SIVA ARDHANARESWARA: Makna Filosofis di Balik Wujud Ardhanareswara sebagai Lambang Keseimbangan Gender

Ardhanarishvara adalah manifestasi ilahi yang menggabungkan Siwa dan Parvati dalam satu tubuh, melambangkan perpaduan sempurna antara kekuatan maskulin dan feminin. Bentuk ini mencerminkan keseimbangan dan kesatuan dalam dualitas, menunjukkan bahwa kedua energi tersebut saling melengkapi. Ardhanarishvara mengajarkan harmoni antara unsur laki-laki dan perempuan dalam alam semesta.

Jan 30, 2026 - 15:00
Nov 20, 2024 - 18:46
SIVA ARDHANARESWARA: Makna Filosofis di Balik Wujud Ardhanareswara sebagai Lambang Keseimbangan Gender
Ardhanareswara (sumber: koleksi pribadi)

Pada zaman dahulu, dewa yang agung, Shiva, hidup dalam kedamaian abadi di puncak gunung Kailasa. Bersama-Nya adalah Gauri, istri yang setia dan penuh kasih, yang tidak pernah merindukan apapun selain cinta dari Shiva. Seluruh hidupnya adalah pengabdian terhadap Shiva, dan demi cinta itulah, ia pernah melakukan tapa berat yang tiada tara.

Gauri yang sedang melakukan tapa berat (sumber : koleksi pribadi)

Selama bertahun-tahun, Gauri berpuasa, bermeditasi, dan melakukan berbagai bentuk pengorbanan untuk mendapatkan anugerah dari suaminya. Akhirnya, Shiva muncul di hadapannya dan menanyakan apa yang ia inginkan. Dengan kerendahan hati dan penuh kasih, Gauri memohon satu permintaan sederhana: "Beri aku anugerah bahwa tiada wanita lain yang akan berbagi hatimu denganku. Jadikan aku satu-satunya wanita dalam hidupmu."

Shiva, yang terharu oleh pengabdian Gauri, mengabulkan permintaannya. "Aku bersumpah," kata Shiva lembut, "bahwa aku tidak akan mencintai atau bahkan memikirkan wanita lain selain dirimu."

Gauri yang meminta anugrah kepada Dewa shiva (sumber : koleksi pribadi)

Kebahagiaan Gauri tak terhingga. Hari-hari di Kailasa dipenuhi dengan cinta dan kehangatan yang memancar dari pasangan ilahi ini. Namun, suatu hari ketika Gauri duduk di hadapan Shiva, menikmati kebersamaan mereka, ia merasakan sesuatu yang aneh. Tubuhnya tiba-tiba gemetar tanpa sebab. Jantungnya berdebar keras, seolah-olah ada bahaya yang mengancam. Dengan perasaan yang semakin gelisah, ia menatap Shiva lebih dalam—dan di sanalah ia melihatnya.Di dalam hati Shiva, ada seorang wanita lain.Gauri tertegun. Wanita itu cantik, lebih cantik daripada siapapun yang pernah dilihatnya. Ia tampak begitu damai dan penuh cinta, seolah-olah merasakan kasih yang selama ini hanya ia yang nikmati. Perasaan sakit dan pengkhianatan merobek hati Gauri. Ia merasa hancur, seperti kehilangan seluruh dunianya dalam sekejap. Wanita itu telah merebut cinta Shiva, mengusirnya dari hati suaminya sendiri.Gauri tidak dapat menahan rasa sakitnya. Ia bangkit dan meninggalkan Shiva, hatinya dipenuhi oleh amarah, kesedihan, dan rasa kehilangan yang tak terlukiskan. Shiva, yang mengerti bahwa sesuatu telah terjadi, merasakan kehampaan yang dalam ketika Gauri pergi. Ia tahu bahwa tanpa Gauri, dirinya tidak lengkap. Gauri adalah separuh dari dirinya; tanpa dia, ia tidak bisa hidup.

 Dewa Shiva yang sedang mencari gauri di puncak gunung yang jauh (sumber : koleksi pribadi)

Setelah beberapa waktu, Shiva mencari Gauri dan menemukannya di puncak gunung yang jauhGauri duduk dalam kegelapan, wajahnya basah oleh air mata, dan kesedihan yang mendalam tampak di matanya. Shiva menghampiri dan memeluknya dengan penuh kasih. Ia tidak mengerti apa yang telah membuat Gauri begitu sedih.“Apa yang telah terjadi, Gauri?” tanya Shiva lembut, meskipun hatinya terasa berat.Dengan suara bergetar, Gauri menceritakan tentang wanita yang dilihatnya di hati Shiva, wanita yang telah mencuri cinta suaminya. Mendengar ini, Shiva tertawa lembut. “Oh, Gauri,” katanya sambil tersenyum. “Wanita yang kau lihat di dalam hatiku adalah engkau.”Dengan sabar, Shiva membawa Gauri kembali ke tempat mereka duduk sebelumnya. "Lihatlah lagi ke dalam hatiku," pintanya.Gauri, meski ragu, menatap sekali lagi ke dalam hati Shiva. Dan kali ini, ia melihat kebenaran yang selama ini tidak disadarinya—wanita yang ia lihat di sana tidak lain adalah dirinya sendiri. Senyum perlahan muncul di wajah Gauri, dipenuhi rasa malu dan kelegaan. Ia menyadari bahwa Shiva tidak pernah meninggalkannya. Cinta mereka begitu dalam sehingga mereka benar-benar menjadi satu.

 

Dewa Shiva yang menyatu dengan Gauri dan berubah bentuk menjadi Ardhanaresvara (sumber : koleksi pribadi)

Shiva memeluk Gauri erat, dan dalam momen itu, dua jiwa bersatu. Shiva, sang Dewa, dan Gauri, Dewi Ibu Alam, tidak lagi dua entitas terpisah. Mereka menjadi satu kesatuan sempurna satu tubuh, satu hati, satu jiwa. Shiva dan Gauri berubah menjadi bentuk Ardhanarishvara, setengah laki-laki dan setengah perempuan, melambangkan persatuan ilahi antara maskulin dan feminin, cinta dan kesetiaan yang abadi.Dalam bentuk ini, Shiva dan Gauri mengajarkan kepada dunia bahwa cinta sejati adalah persatuan tanpa batas, di mana dua menjadi satu, saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Ardhanarishvara adalah lambang tertinggi dari keseimbangan alam semesta, harmoni antara semua yang berbeda, dan keindahan persatuan sempurna yang melampaui waktu dan ruang.

 

 

Files