Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali

Penyakit tuju, yang dalam istilah medis dikenal sebagai rematik, adalah salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Bali, terutama mereka yang sudah berusia lanjut. Penyakit ini ditandai dengan gejala utama berupa nyeri pada persendian atau pinggang. Menariknya, Bali memiliki warisan budaya berupa lontar Usadha, yang mengandung berbagai resep tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit tuju.

Feb 19, 2026 - 05:39
Feb 19, 2026 - 08:49
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali
Sumber : Koleksi Pribadi
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali
Ramuan Obat Ampuh dalam penyembuhan Penyakit Tuju (rematik) dalam Lontar usadha Bali

Apa Itu Lontar Usadha?
Lontar Usadha merupakan naskah kuno yang menyimpan ilmu pengobatan tradisional Bali. Di dalamnya terdapat berbagai resep herbal dan teknik penyembuhan yang diwariskan secara turun-temurun. Lontar ini menjadi warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Bali, terutama dalam praktik kesehatan alternatif yang kaya akan nilai spiritual dan tradisional.
Paneseh Usadha adalah tradisi pengobatan yang telah ada di Bali selama berabad-abad dan diwariskan dari generasi ke generasi. Praktik ini berfokus pada penggunaan bahan herbal alami yang tumbuh di lingkungan lokal untuk mengobati berbagai jenis penyakit, termasuk kondisi rematik yang dikenal di Bali sebagai Penyakit Tuju. Penyakit Tuju sering ditandai dengan rasa nyeri dan kekakuan pada sendi, terutama di sekitar pinggang. Dalam Lontar Usadha, penyakit ini dikenal sebagai salah satu gangguan yang dapat diobati dengan pendekatan alami menggunakan bahan-bahan herbal yang berasal dari kekayaan alam Bali.

Apa itu Penyakit Tuju?
Penyakit Tuju adalah istilah yang digunakan di Bali untuk menggambarkan kondisi rematik atau arthritis, yang ditandai dengan rasa nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada sendi. Gejala ini sering muncul secara mendadak dapat ditimbulkan oleh cuaca dingin atau lembap, aktivitas tubuh yang berlebihan, kualitas makanan, dan beberapa kepercayaan lokal menyatakan bahwa gangguan dari roh jahat atau ketidakseimbangan energi dalam tubuh bisa menjadi penyebab penyakit tuju ini.
Penyakit Rematik sering ditandai dengan rasa nyeri dan kekakuan pada sendi, terutama di sekitar pinggang. Dalam Lontar Paneseh Usadha, terdapat berbagai ramuan yang dirancang khusus untuk meredakan gejala ini dan mendukung penyembuhan. Salah satu ramuan yang sering digunakan adalah campuran dari isi buah kemiri, beras yang telah direndam, dan bawang merah yang dibakar.

Bahan Ramuan Obat Penyakit Teju (Rematik)
Bawang merah, atau dalam bahasa Latin disebut Allium cepa var. aggregatum, memiliki sifat antiinflamasi yang kuat berkat kandungan senyawa sulfur dan flavonoidnya. Dalam pengobatan tradisional, bawang merah sering digunakan untuk meredakan peradangan dan mengurangi rasa sakit. Untuk membuat ramuan, bawang merah yang segar biasanya dipanggang di atas bara api kecil hingga kulitnya menghitam dan aromanya keluar. Proses pemanggangan ini bertujuan untuk mengeluarkan minyak alami bawang yang bersifat terapeutik. Setelah dipanggang, bawang merah ini dihancurkan hingga halus untuk dicampurkan dengan bahan lainnya.

Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum) (Sumber : Koleksi Pribadi)

Kemiri, yang memiliki nama Latin Aleurites moluccanus, merupakan bahan lain yang tidak kalah penting dalam ramuan ini. Kemiri dikenal karena kandungan minyak alaminya yang tinggi, yang tidak hanya berfungsi sebagai pelembut kulit tetapi juga memberikan efek menghangatkan pada otot dan sendi.

Kemiri (Aleurites moluccanus) (Sumber : Koleksi Pribadi)

Selain bawang merah dan kemiri, beras juga memainkan peran penting dalam ramuan tradisional ini. Beras yang digunakan adalah jenis beras putih biasa yang direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah direndam, beras menjadi lunak dan mudah ditumbuk hingga halus. Dalam pengobatan tradisional, beras dikenal memiliki sifat menyejukkan yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan memberikan rasa nyaman pada kulit. Beras halus ini sering kali dijadikan bahan dasar yang mengikat ramuan agar mudah diaplikasikan pada tubuh.

Beras Putih (Sumber : Koleksi Pribadi)

Cara Membuat:
Bahan-bahan:
1.    Isi Buah Kemiri: 5-10 butir
2.    Bawang Merah: 3-5 siung
3.    Beras Putih: 100 gram, direndam dalam air
4.    Air: secukupnya (hanya untuk merendam beras)


1. Rendam beras putih dalam air selama 2-4 jam hingga lunak.
Proses perendaman ini membuat beras lebih lembut dan mudah untuk dihancurkan, serta membantu melepas beberapa senyawa yang bermanfaat dalam pengobatan.

Beras Putih Yang Direndam (Sumber : Koleksi Pribadi)

2. Tiriskan Beras, kemudian Tumbuk Beras, Bawang Merah dan Kemiri Hingga Halus.
Beras yang sudah ditumbuk halus berfungsi sebagai bahan pengikat yang menyejukkan, sehingga meningkatkan efektivitas ramuan ketika diaplikasikan ke kulit. Kegiatan ini menghancurkan sel-sel tanaman, sehingga senyawa aktif dalam bawang merah dan kemiri dapat lebih mudah dilepaskan, meningkatkan potensi manfaatnya untuk meredakan nyeri dan peradangan.

Proses Penumbukan  Beras, Bawang Merah dan Kemiri Hingga Halus (Sumber : Koleksi Pribadi)

3. Campur semua: Gabungkan beras halus, bawang merah, dan kemiri. 
Mencampur semua bahan memastikan bahwa setiap bagian dari ramuan memiliki konsentrasi yang merata, sehingga efektivitasnya tetap terjaga saat diaplikasikan.

Hasil Proses Membuat Ramuan Obat Penyakit Teju ( Rematik) Yang Siap Pakai (Sumber : Koleksi Pribadi)

4. Oleskan/semburkan ramuan pada bagian yang nyeri, diamkan selama 30-60 menit, lalu bilas.
Diamkan ramuan pada kulit memungkinkan senyawa aktif meresap dengan baik, memberikan efek penyembuhan maksimal sebelum dibersihkan.


Sebagai warisan budaya yang kaya nilai historis dan spiritual, tradisi pengobatan Bali dalam Lontar Usadha dan Paneseh Usadha menjadi bukti kearifan lokal yang tetap relevan hingga kini. Ramuan alami seperti bawang merah (Allium cepa var. aggregatum), kemiri (Aleurites moluccanus), dan beras yang direndam merupakan wujud pemanfaatan kekayaan alam untuk meredakan penyakit seperti tuju atau rematik. Kombinasi bahan ini, dengan sifat antiinflamasi dan penghangat otot, tidak hanya efektif secara terapeutik tetapi juga mencerminkan keharmonisan manusia dengan alam. Proses pembuatan ramuan yang sederhana namun penuh ketelitian menunjukkan pentingnya kesabaran dalam menciptakan pengobatan yang aman dan ramah lingkungan. Tradisi ini tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan alam, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik, melainkan warisan berharga yang terus hidup di tengah masyarakat modern.