Mengalir dari Subak ke Pemandian Alami: Bukit Jangkrik Natural Water Swim, Mata Air Tersembunyi di Tengah Alam Gianyar

Tersembunyi di sisi timur Gianyar, Bukit Jangkrik Natural Water Swim hadir sebagai pemandian alami yang memadukan kesegaran air, keindahan alam, dan nilai spiritual. Berawal dari bendungan subak yang sederhana, kini kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata berbasis adat, di mana keseimbangan antara manusia dan alam tetap dijaga dengan penuh kesadaran.

May 5, 2026 - 05:20
Feb 9, 2026 - 21:06
Mengalir dari Subak ke Pemandian Alami: Bukit Jangkrik Natural Water Swim, Mata Air Tersembunyi di Tengah Alam Gianyar
Kejernihan Air di Bukit Jangkrik Natural Water Swim (Sumber: Koleksi Pribadi)

Dari Bendungan Subak Menjadi Tujuan Wisata

 

Desa Adat Bukit Jangkrik, yang berada di Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar kini dikenal dengan destinasi wisata bernama Bukit Jangkrik Natural Water Swim. Tempat ini dulunya merupakan bendungan pengairan subak Jelaung di wilayah Bukit Jangkrik, yang berfungsi untuk mengalirkan air ke area persawahan warga. Kini, kawasan tersebut dikembangkan menjadi objek wisata air alami yang tetap mempertahankan kesegaran dan fungsi sosialnya.

 

Papan Nama Bukit Jangkrik Natural Water Swim di Pintu Masuk (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Bendesa Adat Bukit Jangkrik, I Kadek Juni Arta, menjelaskan bahwa tempat ini sudah lama dikenal warga sebagai Geduh atau Endungan, lokasi berkumpulnya beberapa sumber mata air. ”Air di sini sejak dulu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari warga, termasuk untuk minum dan mengairi sawah,” ujarnya.

 

Kini, pengelolaan dilakukan oleh Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) sebagai bentuk pengembangan potensi desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

 

Pemandian dengan Nuansa Alam Pedesaan

 

Suasana pedesaan menjadi daya tarik utama tempat ini. Pengunjung disambut pemandangan sawah hijau dan aliran air jernih yang mengalir di antara bebatuan. Tiket masuknya hanya Rp10.000 per orang, membuatnya mudah dijangkau siapa pun yang ingin menikmati suasana alam.

 

Pemandangan Sawah di Sekitar Kawasan Pemandian (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Kolam alami di Bukit Jangkrik dibagi menjadi dua bagian, yaitu kolam dewasa di sisi barat dan kolam anak-anak di sisi timur. Airnya bersumber langsung dari lima mata air yang tetap terjaga kebersihannya. Selain berenang, pengunjung juga bisa memancing di area yang disediakan, sambil menikmati udara segar pedesaan.

 

 

Nilai Spiritual di Balik Air yang Jernih

 

Keistimewaan Bukit Jangkrik Natural Water Swim tidak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga makna spiritual yang melekat. Di kawasan ini terdapat dua pancuran yang dianggap suci oleh masyarakat adat. Pancuran selatan digunakan untuk mengambil air minum karena kejernihannya, sementara pancuran utara dimanfaatkan dalam upacara keagamaan seperti melasti dan mekiyis Ida Bhatara.

 

 

Pancuran Suci Tempat Warga Melukat (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Selain itu, terdapat Pura Ulun Suwi di sisi utara yang menjadi tempat suci bagi subak Jelaung, serta Pura Dugul di bagian selatan. Keduanya menandai bahwa tempat ini bukan sekadar objek wisata, tetapi juga memiliki fungsi keagamaan yang dijaga oleh masyarakat.

 

Dikelola dengan Prinsip Kearifan Lokal

 

Menurut I Kadek Juni Arta, pengelolaan Bukit Jangkrik Natural Water Swim berpedoman pada tiga hal utama: pariwisata, lingkungan, dan spiritualitas. ”Kami ingin agar tempat ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa mengubah kesucian dan keseimbangan alam yang ada,” jelasnya.

 

 Papan Arah Menuju Area Pemandian dan Lokasi Penglukatan (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Desa adat juga terus melakukan perbaikan, termasuk penambahan area parkir dan pembukaan jalur trekking menuju Desa Sidan sebagai bagian dari kerja sama antar-desa. Dukungan dari pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat menjadi dorongan kuat untuk terus mengembangkan kawasan ini secara berkelanjutan.

 

Wisata Edukatif dan Ramah Lingkungan

 

Saat ini, pengunjung Bukit Jangkrik Natural Water Swim didominasi warga lokal, namun wisatawan mancanegara dari Australia, Eropa, dan Asia juga mulai datang untuk menikmati keasrian alamnya. Mereka tertarik pada air alami yang belum tersentuh modernisasi dan suasana spiritual yang terasa damai.

 

Kolam Alami Bukit Jangkrik Natural Water Swim (Sumber: Koleksi Pribadi)

 

Selain sebagai tempat wisata, Bukit Jangkrik juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda. Anak-anak desa diajak mengenal pentingnya menjaga sumber air dan kebersihan kawasan agar tetap berkelanjutan.

 

Harapannya, tempat ini dapat terus berkembang menjadi contoh wisata alam berbasis adat dan kearifan lokal, tanpa kehilangan jati diri sebagai sumber kehidupan dan tempat penyucian diri masyarakat Bukit Jangkrik.