<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/latest-posts</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Perang Bali–Mataram 1636: Pertarungan Identitas dan Keyakinan di Pulau Dewata</title>
        <link>https://budayabali.com/id/perang-balimataram-1636-pertarungan-identitas-dan-keyakinan-di-pulau-dewata</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/perang-balimataram-1636-pertarungan-identitas-dan-keyakinan-di-pulau-dewata</guid>
        <description><![CDATA[ Perang Bali–Mataram 1636 merupakan konflik besar yang melibatkan perebutan identitas, agama, dan kedaulatan. Bali menolak tunduk pada Mataram karena ingin mempertahankan tradisi Hindu-Buddha, sementara Mataram berambisi menyatukan wilayah di bawah Islam. Meskipun Mataram sempat menguasai wilayah pesisir, perlawanan gigih Bali membuat mereka gagal menaklukkan pulau tersebut. Perang ini meninggalkan warisan penting, memperkuat identitas Bali sekaligus menjadi pelajaran bagi Mataram tentang keterbatasan kekuatan militer. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d57ec80cc86.jpg" length="106026" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 30 Oct 2026 05:25:31 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nabila Rahmawati</dc:creator>
        <media:keywords>Jejak Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Dalem Majapahit: Perjalanan dari Majapahit Menuju Bali dan Jejak Keturunannya</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-dalem-majapahit-perjalanan-dari-majapahit-menuju-bali-dan-jejak-keturunannya</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-dalem-majapahit-perjalanan-dari-majapahit-menuju-bali-dan-jejak-keturunannya</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Dalem Majapahit merupakan naskah babad bernomor Va.5961 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Ajin Dayu Putu Remrem, Geria Bantas, Penarukan, Kerambitan, Tabanan. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuna Tengahan dan ditulis dengan aksara Bali, dengan jumlah 56 lembar/halaman, serta dikarang oleh Da Ba Sa ring Geria Bantas Manuaba Panarukan. Kisahnya menelusuri perjalanan tokoh-tokoh dan keturunan yang berkaitan dengan Majapahit hingga perjalanan mereka ke Bali, termasuk perkembangan garis keturunan, perpindahan tokoh, pembentukan pusat-pusat kekuasaan, serta penyebaran keturunan ke berbagai wilayah di Bali. Cerita kemudian berkembang melalui hubungan antartokoh, perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lainnya, serta munculnya berbagai garis keturunan seperti keturunan Pasek, Manik Mas, Bandesa Selat, Samping, dan tokoh-tokoh lainnya. Babad bergambar ini menyajikan kembali kisah tersebut secara visual dengan mempertahankan alur, tokoh, nama tempat, dan hubungan keturunan sebagaimana termuat dalam naskah, sehingga perjalanan cerita dapat dipahami dengan lebih mudah oleh pembaca. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a95dc7071bc2.jpg" length="125102" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 29 Oct 2026 14:50:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Roswita Florensia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Kayonan: Menghidupkan Tradisi Bali melalui Kendang dan Jejak Leluhur ke Mata Dunia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-kayonan-menghidupkan-tradisi-bali-melalui-kendang-dan-jejak-leluhur-ke-mata-dunia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-kayonan-menghidupkan-tradisi-bali-melalui-kendang-dan-jejak-leluhur-ke-mata-dunia</guid>
        <description><![CDATA[ Sanggar Kayonan merupakan wadah pelestarian seni budaya Bali yang aktif mengembangkan potensi generasi muda melalui kegiatan seni pertunjukan. Sanggar ini tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya. Melalui berbagai pementasan dan prestasi yang diraih, Sanggar Kayonan menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pembinaan seni tradisional yang berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_696cf3df4e9f3.jpg" length="114555" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 28 Oct 2026 14:50:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Pasek Adiantara</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menyusuri Hutan Pinus Sayong Asri, Wisata Sunyi dengan Nuansa Alami</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menyusuri-hutan-pinus-sayong-asri-wisata-sunyi-dengan-nuansa-alami</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menyusuri-hutan-pinus-sayong-asri-wisata-sunyi-dengan-nuansa-alami</guid>
        <description><![CDATA[ Hutan Pinus Sayong Asri di Kintamani menawarkan pengalaman wisata alam yang tenang, sejuk, dan jauh dari keramaian. Dikelilingi deretan pohon pinus yang rimbun, tempat ini menghadirkan suasana sunyi alami dengan udara khas dataran tinggi. Keunikannya terletak pada lanskap yang masih natural, cahaya matahari yang menembus pepohonan, serta kabut tipis di pagi hari yang menciptakan nuansa estetik dan menenangkan. Cocok untuk healing, berjalan santai, fotografi, hingga quality time tanpa gangguan, Hutan Pinus Sayong Asri menjadi alternatif wisata Bali yang sederhana namun berkesan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_69707b43d0abb.jpg" length="148647" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 26 Oct 2026 13:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Awan Qieuro</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Bhuwana Winasa: Pergolakan dan Runtuhnya Kerajaan&amp;Kerajaan di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-bhuwana-winasa-pergolakan-dan-runtuhnya-kerajaan-kerajaan-di-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-bhuwana-winasa-pergolakan-dan-runtuhnya-kerajaan-kerajaan-di-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Bhuwana Winasa merupakan naskah babad bernomor Va. 1565/4 yang berasal dari desa Munggu, Denpasar, ditulis dalam bahasa Jawa Kuna Tengahan dengan aksara Bali, dan terdiri atas 16 lembar lontar. Naskah ini menggubah peristiwa sejarah dalam bentuk kidung berbahasa Jawa Kuna Tengahan dengan tembang Sekar Alit, yang menceritakan mulai runtuhnya kerajaan-kerajaan di Bali pada tahun Saka 1840. Kisah diawali dengan Raja Gianyar Anak Agung Manggis dan pembantunya yang terkenal, I Made Pasek, kemudian berlanjut pada pertemuan Raja Gianyar, Menguwi, dan Badung dengan Dalem di Klungkung untuk membicarakan permusuhan dengan Apuan di bawah I Gede Gejen hingga Apuan dikalahkan. Riwayat ini kemudian menggambarkan berbagai huru-hara di Bali, seperti di Jembrana, Bongkasa, Badung, Menguwi, Karangasem, Singaraja, Payangan, Sayan, dan Buduk, serta peristiwa Tawan Karang di Sanur yang menjadi dalih Belanda menggempur Badung. Kisah berlanjut pada Puputan Badung dan keterlibatan Sanur, Intaran, Tanjung Bungkak, Kesiman, serta rakyat Badung secara keseluruhan. Pada akhirnya, huru-hara yang meluas menyebabkan kekuasaan kerajaan-kerajaan Bali diambil alih oleh Belanda, sementara para raja tetap berdaulat secara tradisional tetapi secara yuridis berada di bawah kekuasaan Belanda. Riwayat ditutup dengan kekalahan Buleleng dalam perlawanan di Jagaraga pada 1849, kekalahan Badung pada 1906, dan penguasaan Kerajaan Klungkung pada 1908. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa0e420e11f5.jpg" length="192551" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 25 Oct 2026 16:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Neny Irmasari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Samudra Berdarah: Perang Gelgel dan Gowa&amp;Tallo (1618–1640 M)</title>
