<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; srihati</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/author/srihati</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; srihati</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Menelusuri Tradisi Unik Desa Adat Piling : Harmoni Lintas Agama melalui Adat Ngejot dan Gotong Royong</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menelusuri-tradisi-unik-desa-adat-piling-harmoni-lintas-agama-melalui-adat-ngejot-dan-gotong-royong</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menelusuri-tradisi-unik-desa-adat-piling-harmoni-lintas-agama-melalui-adat-ngejot-dan-gotong-royong</guid>
        <description><![CDATA[ Toleransi merupakan sikap dan perilaku saling menghormati serta menerima perbedaan, baik dalam hal suku, agama, budaya. Desa Adat Piling di Bali menjadi cermin sikap toleransi dengan dua komunitas yang berbeda, desa ini sukses merawat warisan budaya, dengan sebagian warga yang menganut agama Kristen dan Katolik. Gereja Katolik Stasi Santo Mikael dan Gereja Kristen Protestan di Bali Immanuel di Banjar Piling Tengah menunjukkan harmoni dan koeksistensi agama, memperkuat Desa Adat Piling sebagai contoh kerukunan dalam keberagaman budaya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a36c10ccac3.jpg" length="136167" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 02 May 2025 06:22:51 +0800</pubDate>
        <dc:creator>srihati</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Batik Batubulan: Pola&amp;Pola Klasik yang Tetap Relevan di Era Modern</title>
        <link>https://budayabali.com/id/batik-batubulan-pola-pola-klasik-yang-tetap-relevan-di-era-modern</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/batik-batubulan-pola-pola-klasik-yang-tetap-relevan-di-era-modern</guid>
        <description><![CDATA[ Batik Batubulan, sebagai bagian tak tergantikan dari warisan budaya Indonesia, bukan hanya sekadar pakaian, melainkan sebuah karya seni yang mencerminkan identitas dan kebanggaan nasional. Dari desa Batubulan, Bali, Batik Batubulan terus berevolusi, memadukan pola-pola klasik dengan inovasi kontemporer. Meski berakar dalam tradisi, batik ini tetap relevan dalam era modern, menawarkan keindahan yang tak tergantikan dengan menggabungkan unsur klasik dan estetika kontemporer. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202312/image_870x580_658edabb102e4.jpg" length="107877" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 09 Feb 2024 08:08:07 +0800</pubDate>
        <dc:creator>srihati</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Ulun Danu Bratan: Kuil di Tengah Danau dan Keharmonisan dengan Alam</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-ulun-danu-bratan-kuil-di-tengah-danau-dan-keharmonisan-dengan-alam</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-ulun-danu-bratan-kuil-di-tengah-danau-dan-keharmonisan-dengan-alam</guid>
        <description><![CDATA[ Raja Mengwi pendiri Pura Ulun Danu Beratan I Gusti Agung Putu. Terdapat sebuah perjalanan spiritual yang menonjol di tengah perairan yang tenang dan indah Danau Beratan. Pura Ulun Danu Beratan, dengan kemegahan arsitektur dan kecantikan alam yang mempesona, telah menjadi ikon wisata yang mendalam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_6507d71f3de94.jpg" length="127567" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 17 Nov 2023 14:48:15 +0800</pubDate>
        <dc:creator>srihati</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tarian Sanghyang Penyalin Pancasari</title>
        <link>https://budayabali.com/id/rahasia-keselarasan-alam-dan-manusiatari-sanghyang-penyalin-di-desa-pancasari-buleleng-sebagai-ekspresi-tri-hita-karana-dan-nilai-pendidikannya</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/rahasia-keselarasan-alam-dan-manusiatari-sanghyang-penyalin-di-desa-pancasari-buleleng-sebagai-ekspresi-tri-hita-karana-dan-nilai-pendidikannya</guid>
        <description><![CDATA[ Tari Sanghyang Penyalin diyakini oleh masyarakat sebagai pengusir roh-roh jahat. Tari Sangyang Penyalin selalu hadir disetiap Pujawali di desa Pakraman Pancasari. Hal ini disebabkan karena masyarakat mensakralkan tari Sanghyang Penyalin dan dipercayai sebagai tarian penolak bala yang mengganggu kesejahteraan masyarakat.  Masyarakat desa Pakraman Pancasari meyakini adanya kekuatan yang tersimpan dalam penyalin (rotan) yang telah disucikan lalu ditarikan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202309/image_870x580_64fd0fa5aaf11.jpg" length="105693" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 24 Sep 2023 14:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>srihati</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>