<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</title>
    <link>https://budayabali.com/id/rss/latest-posts</link>
    <description>Bali Padma Bhuwana &amp; Latest Posts</description>
    <dc:language>id</dc:language>
    <dc:creator></dc:creator>
    <dc:rights>Copyright @2023 budayabali.com &amp; All Rights Reserved</dc:rights>
    <item>
        <title>Dalem Ketut Ngelusir: Pendiri Kerajaan Gelgel</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dalem-ketut-ngulesir-pendiri-kerajaan-gelgel-4663</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dalem-ketut-ngulesir-pendiri-kerajaan-gelgel-4663</guid>
        <description><![CDATA[ Dalem Ketut Ngulesir, juga dikenal sebagai Dalem Semara Kepakisan, merupakan pendiri dan raja pertama Kerajaan Gelgel setelah memindahkan pusat pemerintahan dari Samprangan karena kepemimpinan kakaknya dianggap lemah. Pada masa pemerintahannya, ia menghadiri pertemuan di Majapahit dan ketika kembali ke Bali dikawal oleh 40 prajurit Muslim Majapahit yang kemudian diberi tanah di Gelgel sebagai tempat tinggal, sehingga lahirlah komunitas Islam tertua di Bali dengan Masjid Nurul Huda sebagai pusat ibadah. Kebijakan dan kepemimpinannya menjadikan Gelgel pusat politik dan kebudayaan Bali selama berabad-abad serta meninggalkan warisan sejarah yang penting bagi hubungan antarbudaya di Pulau Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d69788ce582.jpg" length="103892" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 18 Sep 2026 05:27:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Arthur Jessel</dc:creator>
        <media:keywords>Dalem Ketut Ngulesir, Gelgel Kingdom</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Jawa Nguni : Manusia Pertama di Bumi dan Silsilah para Gusti di Jawa dan Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-jawa-nguni-manusia-pertama-di-bumi-dan-silsilah-para-gusti-di-jawa-dan-bali-5640</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-jawa-nguni-manusia-pertama-di-bumi-dan-silsilah-para-gusti-di-jawa-dan-bali-5640</guid>
        <description><![CDATA[ Dalam babad ini diceritakan asal-usul manusia pertama, Hyang Manu atau Sri Jaya Langit, hingga berkembangnya keturunan para raja dan gusti di Jawa dan Bali. Kisah kemudian menelusuri silsilah keturunan Pangeran Nyuhaya, termasuk I Gusti Patandakan, I Gusti Batan Jeruk, dan keluarga Karangasem. Babad juga menceritakan perselisihan antarkeluarga, perkawinan, kematian, pergantian kekuasaan, serta penyebaran keturunan para gusti ke berbagai wilayah di Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9013607b799.jpg" length="141397" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ngurah Gede</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Antara Palu, Doa, dan Tren Masa Kini: Sisi Lain Regenerasi Pengrajin Emas Klungkung</title>
        <link>https://budayabali.com/id/antara-palu-doa-dan-tren-masa-kini-sisi-lain-regenerasi-pengrajin-emas-klungkung</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/antara-palu-doa-dan-tren-masa-kini-sisi-lain-regenerasi-pengrajin-emas-klungkung</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Tegak, Klungkung, emas ditempa bukan dengan mesin cetak, melainkan dengan palu, api, dan kesabaran bertahun-tahun. Namun berbeda dari dugaan banyak orang, keahlian ini ternyata tidak diwariskan berdasarkan garis keturunan, melainkan tumbuh dari ketekunan personal I Kadek Suana, salah satu pengrajin yang masih bertahan di tengah gempuran perhiasan pabrikan dan derasnya arus generasi muda yang berpaling ke dunia digital. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa3a45674b45.jpg" length="127683" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Yoga Adhi Pradhitia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Lahir di Ambang Badai, Bertahan demi Tradisi: Hikayat Sanggar Seni Pranawa Swaram.</title>
        <link>https://budayabali.com/id/lahir-di-ambang-badai-bertahan-demi-tradisi-hikayat-sanggar-seni-pranawa-swaram</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/lahir-di-ambang-badai-bertahan-demi-tradisi-hikayat-sanggar-seni-pranawa-swaram</guid>
        <description><![CDATA[ Berawal dari gamelan pribadi pada tahun 2020, Sanggar Pranawa Swaram kini berkembang menjadi pusat pelestarian seni bagi generasi muda Desa Dalung. Dedikasi tulus menjaga tradisi ini sukses mengantarkan mereka mewakili Kabupaten Badung di panggung bergengsi PKB 2025. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_6946b381396b0.jpg" length="183909" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:56:42 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Gede Pasek Surya Dharma Kesuma</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Aksara Wréastra: Identitas Bali dalam Goresan Huruf</title>
        <link>https://budayabali.com/id/aksara-wreastra-identitas-bali-dalam-goresan-huruf</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/aksara-wreastra-identitas-bali-dalam-goresan-huruf</guid>
        <description><![CDATA[ Aksara Wréastra adalah aksara dasar dalam sistem aksara Bali yang menjadi pondasi tradisi literasi masyarakat sejak berabad-abad lalu. Goresannya tidak sekadar huruf, tetapi simbol identitas, spiritualitas, dan kesinambungan budaya Bali. Di tengah arus modernisasi, Wréastra terus dijaga melalui lontar, pendidikan, hingga adaptasi teknologi sebagai warisan peradaban yang tetap hidup. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d38b782ccff.jpg" length="121027" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:33:35 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Putu Candradevi Davantari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Desa Adat Serokadan: Misteri di Balik Lenyapnya Identitas Hyang Putih dan Sadungan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/desa-adat-serokadan-misteri-lenyapnya-identitas-hyang-putih-sadungan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/desa-adat-serokadan-misteri-lenyapnya-identitas-hyang-putih-sadungan</guid>
        <description><![CDATA[ Desa Adat Serokadan di Kabupaten Bangli menyimpan pesona alam asri sekaligus teka-teki sejarah magis. Di balik ketenangannya, desa ini pernah berstatus istimewa di era Kerajaan Bali Kuno dengan nama Hyang Putih dan Sadungan, sebelum identitas aslinya disembunyikan demi menjaga rahasia leluhur. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d6f1c9fba1.jpg" length="152222" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:28:57 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Angga Tirta</dc:creator>
