<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; : Babad Bergambar</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/category/babad-bergambar</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; : Babad Bergambar</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>BABAD RUSAK BANJAR: Demi Tanah Banjar, Mereka Memilih Melawan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-rusak-banjar-demi-tanah-banjar-mereka-memilih-melawan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-rusak-banjar-demi-tanah-banjar-mereka-memilih-melawan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Rusak Banjar merupakan naskah babad bernomor Va.918/3 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dari koleksi I Ketut Gelgel. Berlatar di tengah cengkeraman kekuasaan kolonial Belanda di Buleleng, naskah berbahasa Bali (Gaguritan) ini menelusuri ketegangan di Kerajaan Banjar saat sang Raja, I Gusti Made Rai, mengambil keputusan berani untuk menolak sistem upeti yang menindas. Saat tekanan dari utusan Belanda memicu amarah dan perlawanan rakyat, mampukah benteng pertahanan Banjar serta keberanian para patih andalannya menahan gempuran armada perang yang datang dari kejauhan? Sebuah kisah perjuangan dan pertaruhan nasib sebuah kerajaan di tanah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a911bab0b4a8.jpg" length="593002" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Satria Pratama</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Dewa Ring Tolangkir: Takdir Empat Bhatara Penjaga Gunung dalam Pusaran Perselisihan, Kutukan, dan Lahirnya Tatanan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-dewa-ring-tolangkir-takdir-empat-bhatara-penjaga-gunung-dalam-pusaran-perselisihan-kutukan-dan-lahirnya-tatanan-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-dewa-ring-tolangkir-takdir-empat-bhatara-penjaga-gunung-dalam-pusaran-perselisihan-kutukan-dan-lahirnya-tatanan-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Dewa Ring Tolangkir merupakan naskah babad yang tercatat dalam koleksi Gedong Kirtya Singaraja dengan kode Va. 5121, berasal dari koleksi Geria Telaga, Sanur. Naskah ini menggunakan bahasa Bali bercampur Jawa Kuna Tengahan dan ditulis dalam aksara Bali. Kisahnya menceritakan perjalanan para Bhatara yang berstana di berbagai gunung suci, khususnya empat saudara yaitu I Raras di Gunung Andakasa, I Lyang di Gunung Lebah, Bhatara Batur di Gunung Batur, dan I Sruna di Gunung Agung. Keempat Bhatara tersebut memiliki tugas masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam, mulai dari memelihara taman, tanaman, binatang, hingga kehidupan di wilayah kekuasaannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90e952a91cf.jpg" length="163603" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 11:52:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Indah Aprilia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pande Tista: Jejak Swadharma &amp;amp; Perjalanan Generasi Pande Besi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pande-tista-jejak-swadharma-perjalanan-generasi-pande-besi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pande-tista-jejak-swadharma-perjalanan-generasi-pande-besi</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Pande Tista merupakan naskah babad bernomor Va. 4713 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Kakiang Dayu Putu Muliani dari Geria Gede Panarukan, Kerambitan, Tabanan. Kisahnya diawali dari kedukaan De Bandesa Kaywan atas kematian istrinya, hingga kedatangan Danghyang Kanaka dari Daerah Kling yang kelak mewariskan ajaran swadharma pandai besi kepada keturunannya sebelum kembali ke Jawa. Perjalanan ini berlanjut dengan penguraian silsilah leluhur hingga era Pangeran Kayu Mas dan Sira De Kayu Mas yang menguatkan tradisi pandai besi. Di tengah dinamika perpindahan tokoh-tokoh Arya serta pengungsian antarwilayah seperti Gelgel, Mambal, Sibang, hingga Jembrana, ikatan pengabdian keturunan Pande terus berlanjut hingga akhirnya Ki Pande mengungsi dan menetap di Desa Tista, Kerambitan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904ed2120eb.jpg" length="167119" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 16:55:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Komang Arika Devi Cahyani</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pulesari: Asal Usul, Pengasingan, dan Jejak Keturunan Dalem Tarukan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pulesari-asal-usul-pengasingan-dan-jejak-keturunan-dalem-tarukan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pulesari-asal-usul-pengasingan-dan-jejak-keturunan-dalem-tarukan</guid>
