<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/latest-posts</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Rarud Batur 1926&amp;2026: Satu Abad Menjaga Warisan Leluhur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/rarud-batur-1926-2026-satu-abad-menjaga-warisan-leluhur</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/rarud-batur-1926-2026-satu-abad-menjaga-warisan-leluhur</guid>
        <description><![CDATA[ Pada awal Agustus 1926, masyarakat Batur menghadapi salah satu peristiwa paling berat dalam perjalanan sejarah mereka. Gunung Batur yang selama beberapa tahun sebelumnya terus menunjukkan aktivitas vulkanik kembali meletus dengan kekuatan besar. Erupsi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam di sekitar gunung, tetapi juga menyebabkan masyarakat Desa Batur Let harus meninggalkan tempat tinggal dan tanah leluhurnya. Peristiwa pengungsian inilah yang kemudian dikenal sebagai Rarud Batur. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8b123a0726c.jpg" length="95126" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:22:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Albi Adyatmika</dc:creator>
        <media:keywords>Rarud Batur, Rarud Batur 1926, 100 tahun Rarud Batur, Sejarah Batur, Erupsi Gunung Batur, Relokasi Batur, Desa Batur Let, Pura Ulun Danu Batur</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>​Dari Kanvas Sederhana hingga Panggung Dunia: Perjalanan Legenda Hidup Ketut Sadia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</guid>
        <description><![CDATA[ Seni lukis gaya Batuan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2018 berkat keunikan teknik tanpa perspektif dan pengerjaannya yang sangat mendalam. Di balik kehebatan seni tradisi ini, sosok Ketut Sadia (60) berdiri kokoh sebagai legenda hidup yang berhasil membawa gaya Batuan ke museum-museum dunia. Tak hanya merawat warisan lewat kanvasnya, ia juga merintis gerakan pembinaan gratis bagi ratusan anak demi menjaga nyala tradisi di tanah kelahirannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc4125908b.jpg" length="107464" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:29:30 +0800</pubDate>
        <dc:creator>putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Konflik Ida Dalem Tarukan: Dari Tahta Kerajaan Hingga Jejak Pelarian di Tanah Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/konflik-ida-dalem-tarukan-dari-tahta-kerajaan-hingga-jejak-pelarian-di-tanah-bali-kuno</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/konflik-ida-dalem-tarukan-dari-tahta-kerajaan-hingga-jejak-pelarian-di-tanah-bali-kuno</guid>
        <description><![CDATA[ Ida Dalem Tarukan, seorang pangeran dari istana Samprangan , memicu konflik dengan kakaknya, Dalem Samprangan, setelah menikahkan anak angkatnya tanpa restu sang raja. Untuk menghindari pertumpahan darah, ia memilih mengorbankan tahtanya dan melarikan diri seorang diri , hidup dalam penyamaran sebagai petani hingga akhirnya menetap di Desa Pulasari dan dihormati sebagai tokoh suci karena kebijaksanaannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d20f031f5aa.jpg" length="67455" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:07:52 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Yoga Adhi Pradhitia</dc:creator>
        <media:keywords>Jejak Bali, Ida Dalem Tarukan, Pulasari, Bali Kuno, Sejarah Bali, Babad Dalem Tarukan, Leluhur Bali, Sentana Dalem Tarukan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad I Gusti Ngurah Sidemen: Perjalanan Keturunan Wangsa Sidemen dan Sejarah Pengabdian Kesatria Sidemen</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-i-gusti-ngurah-sidemen</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-i-gusti-ngurah-sidemen</guid>
        <description><![CDATA[ Babad I Gusti Ngurah Sidemen adalah naskah babad berbahasa Jawa Kuna dengan aksara Bali yang tercatat dengan nomor Va. 3353 dalam Katalog Buku Salinan Lontar Digital UPTD Gedong Kirtya Singaraja. Babad ini berasal dari Jero Kaleran, Sidemen, Karangasem. Babad ini mengisahkan bagaimana perjalanan panjang garis keturunan yang bermula dari para leluhur, kisah Manik Angkeran dengan Naga Basukih, hingga keturunan Tulusdewa dan Ida Penataran. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, keturunan tersebut berpindah dan menetap di berbagai wilayah hingga salah satu garisnya berkembang di Sidemen melalui I Gusti Made Kacang dan I Gusti Kaler. Kisah ini terus berlanjut hingga I Gusti Ngurah Sidemen yang akhirnya gugur dalam peperangan di Bangbang Biaung. Babad ini bukan hanya catatan silsilah, tetapi juga mencerminkan bagaimana perjalanan sebuah keluarga membentuk keberadaan keluarga Sidemen dengan berbagai perjuangannya sehingga dapat meneruskan garis keturunannya dari satu generasi ke generasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fdf8d247ca.jpg" length="195936" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 15:16:20 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ida Ayu Putu Audrey Tara Cahyarani</dc:creator>
        <media:keywords>Sejarah Bali, Babad, Babad Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Loloh Don Kayu Manis: Ramuan Usadha Bali untuk Sakit Tenggorokan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/loloh-don-kayu-manis-ramuan-usadha-bali-untuk-sakit-tenggorokan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/loloh-don-kayu-manis-ramuan-usadha-bali-untuk-sakit-tenggorokan</guid>
        <description><![CDATA[ Daun katuk atau yang dikenal dalam masyarakat Bali sebagai don kayu manis ternyata tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Dalam pengetahuan Usadha Bali, tanaman ini dikenal sebagai bahan loloh yang digunakan secara tradisional untuk keluhan sakit tenggorokan. Pemanfaatannya bahkan tercatat dalam Lontar Taru Pramana, sementara masyarakat hingga kini masih mengenal cara membuat loloh don kayu manis dengan bahan sederhana. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8be09f6712f.jpg" length="53511" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 05:54:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Marshita Widya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pesona dan Kekhasan Tari Oleg Tamulilingan Gaya Peliatan dalam Seni Tari Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pesona-dan-kekhasan-tari-oleg-tamulilingan-gaya-peliatan-dalam-seni-tari-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pesona-dan-kekhasan-tari-oleg-tamulilingan-gaya-peliatan-dalam-seni-tari-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Tari Oleg Tamulilingan Gaya Peliatan adalah jenis seni tari Bali yang mempunyai ciri gerak dan penyampaian yang unik. Keistimewaan ini tampak dari cara penari menggambarkan karakter tamulilingan melalui gerakan yang dinamis dan detail. Di balik pertunjukannya, ada perjalanan panjang yang membuat gaya Peliatan tetap menarik untuk dikenal sampai sekarang. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f023ddde3f.jpg" length="225003" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 05:24:33 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Sang Ayu Prema Rama Aditya Putri</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ketika Seni Tradisi Bali Menemukan Jalannya ke Panggung yang Lebih Luas: Sanggar Wahyu Giri Swara</title>