        <media:keywords>Desa Adat Serokadan, Sejarah Serokadan, Desa Hyang Putih, Desa Sadungan, Prasasti Srokadan, Pura Candrimanik, Ratu Gede Lingsir, Tradisi Ngelawang Agung, Bangli, Budaya Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sistem yang Saling Mengunci: Bagaimana Endogami Menjaga Tanah Leluhur Tenganan Tetap Utuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sistem-yang-saling-mengunci-bagaimana-endogami-menjaga-tanah-leluhur-tenganan-tetap-utuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sistem-yang-saling-mengunci-bagaimana-endogami-menjaga-tanah-leluhur-tenganan-tetap-utuh</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Karangasem, berlaku aturan perkawinan yang tak dijumpai di desa lain. Sebagai salah satu dari tiga desa Bali Aga yang masih bertahan, warganya diwajibkan menikah dengan sesama warga desa demi menjaga tanah warisan tetap utuh. Jika seorang pemuda nekat menikahi perempuan dari luar desa, ia harus siap kehilangan banyak hal, bahkan nasib perempuan Tenganan justru lebih berat. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka yang berani melanggarnya? ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8c1a3622fbb.jpg" length="85254" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 14 Sep 2026 04:46:19 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Kelvin Giarchie Atmaja</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Eksotisme Pantai Kalei: Menemukan Ketenangan Pasir Putih di Balik Benteng Tebing Kapur Kutuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Eksotisme-Pantai-Kalei:-Menemukan-Ketenangan-Pasir-Putih-di-Balik-Benteng-Tebing-Kapur-Kutuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Eksotisme-Pantai-Kalei:-Menemukan-Ketenangan-Pasir-Putih-di-Balik-Benteng-Tebing-Kapur-Kutuh</guid>
        <description><![CDATA[ Bersembunyi di balik kemegahan tebing kapur Desa Adat Kutuh, Pantai Kalei menawarkan pesona &quot;secret beach&quot; yang masih alami. Akses jalan setapak yang menantang terbayar lunas dengan hamparan pasir putih bersih dan suasana hening, menjadikannya oase ketenangan di tengah riuh pariwisata Bali Selatan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695dd04bc2192.jpg" length="131573" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 12 Sep 2026 16:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Made Santike Widiyana</dc:creator>
        <media:keywords>Pantai Kalei, Desa Adat Kutuh, Pantai Tersembunyi Bali, Wisata Kuta Selatan, Tebing Karst Kutuh, Pantai Pasir Putih Bali, Hidden Gem Badung, Spot Healing Bali, Wisata Alam Bali, Pantai Sepi Pengunjung</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Paminggir : Kutukan Naga Dan Lahirnya Sang Senopati</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-paminggir-kutukan-naga-dan-lahirnya-sang-senopati</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-paminggir-kutukan-naga-dan-lahirnya-sang-senopati</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Paminggir merupakan naskah babad bernomor Va.4832 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Jero Kanginan, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Bali Halus dan ditulis oleh Ida Bagus Gede Geria. Kisahnya menelusuri dua garis keturunan yang pada akhirnya berpusat pada pengabdian di Kerajaan Gelgel, diawali dengan perjalanan Ida Manik Angkeran yang memicu terciptanya Selat Segara Rupek hingga ia mencapai moksa di tanah Bali. Perjalanan cerita berlanjut pada kelahiran I Gusti Ngurah Paminggir, seorang bayi yatim piatu yang diadopsi (diperas) oleh kakeknya, Arya Manguri, sehingga ia mewarisi status Wangsa Wesya. Di tengah kisah, pergolakan terjadi ketika desa-desa pegunungan menentang kekuasaan Dalem Gelgel, yang memicu I Gusti Ngurah Paminggir tampil sebagai senopati penakluk demi menegakkan wibawa kerajaan. Kisah kemudian berlanjut pada kepulangannya yang diwarnai duka atas wafatnya sang kakek, penyisipan aturan adat leluhur tentang cuntaka, hingga keberlanjutan trah Paminggir secara turun-temurun yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fd91f3a48a.jpg" length="542999" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 12 Sep 2026 11:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ramadhan Maulana</dc:creator>
        <media:keywords>babad paminggir kutukan naga jelantik manik angkeran</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Mpu Brahmaraja: Sejarah Leluhur Warga Pande Pada Masa Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/mpu-brahmaraja-sejarah-leluhur-warga-pande-pada-masa-bali-kuno-4358</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/mpu-brahmaraja-sejarah-leluhur-warga-pande-pada-masa-bali-kuno-4358</guid>
        <description><![CDATA[ Sejarah Bali tidak hanya dibentuk oleh kisah raja dan kerajaan, tetapi juga oleh peran tokoh leluhur yang memberi identitas bagi kelompok sosial tertentu. Salah satu di antaranya adalah Warga Pande, komunitas pengrajin logam yang sejak masa Bali Kuno dikenal karena kepandaiannya. Sosok sentral dalam tradisi ini adalah Mpu Brahmaraja, pendeta agung bergelar Bhagawan Pandya Bumi Sakti, yang dihormati sebagai leluhur suci sekaligus pembawa ajaran kepandean dan spiritualitas bagi keturunannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd6567108cb.jpg" length="117023" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 05:30:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Pande Nyoman Temaja Erlangga</dc:creator>
        <media:keywords>Jejak Bali, Mpu Brahmaraja, Sejarah Warga Pande, Bali Kuno, Dharma Kepandean, Panca Bayu, Bhisama Pande</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Tutuan: Pangeran, Penggembala, dan Pantangan Buah Timbul</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-tutuan-pangeran-penggembala-dan-pantangan-buah-timbul</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-tutuan-pangeran-penggembala-dan-pantangan-buah-timbul</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Tutuan merupakan naskah babad bernomor Va.5031 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Ida Bagus Made Rai. Naskah berbahasa Jawa Kuna ini mengisahkan asal-usul dan perjalanan I Mantri Tutuwan, mulai dari garis keturunan Dalem Mangori, hubungannya dengan I Berit Kuning, hingga penurunan derajatnya menjadi I Mantri Tutuan yang melahirkan pantangan memakan buah timbul. Kisah berlanjut pada pengabdiannya kepada para penguasa, kehidupan sebagai penggembala, perkembangan keturunan Tutuwan, serta konflik I Rare Angon dengan I Surakerta yang berakhir dengan terbunuhnya I Rare Angon dan menghilangnya lembu setelah dipelihara selama tujuh hari. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f021487033.jpg" length="565155" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 09 Sep 2026 10:00:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Edy Windu</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Krupuk Babi Byang De Abi: Viral karena Garansi Anti&amp;Remuk hingga terjual ke Seluruh Indonesia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/krupuk-babi-byang-de-abi-viral-karena-garansi-anti-remuk-hingga-terjual-ke-seluruh-indonesia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/krupuk-babi-byang-de-abi-viral-karena-garansi-anti-remuk-hingga-terjual-ke-seluruh-indonesia</guid>
        <description><![CDATA[ Berawal dari resep turun-temurun, Krupuk Babi Byang de Abi di Denpasar sukses menembus pasar nasional hingga ke pelosok Papua. Keunikan apa yang membuat kuliner khas Bali ini begitu digemari, dan bagaimana sang pemilik berani menjamin garansi ganti baru 100% jika produknya tidak renyah? Temukan rahasia kelezatan dan dedikasi di balik cita rasa autentik yang kini viral ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d932c0084b.jpg" length="110407" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 05:38:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Irham Fais Syar&apos;i</dc:creator>
