Tari Uttara Giri: Karya Ikonik Sanggar Seni Manik Uttara sebagai Wujud Pelestarian Budaya Bali Utara
Tari Uttara Giri merupakan karya Sanggar Seni Manik Uttara di Penarukan, Buleleng yang berdiri pada 20 Juli 2015 dengan tujuan melestarikan seni budaya Bali Utara. Tarian ini pertama kali dipentaskan pada penutupan Buleleng Festival 2015 dan menjadi ikon festival tersebut. Nama “Uttara Giri” berarti alas bukit di utara yang mencerminkan rasa syukur masyarakat Bali Utara terhadap alam sekitar, khususnya pegunungan. Filosofi tarian ini mengajak untuk menjaga keharmonisan manusia dengan alam sekaligus menjadi sarana regenerasi seniman muda. Koreografinya memadukan gerakan tradisional Bali dengan inovasi modern dan diiringi gamelan khas semarpegulingan serta gong kebyar.
Tari Uttara Giri merupakan karya Sanggar Seni Manik Uttara, sebuah sanggar seni yang berdiri pada 20 Juli 2015 di Penarukan, Singaraja, Buleleng. Sanggar ini dipimpin oleh I Kadek Sefyan Artawan, S.Pd., M.Si. Sanggar Seni Manik Uttara memiliki tujuan melestarikan seni budaya Bali, khususnya seni tari dan tabuh di Kabupaten Buleleng. Anggotanya terdiri dari anak-anak, remaja, hingga dewasa yang aktif berlatih menari dan menabuh. Sanggar ini dikenal sebagai salah satu pusat inovasi seni di Bali Utara.
Penari Tari Uttara Giri (sumber foto : koleksi pribadi)
Tari Uttara Giri adalah tarian kreasi baru yang lahir dari gagasan Sanggar Seni Manik Uttara. Tarian ini pertama kali dipentaskan secara massal pada penutupan Buleleng Festival Tahun 2015, dan menjadi salah satu ikon festival tersebut. Nama “Uttara Giri” berarti alas bukit di utara, menggambarkan filosofi kebersyukuran terhadap alam sekitar, khususnya bebukitan dan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Bali Utara.
Sanggar Seni Manik Uttara berdiri pada 20 Juli 2015, dan karya Tari Uttara Giri pertama kali dipentaskan pada penutupan Buleleng Festival 2015. Sejak itu, tarian ini menjadi karya unggulan sanggar yang terus dibawakan pada berbagai festival, termasuk Buleleng Festival 2029.
Penari Tari Uttara Giri (sumber foto : koleksi pribadi)
Penciptaan Tari Uttara Giri didasari keinginan Sanggar Seni Manik Uttara untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Buleleng. Filosofi tarian ini adalah ajakan untuk bersyukur atas kekayaan alam pegunungan Bali Utara serta menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Selain itu, tarian ini juga menjadi media regenerasi seniman muda agar terus mencintai seni tradisi Bali.
Penari Tari Uttara Giri (sumber foto : koleksi pribadi)
Tari Uttara Giri digarap dengan pendekatan kolaboratif antara penari, penabuh, dan penggarap artistik. Koreografi tarian memadukan gerakan tradisi Bali dengan inovasi modern yang merefleksikan kehidupan masyarakat Bali Utara. Musik pengiringnya menggunakan gamelan semarpegulingan dan gong kebyar khas Sanggar Manik Uttara. Penampilannya dilakukan secara massal dengan melibatkan puluhan penari sebagai simbol kebersamaan dan kekuatan komunitas seni.