Ilmu Leak Sakti : Dari Monyet sampai Bade Emas
Liak, warisan leluhur Bali yang sering disalahpahami oleh masyarakat luas, sesungguhnya merupakan seni meditasi spiritual yang telah berusia ribuan tahun. Praktik kuno ini menggunakan aksara suci sebagai medium untuk mencapai kesadaran tertinggi dan pemahaman mendalam tentang hakikat kehidupan. praktik ini memiliki tiga sifat: satwika (kebaikan), rajasika (ego), dan tamasika (kegelapan).
Di tengah stigma negatif yang beredar, penting untuk dipahami bahwa Liak bukanlah sekadar ilmu hitam seperti yang sering digambarkan dalam cerita-cerita populer. Esensi dari Liak adalah penempatan aksara suci dalam tubuh manusia, sebuah praktik yang memungkinkan seseorang melampaui batasan-batasan fisik dan mental yang biasa. Seperti halnya setiap ilmu pengetahuan, Liak bersifat netral - layaknya pisau yang bisa digunakan untuk memotong sayuran atau melukai.
Kekuatan dan pengaruhnya sepenuhnya bergantung pada niat dan kebijaksanaan sang pengamal. Dalam tradisi Bali, praktik ini dapat mengarah pada tiga sifat: satwika (kebajikan), rajasika (hasrat ego), atau tamasika (kegelapan). Dalam tradisi Bali, Liak memiliki beberapa tingkatan yang menggambarkan tahapan pencapaian spiritual seseorang, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tertinggi yang dikenal sebagai Bade Emas.Namun tingkatan ini tidak secara spesifik dijelaskan dalam lontar-lontar pengleakan dikarenakan sifatnya yang sangat rahasia dan tertutup dari dunia luar.
Leak Bojog (Sumber : Koleksi Pribadi)
Leak Bojog atau kera : Leak jenis ini tidak bisa menyakiti manusia secara langsung, melainkan dengan cara menakut – nakuti orang yang melihatnya, dengan ciri – ciri monyet hitam legam yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa ketakutan.
Leak Bawi (Sumber : Koleksi Pribadi)
Leak Bawi atau Babi : Leak ini juga tidak bisa menyakiti manusia, dengan perawakan seperti babi yang memiliki ukuran yang lebih besar dari babi pada umumnya, sangat sulit untuk membedakan liak ini dengan hewan sungguhan, namun liak berwujud babi ini akan menjalankan ritual nya disekitar kuburan.