        <media:keywords>krupuk</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Agung Puri Sulang : Sejarah Pura Kawitan Arya Wang Bang Pinatih</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-agung-puri-sulang-sejarah-pura-kawitan-arya-wang-bang-pinatih</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-agung-puri-sulang-sejarah-pura-kawitan-arya-wang-bang-pinatih</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Agung Puri Sulang merupakan pura kawitan bersejarah yang mencerminkan kesetiaan kaum Arya Wang Bang Pinatih terhadap Kerajaan Klungkung. Pura ini tidak hanya menjadi tempat persembahyangan bagi Bhatara Kyai Agung Pinatih Resi sebagai leluhur wangsa, tetapi juga pusat spiritual yang menanamkan nilai bakti dan pelestarian silsilah dari Jawa hingga Bali. Berdiri kokoh di atas tanah desa Sulang, pura ini menjadi simbol warisan Hindu-Bali serta sejarah dan identitas Kaum Arya Wang Bang Pinatih. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a111db8a12.jpg" length="95898" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 07 Sep 2026 05:38:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Namsa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Arya Kutawaringin: Jejak Sang Arya dari Tanah Jawa hingga Gelgel</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-arya-kutawaringin-jejak-sang-arya-dari-tanah-jawa-hingga-gelgel</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-arya-kutawaringin-jejak-sang-arya-dari-tanah-jawa-hingga-gelgel</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Arya Kutawaringin adalah naskah babad berbahasa Jawa Kuna dengan aksara Bali yang tercatat dengan nomor Va. 6260 dalam Katalog Buku Salinan Lontar Digital UPTD Gedong Kirtya Singaraja. Naskah ini berasal dari Jero Kanginan, Sidemen, Karangasem, dan mengisahkan perjalanan garis keturunan Arya Kutawaringin dari leluhur di Jawa hingga berkembang di Bali. Kisahnya berkaitan dengan kedatangan para Arya dari Majapahit ke Bali di bawah pimpinan Mahapatih Gajah Mada, termasuk Arya Kutawaringin yang kemudian ditempatkan di Gelgel dan menjalankan peranan dalam pemerintahan kerajaan. Dari Arya Kutawaringin berkembang keturunan yang kemudian menyebar di berbagai wilayah Bali, termasuk garis keturunan yang berkembang di Kubon Tubuh. Babad ini bukan hanya mencatat silsilah Arya Kutawaringin, tetapi juga menggambarkan perjalanan leluhur, perpindahan dari Jawa ke Bali, pengabdian kepada kerajaan, serta perkembangan garis keturunan dari satu generasi ke generasi berikutnya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc226398d6.jpg" length="174163" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 09:11:00 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Intan Prameswari</dc:creator>
        <media:keywords>babad arya kutawaringin, babad bali, sejarah bali, arya kutawaringin, kerajaan gelgel, kerajaan klungkung, gajah mada bali, ekspedisi gajah mada, dalem waturenggong, dalem ketut kresna kepakisan, silsilah raja bali, leluhur bali, wangsa arya bali, sejarah kerajaan bali, budaya bali, ilustrasi ai sejarah bali, komik babad bali, udaya bali, pustaka lontar bali, majapahit bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pecahnya Payuk Pare Tirta Kamandalu: Tercetuslah Pura Belahan Alas Harum Desa Adat Basangambu</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Pecahnya-Payuk-Pare-Tirta-Kamandalu:-Tercetuslah-Pura-Belahan-Alas-Harum-Desa-Adat-Basangambu</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Pecahnya-Payuk-Pare-Tirta-Kamandalu:-Tercetuslah-Pura-Belahan-Alas-Harum-Desa-Adat-Basangambu</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Adat Basangambu, Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, berdiri sebuah tempat suci bernama Pura Belahan Alas Harum. Cerita tentang pura ini masih hidup dan diceritakan turun-temurun oleh masyarakat setempat, mulai dari kisah asal-usulnya yang berkaitan dengan perjalanan para dewa dan Tirta Kamandalu, hingga kehidupan keagamaan yang berlangsung di sana hingga kini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8e9caadc254.jpg" length="177488" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 05:46:01 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ni Wayan Sri Sudiastini</dc:creator>
        <media:keywords>Pura Belahan Alas Harum, Desa Basangambu, Tirta Kamandalu</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>WayangVision: Saat Kecerdasan Buatan Membantu Generasi Muda Mengenal Wayang Kulit Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/wayangvision-saat-kecerdasan-buatan-membantu-generasi-muda-mengenal-wayang-kulit-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/wayangvision-saat-kecerdasan-buatan-membantu-generasi-muda-mengenal-wayang-kulit-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Di tengah derasnya arus digitalisasi dan dominasi hiburan modern, berbagai warisan budaya tradisional perlahan mulai kehilangan ruang di tengah generasi muda. Salah satunya adalah wayang kulit Bali, sebuah karya seni adiluhung yang tidak hanya memuat unsur hiburan, tetapi juga nilai filosofis, spiritual, moral, dan sejarah budaya yang sangat mendalam. Menjawab tantangan tersebut, hadirlah inovasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu masyarakat mengenal dan memahami karakter wayang kulit Bali dengan cara yang lebih modern dan interaktif bernama WayangVision. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b978140e47.jpg" length="122493" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 05:09:58 +0800</pubDate>
        <dc:creator>ayuaprilia</dc:creator>
        <media:keywords>WayangVision, Wayang Kulit Bali, Wayang, Deteksi, YOLO</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Raja yang Lalai: Kisah Dalem Agra Samprangan di Bali Abad ke&amp;14</title>
        <link>https://budayabali.com/id/raja-yang-lalai-kisah-dalem-agra-samprangan-di-bali-abad-ke-14</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/raja-yang-lalai-kisah-dalem-agra-samprangan-di-bali-abad-ke-14</guid>
        <description><![CDATA[ Pasca penaklukan Bali oleh Gajah Mada pada tahun 1343, Majapahit mendirikan Dinasti Kepakisan dengan pusat kekuasaan pertama di Samprangan, Gianyar. Sebagai putra mahkota dari Sri Aji Kresna Kepakisan, harapan besar disematkan pada Dalem Agra Samprangan. Namun, sejarah mencatatnya sebagai penerus yang gagal. Kelalaiannya dalam memerintah tidak hanya membuatnya kehilangan takhta, tetapi juga memicu krisis politik yang memindahkan pusat kekuasaan kerajaan dari Samprangan ke Gelgel, menentukan arah baru sejarah Bali. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d553f051279.jpg" length="85026" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 05:29:38 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Adrian Ghasi</dc:creator>
        <media:keywords>Raja yang Lalai</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Beji Geduh: Pancuran Suci Tersembunyi Penyembuh Luka Batin</title>
        <link>https://budayabali.com/id/Pura-Beji-Geduh-Pancuran-Suci-Tersembunyi-Penyembuh-Luka-Batin</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/Pura-Beji-Geduh-Pancuran-Suci-Tersembunyi-Penyembuh-Luka-Batin</guid>
        <description><![CDATA[ Di tengah sawah Sebatu, Tegallalang, ada sebuah beji yang tidak pernah ramai dan memang tidak ingin ramai. Namanya Beji Geduh. Untuk mencapainya, kaki harus basah oleh embun pematang sawah dan telinga harus rela kehilangan sinyal telepon. Banyak orang datang bukan untuk foto-foto, tapi untuk melukat, membasuh diri dengan air yang dipercaya bisa meringankan beban yang dibawa dari luar. Yang membuatnya menarik bukan sekadar airnya yang jernih, tapi caranya bertahan tetap sunyi di tengah gempuran wisata spiritual Bali yang makin ramai. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fe7ea99da5.jpg" length="211575" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 05:53:02 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nyoman Dika Darmaestha P P</dc:creator>
