Sanggar Penderang: Dari Gemerincing Gender Wayang hingga Rindik, Tempat Jiwa Kecil Menemukan Cahaya Melalui Denting Gamelan

Terletak di Jl. Raya Uluwatu No.13, Jimbaran, Kec. Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kedonganan, tepat di sebelah Pasar Kedonganan, Sanggar Seni Penderang menjadi rumah bagi denting gamelan yang menenangkan jiwa. Di tengah hiruk pikuk kawasan Jimbaran yang ramai dengan aktivitas wisatawan, tempat ini hadir sebagai ruang sunyi yang dipenuhi irama tradisi dan semangat pelestarian budaya leluhur.

Jan 21, 2026 - 05:43
Dec 30, 2025 - 22:00
Sanggar Penderang: Dari Gemerincing Gender Wayang hingga Rindik, Tempat Jiwa Kecil Menemukan Cahaya Melalui Denting Gamelan
Sanggar Penderang ( Sumber : Koleksi Pribadi )

Sejarah dan Awal Mula Penderang

Didirikan pada 15 Juli 2015 oleh I Putu Ikka Darmawan, S.Sn., M.Sn., Sanggar Penderang lahir dari cinta terhadap seni dan rasa tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya Bali. Nama “PENDERANG” sendiri memiliki makna yang mendalam, berasal dari gabungan kata Penabuh (Pen), Gender (Der), dan Wayang (Ang). Gabungan ini melambangkan identitas sanggar sebagai wadah para penabuh gender wayang, sekaligus bentuk penghormatan terhadap para seniman di Desa Jimbaran yang telah mewariskan gamelan dan gending-gending suci kepada generasi berikutnya. Lebih dari sekadar tempat belajar musik, Sanggar Penderang merupakan wujud rasa syukur dan bhakti kepada leluhur. Filosofi ini tercermin dalam semboyan mereka, yaitu “sanskriti suraksha prakash”, yang berarti kesadaran untuk melindungi budaya agar tetap bersinar. Kalimat ini menjadi jiwa dari setiap denting gamelan yang dimainkan di sanggar, suara yang tidak hanya indah, tetapi juga membawa cahaya kesadaran budaya bagi generasi muda.

 Kegiatan Latihan Sanggar Penderan ( Sumber : Koleksi Pribadi )

Jadwal Latihan Sanggar Penderang

Setiap sore, dari pukul 3 hingga 6, denting gender wayang dan rindik menggema lembut di halaman sanggar. Anak-anak dan remaja datang dengan penuh semangat, menata posisi, menyentuh bilah gamelan, dan perlahan menyalakan harmoni yang khas Bali. Latihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk disiplin terhadap seni yang menumbuhkan kesabaran serta rasa hormat terhadap budaya sendiri. Suasana sore di Sanggar Penderang selalu terasa hangat cahaya matahari yang mulai redup berpadu dengan pantulan bilah gamelan menciptakan kesan magis yang sulit dilupakan. Tawa kecil para penabuh muda berpadu dengan suara dentingan gamelan, menghadirkan harmoni semangat muda. Di tengah ritme yang berulang, mereka belajar tentang ketekunan, kebersamaan, serta makna mendalam dari menjaga warisan leluhur. Setiap nada yang terlahir bukan hanya bunyi, melainkan doa dan rasa cinta terhadap budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. 

Program Ngayah Sanggar Penderan di Pura 
( Koleksi : Sumber Pribadi )

Kegiatan di Luar Sanggar

Selain kegiatan latihan, Sanggar Penderang juga aktif dalam ngayah rutin setiap enam bulan di berbagai pura di Desa Jimbaran maupun di luar desa. Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya berlatih menabuh, tetapi juga belajar menghaturkan gending dengan tulus ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai wujud bhakti dan rasa syukur. Setiap nada yang dimainkan dalam ngayah menjadi persembahan suci, menghubungkan antara harmoni gamelan dan ketenangan batin penabuhnya. Suasana ngayah selalu membawa kehangatan antara spiritualitas, kebersamaan, dan rasa bangga menjadi bagian dari pelestarian seni suci Bali. Para penabuh muda tampil dengan pakaian adat, wajah mereka memancarkan rasa hormat dan ketulusan. Di tengah gemerincing gamelan, tercipta momen yang sakral dan menyentuh hati. Melalui pengalaman ini, mereka belajar bahwa menabuh bukan sekadar memainkan nada, melainkan bentuk pengabdian dan penghormatan terhadap budaya dan spiritualitas Bali yang luhur.

Lomba Gender Wayang Kategori Anak – Anak 
( Sumber : Koleksi Pribadi )

Prestasi Sanggar Penderang 

Keberhasilan Sanggar Seni Penderang juga tercermin dari berbagai prestasi yang telah diraih oleh para penabuh mudanya. Sejak awal berdirinya, sanggar ini telah menunjukkan kiprah yang membanggakan di berbagai ajang kesenian. Pada tahun 2014, mereka berhasil meraih Juara 2 dalam lomba Gender Wayang antar kecamatan se-Kabupaten Badung, dan di tahun yang sama juga menyabet Juara 1 pada lomba Gender Wayang tingkat se-Bali yang diselenggarakan di Universitas Warmadewa. Perjalanan prestasi berlanjut pada tahun 2017, ketika mereka memperoleh Juara Harapan 2 dalam lomba Gender Wayang se-Bali di Universitas Hindu Indonesia. Terbaru, pada Pesta Kesenian Bali 2024, Sanggar Penderang kembali mengharumkan nama Jimbaran dengan meraih Juara 3 dalam lomba Gender Wayang se-Bali. Deretan pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan dedikasi, disiplin, dan cinta terhadap seni tradisi. Tujuan utama Sanggar Penderan adalah untuk, melestarikan kesenian Gender Wayang yang diwarisi dari leluhur agar tetap hidup dan lestari di hati masyarakat. Sanggar Seni Penderang bukan hanya tempat belajar gamelan, tetapi juga tempat di mana anak-anak menemukan cahaya dalam dirinya. Melalui denting bilah rindik dan gemerincing gender wayang, mereka belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan arti menghormati budaya.