        <description><![CDATA[ Kisah Dalem Tarukan yang terusir dari istananya akibat konflik keluarga, hingga mendirikan pedukuhan Pulesari di kaki Gunung Peniddha beserta pantangan sakral bagi keturunannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a903d4f5b536.jpg" length="110264" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nanda Aulia Rahman</dc:creator>
        <media:keywords>babad pulesari, dalem tarukan, dalem samprangan, sejarah bali, silsilah bali, gunung peniddha, tarukan pejeng, babad bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Wisnuwangsa: Jejak Keturunan dari Medang Kemulan hingga Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Wisnuwangsa merupakan naskah babad yang berasal dari koleksi Geria Kawan Sibetan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuno dengan huruf Bali dan terdiri atas 38 lembar. Kisahnya diawali dengan sloka berbahasa Sanskerta beserta penjelasannya dalam bahasa Jawa Kuno, kemudian berlanjut pada turunnya Bhatara Hyang Dimaharaja Manu ke Medang Kemulan pada tahun Çaka 530 (608 M) atas perintah Sri Bhatara Guru. Dari Manu, kisah menelusuri rangkaian silsilah Wisnuwangsa melalui sejumlah tokoh, di antaranya Sri Dharmawangsa, Sri Kameswara, Sri Erlangga, Sri Jayabaya, dan Sri Jayasaba. Perjalanan keturunan kemudian berlanjut hingga Sirarya Kepakisan yang turun ke Bali atas perintah Patih Gajah Mada dan menjadi patih adipati Sri Kresna Kepakisan di Samprangan. Dari Sirarya Kepakisan, garis keturunan berkembang melalui Pangeran Asak dan Pangeran Nyuhaya. Keturunan Pangeran Asak kemudian berlanjut hingga raja-raja Mengwi, sedangkan garis Pangeran Nyuhaya berkembang melalui sejumlah keturunan yang terhubung dengan Karangasem, Sibetan, dan Klungkung. Babad ini dengan demikian menelusuri perjalanan panjang silsilah Wisnuwangsa dari Medang Kemulan hingga berkembang dalam berbagai garis keturunan di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904c0e37199.jpg" length="805482" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Gde Santha Wijaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Mengwi: Prahara Tahta dan Sinar Kebangkitan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Mengwi (Koleksi Gedong Kirtya No. Va. 1340/12) yang aslinya ditulis di atas 66 lembar daun lontar dalam bahasa Jawa Kuna berhuruf Bali oleh I Gusti Putu Mayun, merupakan epik sejarah yang merekam pasang surut kekuasaan wangsa Arya di Pulau Dewata. Naskah ini mengisahkan garis waktu yang panjang, mulai dari kedatangan Sri Nararya Kresna Kapakisan, era kejayaan Kerajaan Gelgel, hingga munculnya prahara politik seperti pemberontakan berdarah dan invasi Buleleng yang memicu keruntuhan kerajaan. Meskipun dipenuhi dengan intrik, diaspora keluarga kerajaan, dan perebutan pusaka sakti, narasi epik ini pada akhirnya bermuara pada sebuah resolusi gemilang. Kedamaian serta puncak kejayaan Kerajaan Mengwi berhasil direstorasi kembali di bawah tampuk kepemimpinan yang bijaksana dari Ida Cokorda Made Agung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9041ca7f879.jpg" length="160922" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Nohan Suryantha</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Resi Waisnawa: Awal Mula Ajaran Siwa&amp;Waisnawa di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-resi-waisnawa-awal-mula-ajaran-siwa-waisnawa-di-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-resi-waisnawa-awal-mula-ajaran-siwa-waisnawa-di-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Resi Waisnawa merupakan naskah lontar bernomor Va. 4742 yang disimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Geria Sunya, Kaba-kaba, Tabanan. Kisah ini menelusuri masuk dan menyatunya ajaran Siwa dan Buda di Bali pada masa pemerintahan Ida Dewagung Airlangga, yang dipelopori oleh Mpu Kuturan dan Mpu Pradah. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita ini dipenuhi dengan evolusi spiritual Siwa Waisnawa hingga lahirnya tradisi Sengguhu Bujangga, serta pembentukan peran Tri Sadaka dalam memimpin upacara penyucian alam (penangluk merana). Babad ini bukan sekadar catatan teologis, melainkan juga kisah perjalanan silsilah tokoh-tokoh penting dan penyebaran keturunan pelindung spiritual di berbagai wilayah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a903fe97e6ef.jpg" length="125987" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Putu Ayu Sundari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Jawa Nguni : Manusia Pertama di Bumi dan Silsilah para Gusti di Jawa dan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-jawa-nguni-manusia-pertama-di-bumi-dan-silsilah-para-gusti-di-jawa-dan-bali-5640</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-jawa-nguni-manusia-pertama-di-bumi-dan-silsilah-para-gusti-di-jawa-dan-bali-5640</guid>
