Ajeg Bali: Digitalisasi Budaya Jejahitan Berbasis AI untuk Lestarikan Tradisi Bali

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar dalam pelestarian budaya, termasuk budaya Bali. Namun, minat dan pemahaman generasi muda terhadap jejahitan Bali cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan inovasi berbasis teknologi yang mampu menjembatani budaya dan digitalisasi. Ajeg Bali hadir sebagai solusi modern yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk membantu masyarakat mengenali berbagai jenis jejahitan Bali secara mudah dan praktis.

May 25, 2026 - 05:46
May 24, 2026 - 23:22
Ajeg Bali: Digitalisasi Budaya Jejahitan Berbasis AI untuk Lestarikan Tradisi Bali
Ajeg Bali: Aplikasi Jejahitan ring Bali

Jejahitan Bali merupakan salah satu warisan budaya yang sangat krusial dan sarat akan nilai religius dalam setiap upacara adat Hindu di Bali. Namun, seiring dengan derasnya arus modernisasi dan globalisasi, minat serta pemahaman generasi muda terhadap tradisi mejejahitan ini kian menurun. Bentuk-bentuk geometris jejahitan yang rumit dan memiliki kemiripan visual satu sama lain kerap kali membuat pelestariannya terasa sulit bagi anak muda masa kini.

Eksistensi Jejahitan Bali Kini: Ancaman atau Peluang Digitalisasi?

Survei terhadap pemuda di Kota Denpasar menunjukkan 42,5% memiliki pengetahuan rendah, 38,9% cukup, dan hanya 14,2% yang memahami dengan baik terkait jenis jejahitan Bali. Hal ini menunjukkan adanya krisis regenerasi budaya. Digitalisasi budaya menjadi solusi penting.

Di sinilah Ajeg Bali yang merupakan singkatan dari “Aplikasi Jejahitan ring Bali” hadir mengubah ancaman menjadi peluang emas. Aplikasi ini merupakan wujud nyata transformasi digitalisasi budaya Bali. Hebatnya, Ajeg Bali tidak hanya sekadar aplikasi biasa. Di balik layar, aplikasi ini ditenagai oleh model kecerdasan buatan berbasis Deep Learning dan Computer Vision mutakhir yang telah dilatih secara khusus menggunakan ribuan dataset asli citra jejahitan. Hasilnya? Aplikasi ini mampu mencapai tingkat akurasi final yang luar biasa, yakni 98,21% dalam mengklasifikasikan 18 kelas jenis jejahitan Bali yang berbeda!.

Ajeg Bali menyajikan tiga fokus utama:

  1.  Pengenalan Cerdas: Pengguna dapat mengenali 18 jenis jejahitan secara instan hanya dengan memotret atau mengunggah foto, berkat dukungan teknologi Computer Vision (AI) yang sangat canggih dengan tingkat akurasi model mencapai 98,21%.
  2. Ensiklopedia Jejahitan: Pengguna diajak untuk tidak hanya sekadar tahu nama, tetapi juga mendalami nilai filosofis dan fungsi spesifik dari setiap jejahitan dalam upacara adat Bali melalui deskripsi yang komprehensif.
  3. Panduan Praktis (Tutorial): Pengguna difasilitasi untuk langsung belajar merangkai atau membuat jejahitan tersebut melalui integrasi tautan video tutorial YouTube yang interaktif dan mudah diikuti langkah demi langkah.

Tampilan Antarmuka Splash Screen, Halaman Home, dan Artikel Jejahitan Bali

Ajeg Bali dirancang dengan mengutamakan kenyamanan pengguna (user-friendly) agar siapa saja, kapan saja, bisa belajar mengenai jejahitan tanpa kebingungan. Begitu aplikasi dibuka, pengguna akan disambut dengan Splash Screen yang segar menampilkan identitas aplikasi. Selanjutnya, pengguna akan diarahkan ke halaman Home yang interaktif. Di sini, terdapat katalog atau ensiklopedia dari berbagai macam jejahitan Bali. Pengguna bisa langsung mengeksplorasi artikel-artikel jejahitan Bali yang berisikan deskripsi nama, makna, fungsi, dan juga video tutorial cara pembuatan untuk menambah wawasan dasar sebelum mulai mengambil gambar jejahitan.

Tampilan Antarmuka Pengambilan Gambar dengan Kamera/Unggah Galeri

Inilah keunggulan utama Ajeg Bali. Anda menemukan jejahitan di pura atau di rumah tapi tidak tahu namanya? Tidak perlu repot bertanya sana-sini. Cukup buka fitur kamera di dalam aplikasi, lalu capture (foto) jejahitan tersebut, atau unggah foto yang sudah ada di galeri smartphone. Dalam hitungan milidetik, model AI akan langsung memproses gambar tersebut.

Tampilan Antarmuka Hasil Klasifikasi Aplikasi Ajeg Bali

Setelah diproses, aplikasi akan memunculkan halaman hasil yang super komprehensif. Pengguna tidak hanya akan mengetahui nama jejahitan beserta tingkat akurasi prediksinya, tetapi aplikasi juga akan menampilkan penjelasan mendalam mengenai makna filosofis dan fungsi dari jejahitan tersebut dalam upakara. Lebih dari itu, Ajeg Bali juga terintegrasi langsung dengan video tutorial YouTube! Jadi, pengguna bisa langsung menonton panduan langkah demi langkah cara membuat jejahitan yang baru saja dipindai.

Ajeg Bali adalah contoh nyata bagaimana teknologi canggih dapat menjadi jembatan penghubung antara masa lalu dan masa depan. Ketika tradisi mejejahitan mulai tergeser oleh gaya hidup instan, upaya digitalisasi seperti ini menjadi inovasi dalam mendukung edukasi yang berkelanjutan. Belajar mengenal dan membuat jejahitan tak lagi membosankan atau dianggap kuno, melainkan menjadi pengalaman interaktif yang menyenangkan di genggaman tangan.

Sumber: Pengembangan Model Lightweight Berbasis Vision Transformer dan Incremental Learning untuk Pengenalan Jejahitan Bali”, I Made Bagus Wahyu Mahendra, Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Udayana, Tugas Akhir, 2026.