Krishna Awatara dan Keajaiban Bukit Govardhana: Pelindung Vrindavan dari Amarah Indra

Perisai raksasa Bukit Govardhana adalah simbol cinta kasih Krishna yang melindungi penduduk Vrindavan dari amarah Dewa Indra. Dalam menghadapi ego Indra, Krishna mengangkat bukit tersebut, memberikan perlindungan kepada Vrindavan. Kisah ini menunjukkan kekuatan ilahi yang mengatasi kesombongan surgawi, serta pelajaran tentang ketulusan, pengorbanan, dan keberanian. Tindakan Krishna mengingatkan kita bahwa cinta dan perlindungan Tuhan melampaui segala cobaan, membangun kembali harmoni di alam semesta.

Feb 15, 2026 - 19:20
Nov 25, 2024 - 02:43
Krishna Awatara dan Keajaiban Bukit Govardhana: Pelindung Vrindavan dari Amarah Indra
Krishna Awatara: Pengangkatan Bukit Govardhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Pada suatu hari yang cerah, para penduduk Vrindavan dengan penuh kegembiraan sibuk mempersiapkan festival pemujaan yang megah dan meriah untuk menghormati Dewa Indra. Penduduk Vrindavan mengumpulkan berbagai hasil pertanian yang melimpah, seperti padi, gandum, sayuran, dan buah-buahan. Serta, mengolah berbagai produk susu seperti mentega, keju, dan yogurt dengan penuh rasa syukur. Selain itu, penduduk Vrindavan menambahkan bunga-bunga segar untuk memperindah persembahan yang akan ditujukan kepada Dewa Indra.

Krishna kecil datang kepada ayahnya, Nanda Maharaj. Dengan rasa ingin tahu yang besar, Krishna bertanya mengapa upacara ini harus diadakan. Nanda Maharaj sejenak berpikir, menatap wajah putranya yang penuh rasa ingin tahu, lalu mulai menjelaskannya dengan lembut. Beliau menjelaskan bahwa upacara ini sangat penting untuk memohon karunia dari Dewa Indra, penguasa hujan, serta sebagai ungkapan terima kasih atas berkah kesuburan yang telah diberikan kepada penduduk Vrindavan.

Nanda Maharaj melanjutkan penjelasannya dengan penuh kesabaran, mengatakan bahwa hujan adalah sumber kehidupan bagi penduduk Vrindavan. Tanpa hujan, ladang-ladang mereka tidak akan subur, tanaman-tanaman tidak akan tumbuh, dan penduduk Vrindavan tidak akan memiliki makanan yang cukup. Oleh karena itu, mereka harus menghormati dan memuja Dewa Indra agar selalu diberkahi dengan hujan yang cukup.

Krishna Menyangkal Perkataan Ayahnya (Sumber: Koleksi Pribadi)

Namun, Krishna kecil tidak puas dengan jawaban Nanda Maharaj, ayahnya tersebut. Dengan penuh keyakinan, Krishna menjelaskan bahwa semua yang diperoleh oleh penduduk Vrindavan adalah hasil dari karma yang telah penduduk Vrindavan lakukan sesuai dengan hukum karma yang sudah ditetapkan. Para dewa pun tidak memiliki hak untuk melawan hukum karma tersebut karena mereka hanyalah abdi Tuhan yang menjalankan tugas dan fungsi yang diberikan kepada mereka. Krishna menjelaskan bahwa yang memberikan karunia secara langsung adalah Tuhan sendiri, bukan para dewa.

Krishna juga menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup, bahkan benda mati sekalipun, memiliki peran masing- masing. Dewa memiliki peran sebagai pemerintahan alam semesta, Brahmana berkewajiban membimbing spiritual penduduk Vrindavan, Ksatria harus melindungi rakyatnya, Vaisya membantu dalam perekonomian, dan Sudra membantu untuk melayani gogolongan lainnya. Tanah, air, udara, dan semua benda mati lainnya, sekecil apapun, juga memiliki peran yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Semuanya harus diberikan penghargaan dan penghormatan sesuai dengan perannya masing-masing. Oleh karena itu, menurut Krishna kecil, penduduk Vrindavan tidak perlu melakukan upacara Indra Puja.

Dengan berbagai penyangkalan yang dilontarkan Krishna, membuat ayahnya, para tetua dan penduduk Vrindavan mengikuti ucapannya. Krishna mengatakan, “kalau begitu yang lebih patut dipuja adalah Bukit Govardhana, karena telah menjadi tempat bercocok tanam dan tempat ternak sapi-sapi penduduk Vrindavan merumput setiap hari. Selain itu, juga kita harus menghormati para brahmana Vrindavan yang telah khusyuk mendoakan ketentraman desa ini.” Setelah mendengarkan ucapan Krishna, ayahnya dan para tetua desa merasa ucapan Krishna ada benarnya.

