Legenda Yeh Pules: Misteri Air Sunyi di Beji Taman Gerokgak Tengah
Beji Taman Gerokgak Tengah, dimana konon suatu hari air yang mengalir dari pancuran beji tidak bersuara dan salah satu masyarakat setempat yang berhasil mengambilnya mendapatkan rejeki yang amat melimpah setelah itu. Cerita ini dikenal dengan kisah Yeh Pules yang menjadi cerita masyarakat di Banjar Gerokgak Tengah Tabanan.
Pada masa dahulu kala, di sebuah dusun bernama Bajar Gerokgak Tengah, terdapat sebuah tempat suci yang dikenal dengan nama Beji Taman. Beji ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar karena dari sanalah pancoran air suci mengalir, memberikan berkah bagi mereka yang datang mengambilnya. Setiap pagi, tepat sekitar pukul empat dini hari, penduduk desa berbondong-bondong menuju Beji Taman untuk mengambil air dan mandi di pancoran suci yang dipercaya membersihkan jasmani dan rohani.
Pancoran Untuk Mandi di Beji Taman (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Di antara mereka, terdapat seorang pemuda bernama Cahyadi. Seperti penduduk lainnya, ia selalu datang ke Beji Taman setiap pagi untuk mengambil air. Namun, suatu hari terjadi kejadian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Malam itu, Cahyadi terbangun lebih awal dan mengira sudah pukul empat pagi, padahal jam masih menunjukkan pukul dua dini hari. Dengan niat tulus, ia tetap menuju Beji Taman membawa kendi.
Ukiran Patung di Beji Taman (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Setibanya di sana, suasana begitu hening dan tidak ada seorang pun seperti biasanya. Yang lebih mengejutkan, air pancoran tidak menimbulkan suara percikan sama sekali. Air itu mengalir dengan tenang seolah tidak menyentuh tanah. Bahkan, pancoran yang sudah lama kering tiba-tiba mengeluarkan air jernih, mengalir deras tanpa sebab yang jelas.
Pancoran Yang Dipercaya Sebagai Pancoran Ajaib (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Cahyadi tertegun menyaksikan keajaiban itu. Rasa takut bercampur kagum memenuhi hatinya. Dengan penuh keyakinan, ia mengambil air tersebut ke dalam kendi. Ia merasa bahwa air itu bukan air biasa, melainkan air suci yang penuh berkah.
Mebanten di Pancoran Beji Taman (Sumber Foto: Koleksi Pribadi)
Seiring berjalannya waktu, Cahyadi tidak hanya mengambil air, tetapi juga mulai melakukan mabanten sebagai ungkapan terima kasih kepada Betara yang beristana di Beji Kayehan. Ia menyadari bahwa berkah tersebut adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dihormati.
Kisah Cahyadi pun menyebar ke seluruh desa. Beji Taman semakin dihormati sebagai tempat suci penuh berkah. Hingga kini, kisah Yeh Pules tetap dikenang sebagai tanda bahwa Tuhan senantiasa hadir memberikan petunjuk dan karunia-Nya, bahkan melalui hal sederhana seperti aliran air yang jernih dan hening.