Rupa Tipat: Inovasi Teknologi AI untuk Klasifikasi dan Pelestarian Ketupat Bali

Di tengah arus modernisasi yang terus menggerus nilai-nilai tradisional, warisan budaya lokal perlahan kehilangan tempat di hati generasi muda. Salah satu yang paling rentan adalah pengetahuan mengenai sarana upacara adat, termasuk ketupat anyaman daun kelapa yang diisi beras dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual Hindu di Bali. Menyadari ancaman lunturnya pengetahuan leluhur ini, dihadirkanlah solusi inovatif berbasis kecerdasan buatin yaitu sebuah aplikasi mobile bernama Rupa Tipat.

Jul 15, 2026 - 05:36
Jul 15, 2026 - 07:47
Rupa Tipat: Inovasi Teknologi AI untuk Klasifikasi dan Pelestarian Ketupat Bali
Rupa Tipat: Jendela Digital Warisan Leluhur

Ketupat merupakan elemen fundamental dalam tatanan kehidupan sosial maupun ritual keagamaan bagi masyarakat Hindu di Bali. Penggunaannya ditemukan pada hampir seluruh pelaksanaan upacara Panca Yadnya. Variasi bentuk ketupat dalam tradisi Hindu di Bali memiliki fungsi dan makna simbolis yang sangat beragam dan spesifik—setiap bentuk anyaman mengandung muatan filosofis mendalam, mulai dari simbolisasi kedewasaan jiwa, pengendalian diri terhadap hawa nafsu, hingga sarana permohonan kesembuhan. Sayangnya, pengetahuan mengenai keberagaman jenis dan makna ketupat ini kian sulit dijumpai di kalangan generasi muda. Banyak yang tidak lagi mampu membedakan satu jenis ketupat dengan yang lainnya, apalagi memahami fungsi ritualnya dalam konteks upacara adat.

Menanggapi tantangan tersebut, Rupa Tipat hadir sebagai jawaban cerdas di era digital. Berbekal teknologi Artificial Intelligence (AI) berbasis deep learning, aplikasi ini mampu mengklasifikasikan 13 jenis ketupat Bali secara otomatis hanya melalui foto. Namun lebih dari sekadar alat pengenal gambar, Rupa Tipat dirancang sekaligus sebagai media edukasi interaktif menjadikannya jembatan antara teknologi mutakhir dan pelestarian kearifan lokal.

Tampilan Splash Screen Rupa Tipat

Rupa Tipat adalah aplikasi mobile berbasis Android yang menggabungkan teknologi klasifikasi citra berbasis AI dengan platform edukasi budaya Bali. Nama "Rupa Tipat" terinspirasi dari bahasa Bali: rupa berarti "wujud" atau "bentuk", dan tipat berarti "ketupat" mencerminkan esensi aplikasi sebagai alat untuk mengenali dan memahami aneka rupa ketupat Bali. Aplikasi ini mengusung slogan "Jendela Digital Warisan Leluhur", sebuah pernyataan yang mencerminkan visi besarnya: membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat modern untuk mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya leluhur melalui genggaman smartphone.

Aplikasi ini mampu mengidentifikasi 13 jenis ketupat Bali dengan tingkat akurasi yang tinggi. Setelah model AI selesai memproses citra masukan, hasil identifikasi ditampilkan secara lengkap beserta informasi mendalam mengenai makna spiritual, fungsi adat, serta sejarah jenis ketupat yang berhasil dikenali. Keberadaan fitur informasi detail ini menegaskan bahwa Rupa Tipat tidak hanya berorientasi pada pencapaian akurasi komputasi semata, melainkan juga bertekad menjadi media inventarisasi digital yang vital bagi pelestarian budaya Bali.

Tampilan Halaman Klasifikasi

Yang menjadikan Rupa Tipat istimewa dibanding aplikasi serupa adalah pendekatan holistiknya dalam menggabungkan tiga fungsi sekaligus: klasifikasi berbasis AI, edukasi budaya, dan tutorial praktis, semuanya dalam satu platform yang mudah diakses. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM) dari Gemini 2.5 Flash untuk mengolah dan menyajikan informasi edukatif secara lebih halus, luwes, dan mudah dipahami oleh pengguna dari berbagai latar belakang. Selain itu, integrasi video tutorial dari YouTube memungkinkan pengguna tidak sekadar mengetahui nama dan makna ketupat, tetapi juga dapat langsung mempelajari cara menganyamnya secara mandiri.

Rupa Tipat menyediakan dua cara pengambilan citra yang fleksibel: mengunggah foto dari galeri perangkat atau mengambil gambar secara real-time menggunakan kamera smartphone. Setelah proses klasifikasi selesai, sistem menampilkan tiga data kuantitatif yang transparan yaitu nama jenis ketupat hasil prediksi, skor kepercayaan (Confidence Score) yang merepresentasikan tingkat keyakinan model, serta durasi komputasi (Inference Time) yang menunjukkan seberapa cepat model bekerja.