        <link>https://budayabali.com/id/ketika-seni-tradisi-bali-menemukan-jalannya-ke-panggung-yang-lebih-luas-sanggar-wahyu-giri-swara</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/ketika-seni-tradisi-bali-menemukan-jalannya-ke-panggung-yang-lebih-luas-sanggar-wahyu-giri-swara</guid>
        <description><![CDATA[  ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_694584661d4f6.jpg" length="73265" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 05:14:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KEZIA ARDELA PINEM</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Danau Buyan: Keindahan Danau yang Terletak di Bukit Ketinggian 1.200 meter yang Asri</title>
        <link>https://budayabali.com/id/danau-buyan-keindahan-yang-belum-banya-dijamah-menyuguhkan-liburan-tenang-di-alam-asri</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/danau-buyan-keindahan-yang-belum-banya-dijamah-menyuguhkan-liburan-tenang-di-alam-asri</guid>
        <description><![CDATA[ Danau Buyan merupakan salah satu dari danau kembar yang terbentuk dari kaldera purba di kawasan Bali Utara. Selain pesona alamnya yang asri dan menjadi lokasi favorit untuk berkemah, danau ini memegang peranan hidrologis dan ekologis yang krusial sebagai bagian dari Taman Wisata Alam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2ff53d5a8b.jpg" length="87945" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 02:00:51 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Jihan Alya Qanita</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Sejarah Pasar Tabanan: Dari Pusat Kerajaan dan Perdagangan hingga Ruang Ekonomi Masyarakat Kekinian</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-sejarah-pasar-tabanan-dari-pusat-perdagangan-kerajaan-hingga-ruang-ekonomi-masyarakat-masa-kini</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-sejarah-pasar-tabanan-dari-pusat-perdagangan-kerajaan-hingga-ruang-ekonomi-masyarakat-masa-kini</guid>
        <description><![CDATA[ Pasar Tabanan bukan sekadar tempat berlangsungnya aktivitas jual beli masyarakat sehari-hari. Di balik keramaian pedagang dan pembeli, tersimpan perjalanan panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan kehidupan, budaya, dan ruang Kota Tabanan. Pasar ini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk berinteraksi, memenuhi kebutuhan, serta membangun hubungan sosial dari waktu ke waktu. Jejak masa lalu yang masih tersimpan di dalamnya menghadirkan berbagai cerita menarik untuk ditelusuri. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bb15db77c0.jpg" length="114904" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 05:53:45 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Radhitya Putra Priyasa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tipat Plecing: Perpaduan Sempurna Ketupat Tradisional dan Kangkung Bersiram Sambal Mentah Segar</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tipat-plecing-perpaduan-sempurna-ketupat-tradisional-dan-kangkung-bersiram-sambal-mentah-segar</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tipat-plecing-perpaduan-sempurna-ketupat-tradisional-dan-kangkung-bersiram-sambal-mentah-segar</guid>
        <description><![CDATA[ Tipat Plecing adalah representasi kuliner lokal Bali yang menonjolkan cita rasa pedas segar dari racikan sambal mentah. Berbekal ketupat beraroma janur dan sayuran segar, hidangan ini merekam jejak akulturasi budaya yang kini berkembang menjadi penggerak ekonomi mikro. Di Warung Mesari, Sidakarya, eksistensi sajian ini membuktikan bahwa kualitas kuliner autentik tetap relevan dan dapat dinikmati dengan harga terjangkau. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc3898eaa9.jpg" length="161676" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 05:27:53 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Daniello Jackson Falentsistiago Sadewa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Nganten Massal Desa Pengotan: Tradisi Nginang Sebagai Penanda Sah Pernikahan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/nganten-massal-desa-pengotan-tradisi-nginang-sebagai-penanda-sah-pernikahan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/nganten-massal-desa-pengotan-tradisi-nginang-sebagai-penanda-sah-pernikahan</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Pengotan, Bangli, tidak ada pernikahan yang digelar sendiri-sendiri. Setiap warga wajib menikah bersama puluhan pasangan lain sekaligus, dalam satu upacara massal yang digelar dua kali setahun. Uniknya, yang menandai resminya status mereka sebagai warga adat bukan dokumen di atas kertas, melainkan daun sirih yang dikunyah bersama-sama. Begini kisah lengkap tradisi unik warga Bali Aga ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8a48d5cfbc8.jpg" length="144566" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 24 Aug 2026 05:16:38 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Wayan Eka Putra Suradnyana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Tabanan: Takdir Keturunan Arya Kenceng dalam Pusaran Tabanan dan Badung</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-tabanan-takdir-keturunan-arya-kenceng-dalam-pusaran-tabanan-dan-badung</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-tabanan-takdir-keturunan-arya-kenceng-dalam-pusaran-tabanan-dan-badung</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Tabanan merupakan naskah babad bernomor Va. 3478 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Puri Anyar Tabanan. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuna dan ditulis oleh I Gusti Ngurah Ketut Sangka. Kisahnya menelusuri perjalanan trah Sira Arya Kenceng dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga berkembang di wilayah Tabanan dan Badung. Perjalanan ini berlanjut melalui pemerintahan, hubungan antartokoh yang terjalin melalui perkawinan, serta penyebaran trah ke wilayah lain. Di tengah kisah, kabar duka tentang terbunuhnya salah satu keturunan memicu kemarahan Ki Gusti Agung Badung dan membawa cerita pada rangkaian kematian di tengah hubungan antarkeluarga yang telah terjalin. Kisah kemudian berlanjut hingga pergantian pemerintahan yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d0ba2abc6c.jpg" length="137310" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 24 Aug 2026 05:01:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Bunga Makayla Nasywanaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Swagina Taman Sari Dangin Puri Kangin: Benteng Tradisi Hindu di Tengah Modernisasi