Pura Paibon Dadia Selingket: Penjaga Garis Leluhur di Timur Gunung Agung
Pura Paibon Dadia Selingket merupakan pura keluarga yang berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur bagi warga Dadia Selingket di wilayah timur Gunung Agung. Keberadaannya menjadi penanda garis keturunan sekaligus ruang spiritual yang menjaga kebersamaan dan kesinambungan tradisi leluhur.
Pura Paibon Dadia Selingket merupakan pura keluarga yang memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual warga Dadia Selingket. Pura ini menjadi tempat pemujaan leluhur Dadia Selingket, yang secara turun-temurun diyakini berasal dari Manik Angkeran, sosok leluhur yang memiliki peran penting dalam sejarah dan garis keturunan dadia. Sebagai pura paibon, keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga sebagai simbol keterikatan keluarga besar yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Utama Mandala di Pura Paibon Dadia Selingket (Sumber: Koleksi Pribadi)
Pura Paibon Dadia Selingket terletak di Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, tepatnya di wilayah timur Gunung Agung. Lingkungan sekitar pura tergolong tenang dan alami karena berada di desa yang tidak padat penduduk. Meski demikian, letaknya cukup strategis di dalam wilayah desa, yakni berada dekat dengan Kantor Perbekel Desa Pidpid, sehingga mudah dijangkau oleh warga dadia maupun masyarakat sekitar.
Dalam konteks budaya Bali, pura paibon memiliki kedudukan khusus sebagai ruang pemujaan leluhur sekaligus tempat memperkuat rasa kebersamaan keluarga besar. Di Pura Paibon Dadia Selingket, warga dadia senantiasa diingatkan akan asal-usul leluhur serta tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai, tradisi, dan identitas keluarga. Proses pembangunan, perawatan, dan pemeliharaan pura dilakukan secara gotong royong oleh Krama Dadia Selingket, yang berperan aktif menjaga keberlangsungan pura baik secara spiritual maupun fisik.
Tiga Pelinggih di Pura Paibon Dadia Selingket (Sumber: Koleksi Pribadi)
Pura Paibon Dadia Selingket juga menjadi pusat kegiatan adat dan keagamaan yang melibatkan seluruh anggota dadia. Salah satu upacara penting yang rutin dilaksanakan adalah Anggara Kasih, yang menjadi momen khusus bagi krama dadia untuk bersembahyang bersama dan memperkuat ikatan spiritual dengan leluhur. Selain itu, pura ini menjadi tempat berkumpulnya keturunan Dadia Selingket, termasuk mereka yang tinggal di luar wilayah Desa Pidpid, sehingga pura berfungsi sebagai titik temu keluarga besar.
Di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman, keberadaan Pura Paibon Dadia Selingket tetap memiliki makna penting bagi kehidupan warga dadia. Pura ini tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga ruang sosial dan kekeluargaan yang mempererat hubungan antaranggota dadia, terutama saat hari suci dan upacara besar. Kehadiran krama dadia dari berbagai daerah menunjukkan bahwa ikatan leluhur masih menjadi perekat yang kuat, meskipun jarak dan waktu memisahkan.
Tempat Persembahyangan di Pura Paibon Dadia Selingket (Sumber: Koleksi Pribadi)
Ke depan, harapan besar disematkan pada Pura Paibon Dadia Selingket agar dapat terus lestari dan berkembang. Baik dari sisi pelestarian budaya dan tradisi keturunan Dadia Selingket, maupun dari sisi pembangunan fisik pura agar semakin baik, layak, dan nyaman sebagai tempat persembahyangan. Dengan peran aktif Krama Dadia Selingket dan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga warisan leluhur, Pura Paibon Dadia Selingket diharapkan tetap menjadi penjaga garis keturunan yang hidup, bermakna, dan berkelanjutan di wilayah timur Gunung Agung.