Pura Griya Beji Taman Sawang: Mata Air Suci Penjaga Keselarasan Desa Abuan

Pura Griya Beji Taman Sawang merupakan pura penglukatan yang terletak di Desa Abuan. Pura ini dikenal sebagai pusat mata air suci yang telah ada sejak zaman dahulu dan dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. Keberadaan pura ini tidak hanya menjadi tempat penyucian diri, tetapi juga simbol keselarasan antara manusia, alam, dan kekuatan niskala. Hingga kini, Pura Griya Beji Taman Sawang tetap dijaga dan dimuliakan sebagai sumber kehidupan dan keseimbangan bagi masyarakat sekitar.

Mar 22, 2026 - 06:09
Mar 21, 2026 - 21:45
Pura Griya Beji Taman Sawang: Mata Air Suci Penjaga Keselarasan Desa Abuan

Menurut penuturan Kelian Wayan Adi dan Jro Mangku Nyoman Artawan, mata air di Pura Griya Beji Taman Sawang telah ada sejak dahulu kala, jauh sebelum pura ini tertata seperti sekarang. Dalam legenda yang hidup di masyarakat, terdapat sebuah batu suci di salah satu pelinggih. Konon, pada masa kemarau panjang ketika masyarakat kesulitan memperoleh air, batu tersebut dibasahi dan pada saat itu pula hujan turun, sehingga masyarakat kembali memperoleh sumber kehidupan. Kisah ini diyakini sebagai bukti bahwa mata air di tempat ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan anugerah spiritual yang menjaga keseimbangan desa.

Pelinggih dan batu suci yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual dalam menjaga keseimbangan air bagi masyarakat. (Sumber:Koleksi Pribadi)

Keunikan Pura Griya Beji Taman Sawang juga tampak pada fenomena-fenomena sakral yang hingga kini masih dipercaya masyarakat. Pada hari-hari tertentu, seperti Kajeng Kliwon dan Tilem, air tirta di pura ini dipercaya mengeluarkan aroma harum. Fenomena ini diyakini sebagai pertanda kesucian air yang tidak dapat direkayasa oleh manusia. Di pura ini terdapat tiga sumber mata air utama, yaitu pertama yang muncul di dalam gedong, kedua di pesiraman Ratu Peranda, dan ketiga di bagian timur pura yang baru muncul ketika air dari pesiraman mengalir. Ketiga sumber ini menjadi dasar terbentuknya sistem penglukatan di pura ini.

Tirta Penglukatan Pura Sawang (Sumber:Koleksi Pribadi)

Keberadaan mata air ini melahirkan fungsi religius yang sangat penting. Pura Griya Beji Taman Sawang menjadi tempat melasti alternatif, sehingga masyarakat tidak perlu lagi melaksanakan ritual ke laut seperti desa lainnya. Cukup dengan datang ke pura ini, prosesi penyucian diri dapat dilakukan. Dari tiga sumber mata air tersebut, kemudian berkembang menjadi lima titik penglukatan, meskipun hakikat sumber airnya tetap berasal dari tiga mata air utama. Sejak pura ini tertata, siapapun baik warga lokal maupun pendatang diperbolehkan melakukan penglukatan sebagai wujud penyucian diri.

Balai upacara Pura Sawang: (Sumber:Koleksi Pribadi)

Pemeliharaan pura secara fisik baru dilakukan secara serius beberapa tahun terakhir, dimulai dengan pembangunan akses jalan menuju lokasi pura yang memakan anggaran kurang lebih Rp600 juta. Upaya ini menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga warisan spiritual mereka. Ke depan, masyarakat berharap Pura Griya Beji Taman Sawang tetap terjaga sebagai sumber tirta suci yang tidak hanya memberikan air, tetapi juga ketenangan batin dan keselarasan hidup bagi siapa pun yang datang dengan niat tulus.