        <link>https://budayabali.com/id/samudra-berdarah-perang-gelgel-dan-gowa-tallo-16181640-m</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/samudra-berdarah-perang-gelgel-dan-gowa-tallo-16181640-m</guid>
        <description><![CDATA[ Sejarah Nusantara adalah sejarah laut.Pada abad ke-17  kerajaan-kerajaan maritim yang kekuatannya diukur dari kemampuan armada mereka menguasai jalur niaga dan memproyeksikan pengaruh ke seberang lautan. Di antara dua kerajaan dengan karakter yang sangat berbeda muncul sebagai kekuatan dominan Kerajaan Gowa-Tallo (Makassar) sebagai pusat niaga kosmopolitan, dan Kerajaan Gelgel di Bali sebagai pewaris tradisi agraris-maritim Majapahit. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d53e7cae736.jpg" length="104219" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 23 Oct 2026 05:26:32 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Aril Nugrahana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Usana Jawa: Kisah Penaklukan Pulau Bali Oleh Kerajaan Majapahit</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-usana-jawa-kisah-penaklukan-pulau-bali-oleh-kerajaan-majapahit</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-usana-jawa-kisah-penaklukan-pulau-bali-oleh-kerajaan-majapahit</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Usana Jawa merupakan naskah babad yang tersimpan sebagai koleksi lontar di Gedong Kirtya, Singaraja dengan No. Va. 3438. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuna. Kisahnya menelusuri sejarah Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan raja beristana di Alas Terik, dengan Patih Gajah Mada dan Sirarya Damar sebagai dua tokoh andalan kerajaan, hingga meluas ke persoalan Bali yang saat itu diperintah Sri Tapolung dengan Ki Pasunggrigis sebagai perdana menterinya. Perjalanan cerita berlanjut melalui upaya Majapahit menaklukkan Bali yang dipimpin Arya Damar dan Gajah Mada, penyerangan dari berbagai penjuru, hingga jatuhnya Bali ke tangan Majapahit. Di tengah kisah, kedatangan utusan bernama Kuda Pangasih membawa kabar tentang keadaan pertempuran, memicu rangkaian peristiwa menjelang berakhirnya penaklukan. Kisah kemudian berlanjut hingga para Arya bersaudara ditempatkan di wilayah-wilayah baru di Bali, menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa2a27623b0a.jpg" length="134997" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 22 Oct 2026 18:30:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Parta Risanjaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Turunan Dalem Karangan: Silsilah, Persebaran Wangsa, dan Lahirnya Puri Ubud</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-turunan-dalem-karangan-silsilah-persebaran-wangsa-dan-lahirnya-puri-ubud</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-turunan-dalem-karangan-silsilah-persebaran-wangsa-dan-lahirnya-puri-ubud</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Turunan Dalem Karangan mengisahkan silsilah Dalem Kresna Kepakisan hingga Dewa Agung Jambe yang bertahta di Klungkung. Kisah kemudian berlanjut pada keturunannya yang menyebar ke Klungkung, Sukawati, Peliatan, Guwang, dan Negara. Dari perkembangan keturunan tersebut, muncul kekuatan Kerajaan Gianyar hingga akhirnya berdiri Puri Ubud oleh Cokorda Putu Kandel. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9af2fd56b23.jpg" length="859597" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 19 Oct 2026 15:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Pande Satya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pantai Pemutih: Tebing Batu Menuju Panggung Samudra di Pecatu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pantai-pemutih-tebing-batu-menuju-panggung-samudra-di-pecatu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pantai-pemutih-tebing-batu-menuju-panggung-samudra-di-pecatu</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Pemutih adalah sebuah pantai tersembunyi di kawasan Pecatu yang menawarkan keindahan unik dan sensasi petualangan. Lokasinya yang tersembunyi dan belum banyak diketahui orang membuatnya memiliki pesona tersendiri. Untuk mengaksesnya, pengunjung perlu menuruni serangkaian anak tangga yang menantang, namun akan dihadiahi pemandangan samudra yang memukau. Pantai ini ideal untuk bersantai, fotografi, dan menjelajahi gugusan karang saat air surut. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c709efdbd60.jpg" length="98726" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 18 Oct 2026 14:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Cornelius Caesar Hendrik Pasaribu</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar DikaSanthi Candra Pastika: Dari Sekaa Tradisi Desa untuk Menjaga Denyut Tradisi di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-dikasanthi-candra-pastika-dari-sekaa-tradisi-desa-untuk-menjaga-denyut-tradisi-di-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-dikasanthi-candra-pastika-dari-sekaa-tradisi-desa-untuk-menjaga-denyut-tradisi-di-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Di Bali, seni bukan sekadar pertunjukan, melainkan denyut kehidupan yang tumbuh dari desa, banjar, dan sekaa tradisi. Di tengah perubahan zaman, keberadaan sanggar seni menjadi ruang penting untuk menjaga kesinambungan warisan budaya agar tidak terputus. Dari semangat itulah Sanggar DikaSanthi Candra Pastika hadir, berakar dari kehidupan desa dan bergerak sebagai wadah pembinaan seni yang terus berproses, tumbuh, dan menghidupi tradisi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_69722564286f1.jpg" length="117245" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 21:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Trio Suro Wibowo</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Arya Kanuruhan: Pengabdian Setia Menjaga Kerajaan dari Masa Majapahit hingga Purasi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-arya-kanuruhan-pengabdian-setia-menjaga-kerajaan-dari-masa-majapahit-hingga-purasi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-arya-kanuruhan-pengabdian-setia-menjaga-kerajaan-dari-masa-majapahit-hingga-purasi</guid>
        <description><![CDATA[ Mengisahkan perjalanan sejarah dan pengabdian luhur Trah Arya Kanuruhan dalam mengawal kedaulatan serta kedamaian di tanah Bali. Berawal dari ekspedisi Majapahit di bawah arahan Patih Gajah Mada dan penobatan Dalem Kapakisan di Puri Gelgel, babad ini merekam jejak kesetiaan para ksatria Arya. Di balik dinding istana, terukir kisah pengorbanan jiwa Kiyai Tangkas demi titah raja, keberanian Patih Ularan menumpas ancaman, hingga peran vital para patih Kanuruhan dalam menggembleng para pangeran muda. Meski diterpa dinamika politik yang memaksa pengungsian ke Desa Purasi, Trah Arya Kanuruhan tetap berdiri teguh menjaga warisan leluhur dan mengabdi demi ketenteraman bumi Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a911c94664dc.jpg" length="104599" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 13:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Putu Aditya Wijayasena</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Arya Kanuruhan, Arya Kanuruhan, Sejarah Bali, Babad Bali, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Gelgel, Komik Sejarah, Dalem Kapakisan, Patih Gajah Mada, Purasi</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sepekan yang Mengubah Sejarah: VOC dan Bali dalam Ekspedisi Cornelis de Houtman 1597</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sepekan-yang-mengubah-sejarah-voc-dan-bali-dalam-ekspedisi-cornelis-de-houtman-1597</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sepekan-yang-mengubah-sejarah-voc-dan-bali-dalam-ekspedisi-cornelis-de-houtman-1597</guid>
