Desa Coklat Bali: Harmoni Kakao, Sawah, dan Eduwisata di Jantung Tabanan

Desa Coklat Bali menghadirkan harmoni antara hamparan sawah hijau, perkebunan kakao, dan konsep eduwisata yang menyatu dengan alam pedesaan Tabanan. Melalui pengalaman belajar dari biji kakao hingga menjadi cokelat, pengunjung diajak menikmati wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan, sambil merasakan kearifan lokal serta kehangatan kehidupan desa di jantung Pulau Bali.

Aug 8, 2026 - 05:49
Aug 5, 2026 - 22:11
Desa Coklat Bali: Harmoni Kakao, Sawah, dan Eduwisata di Jantung Tabanan
Papan Nama Desa Coklat Bali dan CAU Chocolates Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)

Desa Coklat Bali merupakan destinasi wisata edukasi yang menggabungkan agrowisata, kuliner, dan budaya lokal Bali dalam satu pengalaman yang unik. Terletak di Dusun Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Desa Coklat Bali hadir sebagai ruang pembelajaran sekaligus rekreasi yang berfokus pada kakao sebagai komoditas utama. Kawasan ini dikembangkan dari inisiatif cokelat lokal CAU Chocolate dan resmi dibuka untuk publik pada tahun 2020, dengan tujuan memperkenalkan proses pengolahan cokelat sekaligus memberdayakan potensi desa dan petani lokal.

Buah Kokoa Desa Coklat Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)

Daya tarik utama Desa Coklat Bali terletak pada konsep wisata edukasi bean to bar, yaitu pengalaman menyeluruh mulai dari mengenal tanaman kakao, proses panen, fermentasi, hingga pengolahan biji kakao menjadi cokelat siap konsumsi.

Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti mengolah cokelat, mencetak cokelat sesuai selera, dan membawa pulang hasil karya sendiri. Konsep interaktif ini menjadikan Desa Coklat Bali sebagai destinasi yang cocok untuk wisata keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin memperoleh pengalaman baru yang edukatif.

Pemandangan Asri Desa Coklat Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)

Selain berfokus pada cokelat, Desa Coklat Bali juga mengangkat nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat Bali. Pengunjung dapat merasakan suasana pedesaan yang asri serta mengikuti berbagai aktivitas bernuansa lokal, seperti mengenal tradisi Bali, membuat canang, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Hal ini menjadikan kunjungan ke Desa Coklat Bali tidak sekadar wisata kuliner, tetapi juga sarana untuk memahami budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga.

Produk Kemasan Cau Chocolate Bali yang diolah di Desa Coklat Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)

Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, Desa Coklat Bali dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti restoran bertema cokelat, toko suvenir, area edukasi, dan ruang terbuka yang ramah untuk keluarga. Beragam produk olahan cokelat berbahan kakao lokal dapat dinikmati langsung di lokasi, mulai dari minuman cokelat, makanan ringan, hingga cokelat premium sebagai oleh-oleh khas Bali. Dengan konsep wisata yang berkelanjutan dan edukatif, Desa Coklat Bali hadir sebagai destinasi alternatif yang menarik, sekaligus menjadi contoh pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di Pulau Dewata.