Pura Luhur Tamba Waras: Sebuah Perjalanan Sejarah dan Keajaiban
Pura Luhur Tamba Waras di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, bukan hanya tempat ibadah tetapi juga pusat pengobatan dengan obat mujarab "tamba". Sejarah dimulai dari keajaiban kesembuhan raja Tabanan dan penemuan jeruk ajaib yang diolah menjadi obat. Proses pembuatan obat melibatkan penggorengan jeruk dengan campuran 11 minyak kelapa, dan setelah piodalan, obat dianggap sah. Informasi obat tamba menyebar luas, dan sebelum meminta obat, masyarakat disarankan melakukan penglukatan di Beji Pensucian Ida Bhatara. Keseluruhan perjalanan ini menjadi warisan spiritual yang erat dalam masyarakat setempat, menjadikan Pura Luhur Tamba Waras sebagai saksi keajaiban dan kesucian selama berabad-abad.
Pura Luhur Tamba Waras, sebuah tempat suci di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, memiliki sejarah yang kaya dan dipenuhi dengan keajaiban. Pura ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dikenal sebagai tempat keluarnya obat mujarab yang disebut "tamba" yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Inilah kisah panjang dan menakjubkan tentang bagaimana pura ini menjadi pusat spiritual dan pengobatan.
Sejarah Pura Luhur Tamba Waras dimulai dari keajaiban yang terjadi setelah raja Tabanan sembuh dari suatu penyakit. Sejak saat itu, pura ini dikenal sebagai Pura Tamba Waras. Kejadian ajaib lainnya terjadi ketika sebuah bangunan di sekitar pura rubuh akibat angin besar. Para pemangku pura kemudian menemukan jeruk yang muncul secara misterius, dan jeruk tersebut diyakini sebagai anugrah dari Ida Bhatara Sesuunan Ring Dalem Solo.
Pura Luhur Tamba Waras (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Informasi tentang keberadaan obat tamba ini mulai tersebar luas dari mulut ke mulut dalam masyarakat. Banyak orang datang mencari obat tersebut setelah mendengar kisah kesembuhan yang luar biasa. Sebelum meminta obat, orang-orang disarankan oleh para pemangku pura untuk melakukan penglukatan di Beji Pensucian Ida Bhatara.
Siwa Narayana (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Ritual penyatuan diĀ Pura Tamba Waras memiliki makna mendalam. Tahapan ini terdiri dari pemarisudaning khayangan, pelemahan, dan kahuripan pawongan. Setiap tahapan memiliki fungsi tersendiri, seperti pemolisahan terhadap khayangan yang mengalami musibah, pelemahan terhadap masalah-masalah perkebunan, dan kahuripan pawongan untuk manusia dengan tujuh pancoran berbeda.