<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/latest-posts</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Bukit Surga: Tempat Terbaik Menyaksikan Sunrise di Karangasem</title>
        <link>https://budayabali.com/id/bukit-surga-tempat-terbaik-menyaksikan-sunrise-di-karangasem</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/bukit-surga-tempat-terbaik-menyaksikan-sunrise-di-karangasem</guid>
        <description><![CDATA[ Pulau Bali terkenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Salah satu destinasi yang wajib Anda kunjungi adalah Bukit Surga, sebuah lokasi di Karangasem, Bali Timur, yang menawarkan pengalaman menyaksikan matahari terbit dengan latar belakang panorama alam yang menakjubkan. Tempat ini semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama bagi mereka yang mencari suasana tenang dan keindahan alam yang menenangkan jiwa. Selain menjadi spot terbaik untuk menikmati sunrise, Bukit Surga juga merupakan destinasi favorit bagi para pencinta aktivitas berkemah di alam terbuka. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_679309d65a0e8.jpg" length="173092" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 09 Oct 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>raviarnan</dc:creator>
        <media:keywords>Bukit</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Spiritual Dang Hyang Nirartha: Pendeta Suci dalam Perjalanan Hindu Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-spiritual-dang-hyang-nirartha-pendeta-suci-dalam-perjalanan-hindu-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-spiritual-dang-hyang-nirartha-pendeta-suci-dalam-perjalanan-hindu-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Dang Hyang Nirartha (Mpu Nirartha / Dang Hyang Dwijendra) adalah pendeta Hindu Saiwa dari Jawa pada masa runtuhnya Majapahit. Ia melakukan dharmayatra ke Bali pada akhir abad ke-15, memperkenalkan padmasana sebagai simbol pemujaan langsung kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta membangun banyak pura penting seperti Uluwatu dan Tanah Lot. Ajaran dan peninggalannya masih menjadi dasar spiritual Hindu Bali hingga kini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2cf467acc6.jpg" length="74597" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 09 Oct 2026 05:25:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Kadek Pindra Dwi Permana</dc:creator>
        <media:keywords>Dang Hyang Nirartha, Mpu Nirartha, Dang Hyang Dwijendra, Hindu, Bali, Majapahit, Dharmayatra, Padmasana, Pura Uluwatu, Pura Tanah Lot, Moksha, Sejarah Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>BABAD RUSAK BANJAR: Demi Tanah Banjar, Mereka Memilih Melawan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-rusak-banjar-demi-tanah-banjar-mereka-memilih-melawan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-rusak-banjar-demi-tanah-banjar-mereka-memilih-melawan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Rusak Banjar merupakan naskah babad bernomor Va.918/3 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dari koleksi I Ketut Gelgel. Berlatar di tengah cengkeraman kekuasaan kolonial Belanda di Buleleng, naskah berbahasa Bali (Gaguritan) ini menelusuri ketegangan di Kerajaan Banjar saat sang Raja, I Gusti Made Rai, mengambil keputusan berani untuk menolak sistem upeti yang menindas. Saat tekanan dari utusan Belanda memicu amarah dan perlawanan rakyat, mampukah benteng pertahanan Banjar serta keberanian para patih andalannya menahan gempuran armada perang yang datang dari kejauhan? Sebuah kisah perjuangan dan pertaruhan nasib sebuah kerajaan di tanah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a911bab0b4a8.jpg" length="593002" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Satria Pratama</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ajeran: Tanaman Liar yang Dimanfaatkan sebagai Ramuan Tradisional untuk Demam dalam Usadha Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/ajeran-tanaman-liar-yang-dimanfaatkan-dalam-sebagai-ramuan-tradisional-untuk-demam-dalam-usadha-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/ajeran-tanaman-liar-yang-dimanfaatkan-dalam-sebagai-ramuan-tradisional-untuk-demam-dalam-usadha-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Ajeran merupakan salah satu tanaman yang dikenal dalam pengetahuan pengobatan tradisional Bali atau Usadha Bali. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Bidens pilosa L. ini sering tumbuh liar di sekitar halaman, kebun, maupun lahan terbuka dan kerap dianggap sebagai gulma. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, Ajeran ternyata dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan ramuan untuk membantu mengatasi demam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d13741c0ca.jpg" length="113602" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 05:09:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Erick Fedryano</dc:creator>
        <media:keywords>Ajeran, Usadha Bali, Obat, Demam, Ramuan Tradisional, Bali, Tradisional, Warisan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Majelangu Gerenceng :  Tradisi Unik Membuka Pasar Setiap Hari Raya Nyepi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-majelangu-gerenceng-keunikan-tradisi-membuka-pasar-setiap-hari-raya-nyepi-dalam-rangkamenolakgrubug</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-majelangu-gerenceng-keunikan-tradisi-membuka-pasar-setiap-hari-raya-nyepi-dalam-rangkamenolakgrubug</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Majelangu Gerenceng merupakan salah satu pura yang memiliki keunikan tradisi tersendiri di Bali, khususnya dalam kaitannya dengan perayaan Hari Raya Nyepi.  Pura ini menjadi pusat perhatian setiap kali Nyepi tiba, berkat tradisi khasnya yang dikenal dengan ritual membuka pasar. Tradisi ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari upaya spiritual masyarakat Hindu Bali untuk menolak grubug atau bencana yang diyakini dapat mengganggu keseimbangan alam semesta. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_679209b4e7de9.jpg" length="145747" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 05:21:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>reehandn</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Dewa Ring Tolangkir: Takdir Empat Bhatara Penjaga Gunung dalam Pusaran Perselisihan, Kutukan, dan Lahirnya Tatanan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-dewa-ring-tolangkir-takdir-empat-bhatara-penjaga-gunung-dalam-pusaran-perselisihan-kutukan-dan-lahirnya-tatanan-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-dewa-ring-tolangkir-takdir-empat-bhatara-penjaga-gunung-dalam-pusaran-perselisihan-kutukan-dan-lahirnya-tatanan-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Dewa Ring Tolangkir merupakan naskah babad yang tercatat dalam koleksi Gedong Kirtya Singaraja dengan kode Va. 5121, berasal dari koleksi Geria Telaga, Sanur. Naskah ini menggunakan bahasa Bali bercampur Jawa Kuna Tengahan dan ditulis dalam aksara Bali. Kisahnya menceritakan perjalanan para Bhatara yang berstana di berbagai gunung suci, khususnya empat saudara yaitu I Raras di Gunung Andakasa, I Lyang di Gunung Lebah, Bhatara Batur di Gunung Batur, dan I Sruna di Gunung Agung. Keempat Bhatara tersebut memiliki tugas masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam, mulai dari memelihara taman, tanaman, binatang, hingga kehidupan di wilayah kekuasaannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90e952a91cf.jpg" length="163603" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 11:52:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Indah Aprilia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Harmoni Pulau Dewata (1460 M): Arsitektur dan Kehidupan Sosial di Masa Keemasan Waturenggong</title>
