<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; I Komang Nohan Suryantha</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/nohan</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; I Komang Nohan Suryantha</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Babad Mengwi: Prahara Tahta dan Sinar Kebangkitan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Mengwi (Koleksi Gedong Kirtya No. Va. 1340/12) yang aslinya ditulis di atas 66 lembar daun lontar dalam bahasa Jawa Kuna berhuruf Bali oleh I Gusti Putu Mayun, merupakan epik sejarah yang merekam pasang surut kekuasaan wangsa Arya di Pulau Dewata. Naskah ini mengisahkan garis waktu yang panjang, mulai dari kedatangan Sri Nararya Kresna Kapakisan, era kejayaan Kerajaan Gelgel, hingga munculnya prahara politik seperti pemberontakan berdarah dan invasi Buleleng yang memicu keruntuhan kerajaan. Meskipun dipenuhi dengan intrik, diaspora keluarga kerajaan, dan perebutan pusaka sakti, narasi epik ini pada akhirnya bermuara pada sebuah resolusi gemilang. Kedamaian serta puncak kejayaan Kerajaan Mengwi berhasil direstorasi kembali di bawah tampuk kepemimpinan yang bijaksana dari Ida Cokorda Made Agung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9041ca7f879.jpg" length="160922" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Nohan Suryantha</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tangkas Putra Arya Kanuruhan: Tragedi Kesalahpahaman yang Hampir Mengakhiri Garis Keturunan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tangkas-putra-arya-kanuruhan-tragedi-kesalahpahaman-yang-hampir-mengakhiri-garis-keturunan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tangkas-putra-arya-kanuruhan-tragedi-kesalahpahaman-yang-hampir-mengakhiri-garis-keturunan</guid>
        <description><![CDATA[ Menceritakan sejarah perjalanan keluarga besar Arya Kanuruhan, sebuah keturunan bangsawan yang berasal dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur, kemudian menetap di Bali pada masa kejayaan Majapahit. Fokus kajian berada pada tokoh Pangeran Tangkas, putra Arya Kanuruhan, yang mengalami peristiwa tragis akibat kesalahpahaman terhadap surat perintah raja. Peristiwa tersebut hampir mengakhiri garis keturunan keluarga Tangkas, namun akhirnya terselamatkan berkat kebijakan raja yang menjunjung tinggi nilai kesetiaan, kelangsungan garis keturunan, serta harmoni sosial-politik pada masa itu. Artikel ini menunjukkan bahwa sejarah keluarga Tangkas bukan sekadar kisah lokal, melainkan refleksi dari dinamika kekuasaan, kesetiaan seorang abdi, dan makna penting penerus dalam tradisi masyarakat Hindu-Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202511/image_870x580_690746c74ab89.jpg" length="95030" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 31 Jul 2026 05:11:03 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Nohan Suryantha</dc:creator>
        <media:keywords>Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>