        <description><![CDATA[ Membahas peristiwa penting dalam sejarah Bali dan Belanda, yakni kontak pertama antara Cornelis de Houtman dan Pulau Bali pada 9–16 Februari 1597. Ekspedisi ini merupakan bagian dari pelayaran pertama Belanda ke Asia untuk mencari rempah-rempah. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan dan menelan korban jiwa, armada Houtman tiba di Bali dan disambut dengan hangat oleh masyarakat lokal. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d1881e5ecbb.jpg" length="117291" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 05:27:34 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Marshita Widya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pasek Bendesa: Purwa, Yatra, dan Wangsa</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pasek-bendesa-purwa-yatra-dan-wangsa</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pasek-bendesa-purwa-yatra-dan-wangsa</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Pasek Bendesa merupakan naskah babad bernomor Va. 5b59 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Puri Gede Kaba-Kaba. Kisahnya mengikuti perjalanan keturunan I Gede Manik Mas yang berasal dari Majapahit, hingga leluhurnya I Gede Bandesa Mas, mengiringi kedatangan Sri Aji Kepakisan ke Gelgel dan dianugerahi gelar kehormatan atas baktinya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita dipenuhi gejolak politik di istana Gelgel, perkawinan antarkeluarga bangsawan, hingga penyebaran anak-cucu ke berbagai penjuru Bali dari Mengwi, Tabanan, Badung, hingga Buleleng serta warisan spiritual yang terjalin dengan Ida Padanda Dwijendra dan berdirinya Pura Taman Pule. Babad ini bukan sekadar silsilah, melainkan kisah tentang sebuah wangsa yang terus bertahan, berkembang, dan meninggalkan jejak di berbagai wilayah pulau dewata. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9128e46cd4b.jpg" length="187615" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Febryana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Dalem Tamblingan dan Kisah Tamba Eling: Jejak Air Penyembuh di Tanah Leluhur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Pura-Dalem-Tamblingan-dan-Kisah-Tamba-Eling</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Pura-Dalem-Tamblingan-dan-Kisah-Tamba-Eling</guid>
        <description><![CDATA[ Tidak semua kisah tentang Danau Tamblingan dimulai dari danaunya. Di kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terdapat Pura Dalem Tamblingan yang berada di sekitar Danau Tamblingan dan kawasan hutan Alas Merta Jati. Di balik suasana tenang kawasan ini, tersimpan cerita tentang wabah penyakit, air yang dipercaya membawa kesembuhan, dan perjalanan seorang tokoh bernama Dewa Bahem. Dari sebuah sumber air yang kemudian dikenal sebagai Tamba Eling, lahir kisah yang dipercaya berkaitan dengan nama Tamblingan. Cerita tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan nama sebuah danau, tetapi juga berkaitan erat dengan Pura Dalem Tamblingan dan tanah leluhur masyarakat yang sejak dulu hidup di kawasan Merta Jati. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8e054d26d6f.jpg" length="203706" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 05:19:24 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Rama Putra</dc:creator>
        <media:keywords>Pura Dalem Tamblingan, Tamba Eling, Tamblingan, Dewa Bahem, Merta Jati, Danau</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sorak dan Tombak pada tradisi Ngerebeg Matiti Suara Blahkiuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sorak-dan-tombak-pada-tradisi-ngerebeg-matiti-suara-blahkiuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sorak-dan-tombak-pada-tradisi-ngerebeg-matiti-suara-blahkiuh</guid>
        <description><![CDATA[ Tombak bambu, sorak-sorai, dan arak-arakan menjadi bagian dari Ngerebeg Matiti Suara di desa adat Blahkiuh. Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi cara masyarakat mengingat kembali hubungan mereka dengan Pura Luhur Giri Kusuma. Di balik prosesi yang terlihat meriah, tersimpan cerita tentang Singasari, kemenangan, dan pesan yang terus diwariskan kepada generasi seterusnya. Lalu, bagaimana semua cerita itu menyatu dalam Ngerebeg Matiti Suara? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f9a8634f54.jpg" length="111068" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 05:36:28 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Adi Dharma</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pie Susu Bali: Oleh&amp;Oleh Khas yang Menghidupkan UMKM</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pie-susu-bali-oleh-oleh-khas-yang-menghidupkan-umkm</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pie-susu-bali-oleh-oleh-khas-yang-menghidupkan-umkm</guid>
        <description><![CDATA[ Berwisata ke Bali rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang pie susu sebagai oleh-oleh. Kue mungil dengan kulit pastry yang tipis dan renyah ini memiliki isian vla susu dan kuning telur yang manis, lembut, dan khas. Tak heran jika pie susu menjadi salah satu buah tangan favorit wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Di balik bentuknya yang sederhana, pie susu ternyata memiliki peran penting bagi perekonomian masyarakat Bali, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadikannya sebagai salah satu produk andalan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8e5bd3f2818.jpg" length="93208" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 05:03:31 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Kal - El Ahmad Farrell</dc:creator>
        <media:keywords>Pie Susu Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menyelami Keanggunan Pura Penataran Sasih Melalui Jelajah Virtual</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menyelami-keanggunan-pura-penataran-sasih-melalui-pemandangan-virtual-yang-membawa-anda-ke-dalam-keheningan-abadi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menyelami-keanggunan-pura-penataran-sasih-melalui-pemandangan-virtual-yang-membawa-anda-ke-dalam-keheningan-abadi</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Penataran Sasih selain menjadi tempat ibadah umat hindu di Bali juga menyimpan berbagai kisah yang menarik. Terdapat banyak peninggalan historis yang masih tersimpan di Pura Penataran Sasih ini. Salah satu yang ikonik adalah Nekara Pejeng. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202412/image_870x580_676eb59486afe.jpg" length="105784" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 12 Oct 2026 05:03:31 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Enda Ginting</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Goutama Street Food Ubud: Menyusuri Jejak Rasa di Lorong Kuliner Jantung Budaya Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/goutama-street-food-ubud-menyusuri-jejak-rasa-di-lorong-kuliner-jantung-budaya-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/goutama-street-food-ubud-menyusuri-jejak-rasa-di-lorong-kuliner-jantung-budaya-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Goutama Street menghadirkan pengalaman kuliner yang unik melalui perpaduan makanan dari berbagai negara dan sentuhan tradisional lokal, menjadikannya satu jalan kecil dengan cerita budaya yang kaya dan beragam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_69704cd6e0aa2.jpg" length="214593" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 20:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Cindy Alya Herlina</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tenang Saat Siang, Air di Akar Pohon Nyelati Dipercaya Bisa Melayang di Malam Hari</title>