        <media:keywords>beji</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Plastic For Art: Ketika Sampah Plastik Disulap Menjadi Karya Seni Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/plastic-for-art-ketika-sampah-plastik-disulap-menjadi-karya-seni-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/plastic-for-art-ketika-sampah-plastik-disulap-menjadi-karya-seni-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Plastic For Art merupakan komunitas seni asal Klungkung, Bali, yang memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan dalam karya seni. Komunitas yang dirintis Dewa Bayu sejak 2024 ini mengolah plastik bekas menjadi berbagai karya seni. Melalui kreativitas tersebut, Plastic For Art menunjukkan bahwa sampah yang dianggap tidak berguna dapat memiliki fungsi baru sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9041f184638.jpg" length="138327" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 01 Sep 2026 05:49:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Pande Nyoman Temaja Erlangga</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pesona Air Terjun Gitgit: Dari Keramaian Menuju Ketenagan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pesona-air-terjun-gitgit-dari-keramaian-menuju-ketenagan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pesona-air-terjun-gitgit-dari-keramaian-menuju-ketenagan</guid>
        <description><![CDATA[ Air Terjun Gitgit di Buleleng, Bali Utara, menyajikan sensasi wisata alam yang tersembunyi di balik pemukiman warga. Sebelum disambut deru air setinggi 35 meter, pengunjung diajak melintasi deretan kios suvenir lokal dan rimbunnya hutan tropis. Pesonanya kian unik berkat keberadaan Candi Bentar yang membingkai gagahnya air terjun dari kejauhan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d9e9f73a74.jpg" length="104540" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 30 Aug 2026 06:57:02 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Brian Alfiansyah</dc:creator>
        <media:keywords>Air Terjun Gitgit</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Di Balik Pura Dalem Suniantara: Jejak Dang Hyang Nirartha dalam Kisah Banjir Bandang Desa Batan Nyuh</title>
        <link>https://budayabali.com/id/di-balik-pura-dalem-suniantara-jejak-dang-hyang-nirartha-dalam-kisah-banjir-bandang-desa-batan-nyuh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/di-balik-pura-dalem-suniantara-jejak-dang-hyang-nirartha-dalam-kisah-banjir-bandang-desa-batan-nyuh</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Dalem Suniantara di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, menyimpan kisah yang diwariskan masyarakat mengenai perjalanan Dang Hyang Nirartha dan peristiwa banjir bandang di Batan Nyuh. Dalam kisah tersebut, Dang Hyang Nirartha membantu masyarakat yang terdampak banjir dengan menancapkan tongkat atau teteken di muara banjir. Teteken tersebut kemudian dipercaya distanakan dan menjadi bagian dari jejak perjalanan beliau yang terus dikenang hingga kini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d35c3764a2.jpg" length="128173" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 30 Aug 2026 06:24:17 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Tania Alyana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Rarud Batur 1926&amp;2026: Satu Abad Menjaga Warisan Leluhur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/rarud-batur-1926-2026-satu-abad-menjaga-warisan-leluhur</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/rarud-batur-1926-2026-satu-abad-menjaga-warisan-leluhur</guid>
        <description><![CDATA[ Pada awal Agustus 1926, masyarakat Batur menghadapi salah satu peristiwa paling berat dalam perjalanan sejarah mereka. Gunung Batur yang selama beberapa tahun sebelumnya terus menunjukkan aktivitas vulkanik kembali meletus dengan kekuatan besar. Erupsi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam di sekitar gunung, tetapi juga menyebabkan masyarakat Desa Batur Let harus meninggalkan tempat tinggal dan tanah leluhurnya. Peristiwa pengungsian inilah yang kemudian dikenal sebagai Rarud Batur. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8b123a0726c.jpg" length="95126" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sat, 29 Aug 2026 05:22:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Albi Adyatmika</dc:creator>
        <media:keywords>Rarud Batur, Rarud Batur 1926, 100 tahun Rarud Batur, Sejarah Batur, Erupsi Gunung Batur, Relokasi Batur, Desa Batur Let, Pura Ulun Danu Batur</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tebing Songan, Pesona Tersembunyi di Balik Megahnya Gunung Batur</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tebing-songan-pesona-tersembunyi-di-balik-megahnya-gunung-batur</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tebing-songan-pesona-tersembunyi-di-balik-megahnya-gunung-batur</guid>
        <description><![CDATA[ Bagi kebanyakan orang, Kintamani identik dengan ngopi santai sambil menikmati panorama Gunung Batur dari kejauhan. Namun bagi pencari petualangan, ada tantangan berbeda yang layak dicoba di Tebing Songan. Dinding batuan alami setinggi sekitar 80 meter ini menawarkan pengalaman panjat tebing yang menguji keberanian dan konsentrasi.  ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a911b67243a7.jpg" length="238284" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 16:14:09 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Aisha Bunga Akbari</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>​Dari Kanvas Sederhana hingga Panggung Dunia: Perjalanan Legenda Hidup Ketut Sadia</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dari-kanvas-sederhana-hingga-panggung-dunia-perjalanan-legenda-hidup-ketut-sadia</guid>
        <description><![CDATA[ Seni lukis gaya Batuan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak tahun 2018 berkat keunikan teknik tanpa perspektif dan pengerjaannya yang sangat mendalam. Di balik kehebatan seni tradisi ini, sosok Ketut Sadia (60) berdiri kokoh sebagai legenda hidup yang berhasil membawa gaya Batuan ke museum-museum dunia. Tak hanya merawat warisan lewat kanvasnya, ia juga merintis gerakan pembinaan gratis bagi ratusan anak demi menjaga nyala tradisi di tanah kelahirannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc4125908b.jpg" length="107464" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:29:30 +0800</pubDate>
        <dc:creator>putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Konflik Ida Dalem Tarukan: Dari Tahta Kerajaan Hingga Jejak Pelarian di Tanah Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/konflik-ida-dalem-tarukan-dari-tahta-kerajaan-hingga-jejak-pelarian-di-tanah-bali-kuno</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/konflik-ida-dalem-tarukan-dari-tahta-kerajaan-hingga-jejak-pelarian-di-tanah-bali-kuno</guid>
        <description><![CDATA[ Ida Dalem Tarukan, seorang pangeran dari istana Samprangan , memicu konflik dengan kakaknya, Dalem Samprangan, setelah menikahkan anak angkatnya tanpa restu sang raja. Untuk menghindari pertumpahan darah, ia memilih mengorbankan tahtanya dan melarikan diri seorang diri , hidup dalam penyamaran sebagai petani hingga akhirnya menetap di Desa Pulasari dan dihormati sebagai tokoh suci karena kebijaksanaannya. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d20f031f5aa.jpg" length="67455" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 05:07:52 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Putu Yoga Adhi Pradhitia</dc:creator>
