<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; putra</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/putra</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; putra</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>​Dari Kanvas Sederhana hingga Panggung Dunia: Perjalanan Legenda Hidup Ketut Sadia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</guid>
        <description><![CDATA[ Seni lukis gaya Batuan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2018 berkat keunikan teknik tanpa perspektif dan pengerjaannya yang sangat mendalam. Di balik kehebatan seni tradisi ini, sosok Ketut Sadia (60) berdiri kokoh sebagai legenda hidup yang berhasil membawa gaya Batuan ke museum-museum dunia. Tak hanya merawat warisan lewat kanvasnya, ia juga merintis gerakan pembinaan gratis bagi ratusan anak demi menjaga nyala tradisi di tanah kelahirannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc4125908b.jpg" length="107464" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:29:30 +0800</pubDate>
        <dc:creator>putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Prasasti Baturan: Perjalanan Desa Batuan Menjadi Desa Seni</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-prasasti-baturan-perjalanan-desa-batuan-menjadi-desa-seni</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-prasasti-baturan-perjalanan-desa-batuan-menjadi-desa-seni</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Batuan di Kecamatan Sukawati, Gianyar, dikenal sebagai desa seni yang memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan tradisi. Pada zaman pemerintahan Paduka Haji Sri Dharmawangsa Wardana Marakata Pangkaja Stanottunggadewa tertatahlah sebuah prasasti berlempengan tembaga yang menginsyaratkan hubungan dan pengaturan krama batuan kuno terhadap seni kuno di bali. Prasasti tersebut dikenal sebagai prasasti Baturan dan masih lestari hingga saat ini ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c7beb91a1e1.jpg" length="138314" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 17 Apr 2026 05:24:09 +0800</pubDate>
        <dc:creator>putra</dc:creator>
        <media:keywords>Prasasti Baturan</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>