Avadhut Awatara: Sang Penghancur Kesombongan Para Dewa

Dewa Siwa marah atas kesombongan dan ego dari dewa indra yang dapat menghancurkan dunia. Dalam perjalanan dewa indra menuju Kailash, Dewa Siwa mengambil wujud seorang sanyasi Aghori atau Rsi yang berbaring menghalangi jalan dari dewa indra dan akan memberikan pelajaran kepada Dewa Indra.

May 10, 2026 - 20:04
Nov 25, 2024 - 03:18
Avadhut Awatara: Sang Penghancur Kesombongan Para Dewa
Avadhut Awatara (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dewa Indra, raja surga dan dewa petir, sangat bangga dengan kekuatannya. Kesombongannya sebagai raja para dewa membuat egonya tumbuh besar, dan sangat berpotensi membahayakan dunia. Di tengah kesombongannya, Dewa Indra memutuskan untuk pergi ke Gunung Kailash, tempat kediaman Dewa Siwa, untuk menerima darshan, sebuah berkah suci yang dapat menyempurnakan kekuatan rohaninya. Dewa Indra tidak pergi sendirian. Dia ditemani oleh para Dewa, Guru Brihaspati.

Dewa siwa sedang bertapa di gunung kailash (Sumber: Koleksi Pribadi)

Namun, Dewa Siwa, yang merupakan Antaryami yaitu seseorang yang mengetahui segalanya mulai dari masa lalu, masa kini dan masa depan, Dewa Siwa sudah menyadari niat dari Dewa Indra. Dia melihat kesombongan Indra dan memutuskan untuk mengajarinya pelajaran penting. Dengan niat itu, Dewa Siwa mengambil wujud seorang sanyasi Aghor. Siwa, dalam wujud Avadhut, berbaring di tengah jalan menuju Kailash, menghalangi perjalanan Dewa Indra dan para dewa lainnya.

Avadhut tertidur di jalan dan menghalangi dewa indra (Sumber: Koleksi Pribadi)

Di jalan menuju Kailash, Avadhut berbaring di tengah jalan, menghalangi jalur Dewa Indra dan rombongannya. Avadhut tetap diam dan tidak bergerak. Dewa Indra, dengan penuh keangkuhan, berkata kepada Avadhut, "Kau tidak mengenaliku? Aku adalah Indra, raja para dewa dan penguasa surga. Akulah yang paling berkuasa. Pergi dari jalanku dan sujudlah padaku karena aku adalah rajamu." "Mengapa aku harus tunduk padamu? Aku hanya memuja Dewa Siwa, bukan dirimu." Jawaban ini membuat Dewa Indra semakin murka. Dengan arogan, Indra kembali memerintah Avadhut untuk menyingkir karena ia ingin segera menyapa Dewa Siwa. Dalam kemarahannya, Avadhut berdiri dan berjalan membelakangi Dewa Indra dan berkata, "Jika kau ingin bertemu dengan Dewa Siwa, pertama kau harus bertobat dan membersihkan dirimu dari dosa. Hanya setelah itu kau bisa mendapatkan darshan dari-Nya." 

Kemurkaan Avadhut atas kesombongan Dewa Indra (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dewa Indra memanggil Bajranya dan menyerang Avadhut. Namun, tangannya terhenti di udara, tak bisa bergerak. Dewa Indra, yang masih diliputi ego, tidak mengenali siapa sebenarnya Avadhut itu. Ia berkata, "Kau tak akan bisa menghentikanku dengan ilusi ini. Aku adalah raja para dewa." Dewa Siwa berubah wujud dan membuka mata ketiganya di dahinya, yang memancarkan api dan diarahkan kepada Dewa Indra, Dewa Indra terkejut bahwa rsi tersebut merupakan Dewa Siwa. Dewa Indra segera berlari untuk menyelamatkan diri, namun api terus mengejarnya. Hingga Dewa Indra kembali kehadapan Dewa Siwa. Guru Brihaspati dan para dewa lainnya segera mengenali bahwa Avadhut adalah Dewa Siwa. Menyadari kesalahannya, Dewa Indra pun meminta maaf kepada Dewa Siwa, memohon pengampunan atas kesombongannya. Dewa Siwa lalu berkata kepada Dewa Indra, "Tinggalkan egomu dan berbuatlah baik untuk rakyatmu.". Dengan demikian, Dewa Siwa berhasil menghancurkan ego Dewa Indra.

Files