Pura Batu Bolong Canggu: Sumur Suci Danghyang Nirartha dan Pelinggih diatas Batu Karang
Pura Batu Bolong di Canggu memiliki sebuah pelinggih yang berdiri di atas batu karang berlubang sarat makna spiritual dan diyakini berkaitan dengan perjalanan suci Danghyang Nirartha pada tahun 1489 M. Konon, beliau menciptakan tujuh sumur di laut sebagai sumber penyucian dan pengobatan. Kini, pura yang berjarak sekitar 12,7 km dari Kota Denpasar ini menjadi pusat upacara umat Hindu sekaligus destinasi wisata budaya.
Pura Batu Bolong termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat yang berkaitan erat dengan konsep Pangulun Danu atau Ulun Siwi, yakni bentuk pemujaan terhadap sumber air suci. Istilah Batu Bolong diambil dari bentuk batu karang yang berlubang di bagian tengahnya, sehingga secara harfiah berarti "batu yang berlubang". Konon, saat melakukan perjalanan dari Desa Nyitdah menuju Canggu, Danghyang Nirartha menciptakan tujuh sumur di tengah laut yang mengeluarkan air suci (tirta empul). Air tersebut dimanfaatkan sebagai media penyucian sekaligus pengobatan spiritual. Jika diterjemahkan secara langsung, nama Batu Bolong tersusun dari dua kata yaitu, batu yang berarti watu, serta bolong yang bermakna lubang. Dengan demikian, Batu Bolong dapat dimaknai sebagai batu yang memiliki lubang.
Gapura Masuk Pura (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Asal-usul Pura Batu Bolong belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan prasasti maupun catatan purana yang secara khusus menjelaskan pembangunannya. Namun, dalam Lontar Tutur Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh dan Lontar Dwijendra Tatwa disebutkan bahwa pura ini berkaitan dengan perjalanan suci Danghyang Nirartha ke Bali pada tahun 1489 Masehi.
Pelinggih di Dalam Pura (Sumber foto: Koleksi Pribadi)
Pura Batu Bolong menggelar Pujawali atau Piodalan setiap Buda Umanis Prangbakat dalam penanggalan kalender Bali. Selain pada saat Pujawali atau Piodalan, Pura Batu Bolong juga menjadi tempat upacara Melasti bagi masyarakat Hindu di daerah Canggu. Pura Batu Bolong terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu Nistaning Madia (jaba sisi) yang terdiri dari Pelinggih Ratu Byang, Ratu Niang Sakti, wantilan, dan bale gong, Madianing Utama (halaman tengah), serta Utamaning Utama (jeroan) yang merupakan bagian paling suci. Pura Batu Bolong terletak dekat pantai, sekitar lima puluh meter dari bibir pantai, dan menghadap ke arah laut.
Pelinggih Diatas Batu Karang (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Letak Pura Batu Bolong berada di Jalan Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Jarak pura ini sekitar 12,7 km dari Kota Denpasar dan kurang lebih 21 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kini, Pura Batu Bolong berdiri di kawasan yang dikenal sebagai pusat pariwisata Canggu. Pura Batu Bolong banyak dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan. Namun, ada aturan bahwa wisatawan harus menggunakan baju adat untuk memasuki area pura, dan bagi wanita yang sedang haid tidak diperkenankan masuk.