        <media:keywords>Jejak Bali, Ida Dalem Tarukan, Pulasari, Bali Kuno, Sejarah Bali, Babad Dalem Tarukan, Leluhur Bali, Sentana Dalem Tarukan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Dudu, Wisata Alam di Balik Aliran Yeh Ho</title>
        <link>https://budayabali.com/id/dudu-wisata-alam-di-balik-aliran-yeh-ho</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/dudu-wisata-alam-di-balik-aliran-yeh-ho</guid>
        <description><![CDATA[ Pernahkah kamu membayangkan sebuah tempat di mana hamparan sawah dan aliran sungai dengan bebatuan besar menyatu dalam suasana pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk kendaraan? Wisata Dudu menawarkan hal tersebut. Menjelajahi kawasan ini berarti bersiap menemukan kejutan di setiap langkahnya, mulai dengan menyusuri jalan di antara persawahan, menemukan bale bengong untuk melepas penat, hingga mendekati aliran sungai yang jernih. Namun, di balik suasananya yang tenang, tersimpan pula jejak tradisi warga yang berkaitan dengan perayaan kemerdekaan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a906e17d33e6.jpg" length="149150" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:06:21 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Carene Ozora Patricia</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad I Gusti Ngurah Sidemen: Perjalanan Keturunan Wangsa Sidemen dan Sejarah Pengabdian Kesatria Sidemen</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-i-gusti-ngurah-sidemen</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-i-gusti-ngurah-sidemen</guid>
        <description><![CDATA[ Babad I Gusti Ngurah Sidemen adalah naskah babad berbahasa Jawa Kuna dengan aksara Bali yang tercatat dengan nomor Va. 3353 dalam Katalog Buku Salinan Lontar Digital UPTD Gedong Kirtya Singaraja. Babad ini berasal dari Jero Kaleran, Sidemen, Karangasem. Babad ini mengisahkan bagaimana perjalanan panjang garis keturunan yang bermula dari para leluhur, kisah Manik Angkeran dengan Naga Basukih, hingga keturunan Tulusdewa dan Ida Penataran. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, keturunan tersebut berpindah dan menetap di berbagai wilayah hingga salah satu garisnya berkembang di Sidemen melalui I Gusti Made Kacang dan I Gusti Kaler. Kisah ini terus berlanjut hingga I Gusti Ngurah Sidemen yang akhirnya gugur dalam peperangan di Bangbang Biaung. Babad ini bukan hanya catatan silsilah, tetapi juga mencerminkan bagaimana perjalanan sebuah keluarga membentuk keberadaan keluarga Sidemen dengan berbagai perjuangannya sehingga dapat meneruskan garis keturunannya dari satu generasi ke generasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8fdf8d247ca.jpg" length="195936" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 15:16:20 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ida Ayu Putu Audrey Tara Cahyarani</dc:creator>
        <media:keywords>Sejarah Bali, Babad, Babad Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Loloh Don Kayu Manis: Ramuan Usadha Bali untuk Sakit Tenggorokan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/loloh-don-kayu-manis-ramuan-usadha-bali-untuk-sakit-tenggorokan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/loloh-don-kayu-manis-ramuan-usadha-bali-untuk-sakit-tenggorokan</guid>
        <description><![CDATA[ Daun katuk atau yang dikenal dalam masyarakat Bali sebagai don kayu manis ternyata tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Dalam pengetahuan Usadha Bali, tanaman ini dikenal sebagai bahan loloh yang digunakan secara tradisional untuk keluhan sakit tenggorokan. Pemanfaatannya bahkan tercatat dalam Lontar Taru Pramana, sementara masyarakat hingga kini masih mengenal cara membuat loloh don kayu manis dengan bahan sederhana. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8be09f6712f.jpg" length="53511" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 05:54:22 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Marshita Widya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pesona dan Kekhasan Tari Oleg Tamulilingan Gaya Peliatan dalam Seni Tari Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pesona-dan-kekhasan-tari-oleg-tamulilingan-gaya-peliatan-dalam-seni-tari-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pesona-dan-kekhasan-tari-oleg-tamulilingan-gaya-peliatan-dalam-seni-tari-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Tari Oleg Tamulilingan Gaya Peliatan adalah jenis seni tari Bali yang mempunyai ciri gerak dan penyampaian yang unik. Keistimewaan ini tampak dari cara penari menggambarkan karakter tamulilingan melalui gerakan yang dinamis dan detail. Di balik pertunjukannya, ada perjalanan panjang yang membuat gaya Peliatan tetap menarik untuk dikenal sampai sekarang. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8f023ddde3f.jpg" length="225003" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 27 Aug 2026 05:24:33 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Sang Ayu Prema Rama Aditya Putri</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ketika Seni Tradisi Bali Menemukan Jalannya ke Panggung yang Lebih Luas: Sanggar Wahyu Giri Swara</title>
        <link>https://budayabali.com/id/ketika-seni-tradisi-bali-menemukan-jalannya-ke-panggung-yang-lebih-luas-sanggar-wahyu-giri-swara</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/ketika-seni-tradisi-bali-menemukan-jalannya-ke-panggung-yang-lebih-luas-sanggar-wahyu-giri-swara</guid>
        <description><![CDATA[  ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_694584661d4f6.jpg" length="73265" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 05:14:12 +0800</pubDate>
        <dc:creator>KEZIA ARDELA PINEM</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Danau Buyan: Keindahan Danau yang Terletak di Bukit Ketinggian 1.200 meter yang Asri</title>
        <link>https://budayabali.com/id/danau-buyan-keindahan-yang-belum-banya-dijamah-menyuguhkan-liburan-tenang-di-alam-asri</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/danau-buyan-keindahan-yang-belum-banya-dijamah-menyuguhkan-liburan-tenang-di-alam-asri</guid>