        <link>https://budayabali.com/id/air-akar-pohon-nyelati-melayang-malam-hari</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/air-akar-pohon-nyelati-melayang-malam-hari</guid>
        <description><![CDATA[ Di kawasan suci Banjar Adat Nyelati, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terdapat sebuah cerita masyarakat tentang air yang berada di sekitar akar pohon. Pada siang hari, tempat tersebut terlihat tenang seperti sumber air pada umumnya. Namun, ketika malam tiba, masyarakat setempat memiliki cerita bahwa air tersebut dipercaya dapat melayang. Fenomena ini belum dapat disebut sebagai fakta ilmiah, tetapi menjadi bagian dari cerita lisan dan kepercayaan masyarakat yang menarik untuk ditelusuri. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aaa4fc0d85c8.jpg" length="219045" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 05:45:58 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Made Duinata</dc:creator>
        <media:keywords>Desa Kuwum, air suci Nyelati, Banjar Adat Nyelati</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Desa Brahmana di Tengah Masyarakat Heterogen: Menelusuri Sejarah Unik Warga Cucukan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-brahmana-di-tengah-masyarakat-heterogen-menelusuri-sejarah-unik-warga-cucukan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-brahmana-di-tengah-masyarakat-heterogen-menelusuri-sejarah-unik-warga-cucukan</guid>
        <description><![CDATA[ Di tengah masyarakat Bali yang hidup dengan latar belakang wangsa yang beragam, Desa Adat Cucukan di Klungkung hadir dengan keunikan yang jarang ditemui: hampir seluruh krama adatnya berasal dari garis keturunan Brahmana. Berawal dari perjalanan seorang pandhita hingga berkembang menjadi sebuah desa adat, Cucukan berhasil menjaga sejarah dan identitas leluhurnya dari generasi ke generasi. Namun, bagaimana desa dengan akar keturunan yang begitu kuat ini tetap mampu hidup berdampingan dan menjalin menyama braya di tengah masyarakat yang heterogen? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a905e6c82cdb.jpg" length="70319" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 05:21:33 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Kadek Diah Purnama Lestari R.</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sabo Tegen: Jejak Sakral Persembahan kepada Siwa dan Parwati di Kedisan Kintamani</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sabo-tegen-jejak-sakral-persembahan-kepada-siwa-dan-parwati-di-kedisan-kintamani</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sabo-tegen-jejak-sakral-persembahan-kepada-siwa-dan-parwati-di-kedisan-kintamani</guid>
        <description><![CDATA[ Sabo Tegen merupakan tradisi sakral masyarakat Kedisan, Kintamani yang memiliki nilai keagamaan dan budaya. Tradisi ini menjadi bagian dari warisan leluhur yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan Tuhan, sesama, dan alam, serta pentingnya menjaga keberlangsungan budaya lokal Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f8a5b2492a.jpg" length="120074" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 05:07:10 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Made Mogiyana Sugesta</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Dari Sanggar Rumahan ke Diplomasi Budaya: Sanggar Seni Guntur Madu dalam Pentas Kedutaan Internasional Vietnam</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dari-sanggar-rumahan-ke-diplomasi-budaya-sanggar-seni-guntur-madu-dalam-pentas-kedutaan-internasional-vietnam</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dari-sanggar-rumahan-ke-diplomasi-budaya-sanggar-seni-guntur-madu-dalam-pentas-kedutaan-internasional-vietnam</guid>
        <description><![CDATA[ Seni tradisional Bali tidak hanya hidup melalui ruang-ruang pertunjukan formal, tetapi juga bertumbuh dari komunitas dan lingkungan keluarga. Salah satu ruang penting dalam proses pelestarian dan regenerasi seni tersebut adalah sanggar seni. Sanggar Seni Guntur Madu merupakan contoh sanggar berbasis komunitas yang tumbuh dari lingkungan rumah tangga dan banjar, namun mampu menembus panggung internasional melalui partisipasinya dalam kegiatan kedutaan di Vietnam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973b901f2d42.jpg" length="77516" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 10 Oct 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Tyo Putra Kharinata</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Ki Tambyak: Kisah Sang Bayi dari Batu Danau Batur dan Patih Kerajaan Bali Aga</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-ki-tambyak-kisah-sang-bayi-dari-batu-danau-batur-dan-patih-kerajaan-bali-aga</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-ki-tambyak-kisah-sang-bayi-dari-batu-danau-batur-dan-patih-kerajaan-bali-aga</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Ki Tambyak adalah kisah leluhur yang terekam dalam lontar warisan Bali kuno. Ceritanya bermula dari kelahiran ajaib seorang bayi di atas batu di tepi Danau Batur, putra Begawan Maya Cakru yang kemudian moksa setelah memberinya nama. Bayi itu diasuh oleh Kabayan Panarajon dan masyarakat Bali Aga sampai akhirnya dipanggil menghadap Sri Haji Tapohulung. Kemenangannya dalam duel melawan Kabayan Batu Sepih mengantarkannya pada jabatan Patih di masa pemerintahan Sri Haji Bedhamurdi. Namun kejayaan itu tak berlangsung selamanya, kerajaan Bedahulu runtuh diserang Majapahit di bawah Patih Gajah Mada, memaksa keturunan Patih Tambyak mengungsi ke berbagai penjuru Bali dan menyamar sebagai keturunan Arya Bandesa hingga tibalah babak baru pemerintahan Bali di tangan Sri Kresna Kapakisan. Babad ini bukan sekadar kisah kesaktian, melainkan gambaran pergolakan Bali Aga memasuki babak baru sejarah di bawah pengaruh Majapahit. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6abc964faf72b.jpg" length="203690" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 10 Oct 2026 11:50:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Ayu Sintha Pradnyaswari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Bukit Surga: Tempat Terbaik Menyaksikan Sunrise di Karangasem</title>
        <link>https://budayabali.com/id/bukit-surga-tempat-terbaik-menyaksikan-sunrise-di-karangasem</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/bukit-surga-tempat-terbaik-menyaksikan-sunrise-di-karangasem</guid>
        <description><![CDATA[ Pulau Bali terkenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Salah satu destinasi yang wajib Anda kunjungi adalah Bukit Surga, sebuah lokasi di Karangasem, Bali Timur, yang menawarkan pengalaman menyaksikan matahari terbit dengan latar belakang panorama alam yang menakjubkan. Tempat ini semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama bagi mereka yang mencari suasana tenang dan keindahan alam yang menenangkan jiwa. Selain menjadi spot terbaik untuk menikmati sunrise, Bukit Surga juga merupakan destinasi favorit bagi para pencinta aktivitas berkemah di alam terbuka. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_679309d65a0e8.jpg" length="173092" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 09 Oct 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>raviarnan</dc:creator>
