Kopi di Antara Sawah: Pengalaman Ngopi Otentik di Desa Kopi Bali, Marga, Tabanan
Di tengah hamparan sawah dan suasana pedesaan Marga, Tabanan, Desa Kopi Bali hadir sebagai tempat ngopi yang menawarkan pengalaman berbeda. Berdiri sejak Desember 2019, tempat ini tumbuh tanpa konsep kafe kota yang ramai. Begitu masuk ke areanya, yang terasa justru ketenangan, udara segar, dan suasana desa yang masih terjaga. Ngopi di Desa Kopi Bali bukan soal cepat-cepat menghabiskan minuman, tetapi tentang menikmati waktu. Sawah yang membentang, pepohonan di sekitar, dan suara alam menjadi bagian dari pengalaman yang tidak terpisahkan dari secangkir kopi yang disajikan.
Pengalaman ngopi di Desa Kopi Bali terasa lebih pelan dan tenang. Area duduk terbuka memungkinkan pengunjung menikmati udara segar dan suasana pedesaan. Tempat ini sering dimanfaatkan untuk berbincang santai, membaca, atau sekadar duduk menikmati suasana tanpa gangguan. Ketenangan inilah yang membuat Desa Kopi Bali kerap menjadi pilihan untuk melepas penat dan mencari suasana berbeda dari keseharian.
Area sekitar Desa Kopi Bali yang masih alami dan tertata sederhana (Sumber: Koleksi Pribadi)
Dari sisi rasa, kopi di Desa Kopi Bali terasa enak, seimbang, dan nyaman di lidah. Proses penyeduhan dilakukan dengan baik sehingga rasa kopi tetap bersih dan konsisten. Kopi disajikan secara sederhana, membuat perhatian tertuju pada rasa dan suasana, bukan pada tampilan yang berlebihan. Tidak sedikit pengunjung memilih duduk lebih lama, menikmati kopi secara perlahan sambil memandang hamparan sawah di sekitarnya.
Sajian kopi yang diseduh dan dinikmati di Desa Kopi Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)
Area duduk di Desa Kopi Bali dibuat terbuka tanpa banyak sekat, sehingga pengunjung bisa duduk dengan lebih leluasa. Suasananya terasa ringan dan tenang, cocok untuk menikmati kopi sambil berbincang santai atau sekadar duduk diam. Tidak ada musik keras atau keramaian berlebihan, yang terdengar justru aktivitas ringan di sekitar area.
Pengalaman ngopi di tempat ini terasa lebih pelan dan tidak tergesa-gesa. Banyak pengunjung datang tanpa agenda khusus, hanya ingin menikmati secangkir kopi dalam suasana yang tenang. Area terbuka ini memberi ruang untuk benar-benar menikmati kopi, sekaligus menjadi tempat yang pas untuk melepas penat.
Pengunjung menikmati kopi di area duduk dengan suasana tenang dan terbuka (Sumber: Koleksi Pribadi)
Kopi yang digunakan di Desa Kopi Bali dipilih dengan perhatian sejak dari kebun. Foto ini menunjukkan kopi arabika, salah satu jenis kopi yang juga digunakan di sini. Meski demikian, sebagian besar kopi yang disajikan merupakan kopi robusta. Pemilihan biji kopi yang matang menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas rasa sebelum kopi sampai ke cangkir. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kualitas kopi tidak hanya dibangun di meja saji, tetapi sudah dimulai sejak proses awal di kebun.
Biji kopi arabika yang tumbuh dan dipanen pada tingkat kematangan optimal (Sumber: Koleksi Pribadi)
Desa Kopi Bali bekerja sama dengan petani lokal yang memiliki ladang kopi. Sebagian besar kopi robusta berasal dari Kintamani dan Munduk, Bali, sementara sebagian lainnya didatangkan dari Jawa Timur. Kerja sama ini menjaga mutu kopi sekaligus memberi ruang bagi petani lokal untuk terlibat langsung dalam proses penyediaan bahan baku. Hubungan antara pengelola dan petani terbangun secara berkelanjutan, sehingga kualitas kopi dapat dijaga secara konsisten dari waktu ke waktu.
Petani lokal memetik kopi sebagai bagian dari kerja sama dengan Desa Kopi Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)
Desa Kopi Bali menawarkan pengalaman ngopi yang sederhana namun berkesan. Kopi berkualitas, kerja sama dengan petani lokal, serta suasana sawah yang tenang menjadikan tempat ini lebih dari sekadar ruang minum kopi. Ngopi di sini terasa sebagai bagian dari kehidupan desa—alami, santai, dan memberi ruang untuk menikmati waktu dengan lebih pelan.