Sanggar DikaSanthi Candra Pastika: Dari Sekaa Tradisi Desa untuk Menjaga Denyut Tradisi di Bali

Di Bali, seni bukan sekadar pertunjukan, melainkan denyut kehidupan yang tumbuh dari desa, banjar, dan sekaa tradisi. Di tengah perubahan zaman, keberadaan sanggar seni menjadi ruang penting untuk menjaga kesinambungan warisan budaya agar tidak terputus. Dari semangat itulah Sanggar DikaSanthi Candra Pastika hadir, berakar dari kehidupan desa dan bergerak sebagai wadah pembinaan seni yang terus berproses, tumbuh, dan menghidupi tradisi.

Oct 17, 2026 - 21:00
Oct 17, 2026 - 20:04
Sanggar DikaSanthi Candra Pastika: Dari Sekaa Tradisi Desa untuk Menjaga Denyut Tradisi di Bali
Pentas Seni Sanggar DikaSanthi Candra Pastika (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sanggar DikaSanthi Candra Pastika merupakan sanggar seni tari dan tabuh yang tumbuh dari sekaa tradisi desa, dengan fokus utama pada pembinaan seni tari Bali serta penguatan pemahaman karawitan. Sanggar ini dibina oleh I Made Candra Pastika, S.Pd, seniman sekaligus pendidik seni lulusan Institut Seni Indonesia Denpasar, yang kini dikenal sebagai Institut Seni Indonesia Bali. Keberadaan sanggar ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan seni yang menanamkan disiplin, etika, dan kecintaan terhadap budaya Bali.

Cikal bakal Sanggar DikaSanthi Candra Pastika mulai dirintis sejak tahun 2017 di lingkungan desa sebagai kegiatan latihan sederhana. Perjalanan sanggar kemudian berlanjut dan berkembang secara lebih terstruktur pada tahun 2020, setelah pendirinya menyelesaikan pendidikan seni dan kembali ke kampung halaman. Saat ini, sanggar berlokasi di Banjar Sadnyasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dan menjadi salah satu ruang belajar seni yang aktif di wilayah tersebut.

Latihan Rutin Sanggar DikaSanthi Candra Pastika (Sumber: Koleksi Pribadi)

Pendirian Sanggar DikaSanthi Candra Pastika dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap minimnya regenerasi penari, khususnya penari laki laki, di lingkungan desa. Dari jumlah peserta yang awalnya hanya sekitar sepuluh orang, sanggar ini berkembang seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap seni.

Motivasi utama pendiri sanggar adalah meningkatkan semangat belajar seni budaya Bali, memperkenalkan dasar dasar tari secara benar, serta melestarikan kesenian desa agar dikenal lebih luas. Sanggar ini juga diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, percaya diri, dan memiliki sikap yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Sanggar DikaSanthi Candra Pastika Ngayah di Desa (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dalam proses pembinaan, Sanggar DikaSanthi Candra Pastika menerapkan metode latihan yang bertahap dan terarah. Tari Bali menjadi materi utama, dengan penekanan pada penguasaan dasar. Peserta perempuan memulai dari Tari Condong, sedangkan peserta laki laki mempelajari Tari Baris sebagai dasar pembentukan teknik dan karakter gerak. Selain itu, sanggar juga mengajarkan tari tradisional Nusantara sesuai kebutuhan pertunjukan, serta tabuh Bebatelan dan gending sebagai penguatan pemahaman seni iringan.

Untuk menjaga semangat peserta didik, pembelajaran tidak hanya berfokus pada praktik gerak, tetapi juga dilengkapi dengan materi teori penciptaan tari. Peserta diajak mengamati unsur alam seperti flora dan fauna, memahami bentuk, karakter gerak, hingga proses kehidupan, lalu mengembangkan hasil pengamatan tersebut menjadi ide dan garapan tari. Pendekatan ini membuat proses belajar lebih hidup, kreatif, dan tidak monoton.

Pentas Seni Sanggar DikaSanthi Candra Pastika di Art Centre Bali (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dalam perjalanannya, Sanggar DikaSanthi Candra Pastika telah terlibat dalam berbagai kegiatan seni. Salah satu pencapaian penting adalah pementasan karya Ahangkara Ade Api di Art Center tingkat provinsi, yang mengangkat tema kepedulian terhadap lingkungan dan dampak kerusakan alam akibat ulah manusia.

Sanggar ini juga pernah berpartisipasi dalam Tari Kolosal pada pengesahan Sirkuit Mekepung All in One di Kabupaten Jembrana, bersama ribuan penari dari berbagai sanggar dan sekolah. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar kolektif dan pengalaman artistik yang berharga bagi seluruh anggota.

Partisipan Sanggar DikaSanthi Candra Pastika dalam Pentas Seni di Art Centre Bali (Sumber: Koleksi Pribadi) 

Hingga kini, Sanggar DikaSanthi Candra Pastika menaungi puluhan peserta didik aktif, dengan jadwal latihan rutin setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Dari desa, sanggar ini terus bergerak menjaga kesinambungan seni tari dan tabuh Bali.

Sanggar DikaSanthi Candra Pastika menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus hidup ketika dirawat dengan pengetahuan, ketekunan, dan semangat kebersamaan. Dari sekaa tradisi desa, sanggar ini hadir untuk menjaga denyut budaya Bali agar tetap bernafas di tengah perubahan zaman.

Sanggar DikaSanthi Candra Pastika Memperoleh Juara 3 di Lomba Kabupaten (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sebagai sanggar yang terbuka bagi masyarakat, Sanggar DikaSanthi Candra Pastika memberikan ruang bagi siapa pun yang ingin belajar dan bergabung. Pendaftaran tidak dilakukan melalui prosedur yang rumit, melainkan dengan cara yang sederhana dan akrab dengan kehidupan desa.

Calon peserta didik dapat datang langsung ke Sanggar DikaSanthi Candra Pastika di Banjar Sadnyasari, Desa Ekasari, untuk mengenal lebih dekat proses latihan dan kegiatan yang berlangsung. Selain itu, informasi pendaftaran juga dapat diperoleh dengan menghubungi kontak WhatsApp yang tersedia, serta melalui akun Instagram Sanggar Seni DikaSanthi dan alamat email resmi sanggar.