Kota</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-swagina-taman-sari-dangin-puri-kangin-benteng-tradisi-hindu-di-tengah-modernisasi-kota</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-swagina-taman-sari-dangin-puri-kangin-benteng-tradisi-hindu-di-tengah-modernisasi-kota</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Swagina Taman Sari Dangin Puri Kangin merupakan ruang suci yang memadukan kekuatan spiritual dan kearifan lokal di tengah hiruk-pikuk kota Denpasar, di mana pohon beringin, pelinggih, dan sesajen menyatu dalam satu lanskap sakral. Pura ini menjadi tempat masyarakat memohon kelancaran hidup, rezeki, dan keharmonisan, sekaligus berfungsi sebagai benteng budaya yang menjaga nilai-nilai Hindu Bali tetap hidup di tengah arus modernisasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_69736944291d8.jpg" length="184279" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 05:46:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>alvonjr</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ngebek : Malam Pemujaan Penuh Magis, Mengisi Taksu Tapakan Sesuhunan di Pura Agung Payangan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/ngebek-malam-pemujaan-penuh-magis-mengisi-taksu-tapakan-sesuhunan-di-pura-agung-payangan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/ngebek-malam-pemujaan-penuh-magis-mengisi-taksu-tapakan-sesuhunan-di-pura-agung-payangan</guid>
        <description><![CDATA[ Tradisi Ngebek adalah peristiwa di mana puluhan kekuatan suci berkumpul untuk memperbaharui energi spiritual mereka melalui prosesi &quot;mengisi&quot; taksu. Ritual ini bertujuan menghidupkan dan menyucikan kembali tapakan atau simbol suci Ida Sesuhunan agar memberikan perlindungan yang kuat bagi masyarakat. Kehadiran berbagai tapakan Ida Betara Sesuhunan dari berbagai wilayah mempertegas kedudukan Pura Agung Payangan sebagai pusat harmoni spiritual. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944d38a8e483.jpg" length="118816" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 05:46:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Anak Agung Gede Aswamedha Putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pemberontakan Bali Aga: Penolakan terhadap Upaya Memajapahitkan Bali (1343 M)</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pemberontakan-bali-aga-penolakan-terhadap-upaya-memajapahitkan-bali-1343-m</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pemberontakan-bali-aga-penolakan-terhadap-upaya-memajapahitkan-bali-1343-m</guid>
        <description><![CDATA[ Bali Aga, masyarakat asli Bali, melestarikan tradisi nenek moyang, budaya, dan sistem kekerabatan yang sudah ada sebelum masa Majapahit. Pada abad ke-14, Majapahit melancarkan ekspedisi militer yang sukses menaklukkan pusat kekuasaan Bali, namun Bali Aga yang tinggal di pegunungan menolak dominasi tersebut dengan perlawanan fisik dan ritual adat untuk mempertahankan kedaulatan sosial dan budaya mereka. Menanggapi hal ini, Majapahit mengangkat Sri Aji Krishna Kepakisan, keturunan asli Bali, sebagai penguasa dengan pendekatan diplomasi budaya yang berhasil merangkul Bali Aga ke dalam pemerintahan baru tanpa menghilangkan identitas budaya, sehingga menciptakan stabilitas pemerintahan di Bali pada masa itu. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5471e81c8d.jpg" length="97634" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 21 Aug 2026 05:29:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Izzanurdin Hasan</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Gusti Celuk: Asal Usul, Perjalanan, dan Jejak Keturunan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-gusti-celuk-asal-usul-perjalanan-dan-jejak-keturunan-5499</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-gusti-celuk-asal-usul-perjalanan-dan-jejak-keturunan-5499</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Gusti Celuk merupakan naskah babad bernomor Va. 1315/10 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi I Ketut Kajeng, Banjar Tegal, Singaraja. Kisahnya mengikuti perjalanan Ki Gusti Celuk, keturunan Ki Gusti Kaler, yang harus meninggalkan Gelgel dan kemudian menapaki perjalanan panjang yang membawa keluarganya ke berbagai wilayah di Bali hingga Lombok. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita dipenuhi perpindahan, perkawinan antarkeluarga bangsawan, konflik, serta terbentuknya berbagai cabang keturunan Gusti Celuk. Babad ini bukan sekadar silsilah, melainkan kisah tentang perjalanan sebuah keluarga yang terus bertahan, berkembang, dan meninggalkan jejak di berbagai wilayah. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a85cb3633f64.jpg" length="168746" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:25:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dhika Pradana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sejarah Bedahulu: Dari Kejayaan Astasura hingga Tipu Daya Majapahit</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sejarah-bedahulu-dari-kejayaan-astasura-hingga-tipu-daya-majapahit</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sejarah-bedahulu-dari-kejayaan-astasura-hingga-tipu-daya-majapahit</guid>
        <description><![CDATA[ Kerajaan Bedahulu, yang terletak di wilayah Bali, memiliki sejarah panjang yang penuh dengan kisah kepahlawanan, perlawanan terhadap kekuasaan asing, dan mitos yang melekat erat dalam ingatan masyarakat Bali. Sebagai salah satu kerajaan yang berperan penting dalam sejarah Bali, Bedahulu menyimpan berbagai cerita mengenai kejayaan dan perlawanan terhadap kekuasaan Majapahit yang pada akhirnya menaklukkan kerajaan ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_6777e0ce4984c.jpg" length="129114" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 18:58:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>wayankawi</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Misteri dan Keajaiban Dewi Saraswati: Kisah Sang Dewi Pengetahuan dan Kebijaksanaan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/legenda-dewi-saraswati-2290</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/legenda-dewi-saraswati-2290</guid>
        <description><![CDATA[ Dewi Saraswati adalah dewi pengetahuan, seni, dan kebijaksanaan yang sangat dihormati dalam agama Hindu. Dia melambangkan kecerdasan, kreativitas, dan harmoni, serta merupakan sumber inspirasi bagi para seniman, ilmuwan, dan pelajar. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok yang anggun dengan kulit cerah, duduk di atas teratai atau angsa, membawa veena (alat musik), kitab suci, mala, dan kendi air suci, yang semuanya melambangkan aspek-aspek pengetahuan dan kebijaksanaan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202411/image_870x580_672cac2b7b67a.jpg" length="103105" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 18:58:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Kadek Satya Adi Wiryatama</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Napas Taksu di Nusa Dua: Dari Alunan Tabuh hingga Rautan Bambu Penjor Sanggar Jaya Art</title>
