Swargarohanaparwa: Perjalanan Terakhir Pandawa Menuju Surga

Yudistira dan saudara-saudaranya mendaki Puncak Mahameru. Hanya Yudistira, ditemani Dewa Dharma yang menyamar sebagai anjing, yang mencapai surga. Menolak masuk tanpa saudara-saudaranya, Yudistira memilih tinggal di neraka. Kesetiaannya diuji, dan akhirnya semua Pandawa mencapai surga.

Apr 26, 2025 - 18:02
Nov 13, 2024 - 04:31
Swargarohanaparwa: Perjalanan Terakhir Pandawa Menuju Surga
Ilustrasi Yudistira Sampai Ke Gerbang Surga (Sumber : Koleksi Pribadi)

Ilustrasi Yudistira Menjadi Penguasa Kerajaan Kuru (Sumber : Koleksi Pribadi)

Setelah Pandawa memenangkan perang Kurukshetra, Yudistira dinobatkan menjadi penguasa kerajaan Kuru dan memerintah di Hastinapura selama 36 tahun. Tatkala mendengar wafatnya Krishna dan musnahnya wangsa Yadawa, Yudistira dan keempat saudaranya beserta Drupadi memutuskan untuk meninggalkan urusan dunia fana. Pandawa dan Drupadi meninggalkan semua miliknya tahta, harta, dan kemasyhuran untuk melakukan perjalanan spiritual, mengelilingi Bharatawarsa lalu menuju Puncak Mahameru di Pegunungan Himalaya.

Ilustrasi Yudistira Menemukan Seekor Anjing di Kaki Pegunungan Himalaya (Sumber : Koleksi Pribadi)

Di kaki Pegunungan Himalaya, Yudistira menemukan seekor anjing, dan kemudian hewan itu menjadi pendamping perjalanan mereka saat mendaki Puncak Mahameru. Satu per satu, mulai dari Drupadi, Sadewa, Nakula, Arjuna, dan Bima, tidak bisa melanjutkan perjalanan dan meninggal dunia, masing-masing terseret oleh kesalahan dan dosa yang pernah mereka perbuat. Drupadi meninggal karena tidak berlaku adil terhadap Pandawa, ia terlalu mengistimewakan Arjuna. Sadewa meninggal karena sombong akan kecerdasannya. Nakula meninggal karena sombong akan ketampanannya. Arjuna meninggal karena sombong akan ketangkasan dan keahliannya dalam memanah. Sedangkan Bima meninggal karena sombong akan kekuatannya. Karena kesucian hatinya, hanya Yudistira ditemani anjingnya yang berhasil mencapai Pintu Surga.

Ilustrasi Dewa Indra Datang Menjemput Yudistira Menggunakan Kereta Kencana (Sumber : Koleksi Pribadi)

Indra, raja para dewa, datang menjemput Yudistira untuk diajak naik ke surga dengan kereta kencana. Namun, Dewa Indra menolak membawa anjing Yudistira dengan alasan bahwa hewan tersebut tidak suci dan tidak layak untuk masuk surga. Yudistira menolak masuk surga apabila harus berpisah dengan anjingnya yang setia. Dewa Indra merasa heran karena Yudistira memilih untuk tidak masuk surga demi anjingnya yang setia. Yudistira berkata bahwa anjing itu telah begitu setia menemaninya sampai pada akhir perjalanan. Menyaksikan keteguhan hati dan kesetiaan Yudistira, anjing itu pun kembali ke wujud aslinya, yaitu Dewa Dharma, ayah Yudistira. Bersama-sama mereka naik ke surga menggunakan kereta Dewa Indra.