Kisah Pura Tanjungsari : Jejak Spiritual Mpu Baradah di Tanah Bali

Pura Tanjungsari, yang terletak dekat Pura Silayukti di Bali, merupakan warisan spiritual Mpu Baradah, yang diutus Raja Airlangga untuk mengusulkan pemimpin baru di Bali. Meski misinya ditolak Mpu Kuturan, ia mendirikan pura ini sebelum kembali ke Jawa. Dirayakan melalui upacara pujawali, Pura Tanjungsari melambangkan hubungan spiritual dan sejarah antara Jawa dan Bali.

Feb 22, 2026 - 06:00
Feb 9, 2026 - 20:33
Kisah Pura Tanjungsari : Jejak Spiritual Mpu Baradah di Tanah Bali
Pura Tanjung Sari (Sumber: Koleksi Pribadi)

Di pesisir timur Pulau Bali, berdiri dengan anggun Pura Tanjungsari yang menyimpan kisah sejarah nan menarik. Terletak sekitar 100 meter di selatan Pura Silayukti, pura ini menjorok ke laut di kaki bukit, menjadi saksi bisu perjalanan spiritual seorang tokoh penting dalam sejarah Nusantara, Mpu Baradah.

Kisah Pura Tanjungsari tak lepas dari hubungan diplomatik antara Jawa dan Bali di masa lampau. Mpu Baradah, yang dikenal sebagai adik dari Mpu Kuturan, pernah mengemban tugas penting dari Raja Airlangga dari Jawa Timur. Sebagai utusan raja, beliau datang ke Bali dengan membawa sebuah misi khusus yaitu memohon agar salah seorang putra Airlangga dapat dinobatkan menjadi raja di Pulau Dewata.

Namun, permohonan ini mendapat penolakan dari Mpu Kuturan. Sang Mpu berpendapat bahwa takhta Bali harus tetap dipegang oleh dinasti Warmadewa, tepatnya oleh Anak Wungsu yang masih memiliki hubungan darah sebagai adik bungsu Airlangga. Meskipun misinya tidak berhasil, kehadiran Mpu Baradah di Bali meninggalkan jejak spiritual yang mendalam.

Candi Apit dan Paduraksa dari Pura Tanjung Sari (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sebelum kembali ke Jawa, Mpu Baradah memutuskan untuk menetap sementara di Bali. Selama masa tinggalnya, beliau mendirikan sebuah parahyangan yang kemudian dikenal sebagai Pura Tanjungsari. Hingga kini, kesakralan pura ini masih terjaga melalui upacara pujawali yang digelar setiap Buda Kliwon Wuku Matal. Menurut penuturan Rena dan Jro Mangku Wayan Marsa, pemangku di Pura Melanting dan Pura Mumbul Padangbai, pada saat pujawali, para pemuja tidak hanya melakukan persembahyangan di Pura Tanjungsari dan Silayukti, tetapi juga mengunjungi Pura Telaga Mas dan Pura Payogan.

 

Area Pura Tanjung Sari (Sumber: Koleksi Pribadi)

Keberadaan Pura Tanjungsari tidak hanya menjadi bukti sejarah hubungan Jawa-Bali, tetapi juga menjadi simbol harmoni spiritual yang terus dipelihara oleh masyarakat Hindu Bali. Melalui ritual dan pemujaan yang masih berlangsung hingga kini, kisah Mpu Baradah terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, mengingatkan kita akan kekayaan sejarah dan warisan Bali yang beragama.