        <link>https://budayabali.com/id/harmoni-pulau-dewata-1460-m-arsitektur-dan-kehidupan-sosial-di-masa-keemasan-waturenggong</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/harmoni-pulau-dewata-1460-m-arsitektur-dan-kehidupan-sosial-di-masa-keemasan-waturenggong</guid>
        <description><![CDATA[ Masa keemasan Bali abad ke-15 di bawah Dalem Waturenggong ketika arsitektur suci, perdagangan dan kehidupan sosial berjalan harmonis mewujudkan Pulau Dewata sebagai pusat budaya dan spiritual ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abee7cfd6678.jpg" length="100305" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 02 Oct 2026 05:35:13 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Anindya Maheswari Putri Owen</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pande Tista: Jejak Swadharma &amp;amp; Perjalanan Generasi Pande Besi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pande-tista-jejak-swadharma-perjalanan-generasi-pande-besi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pande-tista-jejak-swadharma-perjalanan-generasi-pande-besi</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Pande Tista merupakan naskah babad bernomor Va. 4713 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Kakiang Dayu Putu Muliani dari Geria Gede Panarukan, Kerambitan, Tabanan. Kisahnya diawali dari kedukaan De Bandesa Kaywan atas kematian istrinya, hingga kedatangan Danghyang Kanaka dari Daerah Kling yang kelak mewariskan ajaran swadharma pandai besi kepada keturunannya sebelum kembali ke Jawa. Perjalanan ini berlanjut dengan penguraian silsilah leluhur hingga era Pangeran Kayu Mas dan Sira De Kayu Mas yang menguatkan tradisi pandai besi. Di tengah dinamika perpindahan tokoh-tokoh Arya serta pengungsian antarwilayah seperti Gelgel, Mambal, Sibang, hingga Jembrana, ikatan pengabdian keturunan Pande terus berlanjut hingga akhirnya Ki Pande mengungsi dan menetap di Desa Tista, Kerambitan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904ed2120eb.jpg" length="167119" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 16:55:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Komang Arika Devi Cahyani</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Kalender Wariga Bali October 2026</title>
        <link>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-october-2026</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-october-2026</guid>
        <description><![CDATA[ Simaklah Wariga Bali dalam bentuk visual yang menarik dan informatif. Disajikan dengan atribut Wariga Bali yang lengkap, sebagai pemandu dalam menentukan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan gambaran mengenai karakter dan potensi diri seseorang. Tekan tombol navigasi pada pojok kanan atas gambar untuk melihat Kalender Wariga Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abd3ae06a38a.jpg" length="162154" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 00:43:07 +0800</pubDate>
        <dc:creator>damarsangkara</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Kalender Wariga Bali September 2026</title>
        <link>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-september-2026</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-september-2026</guid>
        <description><![CDATA[ Simaklah Wariga Bali dalam bentuk visual yang menarik dan informatif. Disajikan dengan atribut Wariga Bali yang lengkap, sebagai pemandu dalam menentukan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan gambaran mengenai karakter dan potensi diri seseorang. Tekan tombol navigasi pada pojok kanan atas gambar untuk melihat Kalender Wariga Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abd3502e59ae.jpg" length="180126" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 00:21:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>damarsangkara</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pulesari: Asal Usul, Pengasingan, dan Jejak Keturunan Dalem Tarukan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pulesari-asal-usul-pengasingan-dan-jejak-keturunan-dalem-tarukan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pulesari-asal-usul-pengasingan-dan-jejak-keturunan-dalem-tarukan</guid>
        <description><![CDATA[ Kisah Dalem Tarukan yang terusir dari istananya akibat konflik keluarga, hingga mendirikan pedukuhan Pulesari di kaki Gunung Peniddha beserta pantangan sakral bagi keturunannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a903d4f5b536.jpg" length="110264" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nanda Aulia Rahman</dc:creator>
        <media:keywords>babad pulesari, dalem tarukan, dalem samprangan, sejarah bali, silsilah bali, gunung peniddha, tarukan pejeng, babad bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tajog dalam Permainan Tradisional Bali: Keseimbangan, Ketangkasan, dan Nilai Sosial</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tajog-dalam-permainan-tradisional-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tajog-dalam-permainan-tradisional-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Di atas dua batang bambu setinggi lutut hingga paha, anak-anak Bali dahulu belajar sesuatu yang lebih dari sekadar berjalan, cara menjaga tubuh tetap stabil sambil terus bergerak maju. Permainan bernama Tajog ini sederhana secara alat, tetapi menyimpan pelajaran tentang ketekunan, kerja keras, dan sportivitas. Di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan dunia digital, Tajog dapat dihidupkan kembali sebagai permainan yang mengajak mereka meninggalkan sejenak layar smartphone, bergerak lebih aktif, dan menikmati interaksi langsung bersama teman-temannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8c5b5429d62.jpg" length="103933" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:31:36 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Jesslyne</dc:creator>
        <media:keywords>Tajog, permainan tradisional Bali, permainan tradisional, budaya Bali, egrang Bali, keseimbangan, ketangkasan, pelestarian budaya, permainan anak Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Batu Bolong Canggu: Sumur Suci Danghyang Nirartha dan Pelinggih diatas Batu Karang</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-batu-bolong-canggu-sumur-suci-danghyang-nirartha-dan-pelinggih-diatas-batu-karang</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-batu-bolong-canggu-sumur-suci-danghyang-nirartha-dan-pelinggih-diatas-batu-karang</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Batu Bolong di Canggu memiliki sebuah pelinggih yang berdiri di atas batu karang berlubang sarat makna spiritual dan diyakini berkaitan dengan perjalanan suci Danghyang Nirartha pada tahun 1489 M. Konon, beliau menciptakan tujuh sumur di laut sebagai sumber penyucian dan pengobatan. Kini, pura yang berjarak sekitar 12,7 km dari Kota Denpasar ini menjadi pusat upacara umat Hindu sekaligus destinasi wisata budaya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bfa23e55749.jpg" length="140366" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:23:33 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Made Nanda Prasetya Dwipayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Air Terjun Bukit Buwung: Keindahan Alam, Kesunyian, dan Pesona Desa Tua, Kecamatan Marga</title>
