Desa Adat Pakudui: Desa Pengrajin Patung Garuda yang Mendunia

Desa adat, atau yang sering disebut desa pakraman, merujuk pada masyarakat tradisional yang terikat pada adat istiadat setempat. Masyarakat desa adat di daerah wisata kesenian cenderung bergantung pada status desa sebagai desa wisata, seperti Desa Adat Pakudui yang merupakan desa wisata yang berporos pada seni ukir kayu dan pemandangan sawah berundak.

Feb 16, 2026 - 05:56
Feb 9, 2026 - 21:21
Desa Adat Pakudui: Desa Pengrajin Patung Garuda yang Mendunia
Patung Garuda (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Di tengah menurunnya jumlah seniman di bali akibat digerus perkembangan modernisasi, Desa Adat Pakudui, Gianyar tetap menjaga warisan budaya turun temurun sebagai representasi masyarakat tradisional yang mengikat diri pada adat istiadat setempat. Terletak di kecamatan Tegalalang, kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, desa ini dicanangkan sebagai desa wisata yang berfokus pada seni pembuatan patung garuda dan pemandangan sawah berundak guna menunjang kehidupan sehari-hari. 

Desa Adat Pakudui, yang dipimpin oleh Bendesa Adat Ketut Karma Wijaya, berada di bagian utara wilayah kabupaten gianyar. Sudah lama dikenal sebagai desa penghasil kerajinan Patung Garuda. Untuk memperkuat jati diri masyarakat Desa Adat Pakudui sebagai seniman Patung Garuda, mereka berinisiatif membentuk desa wisata pada tahun 2016 dengan mengusung nama “Desa Wisata Garuda Village Pakudui”.

Desa Adat Pakudui memiliki penduduk berjumlah 122 KK yang terbagi menjadi 2 banjar, terdiri dari satu banjar adat yaitu Banjar Adat Pakudui dan satu banjar dinas yaitu Banjar Dinas Pakudui. Saat ini, Banjar Adat Pakudui dipimpin oleh Made Tileh dan Banjar Dinas Pakudui yang dipimpin oleh I Wayan Puaka.  

LPD Pakudui (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Kedua banjar tersebut menerapkan perbedaan sistem adat dan dinas pada umumnya di bali Dimana kedua banjar tersebut sebenarnya berada satu wilayah yang sama namun hanya berbeda aturan, tata kelola, dan peraturan. Meskipun kedua banjar tersebut tidak memiliki balai banjar,  terdapat LPD Desa Adat Pakudui dan wantilan desa sebagai tempat pertemuan antar perangkat desa.

Setiap Desa Adat tentu memiliki Pura Kahyangan Tiga yang memiliki peranan sentral dalam kehidupan masyarakatnya, begitu juga dengan Desa Adat Pakudui. Desa Wisata Garuda ini memiliki pura kahyangan tiga yang lengkap mulai dari Pura Desa dan Pura Puseh yang menjadi satu, serta Pura Dalem.

Pura Desa lan Puseh Pakudui (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pakudui berada tepat di samping LPD Desa Adat Pakudui, seperti Pura Tri Kahyangan pada umumnya, Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pakudui ini digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Brahma dan Dewa Wisnu. Piodalan di Pura Desa lan Puseh ini jatuh pada Purnama Sasih Kapat, Purnama Sasih Kanista, dan Purnama Sasih Kadasa. Pura Dalem Desa Adat Pakudui terletak di perbatasan sebelah timur Desa Adat Pakudui dan digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Piodalan di Pura Dalem Desa Adat Pakudui ini dilaksanakan pada Tilem Sasih Kanem

Pura Dalem (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Kehidupan Bermasyarakat di Desa Pakudui ini berporos pada status desa sebagai Desa Wisata Garuda. Hampir 90 persen warga Pakudui merupakan perajin Patung Garuda, sehingga pendapatan sebagian besar juga dari kegiatan membuat patung. Kemampuan warga dalam membuat patung garuda didapatkan turun-temurun. Secara pasti terkenalnya Desa Adat Pakudui sebagai sentra kerajinan Patung Garuda diawali sekitar 50 tahun lalu. 

Patung Garuda (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Awalnya kerajinan membuat Patung Garuda mulai dikenalkan ke wilayah sekitar dan ke dunia luar oleh seniman I Made Ada. Kemampuan seniman I Made Ada sudah diketahui dunia, bahkan sudah beberapa kali melaksanakan pameran ke luar negeri. Untuk memperkuat Desa Adat Pakudui menjadi sentra kerajinan patung Garuda di Bali, I Made Ada membuat museum terkait Patung Garuda dan diisi oleh karya-karya beliau, segala hal yang terkait dengan Patung Garuda ada di museum ini sehingga membuat daya tarik wisatawan untuk mengunjungi desa adat pakudui semakin tinggu, khususnya bagi penikmat seni patung berbahan dasar kayu.

Museum I Made Ada (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Desa Adat Pakudui tidak hanya menyuguhkan kearifan seni patung garuda, tetapi juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Desa Pakudui sendiri memiliki Kawasan wisata sawah berundak yang bernama Abian Desa Rice Terrace. Kawasan wisata ini menyuguhkan pemandangan sawah berundak yang masih asri dan terawat, di Kawasan ini juga terdapat spot foto menarik, ayunan, dan juga wahana flying fox yang terbentang diantara kedua bukit sawah.

Abian Desa Rice Terrace (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Dengan melestarikan warisan kebudayaan leluhurnya, Desa Adat Pakudui bukan hanya menjadi suatu desa adat wisata, melainkan sebuah komunitas maupun wadah bagi generasi mendatang agar memiliki kesempatan untuk meresapi dan memahami lebih dalam warisan budaya seni patung garuda yang dimiliki Desa Adat Pakudui. Desa Adat Pakudui menjadi tempat di mana setiap aspek kehidupan sehari-hari terjalin erat dengan warisan budaya dan indahnya alam ciptaan yang maha kuasa.