Puri Agung Singaraja: Harmoni Arsitektur Bali Eropa di Jantung Buleleng

Puri Agung (Puri Gede) Singaraja dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Buleleng sekaligus simbol kejayaan politik dan budaya Bali Utara. Kini puri ini beralih fungsi menjadi situs sejarah, pusat kebudayaan, dan destinasi wisata edukasi. Keaslian arsitektur tradisionalnya tetap dipertahankan serta menjadi lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan upacara adat. Upaya pelestarian ini menjadikan Puri Agung Singaraja sebagai ikon penting identitas masyarakat Buleleng dan bukti nyata perjalanan sejarahnya.

Nov 26, 2025 - 06:59
Nov 26, 2025 - 10:46
Puri Agung Singaraja: Harmoni Arsitektur Bali Eropa di Jantung Buleleng
Papan Nama Puri Agung Singaraja (sumber foto : koleksi pribadi)

Puri Gede Buleleng adalah kompleks istana yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Buleleng pada masa lalu. Kata “puri” sendiri dalam tradisi Bali berarti istana atau kediaman bangsawan. Puri ini dibangun sebagai pusat kekuasaan sekaligus tempat tinggal keluarga kerajaan. Di masa kini, Puri Gede Buleleng menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bangunan puri ini menampilkan arsitektur khas Bali yang memadukan nilai estetika dan simbolik. Ukiran-ukiran, pintu gerbang candi bentar, dan tata ruang yang tertata rapi menggambarkan filosofi kosmologi Hindu Bali.

Pintu Gerbang Puri Agung Singaraja (sumber foto : koleksi pribadi)

Puri Gede Buleleng erat kaitannya dengan tokoh penting Kerajaan Buleleng, yakni Ki Gusti Ngurah Panji Sakti pada abad ke-17. Beliau adalah pendiri Kerajaan Buleleng yang dikenal sebagai pemimpin karismatik dan bijaksana. Setelah masa Panji Sakti, puri ini terus dihuni oleh keturunan raja-raja Buleleng dan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan pemerintahan setempat.

Puri Gede Buleleng terletak di Jalan Mayor Metra, Kampung Kajanan, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Lokasi ini berada di pusat kota Singaraja, menjadikannya mudah diakses oleh wisatawan. Letaknya yang strategis juga memungkinkan pengunjung menikmati suasana kota tua Singaraja yang penuh sejarah kolonial dan budaya lokal.

Foto Ki Gusti Ngurah Panji Sakti (sumber foto : koleksi pribadi)

Puri Gede Buleleng dibangun pada abad ke-17, seiring berdirinya Kerajaan Buleleng oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Pada masa itu, Buleleng berkembang menjadi kerajaan maritim yang berpengaruh di Bali Utara dan sekitarnya. Meski mengalami berbagai dinamika sejarah, termasuk pengaruh kolonial Belanda di abad ke-19, Puri Gede Buleleng tetap menjadi pusat pemerintahan lokal.

Puri Agung Singaraja (sumber foto : koleksi pribadi )

Kini, Puri Gede Buleleng tidak lagi berfungsi sebagai pusat pemerintahan kerajaan, melainkan beralih menjadi situs sejarah, pusat kebudayaan, dan destinasi wisata edukasi. Pelestarian puri dilakukan melalui berbagai upaya, seperti menjaga arsitektur tradisional agar tetap sesuai bentuk aslinya mulai dari gerbang, halaman, hingga bangunan utama; melaksanakan kegiatan budaya dan upacara adat Hindu Bali secara rutin yang menunjukkan puri tetap hidup secara spiritual; menyediakan fasilitas edukasi dan wisata sejarah bagi pengunjung agar dapat mempelajari Kerajaan Buleleng dan sistem sosial Bali tempo dulu; serta melibatkan komunitas lokal bersama pemerintah daerah dalam menjadikan puri ini ikon pariwisata budaya Bali Utara.