Krishna Menunjuk Bukit Govardhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dengan begitu, Krishna mengajak penduduk desa Vrindavan untuk mengalihkan pemujaan mereka dari Dewa Indra kepada Bukit Govardhana dan para brahmana yang setia melayani mereka. Akhirnya upacara Indra Puja batal dilakukan dan penduduk desa Vrindavan mengikuti perintah Krishna untuk melakukan festival perayaan untuk menghormati Bukit Govardhana dan persembahan kepada para brahmana. 

Semua persembahan yang telah dipersiapkan oleh penduduk Vrindavan untuk Puja Indra dialihkan sebagai persembahan ke Bukit Govardhana. Para penduduk desa membawa berbagai macam buah-buahan, biji-bijian, dan beras, dan meletakkannya di dasar bukit. Mereka menyanyikan lagu-lagu pujian dan melakukan ritual, mengekspresikan rasa syukur dan pengabdian mereka kepada Bukit Govardhana. Krishna, yang senang dengan pengabdian mereka, meyakinkan mereka bahwa Bukit Govardhana akan melindungi mereka dari bahaya. 

Melihat kejadian ini, tentu saja Dewa Indra yang sedang diselimuti ego kekuasaan menjadi marah besar. Seketika itu juga Dewa Indra mengirimkan hujan badai yang sangat lebat sehingga menyebabkan banjir bandang luar biasa di desa Vrindavan. Rumah penduduk Vrindavan mulai tenggelam dan pohon-pohon besar habis tumbang. Para penduduk Vrindavan ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri, mereka berlarian kalang-kabut. 

Namun, di tengah kekacauan itu, Krishna muncul dengan tenang, seolah-olah tidak terpengaruh oleh badai yang mengamuk di sekitarnya. Dengan senyum yang menenangkan dan penuh kasih, Krishna mengangkat Bukit Govardhana dengan tangannya. Bukit itu diangkat tinggi-tinggi, hingga menciptakan tempat perlindungan yang luas dan aman bagi seluruh penduduk Vrindavan. Badai dan petir Dewa Indra tidak dapat menyentuh penduduk Vrindavan berserta ternak-ternaknya di bawah Bukit Govardhana.

Penduduk Vrindavan Berlindung di Bawah Bukit Govardhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Mereka yang sebelumnya berlarian kalang-kabut sambi dipenuhi ketakutan, sekarang berkumpul di bawah bukit tersebut, merasa terlindung dari hujan badai yang dahsyat dan angin kencang yang mengancam. Di bawah Bukit Govardhana, penduduk desa menemukan ketenangan dan rasa aman. Ketenangan yang dirasakan penduduk Vrindavan di tengah dasyatnya badai ini dikarenakan berkah dari keberanian dan kebijaksanaan Krishna.

Dewa Indra yang melihat tindakan Krishna, merasa terhina dan semakin marah. Dewa Indra meningkatkan intensitas badai, diiringi dengan sambaran petir yang semakin kuat. Ia berharap bisa menghancurkan Bukit Govardhana yang digunakan sebagai tempat perlindungan oleh Krishna dan penduduk Vrindavan. Namun, Krishna tetap teguh dan tenang, tidak tergoyahkan oleh amarah Dewa Indra. Penduduk Vrindavan, yang awalnya merasa ketakutan, kini merasa tenang dan aman kembali di bawah perlindungan Krishna.

Dewa Indra Bersujud kepada Krishna (Sumber: Koleksi Pribadi)

Setelah berlangsung sekian lama, akhirnya Dewa Indra menyadari bahwa yang dia hadapi bukanlah seorang anak biasa, melainkan perwujudan dari Dewa Wisnu. Dengan penuh penyesalan, Dewa Indra menghentikan hujan badai dan datang ke Govardhana. Di sana, ia bersujud memohon maaf kepada Krishna atas kekhilafannya. Dewa Indra dari seluruh alam semesta pun berdatangan, mengucapkan doa-doa pujian kepada Krishna. 

Akhirnya langit cerah kembali, penduduk Vrindavan kembali ke desa beramai-ramai. Penduduk Vrindavan bergotong-royong membersihkan desa yang hancur karena badai dasyat. Kemudian, acara persembahan kepada Bukit Govardhana dilanjutkan kembali. Krishna akhirnya menandakan dirinya sebagai Bukit Govardhana kepada penduduk Vrindavan. Krishna kembali memperlihatkan kemahakuasaannya dengan menyantap semua makanan yang dipersembahkan pada perayaan tersebut.

Pemujaan Bukit Govardhana (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sejak saat itu, penduduk Vrindavan selalu melakukan upacara persembahan kepada Bukit Govardhana sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Wisnu setiap tahunnya. Penduduk Vrindavan merayakan peristiwa tersebut dengan kemeriahan dan kemegahan, serta penuh sukacita. Upacara persembahan ini ditujukan untuk mengenang keberanian dan kasih sayang Krishna yang telah menyelamatkan penduduk Vrindavan dari amarah Dewa Indra.

Files