Pura Luhur Tamba Waras: Sebuah Perjalanan Sejarah dan Keajaiban

Pura Luhur Tamba Waras di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, bukan hanya tempat ibadah tetapi juga pusat pengobatan dengan obat mujarab "tamba". Sejarah dimulai dari keajaiban kesembuhan raja Tabanan dan penemuan jeruk ajaib yang diolah menjadi obat. Proses pembuatan obat melibatkan penggorengan jeruk dengan campuran 11 minyak kelapa, dan setelah piodalan, obat dianggap sah. Informasi obat tamba menyebar luas, dan sebelum meminta obat, masyarakat disarankan melakukan penglukatan di Beji Pensucian Ida Bhatara. Keseluruhan perjalanan ini menjadi warisan spiritual yang erat dalam masyarakat setempat, menjadikan Pura Luhur Tamba Waras sebagai saksi keajaiban dan kesucian selama berabad-abad.

Jul 6, 2026 - 00:05
Jul 6, 2026 - 08:22
Pura Luhur Tamba Waras: Sebuah Perjalanan Sejarah dan Keajaiban
Pura Luhur Tamba Waras (Koleksi : Editor)

Pura Luhur Tamba Waras, sebuah tempat suci di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, memiliki sejarah yang kaya dan dipenuhi dengan keajaiban. Pura ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dikenal sebagai tempat keluarnya obat mujarab yang disebut "tamba" yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Inilah kisah panjang dan menakjubkan tentang bagaimana pura ini menjadi pusat spiritual dan pengobatan.

Sejarah Pura Luhur Tamba Waras dimulai dari keajaiban yang terjadi setelah raja Tabanan sembuh dari suatu penyakit. Sejak saat itu, pura ini dikenal sebagai Pura Tamba Waras. Kejadian ajaib lainnya terjadi ketika sebuah bangunan di sekitar pura rubuh akibat angin besar. Para pemangku pura kemudian menemukan jeruk yang muncul secara misterius, dan jeruk tersebut diyakini sebagai anugrah dari Ida Bhatara Sesuunan Ring Dalem Solo. Jeruk yang dianggap sebagai jeruk ajaib tersebut kemudian diolah menjadi obat yang disebut "tamba". Proses pembuatannya sangat khusus, melibatkan penggorengan jeruk dengan campuran 11 jenis minyak kelapa. Setelah itu, dilakukan acara pasupati, namun proses tersebut tidak dianggap sempurna hingga ada peristiwa selanjutnya. Pada saat piodalan, jeruk yang sudah digoreng disimpan dan menunggu waktu yang tepat. Selama piodalan, pemangku pura yakin bahwa Ida Bhatara Sesuunan akan memberikan petunjuk untuk menyelesaikan proses pembuatan obat tamba. Baru setelah itu, obat tersebut dianggap sah dan mujarab.

Pura Luhur Tamba Waras (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Informasi tentang keberadaan obat tamba ini mulai tersebar luas dari mulut ke mulut dalam masyarakat. Banyak orang datang mencari obat tersebut setelah mendengar kisah kesembuhan yang luar biasa. Sebelum meminta obat, orang-orang disarankan oleh para pemangku pura untuk melakukan penglukatan di Beji Pensucian Ida Bhatara. Selain Pura Tamba Waras, Ida Bhatara Sesuunan juga memberikan petunjuk untuk membangun tempat suci lainnya. Tempat ini dipilih di selatan Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Sangketan. Pembangunan tempat suci ini didonasikan oleh dua Jro, yaitu Jro Nengah Rentaya dan Jro Ni Luh Putu Muliarti, tanpa bantuan dari pemerintah setempat. Kedua Jro tersebut melakukan perjalanan suci, termasuk natasang dan ngeruruh sarin sarin amerta, untuk mendapatkan restu dari Ida Bhatara Dalem Solo. Mereka pergi ke Nusa, Jawa, dan tempat-tempat suci lainnya. Seluruh perjalanan ini bertujuan untuk mendapatkan kesucian media air yang menjadi dasar dari proses penyucian obat tamba. Setelah proses perjalanan dan penyucian selesai, media air yang disebut Tirta Tamba dibawa ke Pura Tamba Waras. Di sana, ritual penyatuan dilakukan, termasuk menyembelih babi butuhan dan meletakkannya di kaki Siwa Narayana. Keajaiban terjadi ketika babi tersebut meleleh dan menyatu dengan media air.

Siwa Narayana (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)

Ritual penyatuan diĀ Pura Tamba Waras memiliki makna mendalam. Tahapan ini terdiri dari pemarisudaning khayangan, pelemahan, dan kahuripan pawongan. Setiap tahapan memiliki fungsi tersendiri, seperti pemolisahan terhadap khayangan yang mengalami musibah, pelemahan terhadap masalah-masalah perkebunan, dan kahuripan pawongan untuk manusia dengan tujuh pancoran berbeda. Pura Luhur Tamba Waras tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi dari keajaiban dan kesucian yang terjadi selama berabad-abad. Kisah ini menjadi warisan spiritual dan budaya bagi masyarakat setempat, menciptakan hubungan yang erat antara manusia dan keagungan alam semesta.