Sanggar Cakra Bhuwana: Ruang Kreatif yang Menguatkan Tradisi Tari dan Karawitan Bali

Sanggar Seni Cakra Bhuwana adalah komunitas seni Bali yang berdiri sejak 2003 dan aktif melestarikan tari serta karawitan. Dengan ratusan anggota dan berbagai penghargaan budaya, sanggar rutin mengadakan latihan serta Evaluasi Tahunan. Mereka juga tampil di berbagai acara adat dan pernah menjadi duta Kabupaten Badung di PKB 2023. Secara keseluruhan, sanggar menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk mencintai seni tradisional Bali.

Jan 3, 2026 - 05:56
Dec 30, 2025 - 12:58
Sanggar Cakra Bhuwana: Ruang Kreatif yang Menguatkan Tradisi Tari dan Karawitan Bali
Sanggar Cakra Bhuwana (Sumber : Koleksi Pribadi)

Ketika berbicara tentang kehidupan seni di Bali, ada tempat-tempat yang lebih dari sekadar ruang latihan, tempat di mana tradisi hidup bersama semangat generasi baru. Salah satunya adalah Sanggar Seni Cakra Bhuwana, komunitas seni yang berdiri pada 12 Oktober 2003. Sanggar ini lahir dari sebuah momentum besar, yaitu keberhasilan pementasan fragmentari kolosal “Arjuna Tapa.” Dari keberhasilan itu muncul tekad untuk membangun wadah bagi seniman muda, yang pada awalnya dikenal dengan nama Balinese Dance Foundation. Dalam perjalanannya, sanggar berkembang, memperkuat visi, dan pada akhirnya bertransformasi menjadi Sanggar Seni Cakra Bhuwana di bawah kepemimpinan Dr. I Made Sudarsana S.Sn., M.Sn., yang masih memegang peran sebagai ketua hingga hari ini.

Selama lebih dari dua dekade, Sanggar Cakra Bhuwana hadir sebagai rumah bagi ratusan murid, mulai dari tingkat TK hingga SLTA. Semangat pelestarian seni sangat terasa melalui komitmen mereka untuk mencetak penari dan penabuh tradisi yang berkualitas. Jumlah anggotanya terus bertambah setiap tahun, dan pada akhir 2024 tercatat sebanyak 350 anggota aktif. Selain itu, sanggar ini juga telah menerima beberapa penghargaan penting di bidang kebudayaan, seperti Madya Patram Budaya dari Gubernur Bali tahun 2022, Penghargaan Bupati Badung tahun 2023, dan Penghargaan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali tahun 2023. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas peran sanggar dalam pelestarian kesenian dan budaya Bali.

Evaluasi Tahunan Sanggar Cakra Bhuwana di panggung Wantilan Desa Adat Kedonganan (Sumber : Koleksi Pribadi)

Puncak dari proses latihan sepanjang tahun adalah kegiatan Evaluasi Tahunan. Kegiatan ini bukan sekadar ujian keterampilan, tetapi juga sebuah perayaan. Setiap peserta yang tampil membawa antusiasme dan keberanian untuk menunjukkan hasil kerja kerasnya selama berbulan-bulan. Dari gerak tari sampai tabuhan gamelan, seluruh proses menjadi panggung apresiasi bagi siswa, pelatih, dan orang tua. Acara ini juga menjadi momen kebanggaan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh keluarga besar sanggar.

Latihan Karawitan Pada Sanggar Cakra Bhuwana (Sumber : Koleksi Pribadi)

Di balik setiap pementasan yang baik, ada proses latihan yang panjang dan konsisten. Sanggar Cakra Bhuwana menjalankan jadwal latihan yang padat setiap akhir pekan. Sabtu dan Minggu selalu dipenuhi dengan suara kendang, gong, dan instruksi pelatih. Kelas-kelasnya terbagi berdasarkan tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga tingkat mahir. Fokus latihannya meliputi teknik tari, makendang, magender, hingga Gong Kebyar. Suasana latihan terasa disiplin namun penuh kehangatan. Anak-anak mengikuti arahan pelatih dengan serius, namun tetap dengan kegembiraan yang tulus.

Latihan Tari Pada Sanggar Cakra Bhuwana (Sumber : Koleksi Pribadi)

Selain latihan karawitan, latihan tari berlangsung tidak kalah dinamis. Deretan anak-anak berdiri di ruang latihan, mengikuti setiap gerakan dasar sesuai ritme gamelan. Dari posisi tangan, arah pandang, hingga bentang rasa emosional, semuanya dilatih secara teliti. Latihan ini tidak hanya mengasah teknik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa memiliki terhadap budaya.

Di luar agenda latihan, Sanggar Cakra Bhuwana aktif mengikuti berbagai event budaya. Mereka tampil dalam acara desa, upacara adat, festival, hingga agenda pentas hotel. Salah satu pencapaian terbesar sanggar ini adalah keterlibatan sebagai duta Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali (PKB). Pada PKB XLV tahun 2023, Cakra Bhuwana membawakan karya garapan berjudul “Waskita Sandhi”, sebuah pergelaran Barong Landung yang mengangkat cerita kearifan lokal Kedonganan. Kehadiran sanggar di panggung PKB menjadi kebanggaan, bukan hanya untuk komunitas sanggar, tetapi juga untuk desa dan masyarakat yang mendukung.

Penyerahan Sertifikat dan Apresiasi Diberikan Kepada Pelatih dan Pengabdi Seni Dalam Acara Evaluasi Tahunan (Sumber : Koleksi Pribadi)

Lebih dari itu semua, Sanggar Cakra Bhuwana memiliki tujuan yang sangat jelas untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap seni tradisional Bali. Latihan-latihan yang dilakukan bukan sekadar pengajaran keterampilan, tetapi upaya untuk menjaga kelangsungan seni, menyalakan rasa cinta, dan memperkuat identitas budaya. Dari suara gamelan hingga langkah tarian, semuanya adalah bagian dari upaya pelestarian yang mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pada akhirnya, Sanggar Cakra Bhuwana bukan hanya tempat belajar. Ia adalah ruang kreatif, ruang keluarga, ruang tradisi. Di sini, anak-anak menemukan panggung untuk berekspresi, pelatih menemukan tempat untuk mengabdi, dan masyarakat menemukan alasan untuk bangga pada warisan seni mereka sendiri. Di setiap denting gamelan dan setiap gerak tari, hidup sebuah komitmen yaitu menjaga agar tradisi Bali tetap berdiri dengan kuat, indah, dan bermakna.