Babad Paminggir : Kutukan Naga Dan Lahirnya Sang Senopati

Babad Paminggir merupakan naskah babad bernomor Va.4832 yang tersimpan di Gedong Kirtya, Singaraja, dan berasal dari koleksi Jero Kanginan, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Naskah ini menggunakan bahasa Bali Halus dan ditulis oleh Ida Bagus Gede Geria. Kisahnya menelusuri dua garis keturunan yang pada akhirnya berpusat pada pengabdian di Kerajaan Gelgel, diawali dengan perjalanan Ida Manik Angkeran yang memicu terciptanya Selat Segara Rupek hingga ia mencapai moksa di tanah Bali. Perjalanan cerita berlanjut pada kelahiran I Gusti Ngurah Paminggir, seorang bayi yatim piatu yang diadopsi (diperas) oleh kakeknya, Arya Manguri, sehingga ia mewarisi status Wangsa Wesya. Di tengah kisah, pergolakan terjadi ketika desa-desa pegunungan menentang kekuasaan Dalem Gelgel, yang memicu I Gusti Ngurah Paminggir tampil sebagai senopati penakluk demi menegakkan wibawa kerajaan. Kisah kemudian berlanjut pada kepulangannya yang diwarnai duka atas wafatnya sang kakek, penyisipan aturan adat leluhur tentang cuntaka, hingga keberlanjutan trah Paminggir secara turun-temurun yang menjadi bagian akhir dari kisah yang termuat dalam naskah ini.

Sep 12, 2026 - 11:00
Sep 12, 2026 - 01:29