Lahir di Ambang Badai, Bertahan demi Tradisi: Hikayat Sanggar Seni Pranawa Swaram.
Berawal dari gamelan pribadi pada tahun 2020, Sanggar Pranawa Swaram kini berkembang menjadi pusat pelestarian seni bagi generasi muda Desa Dalung. Dedikasi tulus menjaga tradisi ini sukses mengantarkan mereka mewakili Kabupaten Badung di panggung bergengsi PKB 2025.
Sanggar Seni Pranawa Swaram Desa Dalung (Sumber: Koleksi Pribadi)
Di tengah arus modernisasi yang kian deras, keberadaan wadah pelestarian budaya menjadi oase yang sangat dibutuhkan. Di Desa Dalung, Kabupaten Badung, peran vital ini diemban oleh Sanggar Seni Pranawa Swaram. Berdiri tegak dengan visi melestarikan seni tabuh, sanggar ini telah menjadi rumah bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan leluhur mereka.
Awal Mula yang Sederhana Kisah Sanggar Seni Pranawa Swaram bermula pada tahun 2020, tepat sebelum pandemi Covid-19 melanda. Didirikan oleh I Gede Eka Adi Saputra, sanggar ini tidak langsung hadir dalam bentuk yang besar. Embrio sanggar ini berawal dari kepemilikan seperangkat gamelan Selonding pribadi. Berangkat dari sana, I Gede Eka Adi Saputra membentuk sebuah kelompok tabuh kecil-kecilan. Kecintaan dan dedikasi pada gamelan Selonding inilah yang menjadi pondasi awal terbentuknya komunitas seni yang solid.
Koleksi Gamelan Semar Pegulingan Sanggar Seni Pranawa Swaram (Sumber: Koleksi Pribadi)
Titik Balik dan Perkembangan Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi perkembangan Pranawa Swaram. Sanggar ini mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah berupa bantuan satu set Gamelan Semar Pegulingan. Bantuan ini menjadi katalisator yang mengubah kelompok tabuh kecil tersebut menjadi sebuah sanggar seni yang resmi dibuka untuk publik.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, Sanggar Seni Pranawa Swaram membuka pintunya lebar-lebar bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda di lingkungan Desa Dalung. Syarat untuk bergabung pun dibuat inklusif, yakni minimal siswa kelas 3 SD. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; tujuannya adalah menanamkan kecintaan pada seni tradisi sejak dini.
Koleksi Gamelan Semar Pegulingan Sanggar Seni Pranawa Swaram (Sumber: Koleksi Pribadi)
Misi Pelestarian dan Masa Depan Alasan utama di balik eksistensi sanggar ini sangatlah mulia: untuk memastikan kesenian tabuh tidak punah. Sang pendiri menyadari bahwa kebutuhan akan penabuh gamelan akan selalu ada, mengingat banyaknya upacara keagamaan (Yadnya) dan kegiatan adat di Bali yang mutlak memerlukan iringan gamelan. Dengan mencetak regenerasi penabuh yang handal, Pranawa Swaram menjamin keberlangsungan ritual dan budaya di masa depan.
Penampilan Sanggar Seni Pranawa Swaram Pada Pesta Kesenian Bali 2025 (Sumber: Koleksi Pribadi)
Prestasi dan Program Pembelajaran Buah dari kerja keras dan latihan disiplin tersebut mulai terlihat nyata. Pada bulan Juli 2025, Sanggar Seni Pranawa Swaram menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih mewakili Kabupaten Badung untuk pentas di ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB). Penampilan ini menjadi bukti kualitas pembinaan yang dilakukan oleh sanggar.
Kini, Sanggar Seni Pranawa Swaram tidak hanya membatasi diri pada gamelan Selonding dan Semar Pegulingan. Untuk memperkaya keahlian anggotanya, sanggar juga membuka kelas privat untuk instrumen spesifik seperti Mekendang dan Gender. Melalui metode pembelajaran yang terstruktur namun kekeluargaan, Sanggar Seni Pranawa Swaram terus bergerak, menjaga nyala api seni tradisi agar tetap terang benderang di hati generasi penerus.