        <media:keywords>Bukit</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Spiritual Dang Hyang Nirartha: Pendeta Suci dalam Perjalanan Hindu Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-spiritual-dang-hyang-nirartha-pendeta-suci-dalam-perjalanan-hindu-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-spiritual-dang-hyang-nirartha-pendeta-suci-dalam-perjalanan-hindu-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Dang Hyang Nirartha (Mpu Nirartha / Dang Hyang Dwijendra) adalah pendeta Hindu Saiwa dari Jawa pada masa runtuhnya Majapahit. Ia melakukan dharmayatra ke Bali pada akhir abad ke-15, memperkenalkan padmasana sebagai simbol pemujaan langsung kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta membangun banyak pura penting seperti Uluwatu dan Tanah Lot. Ajaran dan peninggalannya masih menjadi dasar spiritual Hindu Bali hingga kini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2cf467acc6.jpg" length="74597" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 09 Oct 2026 05:25:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Kadek Pindra Dwi Permana</dc:creator>
        <media:keywords>Dang Hyang Nirartha, Mpu Nirartha, Dang Hyang Dwijendra, Hindu, Bali, Majapahit, Dharmayatra, Padmasana, Pura Uluwatu, Pura Tanah Lot, Moksha, Sejarah Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>BABAD RUSAK BANJAR: Demi Tanah Banjar, Mereka Memilih Melawan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-rusak-banjar-demi-tanah-banjar-mereka-memilih-melawan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-rusak-banjar-demi-tanah-banjar-mereka-memilih-melawan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Rusak Banjar merupakan naskah babad bernomor Va.918/3 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dari koleksi I Ketut Gelgel. Berlatar di tengah cengkeraman kekuasaan kolonial Belanda di Buleleng, naskah berbahasa Bali (Gaguritan) ini menelusuri ketegangan di Kerajaan Banjar saat sang Raja, I Gusti Made Rai, mengambil keputusan berani untuk menolak sistem upeti yang menindas. Saat tekanan dari utusan Belanda memicu amarah dan perlawanan rakyat, mampukah benteng pertahanan Banjar serta keberanian para patih andalannya menahan gempuran armada perang yang datang dari kejauhan? Sebuah kisah perjuangan dan pertaruhan nasib sebuah kerajaan di tanah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a911bab0b4a8.jpg" length="593002" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Satria Pratama</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ajeran: Tanaman Liar yang Dimanfaatkan sebagai Ramuan Tradisional untuk Demam dalam Usadha Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/ajeran-tanaman-liar-yang-dimanfaatkan-dalam-sebagai-ramuan-tradisional-untuk-demam-dalam-usadha-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/ajeran-tanaman-liar-yang-dimanfaatkan-dalam-sebagai-ramuan-tradisional-untuk-demam-dalam-usadha-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Ajeran merupakan salah satu tanaman yang dikenal dalam pengetahuan pengobatan tradisional Bali atau Usadha Bali. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Bidens pilosa L. ini sering tumbuh liar di sekitar halaman, kebun, maupun lahan terbuka dan kerap dianggap sebagai gulma. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, Ajeran ternyata dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan ramuan untuk membantu mengatasi demam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d13741c0ca.jpg" length="113602" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 07 Oct 2026 05:09:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Erick Fedryano</dc:creator>
        <media:keywords>Ajeran, Usadha Bali, Obat, Demam, Ramuan Tradisional, Bali, Tradisional, Warisan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Majelangu Gerenceng :  Tradisi Unik Membuka Pasar Setiap Hari Raya Nyepi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-majelangu-gerenceng-keunikan-tradisi-membuka-pasar-setiap-hari-raya-nyepi-dalam-rangkamenolakgrubug</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-majelangu-gerenceng-keunikan-tradisi-membuka-pasar-setiap-hari-raya-nyepi-dalam-rangkamenolakgrubug</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Majelangu Gerenceng merupakan salah satu pura yang memiliki keunikan tradisi tersendiri di Bali, khususnya dalam kaitannya dengan perayaan Hari Raya Nyepi.  Pura ini menjadi pusat perhatian setiap kali Nyepi tiba, berkat tradisi khasnya yang dikenal dengan ritual membuka pasar. Tradisi ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari upaya spiritual masyarakat Hindu Bali untuk menolak grubug atau bencana yang diyakini dapat mengganggu keseimbangan alam semesta. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_679209b4e7de9.jpg" length="145747" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 06 Oct 2026 05:21:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>reehandn</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Dewa Ring Tolangkir: Takdir Empat Bhatara Penjaga Gunung dalam Pusaran Perselisihan, Kutukan, dan Lahirnya Tatanan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-dewa-ring-tolangkir-takdir-empat-bhatara-penjaga-gunung-dalam-pusaran-perselisihan-kutukan-dan-lahirnya-tatanan-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-dewa-ring-tolangkir-takdir-empat-bhatara-penjaga-gunung-dalam-pusaran-perselisihan-kutukan-dan-lahirnya-tatanan-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Dewa Ring Tolangkir merupakan naskah babad yang tercatat dalam koleksi Gedong Kirtya Singaraja dengan kode Va. 5121, berasal dari koleksi Geria Telaga, Sanur. Naskah ini menggunakan bahasa Bali bercampur Jawa Kuna Tengahan dan ditulis dalam aksara Bali. Kisahnya menceritakan perjalanan para Bhatara yang berstana di berbagai gunung suci, khususnya empat saudara yaitu I Raras di Gunung Andakasa, I Lyang di Gunung Lebah, Bhatara Batur di Gunung Batur, dan I Sruna di Gunung Agung. Keempat Bhatara tersebut memiliki tugas masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam, mulai dari memelihara taman, tanaman, binatang, hingga kehidupan di wilayah kekuasaannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90e952a91cf.jpg" length="163603" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 04 Oct 2026 11:52:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Indah Aprilia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Harmoni Pulau Dewata (1460 M): Arsitektur dan Kehidupan Sosial di Masa Keemasan Waturenggong</title>
        <link>https://budayabali.com/id/harmoni-pulau-dewata-1460-m-arsitektur-dan-kehidupan-sosial-di-masa-keemasan-waturenggong</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/harmoni-pulau-dewata-1460-m-arsitektur-dan-kehidupan-sosial-di-masa-keemasan-waturenggong</guid>
        <description><![CDATA[ Masa keemasan Bali abad ke-15 di bawah Dalem Waturenggong ketika arsitektur suci, perdagangan dan kehidupan sosial berjalan harmonis mewujudkan Pulau Dewata sebagai pusat budaya dan spiritual ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abee7cfd6678.jpg" length="100305" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 02 Oct 2026 05:35:13 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Anindya Maheswari Putri Owen</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pande Tista: Jejak Swadharma &amp;amp; Perjalanan Generasi Pande Besi</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pande-tista-jejak-swadharma-perjalanan-generasi-pande-besi</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pande-tista-jejak-swadharma-perjalanan-generasi-pande-besi</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Pande Tista merupakan naskah babad bernomor Va. 4713 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Kakiang Dayu Putu Muliani dari Geria Gede Panarukan, Kerambitan, Tabanan. Kisahnya diawali dari kedukaan De Bandesa Kaywan atas kematian istrinya, hingga kedatangan Danghyang Kanaka dari Daerah Kling yang kelak mewariskan ajaran swadharma pandai besi kepada keturunannya sebelum kembali ke Jawa. Perjalanan ini berlanjut dengan penguraian silsilah leluhur hingga era Pangeran Kayu Mas dan Sira De Kayu Mas yang menguatkan tradisi pandai besi. Di tengah dinamika perpindahan tokoh-tokoh Arya serta pengungsian antarwilayah seperti Gelgel, Mambal, Sibang, hingga Jembrana, ikatan pengabdian keturunan Pande terus berlanjut hingga akhirnya Ki Pande mengungsi dan menetap di Desa Tista, Kerambitan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904ed2120eb.jpg" length="167119" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 16:55:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Komang Arika Devi Cahyani</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Kalender Wariga Bali October 2026</title>
