Boreh Dingin: Warisan Usadha Bali untuk Redakan Panas dan Flu

Boreh dingin atau boreh kencur merupakan ramuan pengobatan tradisional Bali yang berasal dari warisan Usadha Bali, dibuat dari beras yang direndam, air, dan kencur yang diulek hingga halus. Boreh ini digunakan sebagai obat luar untuk membantu meredakan panas, pilek, dan flu, terutama pada anak-anak, dengan cara dioleskan pada hidung, dahi, serta punggung atau bahu. Penggunaannya tercatat dalam lontar pengobatan seperti Usadha Taru Pramana dan Usadha Rare, yang menyebut kencur sebagai tanaman berkhasiat menyejukkan dan berperan penting dalam pengobatan tradisional Bali, sehingga boreh dingin tidak hanya berfungsi sebagai ramuan kesehatan, tetapi juga sebagai warisan kearifan lokal yang masih relevan hingga kini.

Jul 14, 2026 - 05:47
Jul 14, 2026 - 13:00
Boreh Dingin: Warisan Usadha Bali untuk Redakan Panas dan Flu
Boreh Dingin (Sumber: koleksi pribadi)

Boreh Dingin dalam Tradisi Pengobatan Bali dan Lontar Usadha

Boreh dingin atau boreh kencur merupakan pengobatan tradisional Bali yang masih digunakan hingga kini dan diaplikasikan sebagai obat luar berbahan alami. Dalam tradisi Bali, boreh tidak hanya berfungsi sebagai penyembuh fisik, tetapi juga sebagai wujud kearifan lokal yang menyatukan pengetahuan alam dan pengalaman leluhur. Penggunaan boreh beras dan kencur tercatat dalam beberapa lontar Usadha, seperti Lontar Usadha Taru Pramana yang menjelaskan khasiat tanaman obat, serta Lontar Usadha Rare yang membahas pengobatan untuk bayi dan anak-anak, di mana kencur disebut sebagai tanaman bersifat menyejukkan untuk mengatasi panas, masuk angin, dan gangguan pernapasan ringan, dengan beras berfungsi sebagai media penyeimbang, sehingga boreh kencur terbukti sebagai bagian dari sistem pengobatan tradisional Bali yang telah teruji oleh waktu.

Bahan dan Cara Pembuatan Boreh Dingin

Bahan-Bahan Boreh (Sumber: Koleksi Pribadi)

Bahan-bahan:

  • Beras
  • Air
  • Kencur

Cara Membuat:
Beras direndam terlebih dahulu di dalam air selama kurang lebih 10 menit hingga beras tampak putih dan lunak. Setelah itu, beras ditiriskan lalu diulek bersama kencur hingga menghasilkan adonan halus. Jika diperlukan, dapat ditambahkan sedikit air agar teksturnya mudah dioleskan.

Proses pengulekan dilakukan secara manual menggunakan cobek, sesuai tradisi, agar khasiat bahan tetap terjaga dan menyatu secara alami.

Cara Pemakaian dan Manfaat Boreh Dingin

Boreh Dingin (Sumber: koleksi pribadi)

Boreh dingin digunakan dengan cara dioleskan secara merata pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Hidung
  • Dahi
  • Punggung atau bahu

Pemakaian ini bertujuan untuk membantu meredakan pilek dan flu pada anak, memberikan efek sejuk, serta membantu tubuh merasa lebih nyaman. Aroma kencur yang khas juga dipercaya dapat membantu melegakan pernapasan. Sebagai obat luar tradisional, boreh dingin tidak menimbulkan efek panas atau menyengat, sehingga aman digunakan dalam pengawasan orang tua dan sesuai kebutuhan.

Penutup

Boreh dingin adalah contoh nyata bagaimana Usadha Bali menghadirkan solusi kesehatan berbasis alam yang sederhana namun bermakna. Dengan bahan dasar beras dan kencur, ramuan ini tidak hanya berfungsi sebagai obat tradisional, tetapi juga sebagai simbol kearifan lokal yang diwariskan melalui lontar dan praktik keseharian masyarakat Bali. Di tengah modernisasi, keberadaan boreh dingin mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan pengetahuan leluhur, agar warisan Usadha Bali tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.