Pura Kemuda Saraswati: Pura Peninggalan Kerajaan Ubud dengan Keindahan Water Palace nya
Pura Kemuda Saraswati di Ubud, Bali, adalah peninggalan dari Kerajaan Ubud yang didirikan pada tahun 1951 oleh Pangeran Ubud Cokorda Gede Agung Sukawati. Pura ini dirancang oleh arsitek terkenal I Gusti Nyoman Lempad dan terkenal dengan Water Palace yang memukau, dikelilingi kolam teratai dan patung dewa-dewi. Dengan keindahan arsitektur dan makna spiritualnya, pura ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Bali.
Pulau Bali dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya yang luar biasa, di mana salah satu daya tarik utamanya adalah pura-pura yang memancarkan keindahan arsitektur sekaligus menyimpan nilai sejarah yang mendalam. Salah satu pura yang tidak boleh dilewatkan oleh wisatawan baik lokal maupun internasional adalah Pura Kemuda Saraswati, yang terletak di kawasan seni Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Pura ini berada di Jalan Kajeng, tak jauh dari Ubud Palace dan Ubud Art Market, membuatnya sangat mudah dijangkau. Dikenal pula dengan sebutan Water Palace, Pura Kemuda Saraswati menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak menarik perhatian pengunjung berkat keindahannya yang mempesona.
Pura Kemuda Saraswati merupakan pura yang memiliki sejarah penting sebagai bagian dari Puri Ubud atau keluarga Kerajaan Ubud. Pura ini didirikan pada tahun 1951 atas inisiatif Pangeran Ubud saat itu, Cokorda Gede Agung Sukawati. Arsitektur pura ini dirancang oleh I Gusti Nyoman Lempad, seorang arsitek dan seniman ternama Bali yang dikenal dengan keahlian dan kreativitasnya dalam menciptakan karya seni yang sangat indah. Pura ini dibangun di atas bekas taman kerajaan yang dulunya dikenal sebagai Taman Soekasada, dan kehadiran pura ini mengingatkan kita akan pengaruh besar Kerajaan Ubud dalam perkembangan seni dan budaya Bali.
Pura Kemuda Saraswati (Sumber: Koleksi Pribadi)
Keunikan Pura Kemuda Saraswati tidak hanya terletak pada sejarahnya yang panjang, tetapi juga pada arsitekturnya yang memikat. Pura ini mengikuti konsep Tri Utama Mandala, yang mengacu pada pembagian ruang pura berdasarkan tingkat kesucian.
Bagian pertama yang akan ditemui pengunjung adalah Nista Mandala, yang terletak di area depan dan juga dikenal sebagai Water Palace. Untuk dapat memasuki area ini, pengunjung dikenakan biaya tiket seharga 35 ribu rupiah, yang mencakup akses ke area Water Palace saja. Disediakankan juga pakaian adat Bali, pengunjung dapat berkeliling dan menikmati keindahan kolam yang dihiasi dengan tanaman lotus, gapura dengan ukiran yang penuh makna, patung-patung dewa dan dewi, serta ikan koi yang berenang dengan tenang di kolam tersebut. Suasana yang tercipta di tempat ini benar-benar menenangkan hati dan memberi kesan mendalam bagi setiap turis yang berkunjung.
Selain keindahan alam dan arsitektur, Water Palace juga menawarkan pengalaman kuliner khas Bali yang dapat dinikmati di restoran yang tersedia di area Nista Mandala. Restoran ini menyajikan berbagai hidangan lokal Bali dengan pemandangan yang memanjakan mata, menjadikan pengalaman makan semakin istimewa. Meskipun area ini bisa diakses pengunjung, ada beberapa area yang di tutup aksesnya, seperti area Madya Mandala, yang tidak diperkenankan untuk dimasuki oleh wisatawan baik lokal maupun internasional.
Area Madya Mandala (Sumber: Koleksi Pribadi)
Area tengah atau Madya Mandala, merupakan area transisi antara Nista Mandala dan Utama Mandala, area ini berguna untuk beristirahat menyucikan pikiran untuk bersembahyang dan biasanya ketika ada upacara dan tari-tarian bisa dilaksanakan di area ini. Pada area ini terdapat beberapa bale yang memiliki kegunaannya sendiri, kemudian padmanaba yang digambarkan sebagai pelinggih tinggi dihiasi emas yang merupakan stana dari kekuatan tri murti yang terfokus akhirnya kepada sang hyang acintya, disebelah utara nya juga ada pelinggih betara di gunung Agung, dan yang terbaru ada patung dari Dewi Saraswati yaitu dewi ilmu pengetahuan.
Sementara itu, area paling suci dari Pura Kemuda Saraswati adalah Utama Mandala, yang diperuntukkan bagi pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dalam ajaran Hindu. Area ini digunakan untuk warga umat hindu saat upacara keagamaan tertentu dan tertutup bagi wisatawan pada umumnya. Hal ini menjadikan Pura Kemuda Saraswati sebagai tempat yang tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga merupakan pusat spiritual bagi umat Hindu, terutama di Ubud.
Water Palace Area Nista Mandala (Sumber: Koleksi Pribadi)
Seiring berjalannya waktu, Pura Kemuda Saraswati dijaga dan dilestarikan oleh keluarga Kerajaan Ubud serta masyarakat setempat, yang menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual dan budaya Bali. Meskipun terdapat pembatasan bagi wisatawan untuk mengakses bagian pura, keindahan dan makna yang terkandung dalam setiap sudut pura ini menjadikannya sebagai tempat yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan kedamaian dan kekayaan budaya Bali.
Dengan segala keindahan arsitektur, sejarah yang mendalam, serta nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, Pura Kemuda Saraswati dan Water Palace adalah destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Ubud. Jika Anda berencana untuk menikmati suasana damai, mengeksplorasi keindahan budaya Bali yang autentik, dan merasakan keagungan warisan Kerajaan Ubud, pastikan untuk mengunjungi Pura Kemuda Saraswati yang mempesona ini. Di sini, setiap sudutnya menyimpan cerita dan filosofi mendalam yang dapat memberikan pengalaman spiritual dan estetika yang tak terlupakan.