        <link>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-october-2026</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-october-2026</guid>
        <description><![CDATA[ Simaklah Wariga Bali dalam bentuk visual yang menarik dan informatif. Disajikan dengan atribut Wariga Bali yang lengkap, sebagai pemandu dalam menentukan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan gambaran mengenai karakter dan potensi diri seseorang. Tekan tombol navigasi pada pojok kanan atas gambar untuk melihat Kalender Wariga Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abd3ae06a38a.jpg" length="162154" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 00:43:07 +0800</pubDate>
        <dc:creator>damarsangkara</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Kalender Wariga Bali September 2026</title>
        <link>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-september-2026</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/kalender-wariga-bali-september-2026</guid>
        <description><![CDATA[ Simaklah Wariga Bali dalam bentuk visual yang menarik dan informatif. Disajikan dengan atribut Wariga Bali yang lengkap, sebagai pemandu dalam menentukan aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan gambaran mengenai karakter dan potensi diri seseorang. Tekan tombol navigasi pada pojok kanan atas gambar untuk melihat Kalender Wariga Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abd3502e59ae.jpg" length="180126" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 00:21:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>damarsangkara</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Pulesari: Asal Usul, Pengasingan, dan Jejak Keturunan Dalem Tarukan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-pulesari-asal-usul-pengasingan-dan-jejak-keturunan-dalem-tarukan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-pulesari-asal-usul-pengasingan-dan-jejak-keturunan-dalem-tarukan</guid>
        <description><![CDATA[ Kisah Dalem Tarukan yang terusir dari istananya akibat konflik keluarga, hingga mendirikan pedukuhan Pulesari di kaki Gunung Peniddha beserta pantangan sakral bagi keturunannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a903d4f5b536.jpg" length="110264" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nanda Aulia Rahman</dc:creator>
        <media:keywords>babad pulesari, dalem tarukan, dalem samprangan, sejarah bali, silsilah bali, gunung peniddha, tarukan pejeng, babad bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tajog dalam Permainan Tradisional Bali: Keseimbangan, Ketangkasan, dan Nilai Sosial</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tajog-dalam-permainan-tradisional-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tajog-dalam-permainan-tradisional-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Di atas dua batang bambu setinggi lutut hingga paha, anak-anak Bali dahulu belajar sesuatu yang lebih dari sekadar berjalan, cara menjaga tubuh tetap stabil sambil terus bergerak maju. Permainan bernama Tajog ini sederhana secara alat, tetapi menyimpan pelajaran tentang ketekunan, kerja keras, dan sportivitas. Di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan dunia digital, Tajog dapat dihidupkan kembali sebagai permainan yang mengajak mereka meninggalkan sejenak layar smartphone, bergerak lebih aktif, dan menikmati interaksi langsung bersama teman-temannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8c5b5429d62.jpg" length="103933" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:31:36 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Jesslyne</dc:creator>
        <media:keywords>Tajog, permainan tradisional Bali, permainan tradisional, budaya Bali, egrang Bali, keseimbangan, ketangkasan, pelestarian budaya, permainan anak Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Batu Bolong Canggu: Sumur Suci Danghyang Nirartha dan Pelinggih diatas Batu Karang</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-batu-bolong-canggu-sumur-suci-danghyang-nirartha-dan-pelinggih-diatas-batu-karang</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-batu-bolong-canggu-sumur-suci-danghyang-nirartha-dan-pelinggih-diatas-batu-karang</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Batu Bolong di Canggu memiliki sebuah pelinggih yang berdiri di atas batu karang berlubang sarat makna spiritual dan diyakini berkaitan dengan perjalanan suci Danghyang Nirartha pada tahun 1489 M. Konon, beliau menciptakan tujuh sumur di laut sebagai sumber penyucian dan pengobatan. Kini, pura yang berjarak sekitar 12,7 km dari Kota Denpasar ini menjadi pusat upacara umat Hindu sekaligus destinasi wisata budaya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bfa23e55749.jpg" length="140366" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:23:33 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Made Nanda Prasetya Dwipayana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Air Terjun Bukit Buwung: Keindahan Alam, Kesunyian, dan Pesona Desa Tua, Kecamatan Marga</title>
        <link>https://budayabali.com/id/air-terjun-bukit-buwung-keindahan-alam-kesunyian-dan-pesona-desa-tua-kecamatan-marga-5646</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/air-terjun-bukit-buwung-keindahan-alam-kesunyian-dan-pesona-desa-tua-kecamatan-marga-5646</guid>
        <description><![CDATA[ Air Terjun Bukit Buwung merupakan salah satu destinasi wisata alam di Desa Tua, Tabanan, yang menawarkan suasana asri. Keunikannya terlihat dari keberadaan dua air terjun dengan karakter aliran yang berbeda dalam satu kawasan. Selain itu, nama Bukit Buwung juga menyimpan kisah kepercayaan masyarakat setempat. Apa yang membuat air terjun ini berbeda dan menarik untuk dikunjungi? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a901fa2a4ea7.jpg" length="151688" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 28 Sep 2026 05:05:46 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Luh Angelina Nadia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Agung Giri Budaya: Ruang Budaya Bali di Tanah Kupang</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-agung-giri-budaya-ruang-budaya-bali-di-tanah-kupang</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-agung-giri-budaya-ruang-budaya-bali-di-tanah-kupang</guid>