        <description><![CDATA[ Danau Buyan merupakan salah satu dari danau kembar yang terbentuk dari kaldera purba di kawasan Bali Utara. Selain pesona alamnya yang asri dan menjadi lokasi favorit untuk berkemah, danau ini memegang peranan hidrologis dan ekologis yang krusial sebagai bagian dari Taman Wisata Alam. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2ff53d5a8b.jpg" length="87945" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 02:00:51 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Jihan Alya Qanita</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Bangli: Pasraman Ki Dukuh, Kemelut Gelgel, dan Sentana Dauh di Denkuta</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-bangli-pasraman-ki-dukuh-kemelut-gelgel-sentana-dauh</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-bangli-pasraman-ki-dukuh-kemelut-gelgel-sentana-dauh</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Bangli merupakan naskah babad klasik bernomor registrasi Va. 695 yang tersimpan di Gedong Kirtya Singaraja, bersumber dari koleksi I Gusti Putu Jlantik dan Anak Agung Negara, serta disalin oleh I Gusti Nyoman Subali. Kisah ini merentang dari ketenteraman Pasraman Ki Dukuh Suladri, pertemuan kembali putra mahkota Gelgel yang hilang, hingga meletusnya perpecahan dan pengkhianatan patih di Puri Swecalingarsapura. Di tengah kemelut wafatnya Bhatara Dalem di Toya Bubuh dan amukan perang yang melibatkan Ki Panji Sakti dari Buleleng, babad ini mengabadikan kesetiaan para abdi yang dipimpin Lurah Singarsa dalam mengawal kelanjutan trah Dalem melalui Kyayi Dauh di Denkuta yang dicatat abadi dalam piagam sejarah. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d68a6400ac.jpg" length="143680" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 18:14:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Agus Darma</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Bangli, Ki Dukuh Suladri, Dalem Gelgel, Keris Ki Lobar, Keris Ki Tanda Langlang, Kyayi Dauh, Denkuta, Ki Panji Sakti, Gedong Kirtya, Sejarah Bali, Babad Bergambar</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Sejarah Pasar Tabanan: Dari Pusat Kerajaan dan Perdagangan hingga Ruang Ekonomi Masyarakat Kekinian</title>
        <link>https://budayabali.com/id/jejak-sejarah-pasar-tabanan-dari-pusat-perdagangan-kerajaan-hingga-ruang-ekonomi-masyarakat-masa-kini</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/jejak-sejarah-pasar-tabanan-dari-pusat-perdagangan-kerajaan-hingga-ruang-ekonomi-masyarakat-masa-kini</guid>
        <description><![CDATA[ Pasar Tabanan bukan sekadar tempat berlangsungnya aktivitas jual beli masyarakat sehari-hari. Di balik keramaian pedagang dan pembeli, tersimpan perjalanan panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan kehidupan, budaya, dan ruang Kota Tabanan. Pasar ini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk berinteraksi, memenuhi kebutuhan, serta membangun hubungan sosial dari waktu ke waktu. Jejak masa lalu yang masih tersimpan di dalamnya menghadirkan berbagai cerita menarik untuk ditelusuri. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bb15db77c0.jpg" length="114904" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 05:53:45 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Komang Radhitya Putra Priyasa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Tipat Plecing: Perpaduan Sempurna Ketupat Tradisional dan Kangkung Bersiram Sambal Mentah Segar</title>
        <link>https://budayabali.com/id/tipat-plecing-perpaduan-sempurna-ketupat-tradisional-dan-kangkung-bersiram-sambal-mentah-segar</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/tipat-plecing-perpaduan-sempurna-ketupat-tradisional-dan-kangkung-bersiram-sambal-mentah-segar</guid>
        <description><![CDATA[ Tipat Plecing adalah representasi kuliner lokal Bali yang menonjolkan cita rasa pedas segar dari racikan sambal mentah. Berbekal ketupat beraroma janur dan sayuran segar, hidangan ini merekam jejak akulturasi budaya yang kini berkembang menjadi penggerak ekonomi mikro. Di Warung Mesari, Sidakarya, eksistensi sajian ini membuktikan bahwa kualitas kuliner autentik tetap relevan dan dapat dinikmati dengan harga terjangkau. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8bc3898eaa9.jpg" length="161676" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 05:27:53 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Daniello Jackson Falentsistiago Sadewa</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Nganten Massal Desa Pengotan: Tradisi Nginang Sebagai Penanda Sah Pernikahan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/nganten-massal-desa-pengotan-tradisi-nginang-sebagai-penanda-sah-pernikahan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/nganten-massal-desa-pengotan-tradisi-nginang-sebagai-penanda-sah-pernikahan</guid>
        <description><![CDATA[ Di Desa Pengotan, Bangli, tidak ada pernikahan yang digelar sendiri-sendiri. Setiap warga wajib menikah bersama puluhan pasangan lain sekaligus, dalam satu upacara massal yang digelar dua kali setahun. Uniknya, yang menandai resminya status mereka sebagai warga adat bukan dokumen di atas kertas, melainkan daun sirih yang dikunyah bersama-sama. Begini kisah lengkap tradisi unik warga Bali Aga ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8a48d5cfbc8.jpg" length="144566" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 24 Aug 2026 05:16:38 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Wayan Eka Putra Suradnyana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Tabanan: Takdir Keturunan Arya Kenceng dalam Pusaran Tabanan dan Badung</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-tabanan-takdir-keturunan-arya-kenceng-dalam-pusaran-tabanan-dan-badung</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-tabanan-takdir-keturunan-arya-kenceng-dalam-pusaran-tabanan-dan-badung</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Tabanan merupakan naskah babad bernomor Va. 3478 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Puri Anyar Tabanan. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuna dan ditulis oleh I Gusti Ngurah Ketut Sangka. Kisahnya menelusuri perjalanan trah Sira Arya Kenceng dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga berkembang di wilayah Tabanan dan Badung. Perjalanan ini berlanjut melalui pemerintahan, hubungan antartokoh yang terjalin melalui perkawinan, serta penyebaran trah ke wilayah lain. Di tengah kisah, kabar duka tentang terbunuhnya salah satu keturunan memicu kemarahan Ki Gusti Agung Badung dan membawa cerita pada rangkaian kematian di tengah hubungan antarkeluarga yang telah terjalin. Kisah kemudian berlanjut hingga pergantian pemerintahan yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d0ba2abc6c.jpg" length="137310" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 24 Aug 2026 05:01:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Bunga Makayla Nasywanaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Arya Pacung: Dari Pacung Bermula Sebuah Perjalanan Panjang Tentang Leluhur, Pusaka, Konflik, dan Darah Keturunan yang Terus Mengalir hingga Menorehkan Jejaknya di Tanah Bali.</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-arya-pacung-dari-pacung-bermula-sebuah-perjalanan-panjang-tentang-leluhur-pusaka-konflik-dan-darah-keturunan-yang-terus-mengalir-bingga-menorehkan-jejaknya-di-tanah-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-arya-pacung-dari-pacung-bermula-sebuah-perjalanan-panjang-tentang-leluhur-pusaka-konflik-dan-darah-keturunan-yang-terus-mengalir-bingga-menorehkan-jejaknya-di-tanah-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Arya Pacung merupakan babad bergambar yang mengisahkan perjalanan Si Arya Sentong dan keturunannya dari Desa Pacung, termasuk kisah Kiyai Ngurah Pacung, pusaka, konflik keluarga, perjalanan tokoh-tokohnya, serta perkembangan keturunan yang menyebar ke berbagai wilayah di Bali. Karya ini diadaptasi berdasarkan sumber naskah Babad Arya Pacung Va. 2623 dari Gedong Kirtya Singaraja. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9436821d169.jpg" length="168048" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 15:22:05 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dwipayana Panji</dc:creator>