        <link>https://budayabali.com/id/napas-taksu-di-nusa-dua-dari-alunan-tabuh-hingga-rautan-bambu-penjor-sanggar-jaya-art</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/napas-taksu-di-nusa-dua-dari-alunan-tabuh-hingga-rautan-bambu-penjor-sanggar-jaya-art</guid>
        <description><![CDATA[ Sanggar Jaya Art di Nusa Dua merupakan wadah pelestarian seni Bali melalui kegiatan tari, tabuh, serta pembuatan penjor dan kerajinan upacara. Berawal dari kumpulan keluarga dengan hobi seni, sanggar ini kini menjadi tempat belajar bagi generasi muda. Dengan makna “Jaya” yang berkesinambungan, Sanggar Jaya Art menjaga taksu seni Bali agar tetap hidup. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695d0772e01ef.jpg" length="114666" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Najwa Zhafir Hanysa</dc:creator>
        <media:keywords>Sanggar Jaya Art</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Dalem Mpu Aji di Penatih Dangri: Jejak Sulinggih Waisnawa dari Bangsawan Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-dalem-mpu-aji-di-penatih-dangri-jejak-sulinggih-waisnawa-dari-bangsawan-bali-kuno-4658</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-dalem-mpu-aji-di-penatih-dangri-jejak-sulinggih-waisnawa-dari-bangsawan-bali-kuno-4658</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Dalem Mpu Aji di Penatih Dangri bukan hanya tempat suci bagi umat Hindu, tetapi juga jejak hidup seorang bangsawan Bali kuno yang memilih jalan spiritual. Di pura inilah Ida I Dewa Anggungan keturunan Kerajaan Gelgel menanggalkan kebangsawanannya dan menempuh kehidupan sebagai sulinggih Waisnawa bergelar Mpu Aji. Konon, dari tempat inilah lahir berbagai ajaran tentang tapa brata, pengobatan tradisional, dan ilmu kawisesan yang kemudian tersebar ke berbagai wilayah Bali. Hingga kini, masyarakat masih menjaga kesucian pura ini sebagai pusat pembelajaran rohani dan simbol kesederhanaan seorang bangsawan yang memilih jalan dharma. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_692e5a12eea11.jpg" length="158424" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>LaksmiPutri</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Petualangan di Gunung Pohen: Harmoni Hutan, Kabut, dan Puncak yang Menawan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/petualangan-di-gunung-pohen-harmoni-hutan-kabut-dan-puncak-yang-menawan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/petualangan-di-gunung-pohen-harmoni-hutan-kabut-dan-puncak-yang-menawan</guid>
        <description><![CDATA[ Gunung Pohen, berada di Kabupaten Tabanan pada ketinggian 2.063 mdpl, menawarkan perpaduan hutan lebat, jalur pendakian yang teduh, dan puncak yang sering diselimuti kabut. Pendakian santai dari kaki hingga puncak umumnya memakan waktu sekitar 3–4 jam. Kawasan ini termasuk bagian dari Cagar Alam Batukaru, menghadirkan pengalaman alam yang hening dan kaya akan nilai ekologis. Rangkaian jalur, landmark budaya, dan perubahan lanskap sepanjang pendakian menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f69dc7b2282.jpg" length="35608" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ray Simbolon</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Bladbadan: Bahasa Halus yang Menggelitik dari Warisan Budaya Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/bladbadan-bahasa-halus-yang-menggelitik-dari-warisan-budaya-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/bladbadan-bahasa-halus-yang-menggelitik-dari-warisan-budaya-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Bladbadan adalah ragam bahasa yang berfungsi sebagai sindiran, teka-teki, atau guyonan yang mengandung pesan moral atau kritik sosial, namun tetap dikemas dengan cara yang lucu dan menggelitik. Bladbadan dapat berfungsi sebagai penyampaian kritik dan sindiran secara sopan, serta menjadi sarana pendidikan moral seperti sopan santun dan rasa hormat. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ce39141d624.jpg" length="106649" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Satria</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sri Kresna Kepakisan dan Awal Dinasti Baru di Bali Abad ke&amp;14</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sri-kresna-kepakisan-dan-awal-dinasti-baru-di-bali-abad-ke-14</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sri-kresna-kepakisan-dan-awal-dinasti-baru-di-bali-abad-ke-14</guid>
        <description><![CDATA[ Artikel ini membahas tentang peran Sri Kresna Kepakisan sebagai penguasa pertama dinasti Kepakisan di Bali abad ke-14 setelah penaklukan Majapahit. Penunjukan Sri Kresna Kepakisan oleh Majapahit menandai lahirnya dinasti baru, yaitu Dinasti Kepakisan di Bali yang membawa perubahan besar dalam tatanan politik, sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Bali. Dari pusat pemerintahan di Samprangan, Gianyar, ia berhasil menciptakan stabilitas politik sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cfe1d4d2999.jpg" length="99880" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 05:18:13 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nathasya Michell Agustina</dc:creator>
        <media:keywords>Sri Kresna Kepakisan, Dinasti Kepakisan, Bali abad ke-14, Sejarah Bali, Majapahit di Bali, Pura Pedharman Sri Aji Kresna Kepakisan, Pura Prasada Lingga, Pura Kawitan Arya Kepakisan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menjaga Nada Tradisi: Kisah I Ketut Warsa, Pengerajin Gamelan Larasjati Sejak 1980&amp;an</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menjaga-nada-tradisi-kisah-i-ketut-warsa-pengerajin-gamelan-larasjati-sejak-1980-an</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menjaga-nada-tradisi-kisah-i-ketut-warsa-pengerajin-gamelan-larasjati-sejak-1980-an</guid>
        <description><![CDATA[ I Ketut Warsa, pengerajin gamelan yang sejak tahun 1980-an mengabdikan hidupnya untuk menjaga dan melestarikan gamelan Bali. Berawal dari keturunan dan pembelajaran sejak usia muda, beliau menjadi sosok penting dalam dunia pengerajinan gamelan, khususnya melalui karya-karya gamelan larasjati yang hingga kini tetap hidup dan bermakna. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_697329100f74b.jpg" length="88483" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 05:21:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>agushendrra</dc:creator>
        <media:keywords>Tokoh</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Es Waneng: Minuman Legendaris Tabanan dengan Resep Tradisional Sejak 1938</title>
        <link>https://budayabali.com/id/es-waneng-minuman-legendaris-tabanan-dengan-resep-tradisional-sejak-1938</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/es-waneng-minuman-legendaris-tabanan-dengan-resep-tradisional-sejak-1938</guid>