        <description><![CDATA[ Sebuah budaya tidak selalu hilang karena tidak lagi dikenal. Kadang, ia perlahan memudar ketika generasi yang seharusnya menerima warisan tersebut mulai memilih untuk berjalan ke arah lain. Lalu, bagaimana jika warisan tersebut harus tumbuh jauh dari tanah tempat ia dilahirkan? Bagaimana jika generasi yang diharapkan menjadi penerus hidup di tengah masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, memiliki kesibukan dan pilihan yang semakin beragam, sementara budaya yang diwariskan harus terus diperkenalkan agar tidak ditinggalkan? Apakah jarak dari Bali akan membuat budaya Bali semakin sulit dipertahankan? Atau justru, di tempat yang jauh dari asalnya, akan muncul cara lain untuk membuatnya tetap hidup? Dan pada akhirnya, siapa yang akan berdiri ketika generasi hari ini tidak lagi mampu menari? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90c8fd93940.jpg" length="102122" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 27 Sep 2026 09:18:25 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Gusti Ayu Dwi Kencana Putri</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Biru di Ujung Selatan Bali: Panorama Pantai Blue Point di Kawasan Uluwatu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-biru-di-ujung-selatan-bali-panorama-pantai-blue-point-di-kawasan-uluwatu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-biru-di-ujung-selatan-bali-panorama-pantai-blue-point-di-kawasan-uluwatu</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Blue Point menyuguhkan panorama laut biru yang mencolok dengan ombak besar dan tebing karang yang menjulang, menciptakan suasana alam yang dramatis khas Uluwatu. Meski akses menuju pantai cukup menantang, keindahan yang ditawarkan membuat setiap langkah terasa sepadan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695c3c978f8fc.jpg" length="128939" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 26 Sep 2026 18:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Cindy Alya Herlina</dc:creator>
        <media:keywords>Pantai Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Wisnuwangsa: Jejak Keturunan dari Medang Kemulan hingga Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-wisnuwangsa-jejak-keturunan-dari-medang-kemulan-hingga-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Wisnuwangsa merupakan naskah babad yang berasal dari koleksi Geria Kawan Sibetan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuno dengan huruf Bali dan terdiri atas 38 lembar. Kisahnya diawali dengan sloka berbahasa Sanskerta beserta penjelasannya dalam bahasa Jawa Kuno, kemudian berlanjut pada turunnya Bhatara Hyang Dimaharaja Manu ke Medang Kemulan pada tahun Çaka 530 (608 M) atas perintah Sri Bhatara Guru. Dari Manu, kisah menelusuri rangkaian silsilah Wisnuwangsa melalui sejumlah tokoh, di antaranya Sri Dharmawangsa, Sri Kameswara, Sri Erlangga, Sri Jayabaya, dan Sri Jayasaba. Perjalanan keturunan kemudian berlanjut hingga Sirarya Kepakisan yang turun ke Bali atas perintah Patih Gajah Mada dan menjadi patih adipati Sri Kresna Kepakisan di Samprangan. Dari Sirarya Kepakisan, garis keturunan berkembang melalui Pangeran Asak dan Pangeran Nyuhaya. Keturunan Pangeran Asak kemudian berlanjut hingga raja-raja Mengwi, sedangkan garis Pangeran Nyuhaya berkembang melalui sejumlah keturunan yang terhubung dengan Karangasem, Sibetan, dan Klungkung. Babad ini dengan demikian menelusuri perjalanan panjang silsilah Wisnuwangsa dari Medang Kemulan hingga berkembang dalam berbagai garis keturunan di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904c0e37199.jpg" length="805482" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Gde Santha Wijaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Peristiwa Pemindahan Keraton ke Gelgel dan Awal Kejayaan Sweca Linggarsa Pura (1401 M)</title>
        <link>https://budayabali.com/id/peristiwa-pemindahan-keraton-ke-gelgel-dan-awal-kejayaan-sweca-linggarsa-pura-1401-m</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/peristiwa-pemindahan-keraton-ke-gelgel-dan-awal-kejayaan-sweca-linggarsa-pura-1401-m</guid>
        <description><![CDATA[ Sebuah pembahasan sejarah tentang pemindahan keraton Bali dari Samprangan ke Gelgel pada tahun 1401 M, yang menjadi awal kejayaan Sweca Linggarsa Pura. Artikel ini menelusuri latar belakang politik, tokoh-tokoh penting, dan pengaruh budaya Hindu Bali, berdasarkan sumber pustaka dari lembaga resmi nasional. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6afa63d761.jpg" length="689459" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 05:29:39 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Anand Putu Rahtika</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Mengwi: Prahara Tahta dan Sinar Kebangkitan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-mengwi-prahara-tahta-dan-sinar-kebangkitan</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Mengwi (Koleksi Gedong Kirtya No. Va. 1340/12) yang aslinya ditulis di atas 66 lembar daun lontar dalam bahasa Jawa Kuna berhuruf Bali oleh I Gusti Putu Mayun, merupakan epik sejarah yang merekam pasang surut kekuasaan wangsa Arya di Pulau Dewata. Naskah ini mengisahkan garis waktu yang panjang, mulai dari kedatangan Sri Nararya Kresna Kapakisan, era kejayaan Kerajaan Gelgel, hingga munculnya prahara politik seperti pemberontakan berdarah dan invasi Buleleng yang memicu keruntuhan kerajaan. Meskipun dipenuhi dengan intrik, diaspora keluarga kerajaan, dan perebutan pusaka sakti, narasi epik ini pada akhirnya bermuara pada sebuah resolusi gemilang. Kedamaian serta puncak kejayaan Kerajaan Mengwi berhasil direstorasi kembali di bawah tampuk kepemimpinan yang bijaksana dari Ida Cokorda Made Agung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9041ca7f879.jpg" length="160922" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 22 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Nohan Suryantha</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sanggar Seni Satriya Lelana: Menjaga Warisan Drama Tari Gambuh di Tanga Anak Muda Lewat Pesta Kesenian Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sanggar-seni-satriya-lelana-menjaga-warisan-drama-tari-gambuh-di-tanga-anak-muda-lewat-pesta-kesenian-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sanggar-seni-satriya-lelana-menjaga-warisan-drama-tari-gambuh-di-tanga-anak-muda-lewat-pesta-kesenian-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Berlokasi di jantung seni Desa Batuan, Gianyar, Sanggar Seni Satriya Lelana hadir sebagai rumah bagi generasi muda untuk mengenal akarnya. Kegiatan rutin sanggar meliputi pelatihan seni tari dan karawitan (tabuh) yang menempa kedisiplinan anggotanya. Namun, dedikasi terbesar mereka terletak pada upaya menjaga napas Drama Tari Gambuh, sebuah warisan klasik yang rumit dan langka. Konsistensi mereka dalam regenerasi budaya telah diakui secara luas, terbukti dari penampilan memukau mereka di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga sukses menembus panggung Ibu Kota di Festival Budaya Panji 2024. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_696fbc62a2184.jpg" length="84902" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Namsa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Seni yang Hampir Pergi, Nilai yang Dipertahankan: Museum Rudana dan Upaya Menjaga Karya Anak Bangsa di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/seni-yang-hampir-pergi-nilai-yang-dipertahankan-museum-rudana-dan-upaya-menjaga-karya-anak-bangsa-di-bali-5330</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/seni-yang-hampir-pergi-nilai-yang-dipertahankan-museum-rudana-dan-upaya-menjaga-karya-anak-bangsa-di-bali-5330</guid>
