<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; krisnarhesa</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/krisnarhesa</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; krisnarhesa</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Mabuug Buugan: Pesona Mandi Lumpur sebagai Warisan Budaya Tak Benda</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mabuug-buugan-pesona-mandi-lumpur-sebagai-warisan-budaya-tak-benda</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mabuug-buugan-pesona-mandi-lumpur-sebagai-warisan-budaya-tak-benda</guid>
        <description><![CDATA[ Pulau Bali tidak hanya memukau dengan keindahan alamnya, tetapi juga merayakan tradisi Mabuug Buugan, sebuah Warisan Budaya Tak Benda di Desa Adat Kedonganan. Mandi lumpur ini mencerminkan kebersihan spiritual dan keakraban antargenerasi. Meskipun sempat terhenti, Mabuug Buugan kembali bersemangat setelah absen akibat pandemi. Dengan antusiasme generasi muda, promosi aktif, dan pelestarian, tradisi ini menjadi daya tarik wisata di Kedonganan, menunjukkan keunikan dan kearifan lokal yang membuatnya tak terlupakan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a364533d740.jpg" length="102689" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 09 Jul 2025 06:41:36 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnarhesa</dc:creator>
        <media:keywords>Mabuuug buugan, mandi lumpur, warisan budaya tak benda</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tumpek Wariga Di Mana Harmoni Bunga dan Buah Bercerita Makna Mendalam</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tumpek-wariga-di-mana-harmoni-bunga-dan-buah-bercerita-makna-mendalam</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tumpek-wariga-di-mana-harmoni-bunga-dan-buah-bercerita-makna-mendalam</guid>
        <description><![CDATA[ Bali, pulau yang menakjubkan, merayakan Tumpek Wariga setiap 210 hari sekali. Dalam tradisi ini, manusia dan alam berkomunikasi melalui prosesi ngatag. Tidak hanya sekadar tradisi, Tumpek Wariga memegang kunci keseimbangan alam sehari-hari. Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, ini adalah panggilan untuk menjaga warisan budaya dan alam. Mari ikut serta menjadi bagian dari kisah luar biasa ini yang tak hanya mempesona, tetapi juga mengajarkan makna rasa terima kasih pada berkah alam dan keindahannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202312/image_870x580_65910b38f1130.jpg" length="142245" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 23:21:05 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnarhesa</dc:creator>
        <media:keywords>Tumpek Wariga, Tradisi</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tabia Bun, Rahasia Penyembuhan Epilepsi dari Kekayaan Alam Bali yang Tersembunyi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tabia-bun-rahasia-penyembuhan-epilepsi-dari-kekayaan-alam-bali-yang-tersembunyi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tabia-bun-rahasia-penyembuhan-epilepsi-dari-kekayaan-alam-bali-yang-tersembunyi</guid>
        <description><![CDATA[ Tabia Bun adalah tanaman yang memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional dan upacara keagamaan. Naskah kuno, Lontar Usadha Taru Pramana, menyebutkan bahwa Tabia Bun digunakan untuk mengobati epilepsi. Tanaman ini juga digunakan dalam pengobatan dalam Lontar Usadha Tiwang seperti penyakit Tiwang Asu dan sakit bahu meluang. Ini mencerminkan kekayaan alam dan tradisi Bali yang penting untuk menjaga kesehatan dan alam demi manfaat kita. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_651015782632a.jpg" length="96241" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 19 Dec 2023 14:00:13 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnarhesa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Mengintip Kembali Keajaiban Alam: Delima sebagai Obat Herbal Tradisional</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mengintip-kembali-keajaiban-alam-delima-sebagai-obat-herbal-tradisional</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mengintip-kembali-keajaiban-alam-delima-sebagai-obat-herbal-tradisional</guid>
        <description><![CDATA[ Delima, buah yang mempesona dengan warna-warni kulitnya, adalah bukti keajaiban alam yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa sejuta manfaat kesehatan yang merupakan bukti nyata akan keberlimpahan alam yang patut kita syukuri dan nikmati dalam perjalanan kesehatan yang tak ada habisnya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64fb1143a8e00.jpg" length="132502" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 10 Sep 2023 10:13:11 +0800</pubDate>
        <dc:creator>krisnarhesa</dc:creator>
        <media:keywords>Delima</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>