        <description><![CDATA[ Es Waneng adalah minuman tradisional legendaris dari Kabupaten Tabanan, Bali, yang telah dikenal sejak tahun 1938. Minuman ini dibuat dari santan kelapa bakar yang dicampur gula dan disajikan dengan es serut, menghasilkan rasa manis gurih yang khas. Selain cita rasanya yang unik, Es Waneng menjadi bagian dari sejarah kuliner Tabanan karena bertahan lintas generasi. Artikel ini mengulas lokasi, proses pembuatan, karakter rasa, serta perjalanan panjang Es Waneng hingga menjadi ikon kuliner lokal. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d6950d5fa0.jpg" length="102833" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 05:21:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Made Satria Widhi Wijaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Puseh&amp;Desa: Kahyangan Tiga yang Berada di Kawasan Sad Kahyangan Pura Penataran Sasih</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-puseh-desa-kahyangan-tiga-yang-berada-di-kawasan-pura-sad-kahyangan-pura-penataran-sasih</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-puseh-desa-kahyangan-tiga-yang-berada-di-kawasan-pura-sad-kahyangan-pura-penataran-sasih</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Pejeng yang terletak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang kaya akan nilai sejarah. Desa Pejeng dikenal sebagai desa purba atau desa kuno. Sebagai pura kerajaan di Bali Kuno, tentunya Pura Penataran Sasih tidak bisa berdiri sendiri. Terdapat beberapa pura yang juga berada di satu kawasan dengan Pura Penataran Sasih, salah satunya yaitu Pura Puseh-Desa. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202412/image_870x580_675f72954c152.jpg" length="165942" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 04:45:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Enda Ginting</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tanjung Simah, Pesona Pantai Tersembunyi Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tanjung-simah-pesona-pantai-tersembunyi-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tanjung-simah-pesona-pantai-tersembunyi-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Tanjung Simah di Pecatu, Bali, adalah destinasi wisata tersembunyi yang menawarkan pesona alam yang memukau. Terletak di selatan Bali, pantai ini dapat diakses melalui jalan setapak yang menambah nuansa petualangan. Dengan pasir putih yang lembut, air laut yang jernih, dan tebing karang megah yang membingkai pantai, Tanjung Simah menawarkan pengalaman santai dan pemandangan spektakuler ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a3be347351e.jpg" length="59740" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 10 Aug 2026 04:45:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>gusrestu</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Gamelan &amp;quot;Penting&amp;quot; Karangasem: Warisan Seni Tradisi yang Nyaris Punah</title>
        <link>https://budayabali.com/id/gamelan-penting-karangasem-warisan-seni-tradisi-yang-nyaris-punah</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/gamelan-penting-karangasem-warisan-seni-tradisi-yang-nyaris-punah</guid>
        <description><![CDATA[ Gamelan Penting adalah seni musik tradisional khas Karangasem yang pernah berjaya pada masa akhir Kerajaan Karangasem dan masih dikenal hingga era 1980-an. Kini, kesenian ini nyaris punah akibat minimnya regenerasi, berkurangnya tokoh pelaku, serta desakan budaya modern ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_69737b0cde860.jpg" length="110872" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>agushendrra</dc:creator>
        <media:keywords>Seni</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Desa Coklat Bali: Harmoni Kakao, Sawah, dan Eduwisata di Jantung Tabanan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-coklat-bali-harmoni-kakao-sawah-dan-eduwisata-di-jantung-tabanan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-coklat-bali-harmoni-kakao-sawah-dan-eduwisata-di-jantung-tabanan</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Coklat Bali menghadirkan harmoni antara hamparan sawah hijau, perkebunan kakao, dan konsep eduwisata yang menyatu dengan alam pedesaan Tabanan. Melalui pengalaman belajar dari biji kakao hingga menjadi cokelat, pengunjung diajak menikmati wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan, sambil merasakan kearifan lokal serta kehangatan kehidupan desa di jantung Pulau Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971c3d451b6c.jpg" length="105385" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dewa Made Pandu Diotama</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jelajah Virtual Pesona Sakral dalam Keheningan Pura Puseh&amp;Desa</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jelajah-virtual-pesona-sakral-dalam-keheningan-pura-puseh-desa</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jelajah-virtual-pesona-sakral-dalam-keheningan-pura-puseh-desa</guid>
        <description><![CDATA[ Di Pura Penataran Sasih terdapat pula Pura Puseh-Desa Pejeng. Pura ini merupakan lokasi untuk melaksanakan upacara adat oleh masyarakat desa setempat. Pura Puseh-Desa juga merupakan bagian dari Pura Kahyangan Tiga yang ada di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202412/image_870x580_676ecf4aa0f93.jpg" length="93418" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 08 Aug 2026 05:45:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Enda Ginting</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Nrithya Graha Siwanataraja: Membangun Seni Tari Bali Lewat Konsep Rinarasila</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-nrithya-graha-siwanataraja-membangun-seni-tari-bali-lewat-konsep-rinarasila</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-nrithya-graha-siwanataraja-membangun-seni-tari-bali-lewat-konsep-rinarasila</guid>
        <description><![CDATA[ Sanggar Nrithya Graha Siwanataraja adalah sanggar tari di Desa Sukawati yang mengembangkan seni tari Bali melalui konsep Rinarasila. Melalui pembelajaran terstruktur, kegiatan ngayah, serta partisipasi di berbagai festival, sanggar ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda dalam menjaga tradisi di era modern. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_696d8a4bba5e0.jpg" length="121608" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Made Indri Cahyani</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Desa Adat Taro: Jejak Sejarah Desa Adat yang Kaya Warisan Budaya</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mengetahui-sejarah-desa-adat-taro</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mengetahui-sejarah-desa-adat-taro</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Taro merupakan desa kuno di Bali yang masih banyak menyimpan warisan budaya. Desa Taro awalnya dikenal dengan nama Bhumi Sarwar Adda yang artinya segalanya. Desa Taro terletak di Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali,  antara Kintamani di  utara dan Ubud di  selatan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a3bc91a621b.jpg" length="191079" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Indraudayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Samprangan: Kerajaan Pembuka Jalan Majapahit Menguasai Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/samprangan-kerajaan-pembuka-jalan-majapahit-menguasaibali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/samprangan-kerajaan-pembuka-jalan-majapahit-menguasaibali</guid>
