Bhismaparwa: Kematian Bhisma Putra Baratha Di Tanah Kurusetra
Bhisma Parwa adalah buku keenam dari epos Mahabharata. artikel ini mengisahkan kekalahan putra Baratha Bhisma dan sepuluh hari pertama perang besar di Kurukshetra antara Pandawa dan Kurawa yang disebut Barathayudha. Serta turunnya wejangan Krishna kepada Arjuna yang disebut Bhagawadgita.
Suasana di medan perang, Kurushetra. Sebelum pertempuran di kurushetra, raja-raja terkemuka India kuno berkumpul. Bisma mengenakan jubah dan endera putih, sementara Arjuna mengendarai kereta emas dengan Kresna sebagai kusirnya. Sudah bersiap di masing masing posisinya. Turunnya Bhagawad Gita. Arjuna meminta Kresna membawanya ke tengah medan perang, dimana ia melihat kerabat dan teman-temannya siap bertarung. Arjuna merasa lemas dan tidak tega membunuh mereka, sehingga ia ingin mundur. Kresna kemudian memberikan wejangan suci, Wejangan ini dikenal sebagai Bhagavad Gita, yang merupakan intisari ajaran Veda dan sangat dihormati dalam agama Hindu. Penghormatan sebelum perang oleh Yudistira sesaat sebelum pertempuran, Yudistira melepas baju besinya dan berjalan menuju pasukan korawa. Para pandawa terkejut, namun kresna tersenyum mengetahui maksudnya. Yudistira mendekati Bhisma dan sujud kakinya dengan panuh bakti.
Gambar Krisna sedang menasihati Arjuna (sumber: koleksi pribadi)
Yuyutsu memihak Pandawa. Ketika Yudhistira tiba di medan pertempuran. Ia berseru mengajak sekutu. Yuyutsu dari pihak Korawa menyatakan kesetiannya kepada pandawa dan siap bertarung di bawah panji mereka, membuat Yudhistira gembira. Pembantaian Bhisma. Pertempuran dimulai dengan kedua belah pihak bersenjata lengkap. Bisma menyerang para ksatria Pandawa. menghancurkan segala yang menghalangi. Abimanyu memperingatkan pamannya dan mencoba menyerang Bisma, namun usaha Pandawa gagal di hari pertama. Uttara dan Sweta tewas. Yudistira menjadi pesimis, tetapi Kresna meyakinkan bahwa kemenangan akan menjadi milik Pandawa. Duel Arjuna dengan Bisma. Pada hari kedua, Arjuna bertekad membalikkan keadaan. ia mencoba menyerang Bisma, namun pasukan Korawa melindungi Bisma dengan kuat. Arjuna membunuh banyak pasukan Korawa dan akhirnya berduel sengit dengan Bisma. Sementara itu, Drona terus menyerang Drhistadyumna dan mematahkan panahnya berkali-kali.
Gambar perselisihan Bhisma dan Arjuna (sumber: koleksi pribadi)
Hari Kedua Di Kurusetra. Duryodhana mengirim pasukan Kalinga untuk menyerang Bhima, tetapi gagal. Setyaki menembak kusir Bisma, membuat kudanya membawa kereta menjauh. Di akhir hari kedua, Korawa dikalahkan.Hari Ketiga Di Kurusetra Pada hari ketiga, Bisma memimpin pasukan Korawa dalam formasi elang, sementara pandawa membentuk formasi bulan sabit. Pasukan korawa fokus menyerang Arjuna, tetapi banyak yang kalah. Abimanyu dan Setyaki menghancurkan pasukan Gandara. Bisma bertarung setengah hati melawan Arjuna, hingga Duryodhana menegurnya, Setelah itu, Arjuna danKrishna mencoba menyerang Bisma. Habisnya kesabaran Krishna, Krishna marah dan bertekad membunuh Bisma, mengambil cakranya dan berlari ke arahnya. Bisma menyerah, merasa beruntung jika mati di tangan Krishna. Arjuna mengejar dan menghentikan Krishna dengan memengangi kakinya. Krisna berhenti pada langkah kesepuluh.
Gambar kemarahan krisna (sumber: koleksi pribadi)
Arjuna memohon kepada Kresna. Arjuna meminta krishna meredakan amarahnya dan bersumpah untuk menghancurkan ras Kuru atas perintah Krishna. Krishna merasa puas dan kemarahannya mereda, meskipun masih memegang cakra. Mereka kemudian melanjutkan pertarungan dan menghancurkan banyak pasukan Korawa. Keberanian Bima. Hari keempat merupakan hari dimana Bima menunjukkan keberaniannya. Bisma memerintahkan pasukan korawa untuk bergerak. Abimanyu terkepung Abimanyu dikepung oleh para ksatria Korawa lalu diserang, Arjuna melihat hal tersebut lalu menolong Abimanyu. Bima muncul pada saat yang genting tersebut lalu menyerang para ksatria Korawa dengan gada. Duryodhana mengirim pasukan Gajah Duryodana mengirim pasukan gajah untuk menyerang bima. Bima turun dari kereta dan menyerang mereka satu persatu dengan gada bajanya, melempar dan membanting mereka ke arah pasukan Korawa. Amukan Bima Bima menyerang Korawa dan membunuh delapan adik Duryodana sebelum tertembak dan jatuh. gatotkaca marah,dan Bisma memerintahkan pasukan mundur. pada hari pembantaian besar besaran. Drona membantai banyak prajurit Pandawa dan formasi kedua belah pihak berantakan. Pada hari kedelapan, Bima membunuh kedelapan putra Dhritarashtra, sementara putra Arjuna, Irawan, dibunuh oleh korawa.
Gambar bima sedang mengamuk (sumber: koleksi pribadi)
Gugurnya Bisma. Pandawa tidak tahu cara mengalahkan Bisma, jadi mereka menyusup ke perkemahannya unntuk mencari jawaban. Bisma menyambut mereka dengan berkah dan mengungkap kelemahannya. Setelah mendengar semua penjelasan Bisma, Arjuna berdiskusi dengan Krishna, yang berusaha menyadarkan Arjuna tentang mana yang benar dan salah Pada hari kesepuluh, pasukan Pandawa yang dipimpin oleh Srikandi sampai digaris depan. Srikandi menyerang Bisma tetapi dia diabaikan. Bisma hanya meledek Srikandi karena tak ingin menyerang Srikandi yang berkepribadian seperti perempuan. Melihat Bisma menghindari Srikandi, Arjuna memanah Bisma berkali-kali. Puluhan panah menancap di tubuh Bisma. Bisma terjatuh dari keretanya. Pasukan Pandawa bersorak. Tepat pada hari itu senja hari. Kedua belah pihak menghentikan pertarungannya, mereka mengeilingi Bisma yang berbaring tidak menyentuh tanah karena ditopang oleh panah panah. Bisma menyuruh para ksatria untuk memberikannya bantal, tetapi tidak satu pun bantal yang mau ia terima. Kemudian ia menyuruh Arjuna memberikannya bantal. Arjuna menancapkan tiga anak panah di bawah kepala Bisma sebagai bantal. Bisma merestui tindakan Arjuna, dan ia mengatakan bahwa ia memilih hari kematian ketika garis balik matahari berada di utara.
Gambar Bhisma yang sudah dikalahkan (sumber: koleksi pribadi)