Baligrafi: Ketika Aksara Menjadi Seni Budaya

Baligrafi adalah seni aksara Bali yang menggabungkan keindahan, filosofi, dan kreativitas. Di tengah arus globalisasi, baligrafi menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Seni ini berperan penting dalam melestarikan aksara Bali sekaligus memperkuat identitas budaya.

Jan 24, 2026 - 06:07
Dec 6, 2025 - 11:42
Baligrafi: Ketika Aksara Menjadi Seni Budaya
Baligrafi Ikan Koi (Sumber: Koleksi Pribadi)

Aksara Bali merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki kedalaman makna. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana tulis-menulis, aksara ini juga memiliki nilai spiritual, filosofis, dan estetis. Dalam perkembangannya, lahirlah sebuah bentuk seni baru bernama ”Baligrafi”, yaitu seni merangkai aksara Bali menjadi karya visual yang indah. Baligrafi bukan sekadar penulisan huruf, tetapi upaya menghidupkan aksara Bali dalam bingkai seni rupa yang anggun dan penuh simbol.

Tampak Depan Baligrafi Ikan Koi (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Baligrafi bukan hanya tentang menulis indah. Ia adalah sebuah perjalanan estetika di mana aksara diposisikan sebagai elemen utama seni rupa. Dalam setiap goresan, aksara Bali dipadukan dengan aturan tradisi (uger-uger) sehingga keindahan visual tetap sejalan dengan kaidah.

Istilah Baligrafi mulai diperkenalkan tahun 2013 di Museum Seni Lukis Klasik Nyoman Gunarsa sebagai alternatif dari kata “kaligrafi” yang identik dengan tradisi Islam. Dengan istilah baru ini, seni aksara Bali memperoleh identitas tersendiri.

Baligrafi Kupu-kupu oleh Devi (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Karya baligrafi kerap dihiasi oleh simbol-simbol Hindu yang kental dengan nilai spiritual. Aksara dipadukan dengan figur dewa-dewi, pohon kehidupan, hewan-hewan seperti Kupu-kupu, Ikan Koi maupun motif tradisional Bali. Misalnya saja, aksara “Om” divisualisasikan sebagai pusat kekuatan spiritual. Bentuk modre dapat disusun artistik menyerupai bunga, matahari, atau pusaran energi. Inilah yang membuat baligrafi unik, ia bisa dibaca sekaligus dikagumi sebagai karya seni rupa.

Proses pembuatan karya baligrafi Kupu-kupu (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Dengan pesatnya perkembangan global, banyak tradisi lokal menghadapi tantangan, termasuk aksara Bali. Di sinilah baligrafi hadir sebagai jembatan antara budaya dan kreativitas modern, sehingga generasi muda melihat aksara bukan sekadar huruf kuno, tetapi sebagai medium ekspresi yang hidup. Selain itu, baligrafi membantu memperkuat identitas budaya Bali. Aksara kini muncul di galeri seni, festival budaya, dan media sosial, sehingga keberadaannya tetap dirasakan masyarakat. Dengan begitu, baligrafi berperan penting dalam melestarikan aksara Bali agar tidak hilang ditelan zaman.