Pura Agung Puri Sulang : Sejarah Pura Kawitan Arya Wang Bang Pinatih
Pura Agung Puri Sulang merupakan pura kawitan bersejarah yang mencerminkan kesetiaan kaum Arya Wang Bang Pinatih terhadap Kerajaan Klungkung. Pura ini tidak hanya menjadi tempat persembahyangan bagi Bhatara Kyai Agung Pinatih Resi sebagai leluhur wangsa, tetapi juga pusat spiritual yang menanamkan nilai bakti dan pelestarian silsilah dari Jawa hingga Bali. Berdiri kokoh di atas tanah desa Sulang, pura ini menjadi simbol warisan Hindu-Bali serta sejarah dan identitas Kaum Arya Wang Bang Pinatih.
Pura Agung Puri Sulang Merupakan Pura yang terletak di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Pura ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 dan berdiri kokoh diatas tanah desa sulang. dulunya desa ini merupakan tanah tegalan alang-alang bernama Bukit Mekar, yang sering kali ditemukan tulang belulang manusia, mengingat pada masanya daerah ini digunakan untuk mengamankan orang-orang yang melakukan werat pati (Pembunuhan) pada zaman Kerajaan Klungkung.
Melakukan Upacara Natab di Pura Agung Puri Sulang (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Pura Agung Puri Sulang berfungsi sebagai pusat kawitan utama bagi keturunan kaum Arya Wang Bang Pinatih, dengan Bhatara Kyai Agung Pinatih Resi sebagai leluhur yang dipuja secara khusus di Merajan Agung. Kyai Agung Pinatih Resi merupakan putra Kyai Pinatih Mantera (juga dikenal sebagai Kyai Anglurah Pinatih Mantra), seorang patih Demung Dalem Ketut Kresna Kepakisan yang bermigrasi dari Jawa Timur sekitar tahun 1350 M atas perintah Majapahit.
Pura Agung Puri Sulang (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Pada masa pemerintahan sementara Dewa Agung Panji ring Kusamba, Kyai Agung Pinatih Resi dipanggil untuk menjaga perbatasan timur Kerajaan Klungkung saat melawan Kerajaan Karangasem. Atas saran Ida Tjokorda Satra (menjabat sebagai penasihat atau pengemban Dalem (raja) ), ia memindahkan seluruh pasukannya dari Kertalangu dan Tolikup ke Bukit Mekar, membentuk desa Bernama Desa Sulang yang yang mengadung arti : SU ngaran LUWIH , LANG ngaran LANGGENG. melambangkan bakti abadi kepada Dalem Klungkung. Sebagai penghargaan atas kesetiaan tersebut, penduduk Sulang dibebaskan dari pajak panjing (pajak tanah) hingga masa kini, hak adat yang tercatat dalam babad desa.
Bangunan Gedong Pura Agung Puri Sulang (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Gedong merupakan bangunan suci yang berfungsi sebagai tempat menyimpan benda pusaka. Tidak seperti di Utama Mandala, dimana semua orang boleh bersembahyang dan memohon air suci (nunas tirta), di Gedong ini, memang semua orang boleh bersembahyang, namun hanya laki-laki saja lah yang boleh untuk memohon air suci, Karena Gedong merupakan tempat sakral yang berguna meyimpan benda Pusaka seperti Keris, yang dimana Keris sendiri melambangkan “Purusa” atau Pria dan Keperkasaan.
Pura Agung Puri Sulang (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Pura ini masih berdiri kokoh sampai hari ini, meski terdapat beberapa bangunan yang sudah usang dan rusak karena umur, renovasi masih terus dilakukan, serta dirawat dengan baik oleh pengurus, dan warga setempat. Dengan demikian, pura Kawitan ini akan terus ada dan menjadi tempat berkumpulnya semeton Arya Wang Bang Pinatih sampai generasi-generasi selanjutnya.