        <link>https://budayabali.com/id/air-terjun-bukit-buwung-keindahan-alam-kesunyian-dan-pesona-desa-tua-kecamatan-marga-5646</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/air-terjun-bukit-buwung-keindahan-alam-kesunyian-dan-pesona-desa-tua-kecamatan-marga-5646</guid>
        <description><![CDATA[ Air Terjun Bukit Buwung merupakan salah satu destinasi wisata alam di Desa Tua, Tabanan, yang menawarkan suasana asri. Keunikannya terlihat dari keberadaan dua air terjun dengan karakter aliran yang berbeda dalam satu kawasan. Selain itu, nama Bukit Buwung juga menyimpan kisah kepercayaan masyarakat setempat. Apa yang membuat air terjun ini berbeda dan menarik untuk dikunjungi? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a901fa2a4ea7.jpg" length="151688" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:05:46 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Luh Angelina Nadia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Agung Giri Budaya: Ruang Budaya Bali di Tanah Kupang</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-agung-giri-budaya-ruang-budaya-bali-di-tanah-kupang</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-agung-giri-budaya-ruang-budaya-bali-di-tanah-kupang</guid>
        <description><![CDATA[ Sebuah budaya tidak selalu hilang karena tidak lagi dikenal. Kadang, ia perlahan memudar ketika generasi yang seharusnya menerima warisan tersebut mulai memilih untuk berjalan ke arah lain. Lalu, bagaimana jika warisan tersebut harus tumbuh jauh dari tanah tempat ia dilahirkan? Bagaimana jika generasi yang diharapkan menjadi penerus hidup di tengah masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, memiliki kesibukan dan pilihan yang semakin beragam, sementara budaya yang diwariskan harus terus diperkenalkan agar tidak ditinggalkan? Apakah jarak dari Bali akan membuat budaya Bali semakin sulit dipertahankan? Atau justru, di tempat yang jauh dari asalnya, akan muncul cara lain untuk membuatnya tetap hidup? Dan pada akhirnya, siapa yang akan berdiri ketika generasi hari ini tidak lagi mampu menari? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90c8fd93940.jpg" length="102122" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 09:18:25 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Gusti Ayu Dwi Kencana Putri</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Biru di Ujung Selatan Bali: Panorama Pantai Blue Point di Kawasan Uluwatu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-biru-di-ujung-selatan-bali-panorama-pantai-blue-point-di-kawasan-uluwatu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-biru-di-ujung-selatan-bali-panorama-pantai-blue-point-di-kawasan-uluwatu</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Blue Point menyuguhkan panorama laut biru yang mencolok dengan ombak besar dan tebing karang yang menjulang, menciptakan suasana alam yang dramatis khas Uluwatu. Meski akses menuju pantai cukup menantang, keindahan yang ditawarkan membuat setiap langkah terasa sepadan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695c3c978f8fc.jpg" length="128939" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 26 Sep 2026 18:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Cindy Alya Herlina</dc:creator>
        <media:keywords>Pantai Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Wisnuwangsa: Jejak Keturunan dari Medang Kemulan hingga Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Wisnuwangsa merupakan naskah babad yang berasal dari koleksi Geria Kawan Sibetan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuno dengan huruf Bali dan terdiri atas 38 lembar. Kisahnya diawali dengan sloka berbahasa Sanskerta beserta penjelasannya dalam bahasa Jawa Kuno, kemudian berlanjut pada turunnya Bhatara Hyang Dimaharaja Manu ke Medang Kemulan pada tahun Çaka 530 (608 M) atas perintah Sri Bhatara Guru. Dari Manu, kisah menelusuri rangkaian silsilah Wisnuwangsa melalui sejumlah tokoh, di antaranya Sri Dharmawangsa, Sri Kameswara, Sri Erlangga, Sri Jayabaya, dan Sri Jayasaba. Perjalanan keturunan kemudian berlanjut hingga Sirarya Kepakisan yang turun ke Bali atas perintah Patih Gajah Mada dan menjadi patih adipati Sri Kresna Kepakisan di Samprangan. Dari Sirarya Kepakisan, garis keturunan berkembang melalui Pangeran Asak dan Pangeran Nyuhaya. Keturunan Pangeran Asak kemudian berlanjut hingga raja-raja Mengwi, sedangkan garis Pangeran Nyuhaya berkembang melalui sejumlah keturunan yang terhubung dengan Karangasem, Sibetan, dan Klungkung. Babad ini dengan demikian menelusuri perjalanan panjang silsilah Wisnuwangsa dari Medang Kemulan hingga berkembang dalam berbagai garis keturunan di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904c0e37199.jpg" length="805482" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Gde Santha Wijaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Peristiwa Pemindahan Keraton ke Gelgel dan Awal Kejayaan Sweca Linggarsa Pura (1401 M)</title>
        <link>https://budayabali.com/id/peristiwa-pemindahan-keraton-ke-gelgel-dan-awal-kejayaan-sweca-linggarsa-pura-1401-m</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/peristiwa-pemindahan-keraton-ke-gelgel-dan-awal-kejayaan-sweca-linggarsa-pura-1401-m</guid>
        <description><![CDATA[ Sebuah pembahasan sejarah tentang pemindahan keraton Bali dari Samprangan ke Gelgel pada tahun 1401 M, yang menjadi awal kejayaan Sweca Linggarsa Pura. Artikel ini menelusuri latar belakang politik, tokoh-tokoh penting, dan pengaruh budaya Hindu Bali, berdasarkan sumber pustaka dari lembaga resmi nasional. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6afa63d761.jpg" length="689459" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 05:29:39 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Anand Putu Rahtika</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Mengwi: Prahara Tahta dan Sinar Kebangkitan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Mengwi (Koleksi Gedong Kirtya No. Va. 1340/12) yang aslinya ditulis di atas 66 lembar daun lontar dalam bahasa Jawa Kuna berhuruf Bali oleh I Gusti Putu Mayun, merupakan epik sejarah yang merekam pasang surut kekuasaan wangsa Arya di Pulau Dewata. Naskah ini mengisahkan garis waktu yang panjang, mulai dari kedatangan Sri Nararya Kresna Kapakisan, era kejayaan Kerajaan Gelgel, hingga munculnya prahara politik seperti pemberontakan berdarah dan invasi Buleleng yang memicu keruntuhan kerajaan. Meskipun dipenuhi dengan intrik, diaspora keluarga kerajaan, dan perebutan pusaka sakti, narasi epik ini pada akhirnya bermuara pada sebuah resolusi gemilang. Kedamaian serta puncak kejayaan Kerajaan Mengwi berhasil direstorasi kembali di bawah tampuk kepemimpinan yang bijaksana dari Ida Cokorda Made Agung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9041ca7f879.jpg" length="160922" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Nohan Suryantha</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Seni Satriya Lelana: Menjaga Warisan Drama Tari Gambuh di Tanga Anak Muda Lewat Pesta Kesenian Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-seni-satriya-lelana-menjaga-warisan-drama-tari-gambuh-di-tanga-anak-muda-lewat-pesta-kesenian-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-seni-satriya-lelana-menjaga-warisan-drama-tari-gambuh-di-tanga-anak-muda-lewat-pesta-kesenian-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Berlokasi di jantung seni Desa Batuan, Gianyar, Sanggar Seni Satriya Lelana hadir sebagai rumah bagi generasi muda untuk mengenal akarnya. Kegiatan rutin sanggar meliputi pelatihan seni tari dan karawitan (tabuh) yang menempa kedisiplinan anggotanya. Namun, dedikasi terbesar mereka terletak pada upaya menjaga napas Drama Tari Gambuh, sebuah warisan klasik yang rumit dan langka. Konsistensi mereka dalam regenerasi budaya telah diakui secara luas, terbukti dari penampilan memukau mereka di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga sukses menembus panggung Ibu Kota di Festival Budaya Panji 2024. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_696fbc62a2184.jpg" length="84902" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Namsa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Seni yang Hampir Pergi, Nilai yang Dipertahankan: Museum Rudana dan Upaya Menjaga Karya Anak Bangsa di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/seni-yang-hampir-pergi-nilai-yang-dipertahankan-museum-rudana-dan-upaya-menjaga-karya-anak-bangsa-di-bali-5330</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/seni-yang-hampir-pergi-nilai-yang-dipertahankan-museum-rudana-dan-upaya-menjaga-karya-anak-bangsa-di-bali-5330</guid>
        <description><![CDATA[ Museum Rudana terletak di Ubud, Bali, dan didirikan pada tahun 1995 oleh I Nyoman Rudana sebagai wujud kepedulian terhadap keberlangsungan seni rupa Indonesia. Museum ini dibangun berdasarkan filosofi pelestarian nilai budaya dan identitas bangsa di tengah arus modernisasi. Dengan koleksi karya seni lintas generasi yang terbagi dalam tiga lantai, Museum Rudana tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan refleksi seni. Berbagai penghargaan yang diraih menjadi bukti perannya dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Indonesia. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973414ad6330.jpg" length="167233" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 21 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Gusti Ngurah Agung Vimala Pratista Putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pantai Padang Padang Uluwatu: Keunikan Lanskap dan Perkembangan Wisata Pesisir Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pantai-padang-padang-uluwatu-keunikan-lanskap-dan-perkembangan-wisata-pesisir-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pantai-padang-padang-uluwatu-keunikan-lanskap-dan-perkembangan-wisata-pesisir-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Padang Padang di kawasan Uluwatu dikenal sebagai destinasi wisata pesisir dengan lanskap unik berupa pantai tersembunyi di balik tebing kapur dan perairan laut yang jernih. Keindahan alamnya menjadikan pantai ini menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Pantai Padang Padang merepresentasikan wisata pesisir Bali yang berkembang sejalan dengan prinsip berkelanjutan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a5d5c71fcd.jpg" length="161884" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Najwa Zhafir Hanysa</dc:creator>
        <media:keywords>Pantai Padang Padang</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Resi Waisnawa: Awal Mula Ajaran Siwa&amp;Waisnawa di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-resi-waisnawa-awal-mula-ajaran-siwa-waisnawa-di-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-resi-waisnawa-awal-mula-ajaran-siwa-waisnawa-di-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Resi Waisnawa merupakan naskah lontar bernomor Va. 4742 yang disimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Geria Sunya, Kaba-kaba, Tabanan. Kisah ini menelusuri masuk dan menyatunya ajaran Siwa dan Buda di Bali pada masa pemerintahan Ida Dewagung Airlangga, yang dipelopori oleh Mpu Kuturan dan Mpu Pradah. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita ini dipenuhi dengan evolusi spiritual Siwa Waisnawa hingga lahirnya tradisi Sengguhu Bujangga, serta pembentukan peran Tri Sadaka dalam memimpin upacara penyucian alam (penangluk merana). Babad ini bukan sekadar catatan teologis, melainkan juga kisah perjalanan silsilah tokoh-tokoh penting dan penyebaran keturunan pelindung spiritual di berbagai wilayah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a903fe97e6ef.jpg" length="125987" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Putu Ayu Sundari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Air Mata Suci Samobarong: Kisah Mata Air yang Tak Hanya Mengalir, tetapi Juga Menyimpan Warisan Leluhur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/air-mata-suci-samobarong-tinggarsari</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/air-mata-suci-samobarong-tinggarsari</guid>
        <description><![CDATA[ Jauh di tengah hutan Desa Adat Tinggarsari terdapat Air Mata Suci Samobarong, sebuah mata air pegunungan yang sejak dahulu dipercaya memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat. Airnya yang jernih dan dingin tidak hanya digunakan untuk pemandian dan melukat, tetapi juga memiliki cerita tentang penyembuhan, meditasi, serta berbagai kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap memilih menjaga mata air ini agar kesucian dan keasriannya tidak hilang. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904b427872e.jpg" length="139733" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 05:38:49 +0800</pubDate>
        <dc:creator>kusuma</dc:creator>
        <media:keywords>Air Mata Suci  SamoBarong</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Usadha Kayu Santen: Warisan Obat Tradisional Khas Bali Penyembuh Maag</title>
        <link>https://budayabali.com/id/usadha-kayu-santen-warisan-obat-tradisional-khas-bali-penyembuh-maag-5883</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/usadha-kayu-santen-warisan-obat-tradisional-khas-bali-penyembuh-maag-5883</guid>
        <description><![CDATA[ Pohon kayu santen atau yang dikenal dalam masyarakat Bali sebagai turus urip ternyata tidak hanya dimanfaatkan sebagai pagar hidup di pekarangan rumah. Dalam pengetahuan Usadha Bali, tanaman ini dikenal sebagai bahan loloh yang digunakan secara tradisional untuk keluhan sakit maag dan gangguan pencernaan.  Dalam lontar usadha Taru Pramana, kayu santen tercatat sebagai tanaman obat tradisional yang berkhasiat meredakan sakit maag. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a96981899744.jpg" length="66593" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 04:51:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Bryant Alexandrew Christian Guntoro</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Tirta Seganing: Tempat Penyucian di Tengah Sawah Gianyar</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-tirta-seganing-tempat-penyucian-di-tengah-sawah-gianyar</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-tirta-seganing-tempat-penyucian-di-tengah-sawah-gianyar</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Tirta Seganing di Gianyar, Bali, terkenal sebagai tempat ritual penglukatan dengan air suci yang dipercaya dapat membersihkan diri. Meskipun dikelilingi alam yang asri, pura ini sering sepi pengunjung, dengan mayoritas yang datang adalah warga lokal Gianyar. Kurangnya promosi dan informasi membuat pura ini kurang dikenal, padahal memiliki potensi untuk menjadi destinasi yang lebih ramai. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f8bd64db037.jpg" length="134509" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 04:51:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Vika Andini</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Dalem Ketut Ngelusir: Pendiri Kerajaan Gelgel</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dalem-ketut-ngulesir-pendiri-kerajaan-gelgel-4663</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dalem-ketut-ngulesir-pendiri-kerajaan-gelgel-4663</guid>
