Pura Luhur Puncak Geni: Cagar Budaya Spiritual dari Seribupati

Pura Luhur Puncak Geni merupakan salah satu pura Kahyangan Jagat di Desa Cau Belayu, Tabanan, Bali. Pura ini memiliki nilai sejarah, religius, dan budaya yang tinggi serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena keberadaan peninggalan fisik kuno serta sejarah yang kental, membuat Pura ini menjadi salah satu Budaya Bali yang harus dilestarikan sebagai cagar budaya.

Jan 1, 2026 - 06:49
Jan 1, 2026 - 13:43
Pura Luhur Puncak Geni: Cagar Budaya Spiritual dari Seribupati

Pura Puncak Geni — yang juga dikenal sebagai Pura Pucak Geni atau Pura Luhur Pucak Geni — merupakan salah satu pura Hindu yang memiliki nilai spiritual dan budaya tinggi di Pulau Bali. Terletak di Banjar Seribupati, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan di Bali, pura ini termasuk dalam kategori Pura Kahyangan Jagat yang dapat digunakan oleh umat Hindu dari seluruh Bali untuk bersembahyang dan melakukan ritual tertentu. 

Asal-usul dan Sejarah Pendirian

Gapura Pura Luhur Puncak Geni (Sumber : Koleksi Pribadi)

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat setempat, keberadaan Pura Puncak Geni berawal dari sebuah penemuan benda yang dianggap memiliki kekuatan spiritual — sebuah batu yang tampak bersinar atau bersifat istimewa. Kisah ini bermula ketika seorang tokoh bernama Ida Peranda Gria Pemayun dan rombongan sedang melakukan perjalanan di hutan wilayah Padang Jerak.

Di tengah hutan tersebut, mereka menemukan sebuah benda atau batu yang memancarkan cahaya menyerupai api (geni). Fenomena ini dianggap bukan peristiwa biasa, melainkan sebagai tanda niskala atau petunjuk spiritual dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karena diyakini memiliki kekuatan suci, lokasi tersebut kemudian dijadikan tempat pemujaan.

Awalnya, tempat ini hanya berupa pelinggih sederhana yang digunakan untuk tapa semadi dan persembahyangan. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya keyakinan masyarakat terhadap kesakralan tempat tersebut, dibangunlah pura yang lebih permanen hingga berkembang menjadi Pura Luhur Puncak Geni seperti yang dikenal sekarang.

Nama Puncak Geni sendiri berasal dari kata “Puncak” (puncak atau ujung tempat) dan “Geni” (api), menunjukkan makna tempat yang sarat dengan simbolisme spiritual dan energi (geni berarti api — simbol pembersihan batin). Pada awalnya pura ini sempat dikenal dengan nama Pura Yang Api sebelum berubah menjadi Pura Pucak Geni. 

Di tahun 2010, Pura Puncak Geni resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya Bali, mempertegas nilai sejarah dan budaya pura tersebut dalam konteks warisan Bali. 

Fungsi Keagamaan dan Ritual

Potret Upacara Pujawali Puncak Geni pada Buda Cemeng/Wage Klawu (Sumber : Koleksi Pribadi)

Pura Puncak Geni adalah tempat ibadah yang aktif digunakan oleh umat Hindu Bali, terutama dalam ritual-ritual adat seperti panyandekan, piodalan, tilem, purnama, dan Kajeng Kliwon — hari-hari suci yang penting dalam penanggalan Hindu Bali. Pada hari-hari seperti ini, pura ramai dikunjungi oleh umat yang ingin memohon keselamatan, berkah, dan pembersihan batin

Ritual yang sering dilakukan di sini biasanya berupa sembahyang bersama keluarga, persembahan kepada Ida Bhatara, serta kegiatan pembersihan spiritual. Karena statusnya sebagai Kahyangan Jagat, pura ini dianggap memiliki energi spiritual yang bisa menghubungkan umat dengan Tuhan serta membuka jalan rezeki dan keselamatan bagi pemedek yang datang. 

Arsitektur dan Lingkungan Pura

Area Jeroan dari Pura Luhur Puncak Geni (Sumber : Koleksi Pribadi)

Seperti pura-pura Bali lainnya, Pura Puncak Geni juga memiliki struktur tradisional yang terdiri dari beberapa mandala (zona suci):

  • Jaba Pisan (area paling luar) – gerbang masuk dan tempat persiapan sebelum masuk kawasan pura.

  • Jaba Tengah – area tengah tempat beberapa pelinggih kecil.

  • Jeroan (area paling suci) – tempat utama pelinggih dan tempat umat bersembahyang.

Karena lokasinya di daerah yang relatif asri dan berada di dataran tinggi, suasana di sekitar pura sering memberikan kesan tenang dan damai, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Peran Budaya dan Pariwisata

Bukti Cagar Alam Pura Luhur Puncak Geni Yang Telah Diakui Oleh Pemerintah Setempat (Sumber : Koleksi Pribadi)

Sebagai salah satu cagar budaya Bali, Pura Puncak Geni tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga menjadi destinasi wisata spiritual dan budaya. Keunikan ceritanya — terutama kisah tentang penemuan batu bersinar dan energi spiritual yang dipercayai terdapat di pura tersebut — menarik minat wisatawan lokal maupun asing yang ingin memahami lebih dalam tradisi Hindu Bali. 

Namun, meskipun potensinya besar sebagai objek wisata, akses ke pura ini tetap harus dilakukan dengan penuh rasa hormat dan pengertian terhadap nilai-nilai religiusnya. Beberapa aturan adat dan prosedur ritual tetap berlaku bagi pengunjung yang ingin mempersembahkan persembahyangan di pura tersebut.

Pura Puncak Geni merupakan sebuah tempat suci Hindu Bali penuh sejarah dan spiritualitas, lahir dari kisah penemuan batu bersinar yang kemudian menjadi sumber kekuatan religius bagi masyarakat setempat. Dengan statusnya sebagai cagar budaya dan Kahyangan Jagat, pura ini memainkan peran penting dalam kehidupan religius, budaya, dan sosial komunitas Hindu Bali, sekaligus menjadi titik menarik untuk wisata spiritual di Tabanan, Bali.