Pura Penataran Agung Padangbai; Perjalanan Spiritual di Tepi Laut Bali
Siapa yang tak kenal dengan Bali, pulau surgawi yang dikaruniai dengan hamparan alamnya yang mempesona, juga turut menjadi lokasi berdirinya aneka pura yang memukau hati. Salah satu destinasi spiritual yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke bagian timur Bali adalah “Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai”. Terletak di tepi pantai Desa Padang Bai, pura ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga memamerkan keindahan arsitektur yang indah, sejarah spiritual yang melekat, serta pemandangan laut yang menakjubkan.
Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai adalah pura yang terletak di Desa Adat Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Padang Bai sendiri merupakan sebuah desa kecil yang terkenal sebagai pelabuhan laut di pulau Bali dan menjadi pintu gerbang dimulainya sebuah perjalanan ke Pulau Gili di Lombok. Lokasi Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai yang bertempat di dekat pantai, menjadikan pura ini memiliki pesonanya tersendiri. Berdiri agung dengan kombinasi ukiran khas arsitektur Bali yang megah serta pemandangan alam sekitar yang indah sebagai pemanis. Untuk dapat mencapai Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai ini diperlukan jarak dari Denpasar, ibu kota Bali, sekitar 54 km yang dapat diakses melalui perjalanan darat dengan memakan waktu sekitar 80 menit hingga 2 jam, tergantung pada kondisi lalu lintas.
Dibalik keagungan pura yang berlokasi dekat dengan pelabuhan Padang Bai ini tentunya terdapat kisah atau cerita yang beredar dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi hingga saat ini mengenai keberadaan dari Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai. Menurut catatan sejarah, Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai dibangun sekitar abad ke-16 Masehi oleh seorang brahmana bernama Dang Hyang Niratha atau Dang Hyang Dwijendra. Beliau juga dikenal dengan sebutan “Pedanda Sakti Wawu Rauh”, yang merupakan keturunan dari Mpu Kuturan. Diceritakan bahwa pada masa itu, Dang Hyang Niratha adalah tokoh dalam kepercayaan masyarakat Hindu di Bali yang memainkan peran besar dalam penyebaran agama Hindu di Bali dan Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai ini diyakini menjadi salah satu tempat petilasan beliau pada saat beliau berada di Bali. Hingga saat ini, Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai menjadi pura utama di wilayah Padang Bai dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta ritual yang melibatkan masyarakat sekitar. Pura ini menjadi saksi bisu dari perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Bali yang sakral. Pada masa lalu, Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai juga dipercaya sebagai tempat untuk umatnya memohon keselamatan, perlindungan serta memohon keberuntungan dalam perjalanan lalu lintas di laut. Baik para nelayan maupun para pelaut sering “tangkil” atau datang ke pura ini untuk memberikan persembahan serta doa sebelum melaut, sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Baruna, dewa laut dalam kepercayaan Hindu.
Areal Jeroan Pura Penataran Agung Padang Bai (Sumber : Koleksi Pribadi)
Meskipun Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai terletak di daratan utama Bali, namun pura ini diyakini memiliki keterkaitan yang erat dengan keberadaan Pura Penataran Ped di Nusa Penida. Dimana pada areal utama Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai, terdapat badan suci yang dipercaya sebagai kelanjutan dari kepala suci di Pura Penataran Ped. Kepala suci di sini dianggap sebagai titik pusat spiritualitas, menjadi media komunikasi antara manusia dengan roh-roh suci yang mengawasi alam semesta. Kepala suci tidak hanya sebagai simbolisme visual, tetapi juga sebagai entitas spiritual yang dipercayai memiliki kebijaksanaan dan kekuatan untuk melindungi serta membimbing masyarakat. Pemujaan terhadap kepala suci menjadi ritual penting di dalam kehidupan sehari-hari, dengan doa dan persembahan yang dilakukan untuk memohon berkah dan petunjuk. Perjalanan spiritual dari kepala suci ke badan suci mencerminkan aliran energi spiritual yang menghubungkan dua tempat suci tersebut. Ritual dan upacara adat di Pura Penataran Agung melibatkan penghormatan terhadap badan suci sebagai penjaga spiritual dan penjalin hubungan antara dunia manusia dan dunia roh
Arsitektur Candi Bentar Pura Penataran Agung (Sumber : Koleksi Pribadi)
Tak hanya demikian, terlepas dari sejarah dibalik berdirinya Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai, pura ini juga memiliki keunikan di dalam ruang arsitektur yang menggambarkan perpaduan antara keindahan seni serta keagamaan yang melekat erat di dalam budaya Bali. Ornamen-ornamen ukiran serta ketajaman pahatan pada setiap palinggih dan di setiap sudut bangunan pura memiliki daya tarik yang memanjakan mata siapa saja ketika datang untuk menyaksikan keagungan dari Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai. Terdapat sisi yang menarik dan juga unik dari konsep tata letak areal pura dimana pada bagian “Jeroan” atau bagian utama pura, palinggih-palinggih Ida baik itu candi ataupun meru bertumpang berada dibagian atas dengan menaiki beberapa anak tangga untuk dapat sampai di areal halaman atau “natar” palinggih. Beberapa palinggih tersebut diantaranya adalah Palinggih Pengayengan Pura Andakasa, Palinggih Sang Hyang Pasupati, Gedong Betel, dan juga Ngurah Agung. Salah satu fitur yang juga tak kalah menarik dari Pura Penataran Agung adalah candi bentar, yang menjadi ciri khas arsitektur Bali. Candi bentar yang berdiri tinggi dan kokoh ini menggambarkan konsep dualitas dalam kehidupan, seperti dharma dan adharma (kebaikan dan kejahatan) atau langit dan bumi. Candi bentar merupakan pintu gerbang menuju areal utama pura.
Palinggih di Pura Penataran Agung Padang Bai (Sumber : Koleksi Pribadi)
Selain arsitektur yang memikat, Pura Penataran Agung Padang Bai juga menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para pengunjungnya. Suasana hening penuh kekhidmatan membuat pura ini menjadi tempat ideal untuk merenung dan mencari kedamaian batin. Ritual keagamaan yang dilaksanakan di sini juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menyaksikan dan memahami lebih dalam tentang kepercayaan dan tradisi masyarakat Bali. Terpukau dengan suasana spiritual dan arsitekturnya yang indah, Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai juga menawarkan panorama alam yang memukau. Terletak di tepi pantai, pura ini memberikan pemandangan laut yang tenang serta tebing bebatuan yang menjadikan suasana pura di tepi pantai sangatlah kuat. Kombinasi antara elemen spiritual dan juga alam membuat pengalaman mengunjungi pura ini menjadi begitu istimewa dan tak terlupakan. Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai terus menjaga keasliannya sebagai tempat ibadah dan pusat spiritual di Desa Adat Padang Bai. Acara-acara keagamaan, seperti upacara piodalan, masih secara rutin diadakan di pura ini, menarik partisipasi dari warga setempat dan pengunjung yang ingin merasakan nuansa keagamaan Bali secara langsung. Dengan demikian, Pura Penataran Agung Desa Adat Padang Bai tidak hanya menjadi destinasi wisata rohaniah, tetapi juga suatu peninggalan berharga yang menceritakan perjalanan panjang kehidupan spiritual dan kepercayaan Hindu di pulau Dewata, Bali.