        <description><![CDATA[ Dalem Ketut Ngulesir, juga dikenal sebagai Dalem Semara Kepakisan, merupakan pendiri dan raja pertama Kerajaan Gelgel setelah memindahkan pusat pemerintahan dari Samprangan karena kepemimpinan kakaknya dianggap lemah. Pada masa pemerintahannya, ia menghadiri pertemuan di Majapahit dan ketika kembali ke Bali dikawal oleh 40 prajurit Muslim Majapahit yang kemudian diberi tanah di Gelgel sebagai tempat tinggal, sehingga lahirlah komunitas Islam tertua di Bali dengan Masjid Nurul Huda sebagai pusat ibadah. Kebijakan dan kepemimpinannya menjadikan Gelgel pusat politik dan kebudayaan Bali selama berabad-abad serta meninggalkan warisan sejarah yang penting bagi hubungan antarbudaya di Pulau Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d69788ce582.jpg" length="103892" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 18 Sep 2026 05:27:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Arthur Jessel</dc:creator>
        <media:keywords>Dalem Ketut Ngulesir, Gelgel Kingdom</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Jawa Nguni : Manusia Pertama di Bumi dan Silsilah para Gusti di Jawa dan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-jawa-nguni-manusia-pertama-di-bumi-dan-silsilah-para-gusti-di-jawa-dan-bali-5640</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-jawa-nguni-manusia-pertama-di-bumi-dan-silsilah-para-gusti-di-jawa-dan-bali-5640</guid>
        <description><![CDATA[ Dalam babad ini diceritakan asal-usul manusia pertama, Hyang Manu atau Sri Jaya Langit, hingga berkembangnya keturunan para raja dan gusti di Jawa dan Bali. Kisah kemudian menelusuri silsilah keturunan Pangeran Nyuhaya, termasuk I Gusti Patandakan, I Gusti Batan Jeruk, dan keluarga Karangasem. Babad juga menceritakan perselisihan antarkeluarga, perkawinan, kematian, pergantian kekuasaan, serta penyebaran keturunan para gusti ke berbagai wilayah di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9013607b799.jpg" length="141397" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ngurah Gede</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Antara Palu, Doa, dan Tren Masa Kini: Sisi Lain Regenerasi Pengrajin Emas Klungkung</title>
        <link>https://budayabali.com/id/antara-palu-doa-dan-tren-masa-kini-sisi-lain-regenerasi-pengrajin-emas-klungkung</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/antara-palu-doa-dan-tren-masa-kini-sisi-lain-regenerasi-pengrajin-emas-klungkung</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Tegak, Klungkung, emas ditempa bukan dengan mesin cetak, melainkan dengan palu, api, dan kesabaran bertahun-tahun. Namun berbeda dari dugaan banyak orang, keahlian ini ternyata tidak diwariskan berdasarkan garis keturunan, melainkan tumbuh dari ketekunan personal I Kadek Suana, salah satu pengrajin yang masih bertahan di tengah gempuran perhiasan pabrikan dan derasnya arus generasi muda yang berpaling ke dunia digital. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa3a45674b45.jpg" length="127683" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Yoga Adhi Pradhitia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Lahir di Ambang Badai, Bertahan demi Tradisi: Hikayat Sanggar Seni Pranawa Swaram.</title>
        <link>https://budayabali.com/id/lahir-di-ambang-badai-bertahan-demi-tradisi-hikayat-sanggar-seni-pranawa-swaram</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/lahir-di-ambang-badai-bertahan-demi-tradisi-hikayat-sanggar-seni-pranawa-swaram</guid>
        <description><![CDATA[ Berawal dari gamelan pribadi pada tahun 2020, Sanggar Pranawa Swaram kini berkembang menjadi pusat pelestarian seni bagi generasi muda Desa Dalung. Dedikasi tulus menjaga tradisi ini sukses mengantarkan mereka mewakili Kabupaten Badung di panggung bergengsi PKB 2025. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_6946b381396b0.jpg" length="183909" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:56:42 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Gede Pasek Surya Dharma Kesuma</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Aksara Wréastra: Identitas Bali dalam Goresan Huruf</title>
        <link>https://budayabali.com/id/aksara-wreastra-identitas-bali-dalam-goresan-huruf</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/aksara-wreastra-identitas-bali-dalam-goresan-huruf</guid>
        <description><![CDATA[ Aksara Wréastra adalah aksara dasar dalam sistem aksara Bali yang menjadi pondasi tradisi literasi masyarakat sejak berabad-abad lalu. Goresannya tidak sekadar huruf, tetapi simbol identitas, spiritualitas, dan kesinambungan budaya Bali. Di tengah arus modernisasi, Wréastra terus dijaga melalui lontar, pendidikan, hingga adaptasi teknologi sebagai warisan peradaban yang tetap hidup. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d38b782ccff.jpg" length="121027" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:33:35 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Putu Candradevi Davantari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Desa Adat Serokadan: Misteri di Balik Lenyapnya Identitas Hyang Putih dan Sadungan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-adat-serokadan-misteri-lenyapnya-identitas-hyang-putih-sadungan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-adat-serokadan-misteri-lenyapnya-identitas-hyang-putih-sadungan</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Adat Serokadan di Kabupaten Bangli menyimpan pesona alam asri sekaligus teka-teki sejarah magis. Di balik ketenangannya, desa ini pernah berstatus istimewa di era Kerajaan Bali Kuno dengan nama Hyang Putih dan Sadungan, sebelum identitas aslinya disembunyikan demi menjaga rahasia leluhur. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d6f1c9fba1.jpg" length="152222" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:28:57 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Angga Tirta</dc:creator>
