Sanggar Kertha Jaya, Juara Pelestarian Seni Klasik Bali di Ajang Bergengsi 2017
Sanggar Seni Kertha Jaya di Denpasar konsisten menjadi ruang pelestarian seni klasik Bali, terutama seni Pegambuhan. Dipimpin oleh I Kadek Agus Dwi Sudiartha, S.Sn., M.Sn., sanggar dengan lebih dari 250 siswa aktif ini tidak hanya mengajarkan seni tabuh, tari, dan musik, tetapi juga menorehkan prestasi membanggakan, seperti penghargaan Sanggar Berprestasi (2017), Patakam Prabha Budaya (2019), serta keterlibatan dalam program internasional ResiliArt UNESCO (2020).
Sanggar Seni Kertha Jaya merupakan salah satu sanggar seni yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan seni klasik Bali, khususnya seni Pegambuhan. Sejak berdiri pada tahun 2003, sanggar ini konsisten menjadi ruang belajar, berkarya, sekaligus melestarikan warisan budaya Bali melalui tiga cabang utama seni klasik: seni tabuh, seni tari, dan seni musik. Hingga kini, lebih dari 250 siswa aktif menimba ilmu di sanggar ini setiap harinya.
Sanggar Seni Kertha Jaya dipimpin oleh I Kadek Agus Dwi Sudiartha, S.Sn., M.Sn., seorang seniman sekaligus pendidik yang berdedikasi tinggi terhadap pelestarian seni klasik Bali. Selain memimpin sanggar, beliau juga aktif berkolaborasi dengan komunitas seni lain, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sanggar Seni Kertha Jaya (sumber: Koleksi pribadi)
Kegiatan pelatihan seni di Sanggar Seni Kertha Jaya dilaksanakan setiap hari pada pukul 15.00–19.00 WITA, kecuali pada hari raya tertentu. Kelas dibagi ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari kelas dasar hingga tingkat lanjutan. Pola ini dirancang agar siswa dapat berkembang secara bertahap hingga menjadi seniman endidikanl.
Sanggar Seni Kertha Jaya berpusat di Pedungan, Denpasar, Bali. Selain itu, sanggar ini juga memiliki cabang di Pemogan, Denpasar, dan sedang dalam proses renovasi cabang lain di kawasan Glogor Carik. Kehadiran beberapa cabang ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam jangkauan endidikan seni yang diberikan.
Keberadaan Sanggar Seni Kertha Jaya memiliki arti strategis dalam menjaga kesinambungan seni klasik Bali yang semakin tergerus oleh arus modernisasi. Dengan konsistensi mengajarkan seni Pegambuhan, sanggar ini turut memastikan bahwa generasi muda Bali tidak tercerabut dari akar budayanya. Lebih dari sekadar tempat belajar, sanggar ini menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap warisan budaya.
Alat Musik Gamelan di Sanggar Seni Kertha Jaya (sumber: Koleksi pribadi)
Sanggar Seni Kertha Jaya menyediakan fasilitas lengkap berupa instrumen musik tradisional Bali dan ruang berlatih yang mendukung pembelajaran. Sanggar ini juga aktif mengikuti berbagai pagelaran seni yang diselenggarakan pemerintah maupun komunitas budaya.
Prestasi Sanggar Seni Kertha Jaya juga patut diapresiasi. Pada tahun 2017, sanggar ini dinobatkan sebagai salah satu sanggar berprestasi dalam bidang pelestarian kesenian klasik, sebuah penghargaan yang menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Bali. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2019, Sanggar Seni Kertha Jaya kembali menorehkan pencapaian penting dengan menerima Patakam Prabha Budaya dari Gubernur Bali sebagai pengakuan resmi atas statusnya sebagai sanggar bersertifikasi. Tidak berhenti di sana, pada tahun 2020 sanggar ini turut terlibat dalam program ResiliArt yang diluncurkan UNESCO Jakarta dan Citi Foundation. Keterlibatan tersebut menunjukkan peran aktif sanggar dalam memperkuat ketahanan komunitas seni di tengah pandemi Covid-19, sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi dan pertukaran gagasan dengan komunitas seni lainnya di tingkat internasional.
Prestasi yang didapatkan oleh Sanggar Seni Kertha Jaya (sumber: Koleksi pribadi)
Melalui kiprahnya, Sanggar Seni Kertha Jaya membuktikan bahwa seni klasik Bali tetap relevan dan mampu menjadi fondasi pendidikan karakter generasi muda. Dengan visi pelestarian dan semangat berkarya, sanggar ini tidak hanya melahirkan seniman-seniman berbakat, tetapi juga menjadi benteng budaya yang menjaga Bali tetap berakar pada tradisinya.