitas sehari-hari. Pelestarian rumah adat ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dengan menggunakan bahan alami dan dukungan dari pemerintah yang mengusulkan Desa Pedawa sebagai kawasan cagar budaya sejak 2018. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang untuk melaksanakan upacara adat, sehingga melestarikannya sangat penting untuk mempertahankan identitas budaya dan memperkenalkan warisan Bali Aga kepada dunia. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_67935cf25b6df.jpg" length="141995" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 21 Aug 2025 06:02:11 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnap770@gmail.com</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menyelami Kearifan Lokal di Pura Alas Arum: Sebuah Pengalaman Spiritual di Desa Baha</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menyelami-kearifan-lokal-di-pura-alas-arum-sebuah-pengalaman-spiritual-di-desa-baha</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menyelami-kearifan-lokal-di-pura-alas-arum-sebuah-pengalaman-spiritual-di-desa-baha</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Alas Arum di Desa Baha, Badung, Bali, adalah tempat yang kaya akan nilai spiritual dan budaya, dengan sejarah unik yang bermula dari kejadian mistis di abad ke-17. Selain menjadi lokasi penting bagi upacara keagamaan seperti Pujawali, pura ini juga memiliki lima pancoran beji yang airnya diyakini memiliki khasiat penyembuhan. Desa Baha sendiri dikenal dengan tradisi, seni, dan kerajinan lokal yang dilestarikan oleh masyarakatnya, menciptakan pengalaman wisata berbasis kearifan lokal yang autentik dan mendalam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_677605b8df85a.jpg" length="166378" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 26 Jun 2025 19:00:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnap770@gmail.com</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tradisi Ngejot Jerimpen Galungan di Desa Baha: Makna dan Peran Pengantin Baru dalam Melestarikan Adat Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tradisi-ngejot-jerimpen-galungan-di-desa-baha-makna-dan-peran-pengantin-baru-dalam-melestarikan-adat-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tradisi-ngejot-jerimpen-galungan-di-desa-baha-makna-dan-peran-pengantin-baru-dalam-melestarikan-adat-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Baha, sebuah desa tradisional di Kabupaten Badung, Bali, masih mempertahankan tradisi adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang paling khas di desa ini adalah &quot;Ngejot Jerimpen&quot; pada Hari Raya Galungan, sebuah ritual yang tidak hanya sarat makna namun juga menjadi ajang untuk menjaga dan memperkuat ikatan antarwarga. Tradisi ini pun memiliki peran khusus bagi para pengantin baru, yang menjadi ujung tombak dalam pelestarian adat ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202411/image_870x580_6724d6d41eee7.jpg" length="174990" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 27 Dec 2024 19:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnap770@gmail.com</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Mengungkap Kisah Monumen Sukra dan Sukri di Desa Penarungan: Warisan Budaya yang Terlupakan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mengungkap-kisah-monumen-sukra-dan-sukri-di-desa-penarungan-warisan-budaya-yang-terlupakan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mengungkap-kisah-monumen-sukra-dan-sukri-di-desa-penarungan-warisan-budaya-yang-terlupakan</guid>
        <description><![CDATA[ Dua tentara Jepang, Mutswiso dan Harraki, membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia di Desa Penarungan, Bali. Mereka melatih pejuang lokal dan memperkuat persenjataan. Mutswiso gugur saat mempersiapkan bantuan, sedangkan Harraki tewas dalam pertempuran besar pada 1946. Keduanya dimakamkan secara Hindu sesuai permintaan mereka. Monumen Sukra dan Sukri didirikan untuk mengenang pengorbanan mereka. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f2967c5f64c.jpg" length="169898" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Oct 2024 23:38:51 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnap770@gmail.com</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>