        <media:keywords>Desa Adat Serokadan, Sejarah Serokadan, Desa Hyang Putih, Desa Sadungan, Prasasti Srokadan, Pura Candrimanik, Ratu Gede Lingsir, Tradisi Ngelawang Agung, Bangli, Budaya Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sistem yang Saling Mengunci: Bagaimana Endogami Menjaga Tanah Leluhur Tenganan Tetap Utuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sistem-yang-saling-mengunci-bagaimana-endogami-menjaga-tanah-leluhur-tenganan-tetap-utuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sistem-yang-saling-mengunci-bagaimana-endogami-menjaga-tanah-leluhur-tenganan-tetap-utuh</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Karangasem, berlaku aturan perkawinan yang tak dijumpai di desa lain. Sebagai salah satu dari tiga desa Bali Aga yang masih bertahan, warganya diwajibkan menikah dengan sesama warga desa demi menjaga tanah warisan tetap utuh. Jika seorang pemuda nekat menikahi perempuan dari luar desa, ia harus siap kehilangan banyak hal, bahkan nasib perempuan Tenganan justru lebih berat. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka yang berani melanggarnya? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8c1a3622fbb.jpg" length="85254" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 04:46:19 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Kelvin Giarchie Atmaja</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Eksotisme Pantai Kalei: Menemukan Ketenangan Pasir Putih di Balik Benteng Tebing Kapur Kutuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Eksotisme-Pantai-Kalei:-Menemukan-Ketenangan-Pasir-Putih-di-Balik-Benteng-Tebing-Kapur-Kutuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Eksotisme-Pantai-Kalei:-Menemukan-Ketenangan-Pasir-Putih-di-Balik-Benteng-Tebing-Kapur-Kutuh</guid>
        <description><![CDATA[ Bersembunyi di balik kemegahan tebing kapur Desa Adat Kutuh, Pantai Kalei menawarkan pesona &quot;secret beach&quot; yang masih alami. Akses jalan setapak yang menantang terbayar lunas dengan hamparan pasir putih bersih dan suasana hening, menjadikannya oase ketenangan di tengah riuh pariwisata Bali Selatan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695dd04bc2192.jpg" length="131573" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 12 Sep 2026 16:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Made Santike Widiyana</dc:creator>
        <media:keywords>Pantai Kalei, Desa Adat Kutuh, Pantai Tersembunyi Bali, Wisata Kuta Selatan, Tebing Karst Kutuh, Pantai Pasir Putih Bali, Hidden Gem Badung, Spot Healing Bali, Wisata Alam Bali, Pantai Sepi Pengunjung</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Paminggir : Kutukan Naga Dan Lahirnya Sang Senopati</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-paminggir-kutukan-naga-dan-lahirnya-sang-senopati</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-paminggir-kutukan-naga-dan-lahirnya-sang-senopati</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Paminggir merupakan naskah babad bernomor Va.4832 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Jero Kanginan, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Bali Halus dan ditulis oleh Ida Bagus Gede Geria. Kisahnya menelusuri dua garis keturunan yang pada akhirnya berpusat pada pengabdian di Kerajaan Gelgel, diawali dengan perjalanan Ida Manik Angkeran yang memicu terciptanya Selat Segara Rupek hingga ia mencapai moksa di tanah Bali. Perjalanan cerita berlanjut pada kelahiran I Gusti Ngurah Paminggir, seorang bayi yatim piatu yang diadopsi (diperas) oleh kakeknya, Arya Manguri, sehingga ia mewarisi status Wangsa Wesya. Di tengah kisah, pergolakan terjadi ketika desa-desa pegunungan menentang kekuasaan Dalem Gelgel, yang memicu I Gusti Ngurah Paminggir tampil sebagai senopati penakluk demi menegakkan wibawa kerajaan. Kisah kemudian berlanjut pada kepulangannya yang diwarnai duka atas wafatnya sang kakek, penyisipan aturan adat leluhur tentang cuntaka, hingga keberlanjutan trah Paminggir secara turun-temurun yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fd91f3a48a.jpg" length="542999" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 12 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ramadhan Maulana</dc:creator>
        <media:keywords>babad paminggir kutukan naga jelantik manik angkeran</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Mpu Brahmaraja: Sejarah Leluhur Warga Pande Pada Masa Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mpu-brahmaraja-sejarah-leluhur-warga-pande-pada-masa-bali-kuno-4358</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mpu-brahmaraja-sejarah-leluhur-warga-pande-pada-masa-bali-kuno-4358</guid>
        <description><![CDATA[ Sejarah Bali tidak hanya dibentuk oleh kisah raja dan kerajaan, tetapi juga oleh peran tokoh leluhur yang memberi identitas bagi kelompok sosial tertentu. Salah satu di antaranya adalah Warga Pande, komunitas pengrajin logam yang sejak masa Bali Kuno dikenal karena kepandaiannya. Sosok sentral dalam tradisi ini adalah Mpu Brahmaraja, pendeta agung bergelar Bhagawan Pandya Bumi Sakti, yang dihormati sebagai leluhur suci sekaligus pembawa ajaran kepandean dan spiritualitas bagi keturunannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd6567108cb.jpg" length="117023" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 05:30:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Pande Nyoman Temaja Erlangga</dc:creator>
        <media:keywords>Jejak Bali, Mpu Brahmaraja, Sejarah Warga Pande, Bali Kuno, Dharma Kepandean, Panca Bayu, Bhisama Pande</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Tutuan: Pangeran, Penggembala, dan Pantangan Buah Timbul</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-tutuan-pangeran-penggembala-dan-pantangan-buah-timbul</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-tutuan-pangeran-penggembala-dan-pantangan-buah-timbul</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Tutuan merupakan naskah babad bernomor Va.5031 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Ida Bagus Made Rai. Naskah berbahasa Jawa Kuna ini mengisahkan asal-usul dan perjalanan I Mantri Tutuwan, mulai dari garis keturunan Dalem Mangori, hubungannya dengan I Berit Kuning, hingga penurunan derajatnya menjadi I Mantri Tutuan yang melahirkan pantangan memakan buah timbul. Kisah berlanjut pada pengabdiannya kepada para penguasa, kehidupan sebagai penggembala, perkembangan keturunan Tutuwan, serta konflik I Rare Angon dengan I Surakerta yang berakhir dengan terbunuhnya I Rare Angon dan menghilangnya lembu setelah dipelihara selama tujuh hari. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f021487033.jpg" length="565155" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 09 Sep 2026 10:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Edy Windu</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Krupuk Babi Byang De Abi: Viral karena Garansi Anti&amp;Remuk hingga terjual ke Seluruh Indonesia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/krupuk-babi-byang-de-abi-viral-karena-garansi-anti-remuk-hingga-terjual-ke-seluruh-indonesia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/krupuk-babi-byang-de-abi-viral-karena-garansi-anti-remuk-hingga-terjual-ke-seluruh-indonesia</guid>
        <description><![CDATA[ Berawal dari resep turun-temurun, Krupuk Babi Byang de Abi di Denpasar sukses menembus pasar nasional hingga ke pelosok Papua. Keunikan apa yang membuat kuliner khas Bali ini begitu digemari, dan bagaimana sang pemilik berani menjamin garansi ganti baru 100% jika produknya tidak renyah? Temukan rahasia kelezatan dan dedikasi di balik cita rasa autentik yang kini viral ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d932c0084b.jpg" length="110407" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 05:38:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Irham Fais Syar&apos;i</dc:creator>
