Babad Mengwi: Prahara Tahta dan Sinar Kebangkitan
Babad Mengwi (Koleksi Gedong Kirtya No. Va. 1340/12) yang aslinya ditulis di atas 66 lembar daun lontar dalam bahasa Jawa Kuna berhuruf Bali oleh I Gusti Putu Mayun, merupakan epik sejarah yang merekam pasang surut kekuasaan wangsa Arya di Pulau Dewata. Naskah ini mengisahkan garis waktu yang panjang, mulai dari kedatangan Sri Nararya Kresna Kapakisan, era kejayaan Kerajaan Gelgel, hingga munculnya prahara politik seperti pemberontakan berdarah dan invasi Buleleng yang memicu keruntuhan kerajaan. Meskipun dipenuhi dengan intrik, diaspora keluarga kerajaan, dan perebutan pusaka sakti, narasi epik ini pada akhirnya bermuara pada sebuah resolusi gemilang. Kedamaian serta puncak kejayaan Kerajaan Mengwi berhasil direstorasi kembali di bawah tampuk kepemimpinan yang bijaksana dari Ida Cokorda Made Agung.








