Kisah dan Sejarah Terbentuknya Pura Batur Kendengan di Desa Tinggarsari

Pura Batur Kendengan adalah salah satu Pura yang terletak di daerah Busung Biu, Bali, tepatnya berada di dalam Desa Tinggarsari. Pura ini memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat sekitar dan menjadi tempat utama untuk melaksanakan berbagai upacara keagamaan. Keindahan alam sekitar Pura serta suasana yang asri menambah daya tarik bagi para pengunjung yang ingin menikmati kedamaian sekaligus mendalami kearifan lokal Bali. Pura ini memiliki sejarah yang sangat berdampak terhadap terbangunnya Pura Batur Kendengan ini.

Feb 28, 2026 - 06:31
Feb 9, 2026 - 20:35
Kisah dan Sejarah Terbentuknya Pura Batur Kendengan di Desa Tinggarsari
Pura Batur Kendengan (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Pura Batur Kendengan adalah sebuah pura yang terletak di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Pura ini berada di dalam Desa Tinggarsari, sebuah desa yang dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya. Pura Batur Kendengan merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki cerita menarik, dimulai dari perjalanan seorang tokoh besar bernama Dalem Cili yang berasal dari Puri Agung Klungkung.

Ucapan Selamat Datang Desa Tinggarsari (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Kisah ini bermula pada masa peperangan di Kerajaan Klungkung, di mana Dalem Cili bersama rombongan pengikutnya melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari situasi yang genting. Dalam pelariannya, Dalem Cili membawa 60 Dulang Mangap, sebuah simbol spiritual yang sangat penting pada masa itu. Setelah perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, rombongan Dalem Cili akhirnya sampai di sebuah desa kecil yang pada masa itu dikenal sebagai Desa Timun Belahmanukan.

Namun, perjalanan mereka tidak berhenti di sana. Dalem Cili terus melanjutkan perjalanannya hingga tiba di sebuah pura yang pada masa itu disebut sebagai Pura Dalem Kendengan. Di tempat inilah, Dalem Cili merasakan adanya kedamaian dan kesucian yang luar biasa. Ia kemudian memutuskan untuk membangun sebuah tempat persembahyangan yang lebih besar dan megah. Namun, sebelum mewujudkan keinginannya, ia merasa perlu meminta izin terlebih dahulu kepada Ida Bathara yang berstana di Pura Batur Gangsia, sebuah pura yang dianggap sakral di wilayah tersebut.

Setelah mendapatkan izin, Dalem Cili mulai membangun tempat persembahyangan yang kini dikenal sebagai Pura Batur Kendengan. Pura ini menjadi tempat yang tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga menjadi simbol perjuangan, perlindungan, dan harapan bagi masyarakat Desa Tinggarsari.

Salah satu keunikan Pura Batur Kendengan adalah adanya sebuah Pelinggih berbentuk singgasana yang terbuat dari bebatuan alami. Batu ini diyakini sudah ada sejak zaman kuno dan dianggap sebagai tempat suci yang penuh energi spiritual. Pelinggih ini digunakan oleh masyarakat untuk memohon perlindungan, restu kepemimpinan, kesuburan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat desa dan pemimpinnya.

Pelinggih Utama Pura Batur Kendengan (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Selain itu, Pura Batur Kendengan juga menjadi tempat berstana beberapa figur spiritual penting, yaitu Ratu Bagus Made, Ratu Ngurah Jaksa, Ratu Bagus Ketut, dan Ida Bathara Dalem. Masyarakat setempat percaya bahwa keberadaan mereka memberikan perlindungan dan keberkahan bagi desa serta sekitarnya.

Hingga saat ini, Pura Batur Kendengan tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi masyarakat Desa Tinggarsari. Pura ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi lambang keabadian tradisi dan spiritualitas masyarakat Bali. Keindahan alam di sekitar pura, ditambah dengan suasana damai yang menyelimuti tempat ini, membuat Pura Batur Kendengan menjadi destinasi yang tak hanya menarik bagi para umat Hindu, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin merasakan harmoni antara sejarah, budaya, dan alam Bali yang memukau.