        <media:keywords>krupuk</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Agung Puri Sulang : Sejarah Pura Kawitan Arya Wang Bang Pinatih</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-agung-puri-sulang-sejarah-pura-kawitan-arya-wang-bang-pinatih</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-agung-puri-sulang-sejarah-pura-kawitan-arya-wang-bang-pinatih</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Agung Puri Sulang merupakan pura kawitan bersejarah yang mencerminkan kesetiaan kaum Arya Wang Bang Pinatih terhadap Kerajaan Klungkung. Pura ini tidak hanya menjadi tempat persembahyangan bagi Bhatara Kyai Agung Pinatih Resi sebagai leluhur wangsa, tetapi juga pusat spiritual yang menanamkan nilai bakti dan pelestarian silsilah dari Jawa hingga Bali. Berdiri kokoh di atas tanah desa Sulang, pura ini menjadi simbol warisan Hindu-Bali serta sejarah dan identitas Kaum Arya Wang Bang Pinatih. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a111db8a12.jpg" length="95898" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 05:38:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Namsa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Arya Kutawaringin: Jejak Sang Arya dari Tanah Jawa hingga Gelgel</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-arya-kutawaringin-jejak-sang-arya-dari-tanah-jawa-hingga-gelgel</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-arya-kutawaringin-jejak-sang-arya-dari-tanah-jawa-hingga-gelgel</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Arya Kutawaringin adalah naskah babad berbahasa Jawa Kuna dengan aksara Bali yang tercatat dengan nomor Va. 6260 dalam Katalog Buku Salinan Lontar Digital UPTD Gedong Kirtya Singaraja. Naskah ini berasal dari Jero Kanginan, Sidemen, Karangasem, dan mengisahkan perjalanan garis keturunan Arya Kutawaringin dari leluhur di Jawa hingga berkembang di Bali. Kisahnya berkaitan dengan kedatangan para Arya dari Majapahit ke Bali di bawah pimpinan Mahapatih Gajah Mada, termasuk Arya Kutawaringin yang kemudian ditempatkan di Gelgel dan menjalankan peranan dalam pemerintahan kerajaan. Dari Arya Kutawaringin berkembang keturunan yang kemudian menyebar di berbagai wilayah Bali, termasuk garis keturunan yang berkembang di Kubon Tubuh. Babad ini bukan hanya mencatat silsilah Arya Kutawaringin, tetapi juga menggambarkan perjalanan leluhur, perpindahan dari Jawa ke Bali, pengabdian kepada kerajaan, serta perkembangan garis keturunan dari satu generasi ke generasi berikutnya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc226398d6.jpg" length="174163" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 09:11:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Intan Prameswari</dc:creator>
        <media:keywords>babad arya kutawaringin, babad bali, sejarah bali, arya kutawaringin, kerajaan gelgel, kerajaan klungkung, gajah mada bali, ekspedisi gajah mada, dalem waturenggong, dalem ketut kresna kepakisan, silsilah raja bali, leluhur bali, wangsa arya bali, sejarah kerajaan bali, budaya bali, ilustrasi ai sejarah bali, komik babad bali, udaya bali, pustaka lontar bali, majapahit bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pecahnya Payuk Pare Tirta Kamandalu: Tercetuslah Pura Belahan Alas Harum Desa Adat Basangambu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Pecahnya-Payuk-Pare-Tirta-Kamandalu:-Tercetuslah-Pura-Belahan-Alas-Harum-Desa-Adat-Basangambu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Pecahnya-Payuk-Pare-Tirta-Kamandalu:-Tercetuslah-Pura-Belahan-Alas-Harum-Desa-Adat-Basangambu</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Adat Basangambu, Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, berdiri sebuah tempat suci bernama Pura Belahan Alas Harum. Cerita tentang pura ini masih hidup dan diceritakan turun-temurun oleh masyarakat setempat, mulai dari kisah asal-usulnya yang berkaitan dengan perjalanan para dewa dan Tirta Kamandalu, hingga kehidupan keagamaan yang berlangsung di sana hingga kini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8e9caadc254.jpg" length="177488" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 05:46:01 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Sri Sudiastini</dc:creator>
        <media:keywords>Pura Belahan Alas Harum, Desa Basangambu, Tirta Kamandalu</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>WayangVision: Saat Kecerdasan Buatan Membantu Generasi Muda Mengenal Wayang Kulit Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/wayangvision-saat-kecerdasan-buatan-membantu-generasi-muda-mengenal-wayang-kulit-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/wayangvision-saat-kecerdasan-buatan-membantu-generasi-muda-mengenal-wayang-kulit-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Di tengah derasnya arus digitalisasi dan dominasi hiburan modern, berbagai warisan budaya tradisional perlahan mulai kehilangan ruang di tengah generasi muda. Salah satunya adalah wayang kulit Bali, sebuah karya seni adiluhung yang tidak hanya memuat unsur hiburan, tetapi juga nilai filosofis, spiritual, moral, dan sejarah budaya yang sangat mendalam. Menjawab tantangan tersebut, hadirlah inovasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu masyarakat mengenal dan memahami karakter wayang kulit Bali dengan cara yang lebih modern dan interaktif bernama WayangVision. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b978140e47.jpg" length="122493" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 05:09:58 +0800</pubDate>
        <dc:creator>ayuaprilia</dc:creator>
        <media:keywords>WayangVision, Wayang Kulit Bali, Wayang, Deteksi, YOLO</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Raja yang Lalai: Kisah Dalem Agra Samprangan di Bali Abad ke&amp;14</title>
        <link>https://budayabali.com/id/raja-yang-lalai-kisah-dalem-agra-samprangan-di-bali-abad-ke-14</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/raja-yang-lalai-kisah-dalem-agra-samprangan-di-bali-abad-ke-14</guid>
        <description><![CDATA[ Pasca penaklukan Bali oleh Gajah Mada pada tahun 1343, Majapahit mendirikan Dinasti Kepakisan dengan pusat kekuasaan pertama di Samprangan, Gianyar. Sebagai putra mahkota dari Sri Aji Kresna Kepakisan, harapan besar disematkan pada Dalem Agra Samprangan. Namun, sejarah mencatatnya sebagai penerus yang gagal. Kelalaiannya dalam memerintah tidak hanya membuatnya kehilangan takhta, tetapi juga memicu krisis politik yang memindahkan pusat kekuasaan kerajaan dari Samprangan ke Gelgel, menentukan arah baru sejarah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d553f051279.jpg" length="85026" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 05:29:38 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Adrian Ghasi</dc:creator>
        <media:keywords>Raja yang Lalai</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Beji Geduh: Pancuran Suci Tersembunyi Penyembuh Luka Batin</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Pura-Beji-Geduh-Pancuran-Suci-Tersembunyi-Penyembuh-Luka-Batin</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Pura-Beji-Geduh-Pancuran-Suci-Tersembunyi-Penyembuh-Luka-Batin</guid>