        <description><![CDATA[ Kerajaan Samprangan menjadi titik awal penguasaan Majapahit di Bali setelah penaklukan Bedahulu tahun 1343. Untuk menstabilkan Bali, Majapahit mengangkat Mpu Kresna Kapakisan sebagai penguasa Bali pada 1352 yang mendirikan Keraton Lingga Pura Samprangan di lokasi strategis. Pemerintahan ini membawa sistem dan tradisi Majapahit yang membentuk dasar tata kelola dan budaya Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202511/image_870x580_690613819fb2d.jpg" length="125984" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 07 Aug 2026 05:34:23 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dewa Ayu Laksmi</dc:creator>
        <media:keywords>Kisah Kerajaan Bali Samprangan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Dalem Selonding Pecatu dan Goa Air Sucinya: Ruang Penyembuhan di Ujung Tebing Uluwatu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-dalem-selonding-pecatu-dan-goa-air-sucinya-ruang-penyembuhan-di-ujung-tebing-uluwatu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-dalem-selonding-pecatu-dan-goa-air-sucinya-ruang-penyembuhan-di-ujung-tebing-uluwatu</guid>
        <description><![CDATA[ Pulau Bali dikenal sebagai ruang pertemuan antara alam, spiritualitas, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis. Di balik popularitas destinasi wisata ikonik seperti Pura Luhur Uluwatu, Bali juga menyimpan situs-situs suci yang tidak banyak tersorot, namun memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakat setempat. Salah satunya adalah Pura Dalem Selonding, sebuah pura pesanakan yang terletak di wilayah Desa Adat Pecatu, kawasan Uluwatu, Kabupaten Badung. Pura ini menawarkan pengalaman spiritual yang berbeda: sunyi, terpencil, dan menyatu dengan lanskap alam tebing selatan Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695d267e2b179.jpg" length="92401" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Axel Clement Sison Lusikooy</dc:creator>
        <media:keywords>Uluwatu Pura Badung Pecatu Desa Adat Pecatu</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Senandika Kelecung: Saat Laut Menulis Rahasianya di Pasir Hitam</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Senandika-Kelecung-Saat-Laut-Menulis-Rahasianya-di-Pasir-Hitam</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Senandika-Kelecung-Saat-Laut-Menulis-Rahasianya-di-Pasir-Hitam</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Kelecung menghadirkan lanskap pesisir yang tenang dengan hamparan pasir hitam, debur ombak yang konsisten, dan suasana alam yang masih terjaga. Jauh dari keramaian, Kelecung menawarkan pengalaman menyusuri sisi Bali yang lebih hening, di mana laut, cahaya, dan garis pantai berpadu dalam kesederhanaan yang menenangkan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cf1b60f215.jpg" length="64091" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Reza Kurniawan</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Puseh Gunaksa: Lebih dari Sekedar Tempat Suci, Lebih Dekat dengan Kearifan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-puseh-gunaksa-lebih-dari-sekedar-tempat-suci-lebih-dekat-dengan-kearifan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-puseh-gunaksa-lebih-dari-sekedar-tempat-suci-lebih-dekat-dengan-kearifan</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Puseh Desa Gunaksa di Bali tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga jendela ke spiritualitas dan kebijaksanaan lokal. Melalui ritual, solidaritas masyarakat, dan peran pendidikan, pura ini menjadi pelindung kekayaan budaya Bali, membawa makna yang mendalam, dan mewujudkan keberagaman dalam keselarasan yang khas. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a9f65426a1a.jpg" length="111193" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 06 Aug 2026 05:49:56 +0800</pubDate>
        <dc:creator>sultanazizul</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Kalender Wariga Bali Agustus 2026</title>
        <link>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-agustus-2026</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-agustus-2026</guid>
        <description><![CDATA[ Simaklah Wariga Bali dalam bentuk visual yang menarik dan informatif. Disajikan dengan atribut Wariga Bali yang lengkap, sebagai pemandu dalam menentukan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan gambaran mengenai karakter dan potensi diri seseorang. Tekan tombol navigasi pada pojok kanan atas gambar untuk melihat Kalender Wariga Bali ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202607/image_870x580_6a6cb72b67682.jpg" length="113307" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 01 Aug 2026 05:06:54 +0800</pubDate>
        <dc:creator>damarsangkara</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Made Cenik: Si Kecil yang Menjadi Cermin Kehidupan Orang Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/made-cenik-si-kecil-yang-menjadi-cermin-kehidupan-orang-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/made-cenik-si-kecil-yang-menjadi-cermin-kehidupan-orang-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Made Cenik bukan sekadar lagu anak-anak Bali, tetapi sebuah cermin kehidupan yang sarat pesan moral. Dari kisah sederhana seorang “si kecil” yang pasif, tersimpan kritik halus tentang bahaya tertinggal di tengah derasnya arus modernitas. Melalui liriknya, masyarakat diajak bercermin: apakah kita siap menghadapi zaman, atau justru terlindas oleh lajunya? Artikel ini mengupas gending rare Made Cenik sebagai simbol nilai budaya yang menjadi refleksi masyarakat Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c62fc715ee5.jpg" length="67238" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 31 Jul 2026 05:54:18 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nadhira Salsabila Trianitasari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Taman Asta Gangga: Harmoni Alam dan Tradisi di Desa Tangkup Anyar</title>
        <link>https://budayabali.com/id/taman-asta-gangga-harmoni-alam-dan-tradisi-di-desa-tangkup-anyar</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/taman-asta-gangga-harmoni-alam-dan-tradisi-di-desa-tangkup-anyar</guid>
        <description><![CDATA[ Taman Asta Gangga adalah sebuah taman wisata alam yang juga berfungsi sebagai tempat spiritual dan budaya. Nama &quot;Asta Gangga&quot; berarti &quot;Delapan Aliran Sungai,&quot; mencerminkan filosofi Hindu Bali tentang harmoni dan penyucian. Taman ini terkenal karena keindahan alamnya, arsitektur tradisional Bali, dan nilai spiritual yang kental. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_67920a7cd7a28.jpg" length="105392" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 31 Jul 2026 05:45:37 +0800</pubDate>
