Air Terjun Bukit Buwung: Keindahan Alam, Kesunyian, dan Pesona Desa Tua, Kecamatan Marga
Air Terjun Bukit Buwung merupakan salah satu destinasi wisata alam di Desa Tua, Tabanan, yang menawarkan suasana asri. Keunikannya terlihat dari keberadaan dua air terjun dengan karakter aliran yang berbeda dalam satu kawasan. Selain itu, nama Bukit Buwung juga menyimpan kisah kepercayaan masyarakat setempat. Apa yang membuat air terjun ini berbeda dan menarik untuk dikunjungi?
Jauh dari keramaian kota, suara air yang jatuh di antara tebing dan pepohonan menjadi sambutan pertama ketika pengunjung memasuki kawasan Air Terjun Bukit Buwung. Air terjun ini terletak di kawasan Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Suasana yang masih asri dengan pepohonan tinggi, tebing-tebing kokoh, udara sejuk dan suara aliran air membuat kawasan ini cocok bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Setibanya di depan air terjun, pengunjung dapat menikmati suasana alam yang tenang tanpa hiruk-pikuk perkotaan.
Namun, suasana tenang tersebut bukan satu-satunya hal yang membuat Air Terjun Bukit Buwung menarik untuk dikunjungi. Air Terjun Bukit Buwung juga menawarkan keindahan istimewa yang membedakannya dengan air terjun lainnya yang ada di Bali. Bukit Buwung tidak hanya menyediakan satu keindahan air terjun, tetapi dua air terjun sekaligus. Coba bayangkan ketika dua keindahan air terjun dengan karakter yang berbeda dinikmati dalam satu tempat. Salah satu dari air terjun tersebut memiliki aliran yang deras dan tajam sehingga menghasilkan suara aliran air yang keras. Sementara itu, tepat disebelahnya terdapat air terjun dengan aliran sempit dan bebatuan yang siap menyambut jatuhnya air. Hal tersebut merupakan sebuah pemandangan langka yang menarik dan menjadi suatu keunikan tersendiri bagi Air Terjun Bukit Buwung.
Tidak hanya berhenti di situ, keindahan Air Terjun Bukit Buwung di Desa Tua semakin terasa nyata ketika pengunjung juga dimanjakan oleh kolam alami yang dihasilkan dari air terjun. Kolam alami dengan air yang segar, batu-batu alami di dalam kolam, dan suasana yang jauh dari keramaian akan membawa pengunjung pada sebuah ketenangan. Percikan air yang jatuh di antara bebatuan memberikan kesegaran bagi pengunjung. Suasana Air Terjun Bukit Buwung yang tenang juga cocok untuk beristirahat dan melepas lelah dari aktivitas sehari-hari.
Sungai di Kawasan Air Terjun Bukit Buwung (Sumber: Koleksi Pribadi)
Menurut pedagang yang berada di sekitar Air Terjun Bukit Buwung, aliran sungai di kawasan tersebut juga sering dimanfaatkan untuk memancing oleh masyarakat setempat. Aktivitas memancing biasanya dilakukan di sepanjang aliran sungai, bukan di kolam yang berada tepat di bawah air terjun. Hal ini menunjukkan bahwa Air Terjun Bukit Buwung tidak hanya memberikan keindahan alam, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat setempat.
Jero Mangku Pura Panti Taman Beji (Sumber: Koleksi Pribadi)
Nama “Air Terjun Bukit Buwung” pasalnya tidak dibuat hanya sekadar nama saja. Menurut Jero Mangku Pura Panti Taman Beji selaku keluarga pemilik tanah Air Terjun Bukit Buwung, perolehan nama air terjun ini diambil dari kepercayaan masyarakat setempat. Disebutkan bahwa Kebo Iwa hendak membuat sebuah bukit di kawasan tersebut, tetapi karena hari sudah pagi dan pekerjaannya tidak selesai menyebabkan bukit tersebut tidak jadi terbentuk. Kata “Buwung” dalam Bahasa Bali artinya “Tidak Jadi”. Sehingga muncullah nama “Bukit Buwung” yang berarti bukit yang tidak jadi.