        <media:keywords>Babad Arya Pacung, Babad Bali, Sejarah Bali, Budaya Bali, Naskah Bali</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Swagina Taman Sari Dangin Puri Kangin: Benteng Tradisi Hindu di Tengah Modernisasi Kota</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-swagina-taman-sari-dangin-puri-kangin-benteng-tradisi-hindu-di-tengah-modernisasi-kota</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-swagina-taman-sari-dangin-puri-kangin-benteng-tradisi-hindu-di-tengah-modernisasi-kota</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Swagina Taman Sari Dangin Puri Kangin merupakan ruang suci yang memadukan kekuatan spiritual dan kearifan lokal di tengah hiruk-pikuk kota Denpasar, di mana pohon beringin, pelinggih, dan sesajen menyatu dalam satu lanskap sakral. Pura ini menjadi tempat masyarakat memohon kelancaran hidup, rezeki, dan keharmonisan, sekaligus berfungsi sebagai benteng budaya yang menjaga nilai-nilai Hindu Bali tetap hidup di tengah arus modernisasi. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_69736944291d8.jpg" length="184279" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 05:46:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>alvonjr</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Ngebek : Malam Pemujaan Penuh Magis, Mengisi Taksu Tapakan Sesuhunan di Pura Agung Payangan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/ngebek-malam-pemujaan-penuh-magis-mengisi-taksu-tapakan-sesuhunan-di-pura-agung-payangan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/ngebek-malam-pemujaan-penuh-magis-mengisi-taksu-tapakan-sesuhunan-di-pura-agung-payangan</guid>
        <description><![CDATA[ Tradisi Ngebek adalah peristiwa di mana puluhan kekuatan suci berkumpul untuk memperbaharui energi spiritual mereka melalui prosesi &quot;mengisi&quot; taksu. Ritual ini bertujuan menghidupkan dan menyucikan kembali tapakan atau simbol suci Ida Sesuhunan agar memberikan perlindungan yang kuat bagi masyarakat. Kehadiran berbagai tapakan Ida Betara Sesuhunan dari berbagai wilayah mempertegas kedudukan Pura Agung Payangan sebagai pusat harmoni spiritual. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944d38a8e483.jpg" length="118816" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Sun, 23 Aug 2026 05:46:04 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Anak Agung Gede Aswamedha Putra</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pemberontakan Bali Aga: Penolakan terhadap Upaya Memajapahitkan Bali (1343 M)</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pemberontakan-bali-aga-penolakan-terhadap-upaya-memajapahitkan-bali-1343-m</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pemberontakan-bali-aga-penolakan-terhadap-upaya-memajapahitkan-bali-1343-m</guid>
        <description><![CDATA[ Bali Aga, masyarakat asli Bali, melestarikan tradisi nenek moyang, budaya, dan sistem kekerabatan yang sudah ada sebelum masa Majapahit. Pada abad ke-14, Majapahit melancarkan ekspedisi militer yang sukses menaklukkan pusat kekuasaan Bali, namun Bali Aga yang tinggal di pegunungan menolak dominasi tersebut dengan perlawanan fisik dan ritual adat untuk mempertahankan kedaulatan sosial dan budaya mereka. Menanggapi hal ini, Majapahit mengangkat Sri Aji Krishna Kepakisan, keturunan asli Bali, sebagai penguasa dengan pendekatan diplomasi budaya yang berhasil merangkul Bali Aga ke dalam pemerintahan baru tanpa menghilangkan identitas budaya, sehingga menciptakan stabilitas pemerintahan di Bali pada masa itu. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5471e81c8d.jpg" length="97634" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 21 Aug 2026 05:29:50 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Izzanurdin Hasan</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Babad Gusti Celuk: Asal Usul, Perjalanan, dan Jejak Keturunan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/babad-gusti-celuk-asal-usul-perjalanan-dan-jejak-keturunan-5499</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/babad-gusti-celuk-asal-usul-perjalanan-dan-jejak-keturunan-5499</guid>
        <description><![CDATA[ Babad Gusti Celuk merupakan naskah babad bernomor Va. 1315/10 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi I Ketut Kajeng, Banjar Tegal, Singaraja. Kisahnya mengikuti perjalanan Ki Gusti Celuk, keturunan Ki Gusti Kaler, yang harus meninggalkan Gelgel dan kemudian menapaki perjalanan panjang yang membawa keluarganya ke berbagai wilayah di Bali hingga Lombok. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, cerita dipenuhi perpindahan, perkawinan antarkeluarga bangsawan, konflik, serta terbentuknya berbagai cabang keturunan Gusti Celuk. Babad ini bukan sekadar silsilah, melainkan kisah tentang perjalanan sebuah keluarga yang terus bertahan, berkembang, dan meninggalkan jejak di berbagai wilayah. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a85cb3633f64.jpg" length="168746" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Thu, 20 Aug 2026 19:25:47 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Dhika Pradana</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sejarah Bedahulu: Dari Kejayaan Astasura hingga Tipu Daya Majapahit</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sejarah-bedahulu-dari-kejayaan-astasura-hingga-tipu-daya-majapahit</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sejarah-bedahulu-dari-kejayaan-astasura-hingga-tipu-daya-majapahit</guid>
        <description><![CDATA[ Kerajaan Bedahulu, yang terletak di wilayah Bali, memiliki sejarah panjang yang penuh dengan kisah kepahlawanan, perlawanan terhadap kekuasaan asing, dan mitos yang melekat erat dalam ingatan masyarakat Bali. Sebagai salah satu kerajaan yang berperan penting dalam sejarah Bali, Bedahulu menyimpan berbagai cerita mengenai kejayaan dan perlawanan terhadap kekuasaan Majapahit yang pada akhirnya menaklukkan kerajaan ini. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202501/image_870x580_6777e0ce4984c.jpg" length="129114" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 18:58:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>wayankawi</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Misteri dan Keajaiban Dewi Saraswati: Kisah Sang Dewi Pengetahuan dan Kebijaksanaan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/legenda-dewi-saraswati-2290</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/legenda-dewi-saraswati-2290</guid>
        <description><![CDATA[ Dewi Saraswati adalah dewi pengetahuan, seni, dan kebijaksanaan yang sangat dihormati dalam agama Hindu. Dia melambangkan kecerdasan, kreativitas, dan harmoni, serta merupakan sumber inspirasi bagi para seniman, ilmuwan, dan pelajar. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok yang anggun dengan kulit cerah, duduk di atas teratai atau angsa, membawa veena (alat musik), kitab suci, mala, dan kendi air suci, yang semuanya melambangkan aspek-aspek pengetahuan dan kebijaksanaan. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202411/image_870x580_672cac2b7b67a.jpg" length="103105" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 18:58:26 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Kadek Satya Adi Wiryatama</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Napas Taksu di Nusa Dua: Dari Alunan Tabuh hingga Rautan Bambu Penjor Sanggar Jaya Art</title>
        <link>https://budayabali.com/id/napas-taksu-di-nusa-dua-dari-alunan-tabuh-hingga-rautan-bambu-penjor-sanggar-jaya-art</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/napas-taksu-di-nusa-dua-dari-alunan-tabuh-hingga-rautan-bambu-penjor-sanggar-jaya-art</guid>