        <description><![CDATA[ Di tengah sawah Sebatu, Tegallalang, ada sebuah beji yang tidak pernah ramai dan memang tidak ingin ramai. Namanya Beji Geduh. Untuk mencapainya, kaki harus basah oleh embun pematang sawah dan telinga harus rela kehilangan sinyal telepon. Banyak orang datang bukan untuk foto-foto, tapi untuk melukat, membasuh diri dengan air yang dipercaya bisa meringankan beban yang dibawa dari luar. Yang membuatnya menarik bukan sekadar airnya yang jernih, tapi caranya bertahan tetap sunyi di tengah gempuran wisata spiritual Bali yang makin ramai. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fe7ea99da5.jpg" length="211575" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 05:53:02 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nyoman Dika Darmaestha P P</dc:creator>
        <media:keywords>beji</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Plastic For Art: Ketika Sampah Plastik Disulap Menjadi Karya Seni Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/plastic-for-art-ketika-sampah-plastik-disulap-menjadi-karya-seni-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/plastic-for-art-ketika-sampah-plastik-disulap-menjadi-karya-seni-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Plastic For Art merupakan komunitas seni asal Klungkung, Bali, yang memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan dalam karya seni. Komunitas yang dirintis Dewa Bayu sejak 2024 ini mengolah plastik bekas menjadi berbagai karya seni. Melalui kreativitas tersebut, Plastic For Art menunjukkan bahwa sampah yang dianggap tidak berguna dapat memiliki fungsi baru sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9041f184638.jpg" length="138327" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 05:49:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Pande Nyoman Temaja Erlangga</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Di Balik Pura Dalem Suniantara: Jejak Dang Hyang Nirartha dalam Kisah Banjir Bandang Desa Batan Nyuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/di-balik-pura-dalem-suniantara-jejak-dang-hyang-nirartha-dalam-kisah-banjir-bandang-desa-batan-nyuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/di-balik-pura-dalem-suniantara-jejak-dang-hyang-nirartha-dalam-kisah-banjir-bandang-desa-batan-nyuh</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Dalem Suniantara di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, menyimpan kisah yang diwariskan masyarakat mengenai perjalanan Dang Hyang Nirartha dan peristiwa banjir bandang di Batan Nyuh. Dalam kisah tersebut, Dang Hyang Nirartha membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan menancapkan tongkat atau teteken di muara banjir. Teteken tersebut kemudian dipercaya distanakan dan menjadi bagian dari jejak perjalanan beliau yang terus dikenang hingga kini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d35c3764a2.jpg" length="128173" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 30 Aug 2026 06:24:17 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Tania Alyana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Rarud Batur 1926&amp;2026: Satu Abad Menjaga Warisan Leluhur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/rarud-batur-1926-2026-satu-abad-menjaga-warisan-leluhur</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/rarud-batur-1926-2026-satu-abad-menjaga-warisan-leluhur</guid>
        <description><![CDATA[ Pada awal Agustus 1926, masyarakat Batur menghadapi salah satu peristiwa paling berat dalam perjalanan sejarah mereka. Gunung Batur yang selama beberapa tahun sebelumnya terus menunjukkan aktivitas vulkanik kembali meletus dengan kekuatan besar. Erupsi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam di sekitar gunung, tetapi juga menyebabkan masyarakat Desa Batur Let harus meninggalkan tempat tinggal dan tanah leluhurnya. Peristiwa pengungsian inilah yang kemudian dikenal sebagai Rarud Batur. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8b123a0726c.jpg" length="95126" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:22:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Albi Adyatmika</dc:creator>
        <media:keywords>Rarud Batur, Rarud Batur 1926, 100 tahun Rarud Batur, Sejarah Batur, Erupsi Gunung Batur, Relokasi Batur, Desa Batur Let, Pura Ulun Danu Batur</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tebing Songan, Pesona Tersembunyi di Balik Megahnya Gunung Batur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tebing-songan-pesona-tersembunyi-di-balik-megahnya-gunung-batur</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tebing-songan-pesona-tersembunyi-di-balik-megahnya-gunung-batur</guid>
        <description><![CDATA[ Bagi kebanyakan orang, Kintamani identik dengan ngopi santai sambil menikmati panorama Gunung Batur dari kejauhan. Namun bagi pencari petualangan, ada tantangan berbeda yang layak dicoba di Tebing Songan. Dinding batuan alami setinggi sekitar 80 meter ini menawarkan pengalaman panjat tebing yang menguji keberanian dan konsentrasi.  ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a911b67243a7.jpg" length="238284" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 16:14:09 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Aisha Bunga Akbari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>​Dari Kanvas Sederhana hingga Panggung Dunia: Perjalanan Legenda Hidup Ketut Sadia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</guid>
        <description><![CDATA[ Seni lukis gaya Batuan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2018 berkat keunikan teknik tanpa perspektif dan pengerjaannya yang sangat mendalam. Di balik kehebatan seni tradisi ini, sosok Ketut Sadia (60) berdiri kokoh sebagai legenda hidup yang berhasil membawa gaya Batuan ke museum-museum dunia. Tak hanya merawat warisan lewat kanvasnya, ia juga merintis gerakan pembinaan gratis bagi ratusan anak demi menjaga nyala tradisi di tanah kelahirannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc4125908b.jpg" length="107464" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:29:30 +0800</pubDate>
        <dc:creator>putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Konflik Ida Dalem Tarukan: Dari Tahta Kerajaan Hingga Jejak Pelarian di Tanah Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/konflik-ida-dalem-tarukan-dari-tahta-kerajaan-hingga-jejak-pelarian-di-tanah-bali-kuno</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/konflik-ida-dalem-tarukan-dari-tahta-kerajaan-hingga-jejak-pelarian-di-tanah-bali-kuno</guid>
        <description><![CDATA[ Ida Dalem Tarukan, seorang pangeran dari istana Samprangan , memicu konflik dengan kakaknya, Dalem Samprangan, setelah menikahkan anak angkatnya tanpa restu sang raja. Untuk menghindari pertumpahan darah, ia memilih mengorbankan tahtanya dan melarikan diri seorang diri , hidup dalam penyamaran sebagai petani hingga akhirnya menetap di Desa Pulasari dan dihormati sebagai tokoh suci karena kebijaksanaannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d20f031f5aa.jpg" length="67455" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:07:52 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Yoga Adhi Pradhitia</dc:creator>
        <media:keywords>Jejak Bali, Ida Dalem Tarukan, Pulasari, Bali Kuno, Sejarah Bali, Babad Dalem Tarukan, Leluhur Bali, Sentana Dalem Tarukan</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>