Balah: Cita Rasa Khas Karangasem yang Tak Terpisahkan dari Tradisi Megibungan
Balah, sebuah hidangan khas dari Karangasem, Bali, adalah sajian yang tak bisa dipisahkan dari tradisi megibungan, yaitu acara makan besar yang sering diadakan dalam rangka pernikahan, upacara adat, atau acara besar lainnya. Hidangan ini menggunakan bahan utama berupa daging babi yang dimasak dengan bumbu khas yang memberikan rasa pedas, manis, gurih, dan asam yang sangat menggugah selera.
Balah adalah salah satu hidangan khas dari Karangasem, Bali, yang terbuat dari daging babi, khususnya bagian perut (samsam), yang dimasak dengan bumbu-bumbu khas yang memberi rasa pedas, manis, gurih, dan asam. Balah memiliki makna budaya yang mendalam, karena biasanya disajikan dalam acara megibungan, yaitu tradisi makan besar yang dilakukan dalam rangka acara penting seperti pernikahan, upacara adat, dan acara keluarga besar lainnya.
Hidangan ini bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi serta leluhur. Dalam proses pembuatannya, daging babi dibumbui dengan cabai, terasi, gula merah, dan bahan lainnya, lalu ditumis dan dikukus dengan daun pisang sebagai alas. Proses memasak ini memberikan cita rasa yang sangat khas dan menggugah selera.
Di bawah ini adalah resep dan cara pembuatan Balah, yang menjadi salah satu kuliner khas Karangasem yang penuh dengan tradisi dan cita rasa unik.
Bahan:
- Daging babi bagian perut (samsam) 1 kg
- Cabai1/4kg
- Terasi 1 plastik (atau sekitar 1/4 bagian)
- Garam secukupnya
- Gula merah/gula aren 1/2 buah
- Buah limao 3 buah (untuk perasan)
- Penyedap rasa secukupnya
- Bawang merah goreng
- Kunyit 1 buah
Bahan (Sumber: Koleksi Pribadi)
Tata Cara Pembuatan
1. Persiapkan Daging Babi:
- Potong daging babi sesuai selera dan beri goresan di bagian kulit seperti pola buah nanas untuk memberi tekstur saat dimasak.
- Lalu rebus daging babi dengan kunyit hingga empuk dan matang. Pastikan daging cukup lunak dan mudah dipotong.
Babi Setelah Direbus (Sumber: Koleksi Pribadi)
2. Membuat Bumbu :
- Goreng bawang merah hingga matang dan kecokelatan. Setelah itu, tiriskan bawang goreng tersebut.
- Potong cabai sesuai selera, bisa dipotong besar atau kecil tergantung pada tingkat kepedasan yang diinginkan lalu goreng cabai setengah matang hingga aromanya keluar.
- Campurkan terasi, cabai setengah matang, garam, penyedap rasa, dan gula merah. Haluskan semua bahan ini hingga menjadi pasta bumbu yang kental. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi dalam wajan selama kurang lebih 3 menit hingga tercium aroma sedap dan bumbu tercampur rata.
Bumbu Setelah Ditumis (Sumber: Koleksi Pribadi)
3. Masukkan Daging Babi:
- Setelah bumbu matang, masukkan daging babi yang sudah dipotong-potong tadi ke dalam wajan. Aduk rata agar daging babi tercampur sempurna dengan bumbu.
- Koreksi rasa sesuai selera, pastikan ada keseimbangan antara pedas, manis, asin, dan gurih.
Memasukan Daging (Sumber: Koleksi Pribadi)
4. Persiapkan Daun Pisang dan Mengukus:
- Setelah bumbu tercampur rata dengan daging babi, cuci wajan dan tambahkan sekitar 2 gelas air.
- Letakkan alas daun pisang di dalam wajan, kemudian masukkan daging babi yang sudah ditumis bersama bumbu.
Tambahkan bawang goreng di atasnya untuk menambah cita rasa. - Steam atau kukus daging babi selama sekitar 5-10 menit agar bumbu meresap sempurna dan terasa semok. Setelah itu, peras air jeruk limao di atas hidangan untuk memberikan rasa segar.
Sajikan
Proses Mengukus (Sumber: Koleksi Pribadi)
Setelah melalui proses pengukusan, Balah siap disajikan! Hidangan ini memiliki rasa yang kaya dan kompleks, dengan perpaduan pedas dari cabai, gurih dari daging babi, manis dari gula merah, dan kesegaran dari perasan jeruk limao yang memberikan aroma khas. Biasanya, Balah disajikan dalam acara megibungan yang melibatkan banyak orang, di mana kebersamaan dan tradisi menjadi inti dari acara tersebut.
Dengan cita rasa yang unik dan proses pembuatannya yang penuh dengan filosofi, Balah bukan hanya sekedar hidangan, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Karangasem, Bali.