        <description><![CDATA[ Museum Rudana terletak di Ubud, Bali, dan didirikan pada tahun 1995 oleh I Nyoman Rudana sebagai wujud kepedulian terhadap keberlangsungan seni rupa Indonesia. Museum ini dibangun berdasarkan filosofi pelestarian nilai budaya dan identitas bangsa di tengah arus modernisasi. Dengan koleksi karya seni lintas generasi yang terbagi dalam tiga lantai, Museum Rudana tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan refleksi seni. Berbagai penghargaan yang diraih menjadi bukti perannya dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Indonesia. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_6973414ad6330.jpg" length="167233" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 21 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Gusti Ngurah Agung Vimala Pratista Putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pantai Padang Padang Uluwatu: Keunikan Lanskap dan Perkembangan Wisata Pesisir Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pantai-padang-padang-uluwatu-keunikan-lanskap-dan-perkembangan-wisata-pesisir-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pantai-padang-padang-uluwatu-keunikan-lanskap-dan-perkembangan-wisata-pesisir-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Pantai Padang Padang di kawasan Uluwatu dikenal sebagai destinasi wisata pesisir dengan lanskap unik berupa pantai tersembunyi di balik tebing kapur dan perairan laut yang jernih. Keindahan alamnya menjadikan pantai ini menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Pantai Padang Padang merepresentasikan wisata pesisir Bali yang berkembang sejalan dengan prinsip berkelanjutan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a5d5c71fcd.jpg" length="161884" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 12:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Najwa Zhafir Hanysa</dc:creator>
        <media:keywords>Pantai Padang Padang</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Resi Waisnawa: Awal Mula Ajaran Siwa&amp;Waisnawa di Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-resi-waisnawa-awal-mula-ajaran-siwa-waisnawa-di-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-resi-waisnawa-awal-mula-ajaran-siwa-waisnawa-di-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Resi Waisnawa merupakan naskah lontar bernomor Va. 4742 yang disimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Geria Sunya, Kaba-kaba, Tabanan. Kisah ini menelusuri masuk dan menyatunya ajaran Siwa dan Buda di Bali pada masa pemerintahan Ida Dewagung Airlangga, yang dipelopori oleh Mpu Kuturan dan Mpu Pradah. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita ini dipenuhi dengan evolusi spiritual Siwa Waisnawa hingga lahirnya tradisi Sengguhu Bujangga, serta pembentukan peran Tri Sadaka dalam memimpin upacara penyucian alam (penangluk merana). Babad ini bukan sekadar catatan teologis, melainkan juga kisah perjalanan silsilah tokoh-tokoh penting dan penyebaran keturunan pelindung spiritual di berbagai wilayah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a903fe97e6ef.jpg" length="125987" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Putu Ayu Sundari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Air Mata Suci Samobarong: Kisah Mata Air yang Tak Hanya Mengalir, tetapi Juga Menyimpan Warisan Leluhur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/air-mata-suci-samobarong-tinggarsari</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/air-mata-suci-samobarong-tinggarsari</guid>
        <description><![CDATA[ Jauh di tengah hutan Desa Adat Tinggarsari terdapat Air Mata Suci Samobarong, sebuah mata air pegunungan yang sejak dahulu dipercaya memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat. Airnya yang jernih dan dingin tidak hanya digunakan untuk pemandian dan melukat, tetapi juga memiliki cerita tentang penyembuhan, meditasi, serta berbagai kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap memilih menjaga mata air ini agar kesucian dan keasriannya tidak hilang. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a904b427872e.jpg" length="139733" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 05:38:49 +0800</pubDate>
        <dc:creator>kusuma</dc:creator>
        <media:keywords>Air Mata Suci  SamoBarong</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Usadha Kayu Santen: Warisan Obat Tradisional Khas Bali Penyembuh Maag</title>
        <link>https://budayabali.com/id/usadha-kayu-santen-warisan-obat-tradisional-khas-bali-penyembuh-maag-5883</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/usadha-kayu-santen-warisan-obat-tradisional-khas-bali-penyembuh-maag-5883</guid>
        <description><![CDATA[ Pohon kayu santen atau yang dikenal dalam masyarakat Bali sebagai turus urip ternyata tidak hanya dimanfaatkan sebagai pagar hidup di pekarangan rumah. Dalam pengetahuan Usadha Bali, tanaman ini dikenal sebagai bahan loloh yang digunakan secara tradisional untuk keluhan sakit maag dan gangguan pencernaan.  Dalam lontar usadha Taru Pramana, kayu santen tercatat sebagai tanaman obat tradisional yang berkhasiat meredakan sakit maag. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a96981899744.jpg" length="66593" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 04:51:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Bryant Alexandrew Christian Guntoro</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Tirta Seganing: Tempat Penyucian di Tengah Sawah Gianyar</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-tirta-seganing-tempat-penyucian-di-tengah-sawah-gianyar</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-tirta-seganing-tempat-penyucian-di-tengah-sawah-gianyar</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Tirta Seganing di Gianyar, Bali, terkenal sebagai tempat ritual penglukatan dengan air suci yang dipercaya dapat membersihkan diri. Meskipun dikelilingi alam yang asri, pura ini sering sepi pengunjung, dengan mayoritas yang datang adalah warga lokal Gianyar. Kurangnya promosi dan informasi membuat pura ini kurang dikenal, padahal memiliki potensi untuk menjadi destinasi yang lebih ramai. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202409/image_870x580_66f8bd64db037.jpg" length="134509" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 04:51:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Vika Andini</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Dalem Ketut Ngelusir: Pendiri Kerajaan Gelgel</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dalem-ketut-ngulesir-pendiri-kerajaan-gelgel-4663</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dalem-ketut-ngulesir-pendiri-kerajaan-gelgel-4663</guid>
        <description><![CDATA[ Dalem Ketut Ngulesir, juga dikenal sebagai Dalem Semara Kepakisan, merupakan pendiri dan raja pertama Kerajaan Gelgel setelah memindahkan pusat pemerintahan dari Samprangan karena kepemimpinan kakaknya dianggap lemah. Pada masa pemerintahannya, ia menghadiri pertemuan di Majapahit dan ketika kembali ke Bali dikawal oleh 40 prajurit Muslim Majapahit yang kemudian diberi tanah di Gelgel sebagai tempat tinggal, sehingga lahirlah komunitas Islam tertua di Bali dengan Masjid Nurul Huda sebagai pusat ibadah. Kebijakan dan kepemimpinannya menjadikan Gelgel pusat politik dan kebudayaan Bali selama berabad-abad serta meninggalkan warisan sejarah yang penting bagi hubungan antarbudaya di Pulau Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d69788ce582.jpg" length="103892" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 18 Sep 2026 05:27:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Arthur Jessel</dc:creator>
        <media:keywords>Dalem Ketut Ngulesir, Gelgel Kingdom</media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>