        <dc:creator>cakraputra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tangkas Putra Arya Kanuruhan: Tragedi Kesalahpahaman yang Hampir Mengakhiri Garis Keturunan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tangkas-putra-arya-kanuruhan-tragedi-kesalahpahaman-yang-hampir-mengakhiri-garis-keturunan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tangkas-putra-arya-kanuruhan-tragedi-kesalahpahaman-yang-hampir-mengakhiri-garis-keturunan</guid>
        <description><![CDATA[ Menceritakan sejarah perjalanan keluarga besar Arya Kanuruhan, sebuah keturunan bangsawan yang berasal dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur, kemudian menetap di Bali pada masa kejayaan Majapahit. Fokus kajian berada pada tokoh Pangeran Tangkas, putra Arya Kanuruhan, yang mengalami peristiwa tragis akibat kesalahpahaman terhadap surat perintah raja. Peristiwa tersebut hampir mengakhiri garis keturunan keluarga Tangkas, namun akhirnya terselamatkan berkat kebijakan raja yang menjunjung tinggi nilai kesetiaan, kelangsungan garis keturunan, serta harmoni sosial-politik pada masa itu. Artikel ini menunjukkan bahwa sejarah keluarga Tangkas bukan sekadar kisah lokal, melainkan refleksi dari dinamika kekuasaan, kesetiaan seorang abdi, dan makna penting penerus dalam tradisi masyarakat Hindu-Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202511/image_870x580_690746c74ab89.jpg" length="95030" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 31 Jul 2026 05:11:03 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Nohan Suryantha</dc:creator>
        <media:keywords>Arya Kanuruhan Tangkas Kori Agung</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Miniarthi&amp;apos;s: Sosok Pelopor Berkembangnya Seni Anak Muda</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Sanggar-Miniarthis:-Sosok-Pelopor-Berkembangnya-Seni-Anak-Muda-4300</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Sanggar-Miniarthis:-Sosok-Pelopor-Berkembangnya-Seni-Anak-Muda-4300</guid>
        <description><![CDATA[ Sanggar Miniarthi’s di Karangasem merupakan wadah bagi anak muda untuk belajar tari Bali sekaligus memahami nilai budaya. Sanggar ini dibangun oleh Ni Made Kinten dan tetap bertahan meski sempat menghadapi pandemi serta musibah kebakaran. Hingga kini, Sanggar Miniarthi’s menjadi tempat lahirnya generasi muda yang mencintai seni dan mampu berkreasi, salah satunya lewat tarian Legong Buwuk. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bec6e4ddeb5.jpg" length="132559" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 05:37:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Anugrah Kusuma</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tradisi Sapi Gerumbungan yang Diadakan di Desa Kaliasem</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-kaliasem-tradisi-sapi-gerumbungan-atau-perlombaan-sapi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-kaliasem-tradisi-sapi-gerumbungan-atau-perlombaan-sapi</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Kaliasem merupakan desa yang terletak di kabupaten Buleleng, Bali. Desa Kaliasem memancarkan keindahan alam dan kearifan lokal yang khas. Terletak di sebelah barat laut Bali, desa ini menawarkan pesona alam yang memesona dan budaya yang kaya. Sapi Gerumbungan menjadi salah satu tradisi yang pernah diadakan di Desa Kaliasem. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a2c1fe1b72f.jpg" length="140707" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 05:37:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>bernadetteregar</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Penataran Agung Sekar Mukti lan Pundung: Jejak Tradisi dan Budaya Bali Pura Penataran Agung Desa Pangsan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-penataran-agung-sekar-mukti-lan-pundung-jejak-budaya-bali-dan-kekayaan-tradisi-pura-pentaran-agung-desa-pangsan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-penataran-agung-sekar-mukti-lan-pundung-jejak-budaya-bali-dan-kekayaan-tradisi-pura-pentaran-agung-desa-pangsan</guid>
        <description><![CDATA[ Bali merupakan Provinsi yang dikenal dengan nama Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. sebutan ini memiliki arti dan makna tersendiri sebagai identitas Pulau Bali. Bali merupakan pulau yang sangat terkenal akan keindahan alam, beragam budaya, tradisi, dan ritual keagamaan yang kental mempengaruhi hampir setiap unsur dan gerak kehidupan masyarakat Bali.  Pulau Bali didominasi oleh umat beragama Hindu yang memiliki kepercayaan dan mengenal adanya leluhur dan para dewa. Dewa adalah sinar suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan banyak sinar suci, anugerah dan berkah kepada seluruh makhluk hidup di dunia. Selain itu, Bali juga sering disebut sebagai Pulau Seribu Pura, yang memiliki arti sangat banyak terdapat pura-pura di seluruh penjuru dan wilayah di Bali. Pura ini merupakan tempat suci sebagai stana dari para leluhur dan para dewa sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta pura juga merupakan tempat persembahyangan bagi para umat beragama Hindu. Pulau Bali memiliki banyak bangunan suci dan persembahyangan seperti Pura. Adapula beberapa jenis pura di Bali, yaitu Pura Tri Kahyangan atau biasa disebut Pura Kahyangan Tiga, Pura Sad Kahyangan, Pura Dhang Kahyangan, Pura Jagatnatha, Pura Penataran Agung, Pura Leluhur atau biasa disebut Pura Kawitan dan yang lain-lain. Jenis-jenis pura tersebut memiliki kisah dan sejarah tersendiri. Terdapat pula beberapa jenis pura yang tidak semua desa di Bali memilikinya. Salah satu jenis pura tersebut yaitu Pura Penataran Agung. Salah satu Penataran Agung yang ada di Bali adalah Pura Penataran Agung Sekar Mukti lan Pundung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202401/image_870x580_65a2b02a46a78.jpg" length="143102" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 28 Jul 2026 05:29:05 +0800</pubDate>
        <dc:creator>angelandadari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Wariga Patemon: Merancang Pertemuan yang Selaras untuk Kecocokan dalam Hubungan dan Dunia Bisnis</title>
        <link>https://budayabali.com/id/wariga-patemon-merancang-pertemuan-yang-selaras-untuk-kecocokan-dalam-hubungan-dan-dunia-bisnis</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/wariga-patemon-merancang-pertemuan-yang-selaras-untuk-kecocokan-dalam-hubungan-dan-dunia-bisnis</guid>
        <description><![CDATA[ Wariga Patemon adalah ilmu perhitungan tradisional Bali yang mendalam, berakar dari filosofi hidup selaras dengan alam semesta. Konsep ini tidak hanya digunakan untuk meramal, tetapi lebih sebagai pedoman untuk merancang dan memahami dinamika sebuah pertemuan baik pertemuan dua hati dalam pernikahan maupun pertemuan gagasan dalam kemitraan bisnis. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972340e0fff4.jpg" length="98332" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 05:25:01 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Nyoman Restu Dharmayasa</dc:creator>