Rupa Tipat tidak hanya hadir sebagai alat pengidentifikasi gambar, tetapi dikemas sebagai ekosistem pembelajaran budaya yang komprehensif. Berikut adalah fitur-fitur utama yang tersedia dalam aplikasi:

  1. Klasifikasi Ketupat (Home Page). Halaman utama aplikasi menyediakan antarmuka klasifikasi yang intuitif dengan dua tombol aksi: "Pilih dari Galeri" untuk mengunggah foto yang sudah tersimpan di perangkat, dan "Ambil Gambar" untuk pengambilan foto secara langsung. Gambar yang diunggah akan segera diproses oleh model AI untuk mengidentifikasi jenis ketupat yang dimaksud.
  2. Halaman Hasil Klasifikasi (Result Page). Setelah proses identifikasi selesai, pengguna diarahkan ke halaman hasil yang memuat visualisasi ulang gambar ketupat yang dianalisis, diikuti dengan label nama jenis ketupat secara jelas. Halaman ini juga menampilkan Confidence Score dan Inference Time sebagai indikator performa model. Bagian bawah halaman menyajikan deskripsi komprehensif mengenai makna spiritual, sejarah, dan fungsi spesifik ketupat tersebut dalam upacara adat Hindu Bali, yang dihasilkan menggunakan teknologi LLM Gemini 2.5 Flash agar penyampaiannya lebih halus dan mudah dipahami. Sebuah pemutar video YouTube turut diintegrasikan untuk memfasilitasi pengguna dengan panduan tutorial penganyaman ketupat secara langsung di dalam aplikasi.
  3. Halaman Artikel (Articles Page). Fitur ini menyajikan kumpulan artikel dari masing-masing kelas ketupat yang dapat dieksplorasi secara mandiri tanpa harus melakukan klasifikasi terlebih dahulu. Dilengkapi dengan bilah pencarian, pengguna dapat dengan cepat menemukan artikel ketupat yang diinginkan. Setiap artikel memuat foto ketupat, penjelasan mendalam mengenai makna dan fungsi ritualnya, serta video tutorial pembuatan ketupat yang dapat ditonton langsung di dalam aplikasi.

Tampilan Halaman Artikel Ketupat Bali

Salah satu nilai ilmiah utama dari Rupa Tipat adalah kemampuannya untuk mengklasifikasikan 13 jenis ketupat Bali yang berbeda, sebuah pencapaian yang merepresentasikan upaya inventarisasi digital terhadap kekayaan tradisi anyaman ketupat yang ada di Bali. Setiap jenis ketupat memiliki bentuk anyaman, fungsi ritual, dan makna filosofis yang unik dan khas, menjadikan keberagaman ini sebagai khazanah budaya yang sangat berharga untuk dilestarikan. Dengan teknologi AI yang tertanam di dalam aplikasi, pengguna dapat dengan mudah mengidentifikasi jenis ketupat di hadapannya, baik saat berbelanja di pasar tradisional, mempersiapkan sarana upacara, maupun sekadar memuaskan rasa ingin tahu.

Kehadiran Rupa Tipat diharapkan dapat menjadi jawaban atas tantangan kemunduran pengetahuan budaya lokal di era digital. Aplikasi ini bukan hanya inovasi teknologi semata, melainkan sebuah gerakan nyata untuk memastikan bahwa pengetahuan leluhur mengenai ketupat, dengan segala makna filosofis dan fungsi ritualnya tidak hilang begitu saja tersapu gelombang modernisasi. Sistem ini berperan ganda: sebagai alat bantu cerdas berbasis Artificial Intelligence sekaligus sebagai sarana edukasi interaktif yang bertujuan merevitalisasi pengetahuan mengenai kearifan lokal Bali.

Melalui antarmuka yang ramah pengguna, grafis yang menarik, dan konten yang informatif, Rupa Tipat diharapkan dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan—mulai dari pelajar dan mahasiswa, praktisi upacara adat, peneliti budaya, hingga wisatawan yang ingin memahami kekayaan tradisi Bali secara lebih mendalam. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga diharapkan dapat mendorong generasi muda Bali untuk lebih bangga dan peduli terhadap warisan budaya leluhurnya, karena mengenal ketupat kini bisa dilakukan semudah membuka smartphone.

Rupa Tipat adalah bukti nyata bahwa teknologi dan tradisi tidak harus berjalan berseberangan. Ketika warisan budaya terancam pudar, inovasi seperti ini menjadi sangat penting—mengubah cara pandang bahwa melestarikan budaya kini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, modern, dan mudah dijangkau. Mengenal ketupat Bali tak lagi harus melalui pembelajaran konvensional yang panjang, kini cukup dengan satu jepretan kamera.

Sumber: Klasifikasi Jenis Ketupat Bali Menggunakan Metode Hybrid Learning CNN dengan Layer Transformer”, Made Yurista Indani Sukma, Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana, Tugas Akhir, 2026