Selain memiliki makna di balik namanya, air terjun ini juga memiliki latar belakang tersendiri dalam pengelolaannya. Tanah Air Terjun Bukit Buwung dimiliki oleh keluarga Bapak Sanjaya yang merupakan masyarakat Desa Petiga. Namun, karena kawasan air terjun secara wilayah berada di Desa Tua, pengelolaan air terjun ini juga melibatkan Desa Tua sehingga hasil perolehan dari air terjun juga diberikan kepada Desa Tua.
Air Terjun Bukit Buwung sendiri di buka untuk umum mulai bulan Maret 2026. Setelah dibuka untuk umum, masyarakat mulai menata kawasan dan akses menuju air terjun agar lebih nyaman bagi pengunjung. Sejak saat itu, kawasan yang sebelumnya belum banyak dikenal masyarakat mulai dikembangkan sebagai salah satu potensi wisata yang dapat dinikmati sekaligus dikelola bersama oleh masyarakat sekitar.
Air Terjun Bukit Buwung dapat ditempuh hanya sekitar satu jam dari kota Denpasar. Pengunjung disarankan untuk menggunakan kendaraan beroda dua karena untuk saat ini belum terdapat fasilitas parkir mobil yang memadai. Dari area parkir untuk dapat sampai di depan air terjun diperlukan waktu sekitar sepuluh menit dengan berjalan kaki. Pemandangan alam yang masih asri mulai terasa ketika pengunjung menyusuri jalur tersebut.
Tangga Pada Air Terjun Bukit Buwung (Sumber: Koleksi Pribadi)
Meskipun Air Terjun Bukit Buwung berada di tengah alam, perjalanan menuju air terjun tergolong mudah karena penduduk setempat telah mempersiapkan jalan yang nyaman dilewati oleh pengunjung. Jalan setapak yang telah dibersihkan dari semak, tangga menuju air terjun yang lengkap dengan batas demi keamanan pengunjung, dan toko kecil milik warga yang letaknya dibuat tidak jauh dari air terjun sehingga pengunjung dapat membeli makanan atau minuman untuk menemani dalam menikmati air terjun menambah kesan nyaman bagi pengunjung. Dengan berbagai fasilitas yang telah disiapkan penduduk setempat, pengunjung akan sangat menikmati suasana sunyi Air Terjun Bukit Buwung tanpa harus mengorbankan banyak tenaga sebelumnya.
Untuk dapat menikmati keindahan alam dan suasana Air Terjun Bukit Buwung dengan sempurna, pengunjung disarankan untuk datang ke air terjun saat pagi menjelang siang hari. Sinar matahari yang hangat dipadukan dengan udara segar pada pagi hari membuat suasana di sekitar air terjun menjadi lebih nyaman. Perpaduan tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk beristirahat sejenak dan menikmati suasana alam di hadapannya.
Dengan segala keindahan yang ditawarkan oleh Air Terjun Bukit Buwung, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk dapat menikmatinya. Hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000 bagi pengunjung lokal dan Rp. 25.000 bagi pengunjung mancanegara. Air Terjun Bukit Buwung terbuka untuk umum mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA. Namun, perlu disadari bahwa keasrian dan keindahan alam di sekitar air terjun menjadi tanggung jawab kita bersama. Pengunjung diharapkan untuk dapat membuang sampah yang dibawa pada tempatnya sehingga tidak mengotori area air terjun. Selain itu, menjaga sopan santun serta etika juga menjadi perhatian penting yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan Air Terjun Bukit Buwung saja, tetapi ikut serta dalam menjaga dan melestarikan keindahan alam Bali.
Pada akhirnya, Air Terjun Bukit Buwung menawarkan lebih dari sekadar pemandangan dua air terjun dalam satu tempat. Perbedaan aliran pada kedua air terjun tersebut menjadi salah satu hal yang membuat kawasan ini berbeda dari air terjun lainnya. Suasana yang sunyi, nama yang menyimpan sebuah kisah, dan alam yang masih asri turut menjadi alasan mengapa Air Terjun Bukit Buwung di Desa Tua patut dikunjungi oleh masyarakat luas.