        <description><![CDATA[ Dalam babad ini diceritakan asal-usul manusia pertama, Hyang Manu atau Sri Jaya Langit, hingga berkembangnya keturunan para raja dan gusti di Jawa dan Bali. Kisah kemudian menelusuri silsilah keturunan Pangeran Nyuhaya, termasuk I Gusti Patandakan, I Gusti Batan Jeruk, dan keluarga Karangasem. Babad juga menceritakan perselisihan antarkeluarga, perkawinan, kematian, pergantian kekuasaan, serta penyebaran keturunan para gusti ke berbagai wilayah di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9013607b799.jpg" length="141397" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ngurah Gede</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Paminggir : Kutukan Naga Dan Lahirnya Sang Senopati</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-paminggir-kutukan-naga-dan-lahirnya-sang-senopati</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-paminggir-kutukan-naga-dan-lahirnya-sang-senopati</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Paminggir merupakan naskah babad bernomor Va.4832 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Jero Kanginan, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Bali Halus dan ditulis oleh Ida Bagus Gede Geria. Kisahnya menelusuri dua garis keturunan yang pada akhirnya berpusat pada pengabdian di Kerajaan Gelgel, diawali dengan perjalanan Ida Manik Angkeran yang memicu terciptanya Selat Segara Rupek hingga ia mencapai moksa di tanah Bali. Perjalanan cerita berlanjut pada kelahiran I Gusti Ngurah Paminggir, seorang bayi yatim piatu yang diadopsi (diperas) oleh kakeknya, Arya Manguri, sehingga ia mewarisi status Wangsa Wesya. Di tengah kisah, pergolakan terjadi ketika desa-desa pegunungan menentang kekuasaan Dalem Gelgel, yang memicu I Gusti Ngurah Paminggir tampil sebagai senopati penakluk demi menegakkan wibawa kerajaan. Kisah kemudian berlanjut pada kepulangannya yang diwarnai duka atas wafatnya sang kakek, penyisipan aturan adat leluhur tentang cuntaka, hingga keberlanjutan trah Paminggir secara turun-temurun yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fd91f3a48a.jpg" length="542999" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 12 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ramadhan Maulana</dc:creator>
        <media:keywords>babad paminggir kutukan naga jelantik manik angkeran</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Tutuan: Pangeran, Penggembala, dan Pantangan Buah Timbul</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-tutuan-pangeran-penggembala-dan-pantangan-buah-timbul</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-tutuan-pangeran-penggembala-dan-pantangan-buah-timbul</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Tutuan merupakan naskah babad bernomor Va.5031 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Ida Bagus Made Rai. Naskah berbahasa Jawa Kuna ini mengisahkan asal-usul dan perjalanan I Mantri Tutuwan, mulai dari garis keturunan Dalem Mangori, hubungannya dengan I Berit Kuning, hingga penurunan derajatnya menjadi I Mantri Tutuan yang melahirkan pantangan memakan buah timbul. Kisah berlanjut pada pengabdiannya kepada para penguasa, kehidupan sebagai penggembala, perkembangan keturunan Tutuwan, serta konflik I Rare Angon dengan I Surakerta yang berakhir dengan terbunuhnya I Rare Angon dan menghilangnya lembu setelah dipelihara selama tujuh hari. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f021487033.jpg" length="565155" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 09 Sep 2026 10:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Edy Windu</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Arya Kutawaringin: Jejak Sang Arya dari Tanah Jawa hingga Gelgel</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-arya-kutawaringin-jejak-sang-arya-dari-tanah-jawa-hingga-gelgel</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-arya-kutawaringin-jejak-sang-arya-dari-tanah-jawa-hingga-gelgel</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Arya Kutawaringin adalah naskah babad berbahasa Jawa Kuna dengan aksara Bali yang tercatat dengan nomor Va. 6260 dalam Katalog Buku Salinan Lontar Digital UPTD Gedong Kirtya Singaraja. Naskah ini berasal dari Jero Kanginan, Sidemen, Karangasem, dan mengisahkan perjalanan garis keturunan Arya Kutawaringin dari leluhur di Jawa hingga berkembang di Bali. Kisahnya berkaitan dengan kedatangan para Arya dari Majapahit ke Bali di bawah pimpinan Mahapatih Gajah Mada, termasuk Arya Kutawaringin yang kemudian ditempatkan di Gelgel dan menjalankan peranan dalam pemerintahan kerajaan. Dari Arya Kutawaringin berkembang keturunan yang kemudian menyebar di berbagai wilayah Bali, termasuk garis keturunan yang berkembang di Kubon Tubuh. Babad ini bukan hanya mencatat silsilah Arya Kutawaringin, tetapi juga menggambarkan perjalanan leluhur, perpindahan dari Jawa ke Bali, pengabdian kepada kerajaan, serta perkembangan garis keturunan dari satu generasi ke generasi berikutnya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc226398d6.jpg" length="174163" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 09:11:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Intan Prameswari</dc:creator>
        <media:keywords>babad arya kutawaringin, babad bali, sejarah bali, arya kutawaringin, kerajaan gelgel, kerajaan klungkung, gajah mada bali, ekspedisi gajah mada, dalem waturenggong, dalem ketut kresna kepakisan, silsilah raja bali, leluhur bali, wangsa arya bali, sejarah kerajaan bali, budaya bali, ilustrasi ai sejarah bali, komik babad bali, udaya bali, pustaka lontar bali, majapahit bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad I Gusti Ngurah Sidemen: Perjalanan Keturunan Wangsa Sidemen dan Sejarah Pengabdian Kesatria Sidemen</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-i-gusti-ngurah-sidemen</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-i-gusti-ngurah-sidemen</guid>
        <description><![CDATA[ Babad I Gusti Ngurah Sidemen adalah naskah babad berbahasa Jawa Kuna dengan aksara Bali yang tercatat dengan nomor Va. 3353 dalam Katalog Buku Salinan Lontar Digital UPTD Gedong Kirtya Singaraja. Babad ini berasal dari Jero Kaleran, Sidemen, Karangasem. Babad ini mengisahkan bagaimana perjalanan panjang garis keturunan yang bermula dari para leluhur, kisah Manik Angkeran dengan Naga Basukih, hingga keturunan Tulusdewa dan Ida Penataran. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, keturunan tersebut berpindah dan menetap di berbagai wilayah hingga salah satu garisnya berkembang di Sidemen melalui I Gusti Made Kacang dan I Gusti Kaler. Kisah ini terus berlanjut hingga I Gusti Ngurah Sidemen yang akhirnya gugur dalam peperangan di Bangbang Biaung. Babad ini bukan hanya catatan silsilah, tetapi juga mencerminkan bagaimana perjalanan sebuah keluarga membentuk keberadaan keluarga Sidemen dengan berbagai perjuangannya sehingga dapat meneruskan garis keturunannya dari satu generasi ke generasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fdf8d247ca.jpg" length="195936" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 15:16:20 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ida Ayu Putu Audrey Tara Cahyarani</dc:creator>
        <media:keywords>Sejarah Bali, Babad, Babad Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Bangli: Pasraman Ki Dukuh, Kemelut Gelgel, dan Sentana Dauh di Denkuta</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-bangli-pasraman-ki-dukuh-kemelut-gelgel-sentana-dauh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-bangli-pasraman-ki-dukuh-kemelut-gelgel-sentana-dauh</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Bangli merupakan naskah babad klasik bernomor registrasi Va. 695 yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja, bersumber dari koleksi I Gusti Putu Jlantik dan Anak Agung Negara, serta disalin oleh I Gusti Nyoman Subali. Kisah ini merentang dari ketenteraman Pasraman Ki Dukuh Suladri, pertemuan kembali putra mahkota Gelgel yang hilang, hingga meletusnya perpecahan dan pengkhianatan patih di Puri Swecalingarsapura. Di tengah kemelut wafatnya Bhatara Dalem di Toya Bubuh dan amukan perang yang melibatkan Ki Panji Sakti dari Buleleng, babad ini mengabadikan kesetiaan para abdi yang dipimpin Lurah Singarsa dalam mengawal kelanjutan trah Dalem melalui Kyayi Dauh di Denkuta yang dicatat abadi dalam piagam sejarah. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d68a6400ac.jpg" length="143680" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 18:14:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Agus Darma</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bangli, Ki Dukuh Suladri, Dalem Gelgel, Keris Ki Lobar, Keris Ki Tanda Langlang, Kyayi Dauh, Denkuta, Ki Panji Sakti, Gedong Kirtya, Sejarah Bali, Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Tabanan: Takdir Keturunan Arya Kenceng dalam Pusaran Tabanan dan Badung</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-tabanan-takdir-keturunan-arya-kenceng-dalam-pusaran-tabanan-dan-badung</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-tabanan-takdir-keturunan-arya-kenceng-dalam-pusaran-tabanan-dan-badung</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Tabanan merupakan naskah babad bernomor Va. 3478 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Puri Anyar Tabanan. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuna dan ditulis oleh I Gusti Ngurah Ketut Sangka. Kisahnya menelusuri perjalanan trah Sira Arya Kenceng dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga berkembang di wilayah Tabanan dan Badung. Perjalanan ini berlanjut melalui pemerintahan, hubungan antartokoh yang terjalin melalui perkawinan, serta penyebaran trah ke wilayah lain. Di tengah kisah, kabar duka tentang terbunuhnya salah satu keturunan memicu kemarahan Ki Gusti Agung Badung dan membawa cerita pada rangkaian kematian di tengah hubungan antarkeluarga yang telah terjalin. Kisah kemudian berlanjut hingga pergantian pemerintahan yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d0ba2abc6c.jpg" length="137310" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 24 Aug 2026 05:01:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Bunga Makayla Nasywanaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Arya Pacung: Dari Pacung Bermula Sebuah Perjalanan Panjang Tentang Leluhur, Pusaka, Konflik, dan Darah Keturunan yang Terus Mengalir hingga Menorehkan Jejaknya di Tanah Bali.</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-arya-pacung-dari-pacung-bermula-sebuah-perjalanan-panjang-tentang-leluhur-pusaka-konflik-dan-darah-keturunan-yang-terus-mengalir-bingga-menorehkan-jejaknya-di-tanah-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-arya-pacung-dari-pacung-bermula-sebuah-perjalanan-panjang-tentang-leluhur-pusaka-konflik-dan-darah-keturunan-yang-terus-mengalir-bingga-menorehkan-jejaknya-di-tanah-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Arya Pacung merupakan babad bergambar yang mengisahkan perjalanan Si Arya Sentong dan keturunannya dari Desa Pacung, termasuk kisah Kiyai Ngurah Pacung, pusaka, konflik keluarga, perjalanan tokoh-tokohnya, serta perkembangan keturunan yang menyebar ke berbagai wilayah di Bali. Karya ini diadaptasi berdasarkan sumber naskah Babad Arya Pacung Va. 2623 dari Gedong Kirtya Singaraja. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9436821d169.jpg" length="168048" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 15:22:05 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dwipayana Panji</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Arya Pacung, Babad Bali, Sejarah Bali, Budaya Bali, Naskah Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Gusti Celuk: Asal Usul, Perjalanan, dan Jejak Keturunan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-gusti-celuk-asal-usul-perjalanan-dan-jejak-keturunan-5499</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-gusti-celuk-asal-usul-perjalanan-dan-jejak-keturunan-5499</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Gusti Celuk merupakan naskah babad bernomor Va. 1315/10 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi I Ketut Kajeng, Banjar Tegal, Singaraja. Kisahnya mengikuti perjalanan Ki Gusti Celuk, keturunan Ki Gusti Kaler, yang harus meninggalkan Gelgel dan kemudian menapaki perjalanan panjang yang membawa keluarganya ke berbagai wilayah di Bali hingga Lombok. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita dipenuhi perpindahan, perkawinan antarkeluarga bangsawan, konflik, serta terbentuknya berbagai cabang keturunan Gusti Celuk. Babad ini bukan sekadar silsilah, melainkan kisah tentang perjalanan sebuah keluarga yang terus bertahan, berkembang, dan meninggalkan jejak di berbagai wilayah. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a85cb3633f64.jpg" length="168746" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:25:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dhika Pradana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>