        <description><![CDATA[ Sanggar Jaya Art di Nusa Dua merupakan wadah pelestarian seni Bali melalui kegiatan tari, tabuh, serta pembuatan penjor dan kerajinan upacara. Berawal dari kumpulan keluarga dengan hobi seni, sanggar ini kini menjadi tempat belajar bagi generasi muda. Dengan makna “Jaya” yang berkesinambungan, Sanggar Jaya Art menjaga taksu seni Bali agar tetap hidup. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_695d0772e01ef.jpg" length="114666" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Najwa Zhafir Hanysa</dc:creator>
        <media:keywords>Sanggar Jaya Art</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Pura Dalem Mpu Aji di Penatih Dangri: Jejak Sulinggih Waisnawa dari Bangsawan Bali Kuno</title>
        <link>https://budayabali.com/id/pura-dalem-mpu-aji-di-penatih-dangri-jejak-sulinggih-waisnawa-dari-bangsawan-bali-kuno-4658</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/pura-dalem-mpu-aji-di-penatih-dangri-jejak-sulinggih-waisnawa-dari-bangsawan-bali-kuno-4658</guid>
        <description><![CDATA[ Pura Dalem Mpu Aji di Penatih Dangri bukan hanya tempat suci bagi umat Hindu, tetapi juga jejak hidup seorang bangsawan Bali kuno yang memilih jalan spiritual. Di pura inilah Ida I Dewa Anggungan keturunan Kerajaan Gelgel menanggalkan kebangsawanannya dan menempuh kehidupan sebagai sulinggih Waisnawa bergelar Mpu Aji. Konon, dari tempat inilah lahir berbagai ajaran tentang tapa brata, pengobatan tradisional, dan ilmu kawisesan yang kemudian tersebar ke berbagai wilayah Bali. Hingga kini, masyarakat masih menjaga kesucian pura ini sebagai pusat pembelajaran rohani dan simbol kesederhanaan seorang bangsawan yang memilih jalan dharma. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_692e5a12eea11.jpg" length="158424" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>LaksmiPutri</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Petualangan di Gunung Pohen: Harmoni Hutan, Kabut, dan Puncak yang Menawan</title>
        <link>https://budayabali.com/id/petualangan-di-gunung-pohen-harmoni-hutan-kabut-dan-puncak-yang-menawan</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/petualangan-di-gunung-pohen-harmoni-hutan-kabut-dan-puncak-yang-menawan</guid>
        <description><![CDATA[ Gunung Pohen, berada di Kabupaten Tabanan pada ketinggian 2.063 mdpl, menawarkan perpaduan hutan lebat, jalur pendakian yang teduh, dan puncak yang sering diselimuti kabut. Pendakian santai dari kaki hingga puncak umumnya memakan waktu sekitar 3–4 jam. Kawasan ini termasuk bagian dari Cagar Alam Batukaru, menghadirkan pengalaman alam yang hening dan kaya akan nilai ekologis. Rangkaian jalur, landmark budaya, dan perubahan lanskap sepanjang pendakian menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f69dc7b2282.jpg" length="35608" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Ray Simbolon</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Bladbadan: Bahasa Halus yang Menggelitik dari Warisan Budaya Bali</title>
        <link>https://budayabali.com/id/bladbadan-bahasa-halus-yang-menggelitik-dari-warisan-budaya-bali</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/bladbadan-bahasa-halus-yang-menggelitik-dari-warisan-budaya-bali</guid>
        <description><![CDATA[ Bladbadan adalah ragam bahasa yang berfungsi sebagai sindiran, teka-teki, atau guyonan yang mengandung pesan moral atau kritik sosial, namun tetap dikemas dengan cara yang lucu dan menggelitik. Bladbadan dapat berfungsi sebagai penyampaian kritik dan sindiran secara sopan, serta menjadi sarana pendidikan moral seperti sopan santun dan rasa hormat. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ce39141d624.jpg" length="106649" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Mon, 17 Aug 2026 05:32:08 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Satria</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Sri Kresna Kepakisan dan Awal Dinasti Baru di Bali Abad ke&amp;14</title>
        <link>https://budayabali.com/id/sri-kresna-kepakisan-dan-awal-dinasti-baru-di-bali-abad-ke-14</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/sri-kresna-kepakisan-dan-awal-dinasti-baru-di-bali-abad-ke-14</guid>
        <description><![CDATA[ Artikel ini membahas tentang peran Sri Kresna Kepakisan sebagai penguasa pertama dinasti Kepakisan di Bali abad ke-14 setelah penaklukan Majapahit. Penunjukan Sri Kresna Kepakisan oleh Majapahit menandai lahirnya dinasti baru, yaitu Dinasti Kepakisan di Bali yang membawa perubahan besar dalam tatanan politik, sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Bali. Dari pusat pemerintahan di Samprangan, Gianyar, ia berhasil menciptakan stabilitas politik sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cfe1d4d2999.jpg" length="99880" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 05:18:13 +0800</pubDate>
        <dc:creator>Nathasya Michell Agustina</dc:creator>
        <media:keywords>Sri Kresna Kepakisan, Dinasti Kepakisan, Bali abad ke-14, Sejarah Bali, Majapahit di Bali, Pura Pedharman Sri Aji Kresna Kepakisan, Pura Prasada Lingga, Pura Kawitan Arya Kepakisan</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Menjaga Nada Tradisi: Kisah I Ketut Warsa, Pengerajin Gamelan Larasjati Sejak 1980&amp;an</title>
        <link>https://budayabali.com/id/menjaga-nada-tradisi-kisah-i-ketut-warsa-pengerajin-gamelan-larasjati-sejak-1980-an</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/menjaga-nada-tradisi-kisah-i-ketut-warsa-pengerajin-gamelan-larasjati-sejak-1980-an</guid>
        <description><![CDATA[ I Ketut Warsa, pengerajin gamelan yang sejak tahun 1980-an mengabdikan hidupnya untuk menjaga dan melestarikan gamelan Bali. Berawal dari keturunan dan pembelajaran sejak usia muda, beliau menjadi sosok penting dalam dunia pengerajinan gamelan, khususnya melalui karya-karya gamelan larasjati yang hingga kini tetap hidup dan bermakna. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202601/image_870x580_697329100f74b.jpg" length="88483" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 05:21:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>agushendrra</dc:creator>
        <media:keywords>Tokoh</media:keywords>
    </item>
    <item>
        <title>Es Waneng: Minuman Legendaris Tabanan dengan Resep Tradisional Sejak 1938</title>
        <link>https://budayabali.com/id/es-waneng-minuman-legendaris-tabanan-dengan-resep-tradisional-sejak-1938</link>
        <guid>https://budayabali.com/id/es-waneng-minuman-legendaris-tabanan-dengan-resep-tradisional-sejak-1938</guid>
        <description><![CDATA[ Es Waneng adalah minuman tradisional legendaris dari Kabupaten Tabanan, Bali, yang telah dikenal sejak tahun 1938. Minuman ini dibuat dari santan kelapa bakar yang dicampur gula dan disajikan dengan es serut, menghasilkan rasa manis gurih yang khas. Selain cita rasanya yang unik, Es Waneng menjadi bagian dari sejarah kuliner Tabanan karena bertahan lintas generasi. Artikel ini mengulas lokasi, proses pembuatan, karakter rasa, serta perjalanan panjang Es Waneng hingga menjadi ikon kuliner lokal. ]]></description>
        <enclosure url="http://budayabali.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d6950d5fa0.jpg" length="102833" type="image/jpeg"/>
        <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 05:21:27 +0800</pubDate>
        <dc:creator>I Made Satria Widhi Wijaya</dc:creator>
        <media:keywords></media:keywords>
    </item>
    </channel>
</rss>