        <media:keywords>Wariga Patemon</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Mengenal Celagi Landan Ocean, Pantai Baru di Nusa Penida yang Masih Alami</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mengenal-celagi-landan-ocean-pantai-baru-di-nusa-penida-yang-masih-alami</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mengenal-celagi-landan-ocean-pantai-baru-di-nusa-penida-yang-masih-alami</guid>
        <description><![CDATA[ Di tengah popularitas Nusa Penida dengan deretan pantai ikoniknya, Celagi Landan Ocean muncul sebagai nama baru yang perlahan menarik perhatian. Menariknya, kawasan ini sebenarnya bukan pantai wisata sejak awal. Bagi masyarakat lokal Nusa Penida sendiri, area ini dulu lebih dikenal sebagai pesisir biasa yang digunakan untuk budidaya rumput laut, bukan destinasi rekreasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a84f1d9d58.jpg" length="76879" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 05:45:37 +0800</pubDate>
        <dc:creator>AnjelloAbigail</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Kawitan Keramas: Jejak Sri Nararya Kresna Kepakisan di Desa Sidan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-kawitan-keramas-jejak-sri-nararya-kresna-kepakisan-di-desa-sidan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-kawitan-keramas-jejak-sri-nararya-kresna-kepakisan-di-desa-sidan</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Kawitan Kramas adalah pura kawitan yang berlokasi di Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, dan memiliki keterkaitan historis dengan Sri Nararya Kresna Kepakisan. Pura ini berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur, pelestarian identitas kawitan, serta penguat nilai spiritual dan adat masyarakat. Piodalan pura dilaksanakan pada Tumpek Landep, dengan pengelolaan dan pemuputan upacara oleh Jero Mangku Made Ariasa. Keberadaan Pura Kawitan Kramas mencerminkan kesinambungan antara sejarah, tradisi, dan kehidupan spiritual masyarakat Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bfb078ab3b.jpg" length="106325" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 05:18:31 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Wayan Arya Wikananda</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Dari Dua Kata Menjadi Satu Arti: Memahami Kruna Satma sebagai Kata Majemuk dalam Bahasa Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dari-dua-kata-menjadi-satu-arti-memahami-kruna-satma-sebagai-kata-majemuk-dalam-bahasa-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dari-dua-kata-menjadi-satu-arti-memahami-kruna-satma-sebagai-kata-majemuk-dalam-bahasa-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Di balik struktur bahasa Bali, Kruna Satma menjadi bukti bahwa bahasa tidak hanya menyusun kata, tetapi juga menyimpan cara berpikir dan rasa budaya. Melalui penggabungan kata yang membentuk makna baru, seperti pada pepadan, tan pepadan, hingga kruna tawah, terlihat bagaimana masyarakat Bali menata pengalaman hidup ke dalam bahasa. Memahami dan melestarikan Kruna Satma berarti menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_69511f3fa9973.jpg" length="144265" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 05:59:52 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Rudita</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sate Keladi: Kuliner Langka Berbahan Dasar Talas Bercita Rasa Khas dari Desa Tua Pedawa</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sate-keladi-kuliner-langka-berbahan-dasar-talas-bercita-rasa-khas-dari-desa-tua-pedawa</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sate-keladi-kuliner-langka-berbahan-dasar-talas-bercita-rasa-khas-dari-desa-tua-pedawa</guid>
        <description><![CDATA[ Sate Keladi  kuliner khas Desa Tua Pedawa, Bali, yang berbahan dasar talas lokal. Dengan tekstur lembut dan cita rasa rempah tradisional seperti kunyit, lengkuas, dan serai, hidangan ini mencerminkan kearifan lokal, kreativitas masyarakat, serta kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Cocok dinikmati sebagai pengalaman kuliner yang otentik dan unik! ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_6793c54cd3a70.jpg" length="94614" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 05:59:52 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KetutAdinata</dc:creator>
        <media:keywords>kuliner, pedawa, sate, keladi, satekeladi, talas, citarasa, desapedawa, kulinerlangka, unik, makanan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Transformasi Ki Patih Wulung di Masa Transisi Bali ke Majapahit</title>
        <link>https://budayabali.com/id/transformasi-ki-patih-wulung</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/transformasi-ki-patih-wulung</guid>
        <description><![CDATA[ Kisah sejarah Ki Patih Wulung, pemimpin yang ditunjuk Majapahit untuk menata Bali setelah runtuhnya Bedahulu pada abad ke-14, menjaga keseimbangan antara kearifan lokal dan pengaruh Jawa. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ccd9da4e6e6.jpg" length="88880" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 05:10:29 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Agus Darma</dc:creator>
        <media:keywords>Ki Patih Wulung, sejarah Bali, Majapahit, Bedahulu, Bali Aga, Sri Aji Kresna Kepakisan, transisi Bali Majapahit</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Desa Kakao Jembrana: Surga Tersembunyi di Bali Barat bagi Pecinta Cokelat</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-kakao-jembrana-surga-tersembunyi-di-bali-barat-bagi-pecinta-cokelat</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-kakao-jembrana-surga-tersembunyi-di-bali-barat-bagi-pecinta-cokelat</guid>
        <description><![CDATA[ Agrowisata Merta Abadi di Desa Ekasari, Jembrana, merupakan destinasi &quot;surga tersembunyi&quot; yang menawarkan kakao berkualitas dunia hasil budidaya petani lokal yang berfokus pada manajemen koperasi terpadu. Melalui proses fermentasi yang ketat, kakao dari desa ini memiliki cita rasa unik hingga sukses diekspor ke pasar Eropa, Amerika, Rusia, dan Asia. Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati suasana kebun yang asri, mengunjungi Pasar Minggu Cokelat satu-satunya di Bali, serta mencicipi cokelat hangat otentik. Meskipun memiliki potensi besar, pengelola masih menghadapi tantangan utama berupa pemasaran dan keterbatasan modal untuk pengembangan fasilitas. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970abf1523ad.jpg" length="163254" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 21 Jul 2026 05:45:35 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Kadek Bintang Adi Bimantara</dc:creator>
        <media:keywords>Desa Kakao Jembrana, Agrowisata Merta Abadi, Wisata Bali Barat, Cokelat Jembrana, Kakao Fermentasi, Wisata Edukasi Bali, Desa Ekasari.</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>